
"Yuan'er, kau cukup bau..."
Yun Feiyu menjepit hidungnya dengan salah satu tangannya sementara tangan lainnya mengipasi udara. Yun Feiyu datang ke lembah kelelawar untuk menjemput Zhou Yuan yang sudah menembakkan bola cahaya namun saat ia menemukan pemuda itu, Yun Feiyu justru mencium bau tak sedap darinya.
Zhou Yuan tersenyum tipis, bau badan ditubuhnya akibat banyak darah yang kini memenuhi pakaian jubahnya. Darah itu berasal dari siluman kelelawar yang ia bunuh.
Zhou Yuan tidak tahu sudah berapa lama di lembah kelelawar itu namun perkiraannya sudah lebih dari tiga bulan lamanya.
Awalnya Zhou Yuan hanya menggunakan kekuatan fisiknya untuk memburu kelelawar-kelelawar itu namun ia berubah rencana selama beberapa minggu terakhir.
Memburu kelelawar dengan tangan kosong membutuhkan waktu yang lebih lama serta jarak serangan yang pendek. Belum lagi siluman kelelawar bergerak dengan kecepatan yang tinggi serta bisa terbang.
Akhirnya Zhou Yuan mengisi tenaga dalamnya kembali sebelum menggunakan pedang kusanagi, dengan pedang itu ia mampu menghabisi kelelawar dengan lebih cepat.
Dengan menggunakan senjata pedang, jarak serangan Zhou Yuan jadi lebih luas, ia juga bisa menyerang dari jarak jauh menggunakan pisau angin yang tercipta dari ayunan pedangnya.
Jika kelelawar berada di jarak serangan Zhou Yuan, pedang kusanagi yang tajam dapat memotong tubuh siluman kelelawar itu seperti memotong tahu.
Masalahnya tubuh kelelawar yang terpotong oleh pedang Zhou Yuan mengeluarkan darah yang cukup banyak hingga mengenai jubahnya. Jika satu kelelawar Zhou Yuan mungkin bisa menghindar darah itu namun jumlah mereka adalah ribuan.
Darah kelelawar itu tidaklah merah melainkan hijau serta memancarkan bau yang menyengat, wajar saja Yun Feiyu yang selalu berpenampilan rapih serta harum terganggu dengan bau badan Zhou Yuan.
"Maaf Bibi, aku tidak bermaksud seperti ini..." Zhou Yuan tersenyum tipis, jangankan orang lain dirinya saja terganggu dengan bau badannya.
Yun Feiyu mengambil jarak dari Zhou Yuan terlebih dahulu sebelum kemudian berbicara "Apa kau sudah mendapatkan banyak permata, Yuan'er?"
Zhou Yuan mengangguk lalu menjelaskan kalau dia sudah mendapatkan ribuan permata siluman di cincin ruangnya. Zhou Yuan merasa puas dengan jumlah tersebut sebab itu ia memanggil Yun Feiyu kesini untuk membawanya kembali.
Feiyu mengerti jadi dia mengayunkan tangan dan menciptakan portal, "Yuan'er kau terlebih dahulu masuk, kita tidak langsung kembali tapi membasuh tubuhmu terlebih dahulu."
Zhou Yuan menggaruk kepalanya lalu memasuki portal itu, Feiyu setelahnya menyusul namun masih meninggalkan jarak dengan Zhou Yuan.
Persis yang dikatakan Feiyu, Zhou Yuan tidak langsung ke danau melainkan dibawa ke salah satu air terjun yang ada di hutan ini. Air terjun itu cukup tinggi serta air yang tercurah lumayan besar.
Zhou Yuan kemudian membasuh dirinya di bawah air terjun, selain mandi dia juga mencuci pakaiannya yang terkena darah kelelawar. Untungnya noda darah siluman kelelawar itu mudah untuk dibersihkan, Zhou Yuan lalu mengeringkan pakaiannya dengan tenaga dalam.
Disisi lain sambil menunggu Zhou Yuan menyelesaikan mandinya, Feiyu pergi mencari buah-buahan disekitar air terjun tersebut.
Ketika ia kembali, Yun Feiyu menemukan Zhou Yuan sudah selesai membersihkan dirinya serta telah berpakaian dengan rapih, kini pemuda itu tidak bau lagi seperti sebelumnya.
Yun Feiyu memberikan buah yang didapatkannya berupa sebuah apel, Zhou Yuan mengerutkan dahinya ketika melihat apel itu tampak tidak seperti apel pada umumnya dan Zhou Yuan merasa akrab dengan apel tersebut.
