LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 169 RESTU


Dewi teratai putih, raja unicorn dan putri Bianca hanya diam mengamati apa yang sedang dilakukan oleh dewa unicorn karena mereka tahu bahwa dewa unicorn sedang melakukan pengamatan dari jarak jauh menggunakan mata dewanya. Mereka bertiga tetap tenang menunggu keputusan dari dewa unicorn setelah dia menyelesaikan pengamatannya.


Butuh waktu sekitar tiga puluh menit menit bagi dewa unicorn untuk mengamati seluruh perubahan kehidupan yang ada di planet Dreamland dan planet Bumi. Dia mengamati mulai dari hal yang sangat kecil seperti bagaimana cara manusia merawat tumbuhan untuk menjaga kelestarian alam. Dia juga melihat masyarakat dikedua planet ini saling membantu satu sama lain jika sedang menghadapi suatu masalah termasuk juga kebiasaan mereka yang rajin bersedekah untuk membantu meringankan beban orang-orang yang mengalami kekurangan.


Dewa unicorn akhirnya menyelesaikan pengamatannya dan memberikan jawaban sambil tersenyum, sepertinya dia menemukan sesuatu hal yang sangat bagus.


“ Setelah aku mengamati dari jauh dengan menggunakan kekuatan mata dewaku bagaimana kehidupan bangsa manusia di kedua planet tempat tinggal mereka, aku menemukan bahwa semua yang dikatakan dewi teratai putih adalah benar. Sifat-sifat bangsa manusia sekarang sudah mengalami banyak banyak perubahan besar tidak seperti jutaan tahun yang lalu. Mereka sekarang lebih peduli dengan sesamanya dan makhluk hidup lainnya, meskipun masih ada beberapa dari mereka yang masih memiliki sifat sombong, egois dan suka berperang tapi itu hanyalah sebagian kecil saja. ” Dewa unicorn lalu berjalan menuju ke tempat raja unicorn dan memberikab perintagnya. “ Mulai hari ini aku akan menghapuskan peraturan yang melarang hubungan antara bangsa unicorn dan bangsa manusia. Segera kau umumkan pada seluruh bangsa unicorn bahwa mulai sekarang mereka bebas untuk menjalin hubungan dengan bangsa manusia. ”


Raja unicorn tidak segera menyetujui perintah dari dewa unicorn tapi dia berpikir sejenak. “ Dewa, apakah aku boleh memberikan beberapa syarat sebelum aku mengumumkan penghapusan peraturan ini karena sebagai seorang raja aku juga harus bisa menjaga kesejahteraan dan keamanan rakyatku. ”


“ Katakanlah apa syaratmu. ” seru dewa unicorn.


“ Aku meminta bangsa manusia untuk menghormati bangsa kami dan tidak pernah melecehkan harga diri bangsa kami. Selain itu bangsa manusia juga harus mematuhi peraturan tentang tanduk unicorn karena tanduk unicorn adalah simbol kebanggaan bangsa unicorn. ” ucap raja unicorn.


“ Aku setuju, ” jawab dewa unicorn tanpa berpikir panjang karena dia merasa hal itu sudah seharusnya dilakukan oleh bangsa manusia. Dewa unicorn lalu bertanya pada dewi teratai putih. “ Dewi bagaimana menurutmu dengan syarat ini...? ”


“ Tentu saja aku sangat setuju. Jika terjalin hubungan antara dua bangsa yang berbeda maka sudah sewajarnya kedua bangsa itu untuk saling menghormati. Termasuk juga mereka harus menghormati dan mematuhi semua peraturan yang ada di kedua bangsa itu. Aku akan segera memberitahukan hal ini pada dewa yang menjaga bangsa manusia agar dia segera mengumumkan berita ini pada bangsa manusia. Aku juga berjanji padamu jika ada bangsa manusia yang melanggar persyaratan ini, maka aku akan menghukum manusia itu dengan tanganku sendiri. ” jawab dewi teratai putih dengan nada tegas.


“ Terima kasih dewi... Terima kasih dewa... Aku akan segera mengumumkan berita ini kepada seluruh bangsa unicorn. ” ucap raja unicorn sambil menangkupkan kedua tangannya kedepan.


