Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 127 — Penyerangan Istana IX


Aksi empat pedang emas yang melayang mengejutkan semua yang ada di lokasi pertempuran termasuk para prajurit istana.


Mereka mengusap mata berulang kali, masih tidak percaya ada pedang bisa melayang diudara dan bergerak sendiri seperti itu. Para prajurit istana menganggap bahwa semua itu ilusi namun pasukan organisasi yang dibunuh pedang itu sungguhan mati usai ia menembus tubuh mereka.


Prajurit istana mulai ketakutan karena aksi pedang tersebut yang dengan mudah menghabisi korbannya, namun tidak lama kemudian mereka menyadari 4 pedang itu tidak memburu mereka yang berada di pihak pemerintahan.


Walau hanya beberapa detik saja namun kedatangan empat pedang itu sudah cukup membunuh belasan pasukan organisasi, korban terus bertambah seiring waktu secara signifikan.


Disisi lain pasukan organisasi yang diincar oleh empat pedang itu merasa terancam, mereka melupakan pertarungan dengan para prajurit dan memilih memfokuskan menghadapi pedang itu.


Mereka berusaha untuk menangkap pedang emas tersebut namun selalu gagal karena pedang itu bergerak dengan kecepatan yang tinggi.


Selain ingin menangkapnya, pasukan organisasi juga berharap bisa memiliki pedang pedang itu. Melihat ketajamannya tidak diragukan lagi bahwa keempatnya adalah pusaka tingkat tinggi.


Tidak sedikit juga beberapa dari mereka mencoba menyerang belakang pedang itu karena berpikir ada seseorang yang tidak terlihat sedang mengendalikannya, namun usaha itu sia-sia, serangan mereka hanya mengenai udara kosong.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa?!"


"Ini sihir, ini sihir!"


Pasukan organisasi merasa frustasi karena tidak bisa menghentikan pedang emas itu apalagi mereka menyadari hanya anggota organisasi saja yang diincar oleh pedangnya.


Disaat situasi sedang ricuh, tiba-tiba dari atas langit seseorang datang dan mendarat ditengah-tengah pertempuran, orang itu membawa pedang yang berwarna hitam di tangannya.


Ketika orang itu datang seketika empat pedang emas yang sedang mengejar pasukan organisasi berbelok arah dan terbang ke arahnya, Empat pedang emas tersebut tidak menyerang orang itu melainkan terbang disekitarnya.


Semua perhatian tertuju ke arah orang tersebut, karena menyadari dia lah dalang yang mengendalikan pedang emas itu.


"Kalian menginginkan pedang ini?" Zhou Yuan tersenyum dingin ke arah pasukan organisasi. "Kalau begitu aku akan serahkan pada kalian..."


Zhou Yuan memetik jarinya seketika 4 pedang emas disekelilingnya kembali bergerak menyerang pasukan organisasi, disisi lain Zhou Yuan tidak tinggal diam, dia mengayunkan pedang Kusanagi ke arah lawannya.


Menyadari Zhou Yuan berada di pihak yang sama, prajurit istana bisa bernafas lega.


Kedatangan Zhou Yuan dengan cepat membalikkan keadaan, bukan hanya aksi empat pedang emasnya yang mengejutkan semua orang tetapi kemampuan pemuda tersebut tidak jauh mengerikan.


Dengan pedangnya Zhou Yuan mampu menghabisi dua sampai tiga lawannya dalam sekali ayunan, hal itu membuat orang yang melihatnya menelan ludah serta berkeringat dingin.


Zhou Yuan merasakan kekuatannya meningkat setelah tenaga dalamnya dipulihkan oleh Kakek Bai. Ia tidak mengerti namun tubuhnya jadi lebih ringan dan bertenaga.


Empat pedang emas juga tidak tinggal diam, pedang itu bergerak cepat dan menembus tubuh-tubuh lawannya. Dalam hitungan menit, Zhou Yuan sudah menghabisi setengah pasukan organisasi.


Pasukan organisasi merasa putus asa, mereka yakin jika pertempuran ini terus berlanjut maka pihak mereka yang akan dibantai.


Tanpa menunggu lagi pihak organisasi mulai melarikan diri keluar istana namun para prajurit tidak membiarkan mereka begitu saja.


