
"Anda sudah kembali, Saudara Yuan?"
Suara seseorang membuat Zhou Yuan menghentikan obrolan ia dengan ketiga gadisnya. Orang yang berbicara tersebut adalah Yun Bailian.
Zhou Yuan mengangguk sambil tersenyum, "Nona Yun, apakah anda sudah menyelesaikan latihanmu?"
"Sudah, kau bisa melihat kekuatanku yang sekarang bukan?"
Zhou Yuan berdecak kagum, Yun Bailian kini sudah tumbuh menjadi gadis yang menawan dan cantik namun yang membuat Zhou Yuan bereaksi demikian bukan karena kecantikan gadis itu melainkan kekuatannya.
Yun Feiyu baru saja menyelesaikan latihannya untuk membuka meridian, ia sudah mencapai pendekar Alam Cahaya dan baru saja membuka meridian yang ke tiga.
Berbeda dengan Zhou Yuan yang mengandalkan pengalaman dikehidupan pertamanya untuk membuka setiap meridian, Bailian justru mengandalkan usaha sendiri tanpa bantuan siapapun.
Bakat Bailian memang sangat tinggi, sedikit di atas bakat Linxia, Xiao Rou dan Yifei.
Zhou Yuan juga harus akui Yun Bailian adalah pendekar paling berbakat yang pernah dirinya temui. Kecepatan gadis itu dalam memahami beladiri begitu cepat sampai dikategorikan mengerikan.
Zhou Yuan sendiri merasa bukan tandingannya, bahkan beberapa tahun ke depan bukan tidak mungkin Bailian bisa menyusul tingkatannya.
Bailian kemudian mengajak Zhou Yuan dan lainnya untuk segera makan karena neneknya tengah menunggunya di sana. Zhou Yuan setuju, mereka semua kemudian masuk ke dalam rumah.
***
Zhou Yuan mengambil kursi yang ada di meja makan lalu duduk di sana diikuti Yifei, Linxia, Xiao Rou begitu juga dengan Bailian.
Di atas meja makan sudah ada banyak hidangan yang tersedia dan masih terasa hangat, semua masakan ini adalah buatan Linxia dengan dibantu Xiao Rou dan Yifei yang menghidangkan.
Yun Feiyu sudah terlebih dahulu duduk dan menunggu lainnya, ketika merasa semua orang sudah berkumpul ia langsung memulai makan terlebih dahulu.
Makan bersama ini bukan kali pertama bagi Zhou Yuan karena sebelum-sebelumnya mereka juga melakukan demikian seperti sarapan pagi, siang, dan malam.
"Yuan'er, digabungkan dengan hari sekarang, tinggal berapa hari lagi kau bisa membuka portal ke duniamu?" Tanya Feiyu disela mereka makan.
Di saat makan bersama memang selalu ada topik yang dibahas dan biasanya Feiyu yang memulai pembicaraan, hal tersebut membuat suasana makan jadi lebih hangat.
"Jika perhitunganku tidak salah Bibi, tinggal dua minggu lagi maka genap seribu hari aku tinggal disini." Zhou Yuan sudah menunggu waktu kepulangan ini sejak sekian lama, jadi dia mencatat dan mengingatnya agar tidak lupa.
Feiyu mengangguk, "Yuan'er, ada hal yang ingin kukatakan mengenai kepulanganmu ini?"
Zhou Yuan menghentikan gerakan sumpitnya, "Apakah ada sesuatu Bibi?"
"Tidak, ini masalah kau pulang, sepertinya hanya kau sendiri yang pulang nanti karena tiga kekasihmu harus tetap disini."
Zhou Yuan mengerutkan dahi, sebelum ia bertanya Feiyu terlebih dulu menjelaskannya lebih rinci.
"Feifei, Rourou, Xiaxia harus banyak berlatih, kekuatan mereka belum cukup kuat untuk hidup di duniamu, aku harus melatih mereka sampai setidaknya mereka sudah cukup bisa melindungi diri..."
Kekuatan Xiao Rou, Yifei, dan Linxia memang berkembang pesat selama tiga tahun terakhir namun dibandingkan perkembangan Zhou Yuan, mereka harus berlatih lebih lama disini.
Perkataan Yun Feiyu disetujui oleh Xiao Rou, Yifei serta Linxia, mereka memang sudah menyepakati hal ini sejak awal.
"Benar, aku hanya tidak mau menjadi bebanmu seperti waktu penyerangan di akademi dulu. Kali ini ketika kekuatan kami cukup, aku yang akan melindungimu." Yifei mendengus keras.