Bianca yang sejak tadi bersedih karena keputusan ayahnya, kini wajahnya mulai berseri-seri kembali setelah dewa unicorn menghapus peraturan yang dibuatnya dimasa lalu atas permintaan dari dewi teratai putih. Senyuman yang sangat indah menghiasi wajah Bianca yang cantik bak sebuah bunga yang baru mekar, kini dia memiliki kesempatan untuk bisa hidup bersama dengan Heilong. Dia langsung bersujud di kaki dewi teratai putih.


“ Terima kasih dewi. Berkat bantuan anda, sekarang saya memiliki kesempatan untuk hidup bersama dengan orang yang saya cintai. ”


Dewi teratai putih segera mengulurkan kedua tangannya ke pundak Bianca untuk memintanya berdiri. “ Bangunlah putri. Ini hanyalah sebuah bantuan kecil saja. Kamu tidak perlu sampai bersujud kepadaku hanya untuk berterima kasih. ”


Bianca pun segera bendiri dan kembali bertanya pada sang dewi. “ Dewi, apakah sebenarnya anda memiliki alasan lain untuk membantu saya..? ”


“ Sebenarnya jiwa keibuanku seperti terpanggil saat aku melihat keteguhan hatimu mempertahankan cintamu pada orang yang sangat kau cintai. Aku membayangkan bagaimana jika hal seperti ini terjadi pada anakku sendiri, hatiku rasanya pasti akan sangat sakit. Sekarang kau sudah memiliki kesempatan untuk menikah dengan manusia yang kau cintai. Jika aku boleh tahu siapakah nama manusia itu dan bagaimana kamu bisa bertemu dengannya...? ” tanya dewi teratai putih dengan tersenyum seperti bertanya pada anaknya sendiri.


Bianca tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya dan menjawab. “ Manusia itu bernama Heilong. Kami bertemu di dunia game yang dibuat oleh Nero. Saat itu aku sedang mengujinya di dunia game dengan pertarungan satu lawan satu dan akhirnya dia berhasil mengalahkanku. Dia juga berhasil memegang tanduk unicornku. ”


“ Apa..!!?? ” ucap dewi teratai putri terkejut lalu dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menyembunyikan keterkejutannya. Air mata mulai menetes dari mata dewi teratai putih.


Bianca dibuat terkejut dengan reaksi sang dewi saat dia mendengar nama Heilong disebut. Dengan perasaan aneh, Biancapun memberanikan diri untuk bertanya.


“ Apakah dewi mengenal Heilong... ? "


Dewi teratai putih menghapus air matanya sebelum menjawab pertanyaan Bianca dan mencoba tersenyum kembali.


“ Bukan hanya kenal putri, tapi dia adalah putraku. Tujuanku datang kesini sebenarnya adalah untuk menemuimu dan menanyakan bagaimana keadanya karena saat di istana teratai putih, kakekku mengatakan bahwa kau adalah orang yang menguji putraku di babak terakhir dalam dunia game. ”


Kali ini giliran dewa unicorn, raja unicorn dan putri Bianca yang dibuat terkejut oleh jawaban dewi teratai putih. Tidak ada yang menyangka jika orang yang dicintai oleh Bianca adalah putra sang dewi pelindung bangsa mereka.


Tubuh raja unicorn menjadi sedikit bergetar saat mengetahui semua ini, dia seperti orang yang ketakutan. Takut jika dewi akan marah padanya karena ketidak tahuannya dia telah menentang hubungan antara putrinya dengan putra sang dewi.


Dewi teratai putih bisa membaca apa yang sedang dipikirkan oleh raja unicorn. Dengan tertawa dia berkata. “ Ha... Ha... Kamu tidak harus ketakutan seperti itu raja unicorn. Aku sama sekali tidak marah padamu, lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi besan. ”


“ Benar sekali, sebentar lagi kita akan menjadi besan karena putriku akan menikah dengan putra anda, ” ucap raja unicorn tampak lega.


Dewi teratai putih lalu menggandeng tangan Bianca. “ Raja unicorn, apakah aku bisa meminjam calon menantuku ini sebentar. Aku ingin mengobrol berdua dengannya sebentar di taman kerajaan. ”


“ Tentu saja boleh dewi. Lagi pula aku juga harus pergi dari sini karena aku juga harus menyampaikan beberapa pengumuman penting kepada rakyatku, ” jawab raja unicorn.


“ Aku akan pergi ke gunung api ungu untuk bermeditasi disana, jika dewi sudah ingin kembali ke istana teratai putih maka panggil saja aku, ” ucap dewa unicorn lalu dia langsung terbang meninggalkan istana raja unicorn.


“ Baik dewi, ” jawab Bianca.


