Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 73 — Seorang Gadis


Zhou Yuan akhirnya mengerti cara kerja dari Pedang Kusanagi, pedang itu akan menyerap tenaga dalamnya jika keluar dari sarungnya, begitu juga sebaliknya ketika ia di dalam, Pedang Kusanagi akan berhenti menyerap walau Zhou Yuan memegang gagangnya sekalipun.


Zhou Yuan memandang pedang tersebut selama beberapa menit, dalam surat raja itu dia mengatakan bahwa pedang ini boleh diambil olehnya karena memang pedang itu tidak bisa dipakai oleh sembarang orang kecuali orang yang terpilih.


Zhou Yuan tidak yakin apakah dirinya termasuk orang yang dipilih itu namun jika ia termasuk orang yang bisa menggunakannya, maka dirinya adalah orang yang tepat.


Menurut Zhou Yuan, Pedang Kusanagi berada di tingkatan pusaka kelas Awan atau bahkan lebih. Yang pasti pusaka kelas Awan sekalipun tidak akan mampu memotong pilar emas dalam sekali ayunan seperti yang dilakukan pedang ini.


Meskipun ada pedang yang bisa, setidaknya seseorang harus mengalirkan tenaga dalam yang besar untuk melakukannya.


Zhou Yuan menyimpan pedang itu di pinggangnya bersamaan dengan pusaka yang diberi ayahnya. Zhou Yuan berniat untuk tidak menggunakan Pedang Kusanagi jika situasinya tidak dalam keadaan mendesak.


Tidak pernah terpikirkan bahwa dikehidupan keduanya ini ia akan menemukan sebuah pusaka yang sangat kuat. Entah memang kebetulan atau karena memang dirinya yang ditakdirkan untuk menemukan dan memiliki pusaka itu.


Zhou Yuan melihat sekitar istana, dengan luasnya seperti lapangan dan ada puluhan ruangan di dalamnya, Zhou Yuan berpikir untuk menelusuri istana tersebut terlebih dahulu.


Setelah mendapatkan pusaka kelas tinggi, Zhou Yuan berharap ada sesuatu yang lain disini seperti harta, tanaman berharga, atau sejenisnya namun ternyata harapan Zhou Yuan salah.


Kekecewaan terukir di wajah pria itu sesudah menelusuri istana selama empat jam. Hampir setiap ruangan di sana kosong, Zhou Yuan berpikir akan menemukan tumpukan emas mengingat istana tersebut terbuat dari emas namun dugaannya terlalu berlebihan.


Meski ada banyak emas di dinding-dinding istana tidak mungkin bagi Zhou Yuan membawanya.


Setelah mamastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal Zhou Yuan kemudian keluar dari istana.


Zhou Yuan tidak langsung pergi dari kota mati itu melainkan menelusuri setiap bangunan penduduk yang ada di sekitarnya.


Hal itu membutuhkan waktu yang sangat lama karena kota itu sangat luas dan memiliki ratusan rumah. Zhou Yuan memerlukan waktu seharian lebih untuk menyusuri setiap bangunan yang ada.


Selain peralatan rumah atau sejenisnya, tidak ada harta atau tanaman berharga yang dibutuhkan Zhou Yuan dalam meningkatkan kekuatannya.


"Sepertinya barang berharga disini memang hanya pedang ini..." Zhou Yuan menghela nafas, tidak ada pilihan lain ia segera berbalik berniat meninggalkan kota itu.


Zhou Yuan kembali ke mulut gua dan mendapati hari sedang memasuki waktu tengah malam. Zhou Yuan berpikir untuk tidur sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya.


***


Zhou Yuan menebas seekor siluman kalajengking yang hendak menyengatnya ketika ia sedang duduk bersila di bawah pohon, mengisi tenaga dalamnya.


Siluman yang berusia puluhan tahun itu tidak cukup kuat untuk melawan Zhou Yuan sehingga di tebasan pertama ia langsung terbunuh dalam sekali serangan.


Tiga hari berlalu setelah Zhou Yuan mendapatkan Pedang Kusanagi, ia memilih tidak langsung kembali bersama Linxia melainkan bergerak sendiri.


Ada beberapa alasan ia bertindak demikian tetapi alasan yang paling utama karena Zhou Yuan tidak mau gadis itu dalam bahaya saat bersamanya mengingat ia sedang diburu oleh sebuah kelompok.