Dalam waktu lima menit, pasukan organisasi yang ada di lokasi itu mulai tumbang ke tanah. Usaha mereka yang ingin melarikan diri terasa sia-sia saat pedang emas mengejar mereka dengan kecepatan tinggi.


"Tuan muda terimakasih telah menyelamatkan kami..." Prajurit itu tidak mengetahui identitas Zhou Yuan, meski masih muda mereka tetap memberikan hormat padanya karena telah menolongnya.


Zhou Yuan mengangguk. "Paman, sebaiknya kita sembuhkan prajurit-prajurit yang terluka terlebih dahulu sementara sebagian yang lain pergi ke lokasi yang membutuhkan bala bantuan..."


"Tuan muda, lalu bagaimana dengan anda?"


Zhou Yuan menggeleng pelan lalu menunjuk siluman burung yang masih menjatuhkan pasukan organisasi. "Aku akan mengatasi mereka terlebih dahulu, siluman burung itu membuat kita kerepotan karena membawa banyak musuh dari luar ke dalam."


Selepas berkata demikian, Zhou Yuan menaiki salah satu pedang emas dan berdiri diatasnya, pedang itu kemudian melayang bersama Zhou Yuan ke atas langit.


Meski bisa dikendalikan dalam jarak jauh, pedang emas mempunyai jangkauan tersendiri. Ketika berada di jarak yang cukup, Zhou Yuan kemudian mengendalikan 3 pedang sisanya dan mengarahkan pada siluman burung.


***


Satu persatu siluman burung yang berada di atas langit mulai berkurang dengan cara yang tidak dimengerti. Para penunggang siluman tidak mengetahui apa-apa saat siluman rekan mereka mulai berjatuhan ke bawah.


Membutuhkan waktu beberapa saat untuk para penunggang itu menyadari keberadaan tiga pedang yang melayang di udara. Biarpun mereka melihatnya, sulit bagi mereka menganggap hal tersebut adalah realita.


Setelah sadar bahwa pedang itu sungguh telah membunuh siluman mereka, baru para penunggang menyadari bahwa pedang yang melayang tersebut memang nyata, hanya saja menyadari atau tidak sebenarnya situasi tidak banyak berubah bagi mereka.


Para penunggang berusaha menghindari pedang itu dengan mengendalikan siluman burungnya, biarpun begitu kecepatan pedang itu bukan sesuatu yang mudah dihindari oleh pergerakan siluman burung.


Seiring berjalannya waktu jumlah siluman burung di atas istana mulai berkurang secara signifikan, meski pedang itu tidak mengarah pada penunggangnya namun saat siluman burung mereka terjun ke bawah, penunggang itu tetap tewas karena terjatuh diketinggian yang tinggi.


Zhou Yuan terus mengarahkan 3 pedangnya mengincar jantung siluman-siluman burung, pedang emas yang diberikan Kakek Bai sangat tajam dan dapat dengan mudah menembus kulit siluman burung yang keras.


Zhou Yuan menebak bahwa pedang yang memiliki warna emas mengkilap tersebut adalah pusaka kelas Awan.


Siluman-siluman yang berjatuhan mulai tersadari oleh mereka yang berada di bawahnya, ada sekitar lima ratus siluman burung di pihak organisasi sehingga terbunuhnya siluman burung itu seperti hujan di atas langit.


Tidak sedikit dari mereka ada yang tertimpa siluman burung tersebut, mereka yang tertimpa akan mengalami luka yang tidak ringan.


Menyadari ada sesuatu yang mengincar mereka, para penunggang siluman burung khususnya Ketuanya akhirnya memilih untuk mundur dan berpencar ke berbagai arah.


Zhou Yuan tentu tidak akan membiarkan itu terjadi dan menggerakkan pedang emasnya lebih cepat lagi hanya saja karena jumlah mereka yang banyak, Zhou Yuan hanya menyisakan puluhan dari mereka.


Jumlah seperti itu tidak membahayakan lagi, Zhou Yuan yakin para penunggang siluman itu akan ketakutan dan tidak akan berani kembali.


Melayang di atas langit membuat Zhou Yuan bisa melihat situasi kediaman istana lebih jelas. Zhou Yuan kemudian menoleh ke bawah lalu mulai menurunkan pedangnya kembali, kali ini ia akan memfokuskan membasmi pasukan organisasi yang berada di bagian dalam istana.