Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 55 — Solusi Masalah


"Yang Mulia, sebenarnya aku sudah mendapatkan solusi untuk mereka yang sedang keracunan..." Zhou Yuan mengeluarkan botol kecil seukuran genggam tangan dibalik jubahnya. "Ini adalah ramuan penawar untuk racun ular es, aku mendapatkannya dari jasad pakaian organisasi mereka yang tergelatak di lantai."


"Penawar? Apa mereka membawa racun sekaligus obatnya?" Jiang Qisha terkejut mendengar hal tersebut.


Zhou Yuan mengangguk sebelum menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan sesama anggota salju abadi akan ada yang terkena racun sendiri mengingat racun tersebut mudah sekali masuk ke dalam tubuh lawan maupun kawan.


Zhou Yuan mendapatkan informasi ini saat ia bertarung dengan puluhan anggota salju abadi sebelumnya, dimana saat itu ada beberapa dari mereka yang terkena racun mereka sendiri dan buru-buru mengambil botol kecil ini di jubahnya sebelum meminumnya.


Alhasil ramuan itu menawarkan racun ular es dalam waktu singkat, saat perjalanan ke lantai 4, Zhou Yuan memeriksa jasad mereka dan hampir setiap anggota salju abadi mempunyai ramuan tersebut setidaknya dua sampai tiga botol perorangnya.


Jiang Qisha mengelus dagunya, tidak menduga masalah yang ia pikir akan sulit di atasi bakal dengan mudah mendapatkan solusinya.


Jika perkataan Zhou Yuan benar maka tidak sulit baginya menyembuhkan para tamu yang teracuni jarum ular es.


Tanpa menunggu waktu lagi mereka mulai menyembuhkan para tamu yang teracuni, menuangkan cairan botolnya pada tenggorokan mereka yang tertidur.


Seperti yang dikatakan Zhou Yuan, ramuan itu bekerja dengan baik dan menghilangkan racun ular es usai meminumnya.


Meski tidak membuat para tamu itu langsung tersadar dari tidurnya namun hal tersebut cukup untuk mereka pulih kembali.


Walikota lalu memerintahkan para pengawalnya yang tersisa untuk berpencar menyembuhkan para tamu yang ada diluar gedung, mereka harus bergegas memberikan penawarnya pada setiap tamu undangan yang diserang organisasi salju abadi.


Setidaknya proses penyembuhan tersebut membutuhkan waktu hampir empat jam, setelah memeriksa semua para tamu telah disembuhkan, walikota menyuruh agar jasad-jasad anggota salju abadi dibersihkan dari kediamannya.


Usai situasinya mulai stabil, Walikota kemudian mengajak Jiang Qisha, Zhou Bing serta Zhou Yuan ke salah satu ruangannya.


Walikota berniat menjamu mereka serta berterimakasih karena telah menolong ia dan keluarganya dari penyerangan ini.


"Ketua Zhou, aku tidak menduga anda mempunyai cucu seberbakat ini?" Ketika ada kesempatan untuk berbincang, Jiang Qisha membicarakan tentang Zhou Yuan pada Zhou Bing.


Jiang Qisha tentu terkejut saat mengetahui Zhou Yuan berasal dari Keluarga Zhou, sebagai Kaisar ia tentu mengenal Keluarga Bangsawan menengah tersebut apalagi Kota Riva yang dipimpin mereka memiliki julukan sebagai surga dunia berkat keindahannya.


"Aku tersanjung menerima pujian darimu, Yang Mulia, semua ini karena Zhou Yuan yang berlatih giat."


Zhou Bing tersenyum canggung, ia sudah mendengar sepak terjang cucunya dari Jiang Qisha saat di penyerangan ini, menurutnya hal itu sungguh mengejutkan.


Biarpun sempat kewalahan dan terpojok tetapi pada akhirnya Zhou Yuan berhasil membunuh setidaknya seratus orang dari mereka.


Zhou Bing juga sulit mempercayai itu tetapi setelah melihat banyak hal yang ia alami dengan cucunya, ia sepertinya tidak punya pilihan selain harus percaya, apalagi sudah banyak hal yang ia kejutkan dari kemampuan cucunya itu.


Yang Zhou Bing herankan adalah bagaimana cucunya tersebut bisa mengenal Jiang Qisha, apalagi keduanya tampak seperti memiliki hubungan yang lumayan erat.


Zhou Yuan yang memperhatikan pembicaraan Kakeknya dan Jiang Qisha hanya bisa tersenyum canggung, ia memilih untuk diam dan mendengarkan mereka mengobrol.


Sebelumnya Zhou Yuan meminta pada Jiang Qisha agar menyembunyikan kemampuannya yang dapat menetralkan racun sebab Zhou Bing sama sekali tidak mengetahui hal tersebut, jika mengetahuinya maka kakeknya itu akan menaruh curiga besar padanya.


Meski heran tetapi pada akhirnya Jiang Qisha menuruti permintaan Zhou Yuan, sepertinya Jiang Qisha mulai mengerti kalau Zhou Yuan sedang menyembunyikan kemampuannya dari siapapun termasuk keluarganya.


Jiang Qisha kemudian melanjutkan ucapannya. "Sebelumnya aku cukup yakin bahwa cucuku yang pertama adalah pendekar paling berbakat di dunia persilatan di generasi muda saat ini namun dibandingkan bakat Yuan'er, kemampuan cucuku sepertinya bukan apa-apa."


"Yang Mulia, kurasa anda terlalu memandang tinggi Yuan'er..." Zhou Bing membantah.


"Memandang tinggi?" Jiang Qisha tertawa. "Entahlah, Aku tidak yakin dengan itu tetapi tidak ada orang yang berusia 15 tahun bisa membunuh sebanyak yang Zhou Yuan lakukan, bukan hanya itu, kemampuan pedangnya cukup tinggi, hampir sama dengan Xiao Fan."


Zhou Bing batuk pelan. "Yang Mulia, sebenarnya Yuan'er sekarang berusia 12 tahun..."


Jiang Qisha tersedak nafasnya sendiri sampai terbatuk-batuk, ia memandang Zhou Bing sesaat sebelum pindah ke arah Zhou Yuan.


Zhou Bing kemudian mengatakan bahwa cucunya memang memiliki fisik sempurna sehingga membuat perkembangan tubuhnya lebih cepat tumbuh dari usia pada umumnya.


Jiang Qisha yang sebelumnya takjub pada Zhou Yuan kini semakin kagum dengan bakat anak muda tersebut, menurutnya tidak ada di 4 Kekaisaran yang bisa menandingi Zhou Yuan di usianya.


'Usianya masih 12 tahun tetapi dia memiliki kemampuan setinggi ini, jika aku tidak melihatnya secara langsung aku tidak percaya ada seorang pendekar seberbakat Yuan'er...'


Harus Jiang Qisha akui perkembangan Zhou Yuan terlalu diluar nalar manusia, apalagi setelah melihat kemampuannya yang membunuh banyak lawannya.


Jiang Qisha sempat melihat bagaimana Zhou Yuan menghabisi anggota salju abadi tanpa memiliki keraguan sedikitpun.


Membunuh ratusan orang diusianya yang begitu muda bukanlah hal baik bagi Zhou Yuan kedepannya, Jiang Qisha khawatir ketika Zhou Yuan tumbuh dewasa, laki-laki itu akan berubah menjadi pendekar yang haus darah.