
"Hm, Yuan'er apa kau belum pernah melihat seseorang bisa menahan pedangmu?" Yun Feiyu menatap Zhou Yuan bingung.
Zhou Yuan tersenyum tipis, "Tidak Bibi, tapi belum ada yang bisa menahan pedang ini seperti yang Bibi lakukan."
Yun Feiyu tertawa. "Itu karena pengetahuanmu yang masih kurang, dengan kekuatan yang besar kau bisa melakukan sesuatu yang dianggap manusia mustahil..."
Zhou Yuan mengangguk, dirinya belum mengetahui sejauh mana kekuatan Yun Feiyu tetapi Zhou Yuan yakin perempuan didepannya lebih kuat dari siapapun yang ia temui.
Yun Feiyu menghela nafas sebelum memasang wajah menyesal, "Yuan'er, sepertinya rencanaku akan mengguruimu tidak jadi, kau ternyata lebih ahli dari yang aku duga..."
Awalnya Yun Feiyu berpikir akan mengajarkan beberapa teknik beladiri pada Zhou Yuan tetapi melihat kemampuan pemuda itu barusan, ia mulai berpikir ulang mengenai rencana pelatihannya.
"Kau sudah hebat dalam bermain pedang dan seperti memang berbakat di bidang itu, aku bukanlah ahli pedang jadi tidak banyak yang bisa aku ajarkan padamu..."
Yun Feiyu mengatakan lebih baik Zhou Yuan fokus meningkatkan kekuatan beladirinya dengan sumberdaya, bisa dibilang kemampuan Zhou Yuan sudah cukup tinggi hanya saja tingkat beladirinya yang rendah.
Walau hanya sekilas keduanya bertukar serangan, Yun Feiyu memahami Zhou Yuan adalah seorang pendekar muda yang sangat berbakat bahkan untuk seukuran dunianya.
Zhou Yuan sebenarnya setuju dengan keputusan tersebut meski tidak mengatakannya secara langsung, Zhou Yuan yang paling memahami situasi dirinya sekarang dan memang yang dia butuhkan adalah sumberdaya untuk penopang dalam pelatihannya.
Yun Feiyu kemudian mengayunkan tangannya untuk menciptakan sebuah portal. "Yuan'er, seperti yang aku katakan ada banyak Anggrek Matahari dan Anggrek Bulan di hutan tengkorak, aku akan ke sana dan membawa banyak anggrek untukmu, mungkin aku pergi lumayan lama, paling lambat aku akan kembali selama dua sampai tiga minggu ke depan."
Zhou Yuan terkejut, dia tidak menduga Yun Feiyu langsung berbuat sesuatu yang besar untuknya.
"Yuan'er bolehkah aku meminta bantuanmu, selama aku pergi mencari Anggrek Matahari bisakah kau mengajarkan ilmu pedangmu pada Lian'er?" Pinta Feiyu.
"Mengajarkan pedang?"
"Ya, kau bahkan lebih ahli memainkan pedang daripada diriku, Lian'er bukanlah seorang ahli pedang tapi aku ingin dia bisa menggunakan senjata tersebut."
Zhou Yuan kemudian menoleh pada Yun Bailian yang kini mengangguk pelan padanya. "Baik Bibi, aku akan mengajarkan ilmu pedang pada Nona Yun."
Dibandingkan hanya mengajarkan pedang, jasa Feiyu yang ingin membawakan Anggrek Matahari untuknya jauh lebih besar jadi Zhou Yuan tidak masalah mengajarkan ilmu pedangnya pada gadis itu.
"Terimakasih Yuan'er, kalau begitu aku pergi dulu." Usai berucap demikian Yun Feiyu melompat ke dalam portal sebelum kemudian dia menghilang kedalamnya.
"Saudara Yuan, mohon bimbingan dan kerjasamanya..." Setelah Neneknya pergi, Bailian membungkukkan badannya dengan hormat pada Zhou Yuan.
"Nona Yun, kau tidak perlu bertindak seperti itu." Zhou Yuan menggaruk kepala, dalam hati terkecilnya ia juga menghormati Bailian jadi tidak perlu memberikan hormat sampai membungkukkan badan.
"Tidak mengapa Saudara Yuan, menurut Nenek kita harus menghormati siapa yang telah berjasa pada kita, karena sekarang aku berguru padamu jadi aku harus menhormatimu."
Zhou Yuan menggaruk kepalanya, perkataan Bailian memang benarnya jadi Zhou Yuan tidak bisa membantahnya.
Zhou Yuan bisa melihat selain Yun Feiyu mengajarkan beladiri pada Bailian, ia juga telah diajarkan tentang tatak rama, sopan santun, dan bersikap baik pada orang lain.
