
Situasi kapal mendadak menjadi riuh, mendengar berita ada perompak yang menuju kemari membuat para penumpang maupun kru kapal menjadi panik.
Pemilik kapal menyuruh para pendekar yang disewanya untuk bersiap menghadapi serangan, mayoritas dari mereka adalah alam perunggu sementara hanya beberapa dari mereka yang mencapai pendekar alam perak.
Empat kapal perompak itu semakin mendekat, ketika jarak mereka sudah tinggal beberapa meter lagi empat kapal itu mulai mengepung kepal penumpang menggunakan sebuah formasi, satu kapal dibelakang, dua di kiri dan di kanan lalu satu lainnya di arah depan.
Empat kapal perompak itu berusaha agar kapal incaran mereka tidak lolos sekaligus memastikan tidak ada penumpang yang melarikan diri dari mereka.
Zhou Yuan menyadari sesuatu ketika jarak kapal perompak sudah sangat dekat. "Para perompak ini bukan manusia, mereka berasal dari Ras Manusia Binatang?!"
Zhou Yuan terkejut, ia tidak menduga akan di hadang oleh ras lain. Ras Manusia Binatang biasanya tidak berbuat kriminal seperti ini, mereka cenderung menutup diri dan lebih memilih menjauh dari ras manusia biasa.
"Mereka adalah perompak yang selama beberapa bulan ini terkenal karena kejahatan mereka di sungai, Perompak Badai Angin, aku tidak menduga akan berhadapan dengan mereka secara langsung seperti ini..." Keluh pemilik kapal yang kebetulan berdiri di samping Zhou Yuan.
"Aku tidak mengerti, kenapa ras manusia binatang bisa berbaur dengan manusia dan menjadi perompak?"
"Tuan muda, apa anda tidak tahu situasi dunia persilatan beberapa tahun terakhir, meski aku tidak mengetahui penyebabnya namun ras manusia binatang jadi lebih agresif, mereka tidak lagi bersembunyi di hutan melainkan membuat wilayah mereka sendiri-sendiri."
Zhou Yuan mengerutkan dahi, jelas situasinya lebih mengejutkan dari ia duga. Zhou Yuan hanya bisa menebak bahwa hal ini diakibatkan kerena penyerangan ras manusia binatang ke akademi saat turnamen tiga tahun yang lalu.
Pemilik kapal menggigit bibirnya melihat para perompak mulai menaiki kapalnya, ia hanya berharap pendekar yang disewanya bisa membantu atau setidaknya mengusir perompak itu.
Zhou Yuan yang menyaksikan semua itu justru menggelengkan kepala, dirinya sadar situasi tidak akan memihak kepada pemilik kapal.
"Jika kalian ingin hidup, letakkan senjata dan aku mungkin akan mengampuni nyawa kalian?" Salah satu dari perompak itu berseru.
Orang yang berseru itu memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan perompak yang lain, Zhou Yuan menebak dia adalah pemimpin perompak ini.
Pemimpin perompak tersenyum lebar sekaligus merasa senang ketika melihat para pendekar yang disewa kapal itu lebih lemah dari kelompoknya.
Tidak hanya kalah soal tingkatan kekuatan, kelompok perompak ini juga menang dalam jumlah.
Jumlah anggota perompak itu sekitar seratus orang lebih dengan pemimpin mereka yang merupakan pendekar alam emas.
Mendengar seruan pemimpin perompak, pendekar yang disewa bersiap untuk bertarung saat tiba-tiba Zhou Yuan bertanya pada pemimpin perompak itu.
"Kalian dari ras manusia binatang, kenapa harus sibuk menjadi perompak, bukankah sejak dulu kalian tidak terlalu tertarik dengan uang atau harta?" Tanya Zhou Yuan kebingungan.
Ras manusia binatang yang hidup di tengah hutan memfokuskan hidupnya untuk berkebun, bertani, atau berburu, mereka menggunakan sistem barter untuk proses jual beli sehingga tidak tergiur soal uang.
Zhou Yuan tersenyum tipis, ia sadar perkataan pemilik perompak itu tidak bisa dibantahkan.
