Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 291 — Keadaan Situasi


Saat terompet perang dibunyikan, Xiao Fan bergerak paling depan memimpin pasukan. Dia melakukan perlawanan paling keras ketika kedua belah pihak pasukan saling bertemu.


Dengan kekuatan yang dimilikinya, Xiao Fan bersama anggota sekte klan Xiao yang lain membunuh pasukan organisasi. Kemampuan Xiao Fan yang tinggi membuat dirinya dapat membunuh Alam Perunggu dan Alam Perak dalam beberapa kali serangan.


Teknik Pedang Air yang menjadi ciri khas kakek berambut merah itu adalah mimpi buruk bagi pasukan musuh, tidak hanya dalam segi serangannya yang mematikan, teknik tersebut juga memiliki pertahanan yang nyaris tanpa celah seolah pedangnya adalah pelindung.


"Tidak ada maaf bagi kalian, membiarkan kalian hidup hanya akan membahayakan banyak orang!" Xiao Fan menebas leher salah satu kriminal dengan pedangnya, dalam sekali ayunan ia langsung memisahkan kepala dan tubuh kriminal tersebut.


Anggota klan Xiao yang bersama Xiao Fan terkejut sekaligus menelan ludah, mereka baru pertama kali melihat sisi sifat Xiao Fan yang seperti ini.


Xiao Fan adalah pribadi yang tenang dan murah hati, dirinya jarang mengambil nyawa lawan kecuali karena memang terpaksa, walaupun membunuh ia tidak pernah sampai menebas leher lawannya.


Anggota klan Xiao itu tidak mengetahui tentang perasaan Xiao Fan yang sekarang, semenjak ia hampir kehilangan cucunya, pandangnya pada dunia telah berubah.


Dirinya berpikir bahwa membiarkan para kriminal itu hidup justru akan berdampak buruk bagi yang lain sehingga dalam setiap serangannya, kali ini Xiao Fan membunuh tanpa ragu.


Pedang Xiao Fan bergerak lincah menerjang barisan depan musuh, ayunan pedangnya yang saling terhubung seperti air mengalir membuatnya diunggulkan meski sedang dikepung beberapa lawan.


"Apa kau berpikir aku membiarkan bertindak sesukamu Fan?" Huang Zhang muncul dan melompat ke arah Xiao Fan sambil mengayunkan pedangnya.


Xiao Fan menahan serangan tersebut dengan pedangnya. "Jadi kau yang memimpin perang ini Zhang? Aku cukup terkejut meski sudah menduganya."


Huang Zhang tersenyum lebar. "Aku senang kau memutuskan ikut perang, kupikir kau akan murung karena kehilangan cucumu?"


Xiao Fan mendengus. "Kali ini akan kupastikan aku membunuhmu di perang ini."


Xiao Fan dan Huang Zhang kemudian saling bertukar serangan dengan keahlian pedang yang mereka miliki. Melihat kekuatan yang dilepaskan keduanya menimbulkan gelombang pedang ke sembarang arah membuat pasukan pemerintahan atau organisasi segera mengambil jarak.


Meski Huang Zhang memiliki satu tangan, kemampuan pedangnya tak kalah tinggi sehingga bisa menyamai kemampuan pedang Xiao Fan.


Keduanya tiba-tiba mengambil jarak sesudah bertukar serangan hingga seratus jurus, kekuatan keduanya nyaris berimbang sehingga tidak ada luka diantara mereka.


"Seperti yang aku duga, kemampuan pedangmu memang sangat mengesankan tetapi sayangnya kau harus mati disini..." Selepas Huang Zhang berkata tiba-tiba dua kriminal Alam Cahaya lain muncul di samping Huang Zhang.


Xiao Fan mengerutkan dahinya, ia bisa melihat kemampuan kedua kriminal itu berada di Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka, baik kedua-duanya memancarkan aura yang dahsyat.


"Ketua Zhang, jadi ini pendekar pedang yang anda maksud?" Salah satu dari mereka bertanya.


"Dia memang terlihat kuat, aku bisa merasakan aura kekuatannya yang cukup besar..." Kriminal lainnya mengamati Xiao Fan dari bawah sampai atas.


"Gunakan kekuatan penuh kalian, jangan meremehkannya. Jika kita membunuhnya maka peperangan ini akan mudah kita taklukan." Huang Zhang bertitah.