“ Jangan panggil aku dengan sebutan dewi, panggil saja aku ibu. kau adalah calon menantuku jangan anggap aku orang lain. ” ucap dewi teratai putih.


“ Baik ibu. " jawab Bianca sedikit canggung.


Mereka berdua pergi menuju ke taman belakang istana. Sedangkan raja unicorn langsung pergi keluar untuk menemui rakyatnya.


**


Taman Istana Unicorn.


Dewi teratai putih dan Bianca akhirnya sampai di taman belakang istana unicorn. Taman ini di penuhi pohon sakura dengan daun yang beraneka warna, serta ada juga beberapa pohon buah persik di sini.


Mereka berdua berdiri didekat sebuah kolam ikan yang ada di dekat sebuah pohon sakura yang sangat besar. Daun-daun bunga sakura yang berguguran semakin memperindah kolam ikan ini.


“ Nak, aku dengar dari dewa unicorn bahwa kau pandai melukis. Bisakah kau membuatkanku sebuah lukisan dengan gambar kita bertiga di dalamnya... ? ” tanya dewi teratai putih.


“ Kita bertiga...?! ” bianca tampak terkejut.


“ Ya kita bertiga. Aku, kamu dan putraku. Kau sudah pernah bertemu dengan putraku dan sangat mencintainya. Jadi kau pasti bisa melukis wajah putraku tanpa harus melihatnya. ” ucap dewi teratai putih.


“ Baik ibu, ”


Meskipun agak sedikit canggung tapi karena ini adalah pertama kalinya dia mengobrol dengan calon mertuanya, Bianca mencoba untuk bersikap santai. Dia tidak ingin calon mertuanya melihatnya dalam keadaan gugup.


Bianca mengulurkan tangan kanannya dan seperangkat peralatan untuk melukis langsung muncul di depannya. Dengan sangat lihai dia mulai melukis wajah mereka bertiga di atas kanvas yang ada di depannya. Goresan demi goresan dia buat di atas kanvas menggunakan kuas yang ada di tangan kanannya dengan pasti tanpa ada kesalahan sedikitpun.


Hanya dalam waktu lima menit lukisan itu telah selesai dibuat. Lukisan mereka bertiga dengan latar belakang pepohonan bunga sakura yang daunnya sedang berguguran. Dia lalu memperlihatkan lukisan itu pada dewi teratai putih.


“ Ibu, coba anda lihat lukisan ini, apakah lukisan ini sudah sesuai dengan yang anda inginkan. "


“ Lukisan ini sangat bagus nak tapi kenapa dalam lukisan ini posisi ibu berada di tengah-tengah dan memegang tangan kalian berdua. Seharusnya posisi ibu ada di belakang kalian agar kebahagian kalian berdua lebih terlihat. ”


“ Lukisan itu menggambarkan bahwa kami berdua membutuhkan restu dari ibu agar kami bisa melanjutkan hubungan kami lebih jauh lagi, dan sebenarnya aku juga belum mengetahui bagaimana perasaan kak Heilong padaku. Saat itu aku langsung jatuh cinta padanya karena dialah satu-satunya pria yang bisa mengalahkanku dan memegang tandukku. ”


“ Jadi maksudmu, putraku belum mengetahui perasaanmu ini.. ? ”


Bianca tidak bisa menjawab tapi dia menggelengkan kepalanya sambil menunduk karena perasaan sedih bercampur malu.


Dewi teratai putih mengelus kepala Bianca sambil berkata. “ Anak baik, aku merestui hubunganmu dengan putraku. Kamu tenang saja, aku akan membantumu dalam hal ini karena aku tahu arti dari tanduk unicorn itu. Aku pastikan putraku akan bertanggung jawab dan menikahimu. ”


Bianca langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar.


“ Benarkah itu ibu..? ”


Dewi teratai putih menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum, dia kemudian mengulurkan tangan kanannya dan sebuah cermin raksasa muncul di depannya.


“ Ibu apakah ini sebuah cermin komunikasi.. ? ”


“ Iya, ini adalah cermin komunikasi yang di gunakan oleh para dewa untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Aku akan menghubungi salah satu dewa penjaga planet Dreamland untuk berbicara langsung dengan putraku. Kakek memberitahuku bahwa putraku telah berhasil mendapatkan warisan ilmu dari salah satu dewa penjaga planet Dreamland. Jadi seharusnya putraku sekarang tidak akan jauh dari tempatnya.