
Zhou Yuan kemudian menanyakan pada petugas administrasi mengenai Organisasi Semut Hitam.
"Organisasi Semut Hitam? Nama mereka sudah cukup terkenal disini." Petugas administrasi menunjuk papan pengumuman yang berisi banyak selembaran misi lalu mengambil salah satunya. "Organisasi mereka telah memusingkan banyak pihak dan banyak kejahatan yang telah mereka lakukan setahun terakhir, sehingga aku menempati organisasi itu sebagai misi kelas A."
"Apa kau tau organisasi seperti apa mereka?"
"Aku tidak tahu namun ada yang mengatakan bahwa mereka adalah sekumpulan para penyamun di berbagai daerah yang bersatu lalu membentuk organisasi Semut Hitam."
Zhou Yuan mengetuk jarinya di meja, alasan dirinya mencari organisasi tersebut karena organisasi yang sama adalah dalang yang dimaksud Ketua penyamun sebelumnya.
"Kalau begitu aku akan mengambil misi ini, apakah bisa?"
"Sebenarnya pahlawan kelas apapun bisa mengambilnya namun kau harus tahu adanya tingkatan misi menunjukkan kesulitan serta tingkatan bahayanya. Aku tidak tahu kemampuanmu tapi kau harus sadar batasan dari kekuatanmu sendiri."
Zhou Yuan tersenyum tipis. "Tidak perlu khawatir, aku sebisa mungkin lari ketika situasi diluar kendaliku."
Zhou Yuan selepasnya keluar dari serikat, ia sebenarnya sudah mengetahui markas organisasi Semut Hitam ada dimana namun ada satu hal yang membuatnya tidak langsung bergerak ke sana karena ia tidak mengetahui seberapa besar kekuatan mereka.
Meski telah menjadi kuat, Zhou Yuan mengetahui batas kemampuannya sampai mana. Zhou Yuan tidak gegabah menyerang kelompok organisasi seorang diri.
"Hm, lebih baik aku mencari penginapan terlebih dahulu, perutku juga sudah lapar..."
Zhou Yuan menarik kuda yang ia ikat sebelumnya lalu mulai menungganginya, ia berniat singgah di kota ini sementara waktu sambil mencari informasi yang dibutuhkan.
Kota yang disinggahi Zhou Yuan bernama Kota Shena, salah satu kota yang terletak diantara dua gunung.
Dulu maupun sekarang kota Shena merupakan tempat persinggahan para pedagang sebelum menuju ibukota, sehingga tidak mengherankan hampir semua pendatang yang tiba ke kota ini mayoritasnya adalah pedagang.
Zhou Yuan menelusuri jalanan kota sambil mencari penginapan yang cocok untuknya atau lebih tepatnya mencari penginapan yang kosong. Karena banyak pendatang membuat penginapan-penginapan disini selalu terisi setiap hari.
Di saat mencari, langkah kuda Zhou Yuan tiba-tiba terhenti saat seorang lelaki muncul dan menghalangi jalannya.
Orang itu memiliki tampilan yang sedikit lusuh dengan pakaiannya yang berlubang serta compang-camping, dilihat dari luarnya Zhou Yuan bisa menebak bahwa orang yang menghalangi jalannya merupakan pengemis.
"Tuan muda tampan, kau sepertinya banyak uang, bagaimana kalau sebagian kecil uangmu berikan kepadaku. Aku sudah dua hari ini tidak makan..." Pengemis itu mengangkat wajahnya sambil menunjuk perutnya yang kosong.
Saat itulah Zhou Yuan bisa melihat wajah pengemis itu, ia tampak sudah berumur mungkin berkisar usia 50 tahunan dengan janggut putih di dagunya.
"Apa Kakek tidak memiliki uang?"
"Tidak, sebab itu aku kelaparan, sepertinya kau memiliki banyak uang bukan?"
Zhou Yuan tersenyum canggung lalu memberikan lima koin emas pada Kakek tersebut.