Pandangan Zhou Yuan kemudian jatuh pada Linxia, berpikir harus menjelaskan sesuatu padanya, "Xia'er, kuharap kau tidak keberatan mengenai hal ini..."
Linxia melangkah mendekati Zhou Yuan sebelum tiba-tiba mengecup pipi pemuda itu, Zhou Yuan sontak saja terkejut, belum ia mengatakan sesuatu Linxia segera berbalik dan buru-buru pergi dengan wajah yang tersipu.
Zhou Yuan tersenyum, tidak menduga Linxia akan seagresif itu, ia bisa melihat pipi gadis itu tengah memerah setelah menciumnya.
"Saudara Yuan, kenapa Nona Yue menempelkan bibirnya pada pipimu dan dia langsung berlari dengan wajah memerah? Apa dia sedang kepanasan?" Bailian yang menyaksikan kejadian tadi tampak kebingungan.
Zhou Yuan batuk pelan, ia yakin orang bodoh sekalipun akan mengetahui ada hubungan istimewa antara dia dan Linxia.
"Bisa dibilang kami mempunyai sebuah ikatan yang lebih dari sekedar teman, Nona Yun..."
Zhou Yuan menggaruk kepalanya, ia kesulitan untuk menjelaskan hal tersebut walau sebenarnya sangat sederhana. Zhou Yuan baru pertama kali ini mempunyai hubungan perasaan dengan seorang perempuan jadi tidak tahu harus merespon seperti apa.
Bailian tampak masih tidak memahami namun Zhou Yuan tidak mau menjelaskan lebih panjang, Zhou Yuan berusaha mengubah topik dari kejadian tadi dengan meminta Bailian mencabut pedang dari sarungnya.
Sama seperti ia dilatih Feiyu, Zhou Yuan terlebih dulu ingin mengetahui kemampuan Bailian dalam bermain pedang, ia meminta pada gadis itu untuk menyerangnya dengan sekuat tenaga.
Bailian tanpa membantah langsung segera bergerak cepat saat tiba-tiba ada didepan Zhou Yuan dan mengayunkan pedangnya.
Zhou Yuan hampir tersedak nafasnya sendiri, ia berhasil menahan ayunan pedang Bailian tetapi terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan gadis itu.
"Kekuatan Alam Kristal?!"
Zhou Yuan sama sekali tidak menduga Bailian yang tidak berbeda jauh dari usianya telah mencapai tingkatan kekuatan tersebut.
Gadis berambut sebahu itu tidak berhenti di sana, ia kemudian menggunakan keahliannya dalam berpedang dan melepaskan qi yang cukup besar pada setiap serangannya.
Zhou Yuan tersenyum kecut, kalau dia tahu kekuatan Bailian berada di alam kristal mungkin ia tidak akan menyuruhnya menggunakan kekuatan penuhnya. Zhou Yuan sadar andai sekarang dia tidak memiliki fisik yang kuat dan kokoh mungkin ia tidak akan sanggup menahan setiap ayunan pedang gadis itu.
Bailian terus menyerang Zhou Yuan hingga puluhan jurus sampai akhirnya berhenti usai Zhou Yuan menyuruhnya.
Zhou Yuan merasakan lengan kanannya yang memegang pedang terasa sedikit sakit akibat menahan pedang Bailian secara terus menerus. Jika terus dilanjut dirinya tidak yakin bisa menahannya.
Zhou Yuan mengamati kekuatan yang dilepaskan Linxia, dia masih tidak percaya Bailian yang masih lima belas tahunan sudah mencapai Alam Kristal.
Awalnya Zhou Yuan berpikir bahwa hanya dirinya yang bisa ke tahap tersebut diusia muda karena berkat pengalamannya dikehidupan pertama serta tubuhnya yang istimewa.
Tidak dirinya duga, ada seseorang yang bisa menyaingi pencapaiannya bahkan Bailian lebih berbakat dibandingkan dirinya.
'Andai aku tidak memiliki Tubuh Raja Langit sekarang meski memiliki ingatan di kehidupan pertama sekalipun, aku tidak akan bisa menyaingi bakatnya...' Bertemu pendekar muda seperti Bailian membuat Zhou Yuan lebih memahami begitu kecilnya dunianya seperti yang dikatakan Feiyu.
"Aku sekarang mengetahui beberapa titik kelemahanmu dalam bermain pedang, daripada memperbaiki setiap gerakannya lebih baik kita belajar tentang pondasi berpedang terlebih dahulu."
Zhou Yuan kemudian mulai menjelaskan ilmunya pada Bailian tentang pedang, apa yang harus dia perbaiki serta apa yang harus difokuskan.
Bailian sebenarnya sudah cukup berbakat dalam belajar pedang hanya saja tubuhnya masih belum terbiasa memegang senjata tersebut. Zhou Yuan berniat mengajarkan gadis itu dasar-dasar pedang terlebih dahulu.