Kedua kriminal Alam Cahaya itu mengangguk, bersama Huang Zhang kemudian mereka bergerak menyerang Xiao Fan bersama-sama.


Xiao Fan mengigit bibirnya, ia mengetahui jelas batas kemampuannya sampai mana.


***


Bersamaan dengan Xiao Fan yang dihadang, Jiang Long juga ternyata di situasi serupa.


Keberadaan Jiang Long, Xiao Fan, dan pendekar Alam Cahaya di pasukan pemerintahan nyatanya sudah diketahui pihak musuh sehingga pasukan organisasi sudah siap menangani mereka ketika perang sedang berlangsung.


Jiang Long dihadang oleh seorang gadis bergaun hitam yang ditangannya memiliki pusaka berupa seruling. Gadis itu adalah Mou Yu, salah satu dari empat pilar Kuil Awan Langit.


Gadis itu memainkan serulingnya di tengah perang membuat pasukan pemerintahan menutup telinganya karena suara seruling itu yang seperti menyayat-nyayat telinga mereka.


Mereka yang berada di pendekar Alam Emas ke bawah tak bisa menghalau suara seruling itu sehingga membuat pasukan pemerintahan mengalami halusinasi dan delusi sementara Alam Kristal ke atas hanya mengalami dampak ringan saja seperti gangguan konsentrasi dan sejenisnya.


Jiang Long adalah salah satu yang tidak terpengaruh dari seruling itu karena jumlah tenaga dalam yang ia miliki.


Jiang Long yakin bisa mengalahkan Mou Yu jika bertarung satu lawan satu namun dalam situasi perang seperti ini, ia dikalahkan oleh situasi dan keadaan.


Mou Yu memainkan nada dari serulingnya kembali, kali ini membuat pasukan dari pemerintahan yang terkena pengaruh serulingnya jadi berubah menyerang sesama temannya sendiri. Hal ini membuat situasi pasukan pemerintahan jadi kacau.


Jiang Long juga adalah salah satu yang diserang oleh bawahannya sendiri, ia sebisa mungkin tidak membunuh atau melukai mereka yang terpengaruh, sebaliknya ia hanya membuat bawahan-bawahanya tak sadarkan diri.


"Jika seperti ini terus kami akan kalah sebelum berperang..." Jiang Long berdecak pelan, seruling Mou Yu benar-benar membuat kacau barisan yang dipimpinnya.


***


"Kau? Siapa kau sebenarnya?!" Pedang Iblis melotot, terkejut dengan perubahan jenis api yang dilakukan Zhou Yuan.


Setahunya, hanya Keluarga Jiang yang bisa membuat teknik api biru di Benua Daratan Utara, dirinya yang sangat menguasai elemen api sekalipun tidak bisa disandingkan dengan teknik api biru tingkat tinggi milik Keluarga Kekaisaran tersebut.


Zhou Yuan tertawa kecil. "Aku bukan siapa-siapa, mengetahui namaku sekalipun kau tidak akan mengenalku."


Zhou Yuan tidak menunggu lagi dan langsung menyerang Pedang Iblis, ia memainkan pedangnya dengan lincah, Pedang Iblis hanya bisa mengumpat dan berusaha menahan serangan-serangan Zhou Yuan.


Keduanya kembali bertukar jurus, benar saja, teknik api yang dimiliki Pedang Iblis dengan mudah dikalahkan oleh api biru milik Zhou Yuan.


Setiap pedang keduanya berbenturan, akan menciptakan percikan api ke segala arah. Pedang Iblis merasa begitu panas terutama kedua tangannya.


Tidak menunggu waktu lama hingga pedang Zhou Yuan berhasil melukai tubuh pria paruh baya tersebut, tidak hanya lukanya berbentuk tebasan melainkan juga luka bakar.


"Sial!" Pedang Iblis merapatkan giginya kesal, sudah sejak sekian lama ia tidak terluka seperti ini.


Kemampuan pedang Zhou Yuan jelas di atasnya, jika pertarungan terus berlanjut maka luka yang sekarang hanyalah awal.


Zhou Yuan tidak memberi jeda, ia terus memberikan serangan-serangan berikutnya yang setiap ayunannya semakin cepat. Pedang Iblis berada diposisi terpojok, ia mulai berpikir bagaimana keluar dari situasi ini.