
Yun Feiyu memegang dagunya tampak sedang berpikir, ia sepertinya mulai mengetahui gambaran dunia Zhou Yuan.
Seorang pendekar melakukan terbang bukanlah hal yang asing di dunianya, seperti selama seseorang mencapai tingkatan kekuatan tertentu dia dapat melakukannya.
Di dunia Yun Feiyu, hampir 80% pendekar dapat melakukan terbang dengan teknik yang diajarkan.
"Yuan'er, apa di duniamu ada cincin ruang yang biasa digunakan menyimpan benda?" Tanya Feiyu memastikan.
Zhou Yuan menggeleng. "Cincin ruang, cincin apa itu Bibi?"
Yun Feiyu tersenyum tipis, ia mengayunkan tangannya di udara, berbeda dengan sebelumnya yang mengeluarkan portal kali ini Feiyu memunculkan sebuah apel di ruang hampa.
"Di dunia ini selain cincin portal yang digunakan untuk berpindah tempat, ada juga cincin ruang yang dipakai sebagai penyimpan benda." Yun Feiyu menunjukkan dua cincinnya dimasing-masing jari tangannya.
Jari tangan kanan Feiyu terdapat cincin portal sementara dijari kirinya ada cincin lain yang merupakan cincin ruang.
Feiyu mengatakan kedua benda ini sangat umum ditemui di dunianya, bahkan dipasar seseorang bisa mendapatkan dua cincin itu selama mereka membayar dengan harga yang cukup mahal.
"Yuan'er, kau menyadari bukan, tidak hanya ilmu beladiri kalian sangat tertinggal dibanding dunia ini, alat peradaban kalian juga sangat kuno dan serba manual. Kalian tidak memiliki tempat penyimpanan selain kantong kulit, di dunia kalian juga pasti menggunakan kuda ketika pergi ke suatu tempat."
Zhou Yuan mengangguk, "Bukankah semua hal tersebut memang seperti itu?"
"Ya, tapi tidak bagi dunia ini, semuanya serba praktis dan instan. Yuan'er, aku sudah hidup cukup lama, ratusan tahun lalu alat seperti cincin ruang dan cincin portal belum diciptakan. Seseorang misterius datang ke dunia ini dan mengajarkan cara membuat dua cincin tersebut sehingga dalam ratusan tahun berikutnya, kehidupan dunia ini berubah..."
Yun Feiyu tidak membahas lebih jauh karena akan sangat panjang kalau diceritakan, Yun Feiyu hanya mengatakan bahwa peradaban dunia Zhou Yuan sangat tertinggal dibandingkan dunia ini.
Zhou Yuan mencoba memahami penjelasan Feiyu, mungkin dari sudut pandang perempuan itu peradaban dunianya memang terlihat ketinggalan.
"Yuan'er, apa di duniamu pendekar belasan tahun mempunyai kekuatan serendah ini?" Yun Feiyu meraih telapak tangan Zhou Yuan untuk memeriksa kekuatannya.
Kekuatan Zhou Yuan yang sekarang telah kembali ke tingkatan alam perak, Zhou Yuan mengangguk, rata-rata pendekar sebelum usia 20 tahun memang hanya mencapai tingkatan tersebut dan hanya para jenius saja yang mencapai alam emas seperti Linxia dan Xiao Rou.
"Karena suatu teknik terlarang yang kumiliki kekuatanku jadi menurun sampai ditingkatan ini, sebelumnya aku telah mencapai Alam Kristal." Zhou Yuan menjelaskan semuanya.
Yun Feiyu memangut-mangutkan kepalanya, "Karena berpikir akan mati maka kau menggunakan apa yang kau bisa, bukankah begitu?"
Zhou Yuan mengangguk, ia merasa lega Feiyu bisa mengerti keadaannya. Memang sebelumnya ketika di pertempuran di akademi, Zhou Yuan tidak berpikir dirinya akan hidup sehingga menggunakan teknik totokan terlarang itu dua kali secara berturut-turut, kalau tau dirinya akan hidup seperti ini, mungkin dia akan berpikir dua kali menggunakan jurus tersebut.
Zhou Yuan kemudian meminta dilatih oleh Feiyu sesudah melihat kemampuan perempuan itu yang bisa terbang, Zhou Yuan yakin Feiyu adalah sosok pendekar tingkat tinggi yang melebihi pendekar siapapun yang pernah ia temui selama hidupnya.
"Bagus, aku tidak sabar untuk melatihmu Yuan'er tetapi untuk sekarang, kita pulang terlebih dahulu..." Feiyu menunjuk matahari yang mulai terbenam dimasing-masing arah.
Yun Feiyu kembali menciptakan portal untuk pulang, Zhou Yuan masuk kedalamnya dan muncul tepat didepan halaman rumah Bailian.
Kali ini Zhou Yuan sudah siap ketika mendarat, saat ia tiba diujung portal Zhou Yuan dapat berdiri dengan sempurna.