Apel yang dibawa Feiyu berwarna emas, "Bibi, apa ini buah surgawi?" Tanya Zhou Yuan dengan ragu.
Zhou Yuan masih ingat dengan buah surgawi yang tumbuh dikehidupan pertamanya, meski belum pernah melihatnya secara langsung namun dikatakan bahwa apel tersebut berwarna emas.
Feiyu tiba-tiba berhenti mengunyah saat menyadari sesuatu. "Yuan'er, bagaimana kau mengetahui ada buah surgawi di dunia ini?"
"Ah, sebenarnya..."
Zhou Yuan tidak berniat menutupi apapun pada Feiyu lalu menjelaskan tentang 7 buah surgawi yang tumbuh di dunianya tinggal. Zhou Yuan juga menceritakan tentang tragedi karena adanya buah surgawi itu di dunia persilatan yang menyebabkan banyak kekacauan.
Yun Feiyu tampak terkejut sampai menjatuhkan apel di tangannya. "Tidak mungkin, jadi ramalan ragnarok benar-benar akan terjadi?!"
Zhou Yuan jadi kebingungan melihat Feiyu yang bergumam aneh, "Bibi, apakah ada sesuatu?"
Yun Feiyu tersadar, "Yuan'er bisa kau jelaskan 7 buah surgawi secara rinci, aku ingin kau menceritakan semuanya."
Zhou Yuan mengangguk, dia mulai menceritakan diawal semenjak buah surgawi terdengar di dunia persilatan. Zhou Yuan tidak menceritakan semuanya seperti buah surgawi ke delapan yang ia makan, membuatnya bereinkarnasi seratus tahun setelah kematiannya.
Feiyu mendengarkan semua cerita Zhou Yuan sampai akhir tanpa menyela sedikitpun, sesudah bercerita perempuan itu menghela nafas sebelum memandang langit.
"Tidak kusangka peperangan ragnarok akan terjadi, semua dunia bisa hancur karenanya..."
Zhou Yuan melihat ekspresi Yun Feiyu yang dipenuhi kekecewaan serta kesedihan, ia tidak memahami maksud perkataannya namun yang pasti perempuan itu tampak terpukul dengan kenyataan buah surgawi telah muncul.
Meski ragu Zhou Yuan kemudian menanyakan buah surgawi pada Feiyu karena sepertinya ia lebih memahaminya daripada dirinya.
"Yuan'er, kau tidak mengerti dan mungkin tidak akan pernah mengerti, alam semesta yang luas dan dipenuhi banyak dunia di dalamnya juga memiliki masalah tersendiri, jika kau harus berperang dengan pihak organisasi atau siapa itu maka itu belum seberapa dengan peperangan antar dunia di masa depan."
"Peperangan antar dunia?"
"Ya, peperangan yang diramalkan sebagai peperangan terbesar yang pernah ada dan akan terjadi di masa depan, perang ragnarok, mencakup semua dunia, dimensi, dan waktu."
Yun Feiyu tidak menjelaskan semuanya karena ia yakin Zhou Yuan tidak akan bisa memahaminya. Yun Feiyu hanya mengatakan bahwa munculnya buah surgawi adalah salah satu tanda peperangan ragnarok tersebut benar-benar akan terjadi.
Zhou Yuan memang tidak memahami namun ia yakin perang ragnarok yang dimaksud Yun Feiyu adalah sebuah perang dengan skala jauh lebih besar.
"Yuan'er, kau bilang buah surgawi itu tumbuh seratus tahun yang lalu di duniamu bukan?" Feiyu bertanya, mengambil apel yang terjatuh tadi dan kembali memakannya.
Zhou Yuan mengangguk pelan. "Benar Bibi."
Yun Feiyu menghela nafas, "Jika demikian maka ada kemungkinan buah surgawi itu akan tumbuh lagi di duniamu, aku tidak tahu persisnya kapan tapi aku yakin mereka akan tumbuh cepat atau lambat!"
Zhou Yuan terkejut, ia tidak menduga hal tersebut akan terulang kembali. Pikiran Zhou Yuan seketika membayangkan banyak kekacauan di dunia persilatan seperti dikehidupan pertamanya.
Keadaan dunia persilatan saat ini bisa dikatakan memanas, baik konflik dengan para organisasi atau penghianatan Kekaisaran Matahari yang ingin menjajah semua wilayah Benua Daratan Utara. Jika buah surgawi muncul maka lengkap sudah kekacauan besar akan terjadi.