Ketika pencariannya pada tanaman tersebut masih belum menemukan hasil Zhou Yuan juga memanfaatkan waktunya untuk berburu siluman. Mengambil permata yang berada di dalam mahluk tersebut.


Kini disalah satu kantong kulitnya hampir ada seratus lebih permata siluman yang ia dapatkan. Zhou Yuan juga mengambil beberapa tanaman sumberdaya yang ditemui untuk perkembangan beladirinya.


Zhou Yuan kemudian mengambil permata pada tubuh siluman kalajengking itu lalu memasukkannya ke dalam kantong kulit. Zhou Yuan berniat melanjutkan pengumpulan tenaga dalamnya kembali sampai ada suara teriakan terdengar dari jauh.


"Tolong, siapapun di sana tolong aku!" Teriak seseorang itu dengan histeris.


Zhou Yuan bergerak cepat ke sumber suara, tidak membutuhkan waktu lama hingga ia sampai dan menemukan seorang gadis yang sedang di kepung dua siluman serigala berusia seratus tahun.


Kemampuan gadis itu tidak akan mampu mengalahkan serigala tersebut sehingga ia hanya bisa berteriak meminta tolong sekuat tenaga.


Zhou Yuan menghela nafas lalu melompat ke arah serigala yang hendak menerkam gadis itu, mulut serigala itu siap memakan tubuh gadis itu utuh-utuh namun sebelum ia melakukannya, sebuah


pukulan yang kuat menghantam kepalanya membuat ia terpelanting cukup jauh.


Serigala satunya tidak tinggal diam melihat temannya di serang begitu saja, ia mengangkat kakinya berniat mencakar manusia itu tetapi Zhou Yuan sudah menghilang di pandangannya sebelum cakar itu mengenainya.


Serigala itu mencoba mencari keberadaan Zhou Yuan namun tidak berhasil menemukannya sampai tiba-tiba sebuah tenaga tak kasat mata menghantam kepalanya, serigala itu tidak mengetahui apa-apa ketika pandangannya mendadak menjadi gelap.


Zhou Yuan kemudian mencabut pedangnya sebelum menusukan senjatanya ke arah jantung-jantung serigala itu. Membunuhnya sekaligus mengambil permata di dalamnya.


"Kau tidak apa-apa?" Zhou Yuan mengulurkan tangan pada gadis itu.


Suara Zhou Yuan membuat gadis itu tersadar dari lamunannya, ia hampir tidak bernafas ketika Zhou Yuan dapat mengalahkan dua serigala itu dalam waktu yang sangat singkat.


"Terimakasih, aku berhutang budi padamu." Gadis itu menerima uluran tangan Zhou Yuan, bangkit dari posisi duduknya. "Aku tidak menduga ada siluman seratus tahun di kompetisi ini, aku hampir saja kehilangan nyawa. Kau membantuku, sekali lagi aku berterimakasih..."


Zhou Yuan mengangguk pelan sebagai jawabannya, ia sebenarnya memikirkan hal lain yaitu mengenai dua siluman serigala tadi, ini bukan kali pertama dirinya bertemu dengan siluman seratus tahun di gunung bambu.


Hanya satu dugaan Zhou Yuan mengenai kejadian tersebut yaitu para siluman ini berhubungan dengan kelompok bertudung, karena sebelumnya mereka pernah memancing babi hutan besi untuk masuk ke area kompetisi ini.


"Darimana kelompokmu, kenapa kau disini sendirian?" Zhou Yuan melihat sekitar, tidak ada siapapun di sana kecuali gadis itu.


"Ah, aku kehilangan mereka saat tadi sedang bertugas mengumpulkan ranting, karena terlalu panik bertemu serigala itu aku berpisah jalan dengan mereka."


Zhou Yuan menaikan alisnya, "Apa kau tau dimana kelompokmu sekarang?"


Gadis itu mengangguk. "Aku mengetahuinya, mereka sedang mendirikan tenda di suatu tempat hanya saja untuk ke sana lumayan jauh, aku khawatir jika bertemu..." Gadis itu mengigit bibirnya dan tidak meneruskan ucapannya.


Zhou Yuan mengerti kekhawatiran gadis itu, "Aku akan pergi bersamamu, ada hal yang harus kutanyakan pada kelompok kalian..."