"Saudara Yuan..." Linxia yang melihat Zhou Yuan segera berlari dan langsung memeluknya.
"Ada apa?" Zhou Yuan mengelus pucuk rambut gadis itu, tersenyum hangat.
"Tidak ada, aku sempat khawatir kau kenapa-kenapa ketika tidak ada dikamar, aku tidak tahu kau sedang bersama Bibi."
Linxia kemudian memberitahu bahwa masakan sore ini sudah dihidangkan dengan dibantu Bailian, ia menunggu Zhou Yuan dan Yun Feiyu kembali agar mereka bisa makan bersama.
***
Sebelum berlatih bersama Yun Feiyu, Zhou Yuan meminta waktu agar dirinya mengekstrak dua tanaman sumber dayanya yaitu Anggrek Bulan dan Anggrek Matahari.
Zhou Yuan mengonsumsi dua sumberdaya itu dalam waktu hampir bersamaan, membutuhkan waktu tiga hari agar dirinya bisa menyerap seluruh khasiat kedua anggrek tersebut dengan sempurna.
"Tidak mengherankan kedua tanaman ini sangat dicari di dunia persilatan, khasiat mereka ternyata bukan omong kosong belaka..." Zhou Yuan bisa merasakan kekuatannya telah meningkat cukup pesat usai menggunakan dua anggrek tersebut.
Tidak hanya peningkatan kekuatan, tenaga dalam Zhou Yuan juga ikut meningkat karena telah menyerap Anggrek Matahari, setidaknya seratus lingkaran tercipta di dantiannya dan kini ia mempunyai tiga ratus lingkaran tenaga dalam.
"Kuharap Bibi Feiyu benar kalau kedua tanaman ini bisa didapatkan dengan mudah, kekuatanku bisa meningkat cepat jika mengonsumsi mereka setiap waktu.." Zhou Yuan ingin mengembalikan kekuatannya ke tingkatan alam kristal kembali.
Setelah tiga hari di kamarnya, Zhou Yuan keluar dan memilih mengunjungi kamar gadisnya dimana Yifei dan Xiao Rou masih tidak sadarkan diri.
Zhou Yuan menghela nafas melihat keadaan mereka, menurut Feiyu kondisi keduanya memang membaik namun tidak ada tanda-tanda mereka akan terbangun.
Zhou Yuan hanya bisa berharap kondisi mereka bisa pulih dengan cepat dan tersadar, selepas menjenguk kedua gadisnya ia lalu pergi ke halaman rumah, Zhou Yuan melihat Yun Feiyu dan Bailian sedang berlatih tanding di sana.
"Saudara Yuan..." Linxia tersenyum manis saat menyadari kedatangan Zhou Yuan, "Apa anda sudah menyerap tanaman Anggrek itu?"
Linxia berdiri tak jauh dari Feiyu dan Bailian berlatih, gadis itu sepertinya sedang mengamati latihan mereka.
Zhou Yuan mengangguk, "Kekuatanku telah meningkat pesat meski belum sekuat sebelumnya, tapi ini lebih dari cukup untuk memulihkan kekuatanku."
Pandangan Zhou Yuan kemudian beralih pada Yun Feiyu dan Bailian, keduanya sedang melakukan latih tanding dengan menggunakan senjata pedang.
"Lian'er, gerakan pedangmu masih terasa kaku, jangan libatkan perasaan saat mengayunkan pedang, ikutilah kata hatimu!"
Samar-samar Zhou Yuan bisa mendengarkan Yun Feiyu sedang memberikan arahan serta pengajaran pada cucunya.
Zhou Yuan menyipitkan mata melihat teknik pedang yang diperagakan Bailian, sebagai seseorang ahli pedang Zhou Yuan menyadari ada keunikan dari teknik pedang gadis itu.
"Tidak salah lagi, teknik pedang Nona Yun memang diperuntukkan untuk perempuan..." Gumam Zhou Yuan setelah menyaksikannya lebih lama.
Bailian terus mengayunkan pedang ke arah neneknya namun seperti yang dikatakan Feiyu, gadis itu masih kaku dalam setiap gerakan.
Tidak lama kemudian Bailian sudah mencapai batas staminanya, ia meminta pada neneknya untuk berisitirahat sejenak.
"Kau masih harus belajar cara mengontrol tenaga, Lian'er, jangan mengurasnya terhadap gerakan yang sia-sia!" Ucap Feiyu menegur.
"Baik Nenek, aku mengerti..." Bailian menjawab, dia masih mengatur nafasnya yang memburu.
Pandangan Yun Feiyu kemudian melirik ke arah Linxia, ia baru menyadari ada Zhou Yuan disini.
"Yuan'er, kebetulan kau disini, bagaimana kalau kau berlatih sekarang!" Yun Feiyu melambaikan tangan, nadanya penuh semangat.
Zhou Yuan batuk pelan sebelum tersenyum canggung, sampai sekarang, ia masih sulit menerima Yun Feiyu yang terlihat sebagai perempuan muda sudah mempunyai cucu.