Manusia bintang yang memiliki bentuk fisik yang unik seperti bertanduk atau berekor selalu dianggap aneh oleh kalangan manusia, hal ini berpacu pada sikap rasisme yang berlebihan apalagi sejarah dimasa lalu mengatakan bahwa manusia binatang dianggap sebagai musuh oleh bangsa manusia.
Pemimpin perompak melirik Zhou Yuan dari atas sampai bawah saat pandangannya jatuh ke arah cincin ruang tersemat dijari pemuda itu, terlihat sangat indah.
"Anak muda, kulihat kau adalah orang yang berada, bagaimana kalau serahkan cincin itu pada kami mungkin aku akan membiarkan kau hidup." Perompak itu tersenyum lebar.
Zhou Yuan menggelengkan kepala pelan. "Hanya karena kalian mendapatkan ketidakadilan bukan berarti kalian membalasnya dengan cara yang salah, apalagi sampai merugikan orang lain seperti ini..."
Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada tangannya, beberapa kerikil es kemudian muncul di telapak tangan Zhou Yuan, pemuda itu kemudian menyentil kerikil es tersebut ke arah pemimpin perompak.
Kerikil es yang ditembakkan Zhou Yuan melesat cepat bagai halilintar, pemimpin perompak tidak bisa melihat kecepatannya saat tiba-tiba kerikil es itu menghantam perutnya dan membuatnya muntah darah.
Pemimpin perompak jatuh berlutut sambil memegang perutnya, hal itu membuat bawahannya terkejut namun sebelum mereka bereaksi lebih jauh, Zhou Yuan sudah mengarahkan kerikil esnya pada mereka.
Kerikil es Zhou Yuan bergerak cepat, melukai bawahan perompak itu satu persatu, dalam waktu singkat Zhou Yuan sudah membuat sepuluh perompak bertekuk lutut.
Menyadari semua hal itu terjadi karena Zhou Yuan, puluhan perompak yang lain mulai menarik senjata dan menyerang Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum tipis, dia mulai menghindari setiap serangan yang datang sambil tangannya terus menembak kerikil pada lawan-lawannya.
Pemilik kapal serta semua yang menonton membuka mulutnya lebar melihat Zhou Yuan menghindar semua serangan dengan begitu santai. Mereka bisa merasakan Zhou Yuan bahkan menguap ketika menghindari serangan musuh-musuhnya meski tengah dikepung dari berbagai arah.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Zhou Yuan mengalahkan semua para perompak itu dengan kerikil esnya.
Sebagian dari mereka yang mencapai alam perunggu langsung kehilangan kesadaran usai kerikil menghantam tubuh mereka sementara bagi pendekar alam perak bisa mempertahankan kesadaran meski harus muntah darah dan jatuh berlutut.
Butuh setengah menit untuk pemimpin perompak serta lainnya menyadari kalau kerikil Zhou Yuan tidak hanya melukai mereka cukup parah tetapi juga menghancurkan ilmu silat mereka.
Zhou Yuan memang menghancurkan titik dantian perompak itu dengan kerikil esnya, dantian yang merupakan tempat penyimpanan tenaga dalam bagi seorang pendekar, andai ia hancur maka tidak hanya tak dapat mengumpulkan tenaga salam, perompak tersebut bukan lagi seorang pendekar.
"Kini mereka bukan lagi ancaman, kalian bisa melaporkan semua ini pada pemerintah setempat agar perompak-perompak ini ditahan..." Zhou Yuan melihat nasib para perompak itu sebelum menggelengkan kepalanya pelan.
Pemilik kapal serta yang lainnya sampai kesulitan berkata-kata, sulit menebak bahwa pemuda yang seperti belasan tahun tersebut memiliki kemampuan yang tinggi.
Zhou Yuan tidak peduli dengan reaksi tersebut, tanpa pikir panjang ia mulai melayang di udara, pemandangan yang membuat orang yang melihatnya menahan nafas. Sesaat kemudian Zhou Yuan melesat terbang ke udara untuk melanjutkan perjalanannya.