Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 45 — Jarum Beracun


Zhou Yuan menarik nafasnya untuk menenangkan hati dan pikirannya, berkat pengalamannya di kehidupan pertama, Zhou Yuan bisa menstabilkan ketenangannya dengan cepat.


Zhou Yuan menyipitkan mata melihat seragam yang di pakai orang-orang bertopeng yang menyusup ke kediaman walikota itu.


Seingatnya ada satu kelompok yang memiliki seragam biru dengan bahan tebal seperti itu, sesaat kemudian Zhou Yuan berkeringat dingin ketika mengenalinya.


"Tidak salah lagi, mereka berasal dari organisasi Salju Abadi!" Zhou Yuan tidak akan lupa dengan seragam organisasi tersebut, seragam yang seratus tahun lalu menyebabkan kekacauan di dunia persilatan.


"Jadi organisasi Salju Abadi memang telah kembali dan mereka sekarang menyerang Kota Hana..." Zhou Yuan mengepalkan tangannya dengan keras.


Meski Zhou Yuan sudah menebak hal tersebut saat bersama Kakek Jiang namun tetap saja ia merasa kesal ketika tebakannya itu menjadi kenyataan.


Jika kemampuan serta kekuatannya yang sekarang memungkinkan Zhou Yuan tidak segan-segan mencari masalah dengan mereka namun dengan dirinya yang sekarang, kemampuan Zhou Yuan masih belum cukup.


Sebenarnya cepat atau lambat Zhou Yuan akan berurusan dengan Organisasi Salju Abadi di kehidupan kedua ini, jika mereka tidak mencari masalah dengan dirinya maka dia lah yang akan mencari masalah dengan mereka.


Hal ini berkaitan dengan dendam Zhou Yuan di kehidupan pertamanya, Salju Abadi adalah organisasi besar dulu maupun sekarang, kekuatan mereka tidak bisa disandingkan dengan Kelompok Kelelawar Malam.


Meski seratus tahun telah berlalu dan mereka mengalami banyak perubahan, Zhou yakin mereka pasti mengenal atau bahkan berteman dengan organisasi yang telah membunuhnya.


"Organisasi Kuil Awan Langit, mereka pasti mengetahui organisasi itu ada dimana sekarang..." Zhou Yuan merapatkan giginya, di satu sisi ini adalah peluang petunjuk untuknya.


Organisasi yang disebutkan Zhou Yuan adalah organisasi yang telah membunuhnya di kehidupan pertama. Zhou Yuan sangat membenci organisasi itu meski ia telah berengkarnasi sekalipun.


Alasan Zhou Yuan berlatih setiap hari karena ingin melenyapkan Organisasi Kuil Awan Langit, organisasi itu sama kuatnya dengan Organisasi Salju Abadi bahkan boleh jadi lebih.


Zhou Yuan yang sekarang memang terlalu lemah dibandingkan dengan kekuatannya yang dulu, ia juga sebenarnya tidak yakin bisa melenyapkan organisasi tersebut apalagi seratus tahun berlalu, organisasi itu boleh jadi semakin kuat.


Satu-satunya yang ada di dalam diri Zhou Yuan sekarang adalah sebuah tekad, tekad untuk membalaskan rasa dendamnya pada organisasi Kuil Awan Langit yang telah berani merenggut nyawanya.


***


Satu menit berlalu, semakin lama semakin banyak anggota Salju Abadi yang masuk ke kediaman Walikota.


Para tamu yang tidak meminum racun sudah dikejutkan dengan teman atau saudara mereka yang berjatuhan, mereka dikejutkan kedua kalinya saat anggota Salju Abadi mulai berdatangan ke acara pernikahan dengan penampilan dan cara tak biasa.


Para pengawal pemerintahan yang berjaga di kediaman sudah mengeluarkan senjata mereka saat anggota Salju Abadi terlihat, para pengawal itu sadar, ada kelompok penyusup yang sedang menyerbu kediaman walikota.


Kediaman walikota untungnya sangat luas, ia juga mempunyai pengawal sekitar lima ratusan orang lebih yang semuanya adalah pendekar.


Dengan situasi sekarang, jumlah pengawal walikota memang lebih banyak dari anggota Salju Abadi yang menyerang namun jumlah pengawal yang saat ini ada dikediaman walikota hanya berkisar dua ratus orangan.


Kota Hana sangat besar, andai mereka meminta bantuan untuk mengumpulkan seluruh pengawal sekalipun, kediaman walikota sudah terlebih dulu rata dengan tanah sebelum mereka berkumpul.