"Kuharap anda bisa menerima keputusan kami, aku bersamamu bukan ingin dilindungi tetapi kami juga berharap bisa menjadi orang yang membantumumu." Xiao Rou memberitahu.
Zhou Yuan tersenyum, ia mengerti dan menghargai keputusan mereka jadi Zhou Yuan langsung menyetujui keputusan tersebut.
"Tapi Bibi, bagaimana mereka bisa kembali sementara hanya ada satu cermin portal ditanganku?" Tanya Zhou Yuan.
Jika Zhou Yuan membuka portal antar dunia maka secara tidak langsung cermin itu akan terbawa olehnya, kalau demikian itu berarti Yifei, Xiao Rou, dan Linxia tidak bisa kembali ke dunianya.
"Untuk itu tenang saja, aku sudah memiliki solusinya." Yun Feiyu menghentikan makannya sesaat untuk mengeluarkan sebuah cermin di cincin ruangnya sebelum diberikan pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan menerima cermin tersebut dan alangkah terkejutnya ketika menyadari cermin itu adalah cermin yang sama dengan yang ia miliki yaitu cermin portal.
"Bibi, bukankah ini..." Zhou Yuan menahan nafasnya.
"Aku telah berhasil menduplikat cermin portal mu Yuan'er...," Yun Feiyu mengangguk pelan. "Ketika kau pertama kali tiba di dunia ini aku langsung mengetahui bahwa portal yang kau buat adalah portal antar dunia. Aku mengambil cerminmu saat kau pingsan sebelum kemudian mencoba membuatnya sendiri dengan menyalin dari struktur cermin yang kau punya."
Zhou Yuan terkejut, dirinya tidak menduga Feiyu bisa melakukan hal seperti itu.
Yun Feiyu kemudian mengatakan bahwa cermin duplikatnya tidak berbeda jauh dengan fungsi cermin portal milik Zhou Yuan hanya yang membedakan adalah cermin duplikat Feiyu hanya bisa digunakan sekali pakai.
Yun Feiyu tidak membuat satu cermin saja melainkan beberapa, ini untuk mencegah kalau cermin tersebut gagal dan tidak berhasil.
"Yuan'er, sebenarnya ada banyak yang ingin aku katakan padamu tetapi untuk sekarang sebaiknya kita selesaikan makan ini terlebih dahulu." Yun Feiyu mengatakan bahwa ia ingin Zhou Yuan bertemu dengannya di gudang rumahnya, ada hal yang ingin perempuan itu perlihatkan pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengangguk, setelah makan dia kemudian pergi ke gudang yang ada di rumah ini sementara tiga gadisnya serta Bailian sedang mencuci alat makan yang sudah dipakai.
Gudang yang dimaksud Feiyu berada dibelakang rumah, Zhou Yuan memasuki gudang tersebut dan sudah ada Feiyu yang sudah menunggunya.
"Yuan'er, ikuti aku..." Yun Feiyu memberikan tanda dengan jarinya agar Zhou Yuan mengikuti langkahnya.
Zhou Yuan terkejut ketika Feiyu melangkah ke bawah alias turun kebawah tanah, Zhou Yuan sudah mengetahui gudang itu namun baru sekarang ia menyadari ada ruangan rahasia di dalamnya.
Zhou Yuan terus melangkah menuruni anak tangga, setelah beberapa menit kemudian ia menemukan ada sebuah pintu dibawahnya.
Tanpa menunggu Yun Feiyu segera membuka pintu tersebut, terlihat sebuah ruangan yang besar berada dibaliknya.
Mulut Zhou Yuan terbuka lebar dengan mata yang sulit berkedip, isi dari ruangan itu Zhou Yuan menemukan ada lautan harta yang melimpah hingga sampai menggunung-gunung.
Seumur hidupnya Zhou Yuan baru pertama kali ini melihat koin emas sebanyak ini dalam satu ruangan, bahkan sepertinya ruang harta Kekaisaran juga tidak sampai akan sebanyak ini.
"Yuan'er, mungkin ini akan merepotkanmu tetapi sebelum kau pulang ada yang ingin aku minta darimu, tidak, lebih tepatnya aku meminta bantuanmu." Feiyu tiba-tiba memasang wajah serius.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, "Permintaan apa itu Bibi?"
Yifei menghela nafas sesaat sebelum kemudian mengatakan permintaannya yang berhubungan dengan Bailian alias cucunya.
Permintaan Feiyu terdengar sederhana namun bagi Zhou Yuan hal tersebut sangat sulit dilakukan.