"Hanya segini saja, sedikit sekali... Ini tidak akan cukup untukku."
Digaris bawahi satu keping emas sama dengan seratus perak dan satu perak sama dengan seratus perunggu. Pendapatan rata-rata bulanan seseorang di Kekaisaran Bulan mencapai 50 keping perak. Hanya sedikit orang yang mempunyai koin emas.
Dengan koin sejumlah itu, seharusnya cukup membuat Kakek itu hidup selama beberapa bulan bahkan membuat usaha baru. Zhou Yuan tidak menduga 5 koin emas dikatakan sedikit oleh pengemis tersebut
Zhou Yuan tidak berkata banyak, ia memberi 5 keping emas lainnya.
"Ah, ini baru cukup..." Kakek pengemis itu tersenyum lebar, merasa senang dengan pemberian Zhou Yuan. "Takdir memang tidak salah memilihmu sebagai pemilik tubuh istimewa. Kau memang orang baik..."
Zhou Yuan terkejut mendengar penuturannya. "Tubuh istimewa, apa yang Kakek maksud?"
"Oh, haruskah aku menjelaskannya tapi aku cukup yakin kau mengerti maksudku." Kakek pengemis tersenyum penuh makna.
Zhou Yuan terkejut, ia tidak menduga pengemis tersebut mengetahui rahasia tentang tubuhnya.
"Anak muda, tidak ada seseorang yang mencapai Alam Kristal di usia belasan tahun sepertimu, tidak, walau dalam sejarah Benua Daratan Utara sekalipun. Bukankah itu bukti lain bahwa kau tidak normal?"
Jantung Zhou Yuan berhenti sejenak, terkejut pengemis itu mengetahui tingkatan kekuatannya padahal sebelumnya belum pernah ada yang dapat melihatnya.
"Kakek... Kakek bisa melihat tingkatan kekuatanku?"
"Dibandingkan melihat lebih tepatnya aku hanya merasakannya, Anak muda, anggap saja ini sebagai imbalan uangmu jadi aku akan memberikan suatu saran padamu mengenai kondisi tubuhmu..." Kakek pengemis itu menunjukan tubuh Zhou Yuan. "Jangan biarkan emosimu mempengaruhi pikiranmu apalagi sampai tindakanmu berubah karenanya. Karena khusus untukmu, hal itu sangat berbahaya."
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia sama sekali tidak mengerti apa maksud perkataannya. Sebelum ia merespon Kakek pengemis itu sudah berpamitan.
"Maaf aku tidak bisa lama-lama, aku harus pamit dulu, sampai jumpa."
Zhou Yuan ingin menghentikan langkah Kakek pengemis itu namun ia sudah pergi setelah mengucapkan demikian. Zhou Yuan sebenarnya berniat menyusulnya untuk berbicara lebih jauh karena sepertinya ia mengetahui tentang tubuhnya tapi baru saja mau bertindak ada dua orang gadis yang mendatanginya.
"Tuan pendekar, apa anda orang yang di serikat sebelumnya?" Tanya salah satu gadis itu tanpa perlu basa-basi terlebih dahulu.
Alis Zhou Yuan bergetar, sejenak melupakan tentang Kakek pengemis itu. Dia menatap wajah dua gadis itu secara bergantian. Wajah mereka manis dan berumur sekitar 17 tahunan namun yang membuat raut Zhou Yuan bereaksi karena wajah kedua gadis itu sama alias kembar.
"Ya, aku memang sebelumnya dari sana."
"Ah, sudah kuduga Kakak dia belum pergi." Kata gadis itu pada gadis di sampingnya yang sepertinya adalah Kakaknya.
"Maaf tentang adikku, kudengar dari dia bahwa kau membunuh kelompok penyamun seorang diri?"
Zhou Yuan mengangguk. "Apakah ada sesuatu?"
Kedua gadis kembar itu saling pandang sebelum mengangguk pelan, keduanya kemudian menjelaskan niat dan maksudnya mendatangi Zhou Yuan.