Belum lagi organisasi itu mempunyai keunggulan dalam seni racun, membunuh lawannya dalam sekali serangan bukanlah hal yang sulit.


Melihat ada beberapa para tamu yang masih di kondisi berjaga, anggota Salju Abadi langsung menyerang mereka dengan senjatanya berupa jarum yang ditembakkan disela-sela jari.


Jarum itu tidak terlalu mematikan untuk melukai seorang pendekar ataupun orang biasa namun titik kegunaannya terletak pada racun yang ada di jarum tersebut.


Racun yang ada di jarum itu sama dengan racun yang terkandung dalam teh yaitu racun dari ular es.


Ketika anggota Salju abadi menembakkan jarumnya, seketika para tamu undangan yang tersisa mulai berjatuhan. Mata mereka tidak cukup cepat bisa melihat jarum kecil tersebut di tambah langit malam yang gelap membuat mereka tumbang ke tanah tanpa perlawanan yang berarti.


Racun itu bereaksi lebih cepat dibandingkan racun di dalam teh. Ketika para tamu mengenainya, racun itu langsung bekerja dan membuat mereka mengantuk berat. Racun yang sama membuat mereka tertidur sampai racun itu bereaksi untuk membunuhnya.


Bukan para tamu saja anggota Salju Abadi juga menyerang para pengawal, hanya saja mereka tidak bisa menyerangnya dalam sekali serangan karena para pengawal itu adalah seorang pendekar yang terlatih.


Para pengawal tentu tidak diam saja, ia segera menangkis setiap jarum yang sedang mengarah kepadanya. Hanya saja meski mereka menghindar atau menangkisnya tetap saja ada satu jarum yang lolos dari mata mereka lalu menancap di tubuhnya.


Pada akhirnya satu persatu para pengawal pemerintahan mulai ikut berjatuhan, anggota Salju Abadi begitu cepat menumbangkan mereka sebelum para pengawal itu meminta bantuan kepada yang lain.


Zhou Yuan yang menyaksikan hal tersebut segera menyadari motif penyerangan organisasi Salju Abadi, "Melihat mereka menyerang tanpa membiarkan lawannya berteriak, pasti organisasi Salju Abadi ingin menguasai kota ini secara diam-diam..."


Untungnya meski racun ular es sangat mematikan, mereka membutuhkan waktu yang lama dalam penyebarannya sebelum membunuh korbannya. Setidaknya butuh tiga hari untuk racun ular es bekerja dan membunuh seseorang.


Sebuah jarum tiba-tiba ada yang melesat ke arah Zhou Yuan, jarum itu memang kecil dan bergerak cepat hanya saja mata Zhou Yuan dengan sigap bisa melihatnya dengan jelas.


Dengan sedikit menggerakkan tubuhnya, Zhou Yuan membiarkan jarum itu melewatinya hingga menancap di tanah.


Anggota Salju Abadi yang melemparkan jarum tersebut pada Zhou Yuan sedikit terkejut melihatnya namun ia tidak berhenti melemparkan jarum lain karena menganggap Zhou Yuan bisa menghindarinya karena kebetulan.


Nyatanya jarum-jarum yang dilemparkannya tetap saja tidak ada yang mengenai Zhou Yuan, bahkan Zhou Yuan tidak bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya.


"Siapa anak muda itu, bagaimana ia bisa melihat kecepatan jarum kita?" Salah satu anggota Salju Abadi yang melihatnya seolah tidak percaya serangannya benar-benar meleset.


"Ini bukan saatnya kita kagum atau bertanya-tanya, fokus pada misi dan segera habisi anak muda itu..."


Ada tujuh anggota Salju Abadi yang kini bergerak ke arah Zhou Yuan, mereka melemparkan jarum beracun lagi tetapi kali lebih banyak dari sebelumnya, dengan jumlah sebanyak itu Zhou Yuan tidak mungkin bisa menghindar.


"Ingin meracuniku dengan mainan kalian seperti ini, mimpi kalian terlalu jauh..." Zhou Yuan mendengus sebelum membalikkan meja di dekatnya, membuat jarum yang mengarah kepadanya segera tertancap di sana.


Zhou Yuan memang tidak menghindari jarum itu tetapi bukan berarti ia tidak bisa memblokirnya. Aksi tersebut membuat tujuh anggota Salju Abadi terkejut sekaligus terpana.