
Disisi yang berbeda, Zhou Yuan semakin kewalahan menghadapi puluhan anggota Salju Abadi dengan tangan kosong, beberapa dari mereka berhasil mendaratkan pukulan atau tendangan ke arah tubuhnya.
Meski telah mengalahkan tiga puluh orang diantara mereka, nyatanya anggota organisasi tersebut semakin berambisi untuk melukai dan membunuhnya.
Beberapa dari mereka bahkan sudah menggunakan jarum beracunnya melihat Zhou Yuan sangat ahli dalam pertarungan tangan kosong, walaupun terkadang jarum itu semua bisa dihindari dan mengenai rekan mereka sendiri.
Zhou Yuan tidak gegabah menangkap jarum itu dengan tangannya, meski bisa dilakukan namun itu mempunyai resiko ia akan terkena racun tersebut.
Sedikit saja kulitnya tergores oleh jarum itu, Zhou Yuan akan merasakan efek kantuk yang hebat walau dirinya bisa menetralkan racun itu sekalipun.
"Bagaimana anak muda ini bisa memiliki kemampuan setinggi ini, aku tidak percaya!?"
"Benar, aku belum pernah mendengar ada jenius muda seperti ini di dunia persilatan..."
Di sudut pandang berbeda, anggota salju abadi memandang Zhou Yuan dengan penuh keterkejutan serta ketakjuban saat anak muda itu dapat menghadapi puluhan lawannya.
Jika bukan karena kemarahannya pada Zhou Yuan akibat membunuh rekan-rekannya, mungkin anggota salju abadi akan merasa kagum pada anak muda tersebut.
Salah satu tendangan yang kuat tiba-tiba datang dan mengayunkannya pada Zhou Yuan, membuat ia terdorong mundur beberapa meter.
Nafas Zhou Yuan mulai tidak beraturan, tenaga dalamnya sudah hilang hampir dari separuhnya melawan semua organisasi itu sekaligus.
Zhou Yuan melirik ke arah orang yang menendangnya tadi dan melihat ada seorang yang berbadan besar dan kekar menatapnya dingin.
Zhou Yuan menyipitkan matanya saat menyadari pendekar kekar itu berada di alam emas tahap menengah seperti dirinya, pria itu juga membawa sebuah pedang di tangannya.
Pendekar kekar itu sedikit mengerut dahi melihat Zhou Yuan, tidak percaya orang yang dilawan anggotanya selama ini tidak lebih dari seorang anak yang baru tumbuh di dunia persilatan.
"Jika aku tidak melihatnya dengan mataku sendiri, mungkin aku tidak percaya yang membunuh kelompokku adalah seorang anak remaja..." Pendekar itu menggeleng kepala pelan. "Sayang sekali bibit yang unggul harus gugur disini." Pendekar itu menghunuskan pedangnya pada Zhou Yuan.
Secara tiba-tiba, pendekar kekar tersebut menghilang dari pandangan orang lain sebelum muncul di dekat Zhou Yuan dan mengayunkan pedangnya.
Pendekar kekar itu berpikir Zhou Yuan akan terpenggal kepalanya dalam sekali serangan tersebut tetapi ternyata Zhou Yuan dapat menghindari serangan itu.
"Oh, kemampuanmu tidak buruk ternyata, kau bisa melihat seranganku?"
Pendekar kekar itu amat yakin dengan kecepatannya, pendekar alam perak atau alam perunggu tidak bisa melihat serangan tersebut bahkan oleh alam emas sekalipun namun nyatanya Zhou Yuan dapat melihat serta menghindarinya dengan sempurna.
Setelah berucap demikian, pendekar kekar kembali mengayunkan pedangnya kali ini disertai dengan teknik yang ia kuasai.
Permainan pedangnya sangatlah lincah dan cepat namun itu masih belum cukup untuk melukai Zhou Yuan, laki-laki itu bahkan sepertinya bisa menebak ke arah mana pedang pria kekar itu terayun.
Pria kekar yang awalnya memandang Zhou Yuan dengan tatapan remeh namun seiring berjalannya waktu ia menjadi geram saat Zhou Yuan dapat menghindari semua serangannya dengan begitu mudah.
Serangan dari pria kekar yang dahsyat membuat anggota salju abadi yang lain memundurkan diri, mereka tidak mau ada serangan sasaran yang mengenai mereka.
"Bagaimana-..."
Pria kekar itu seolah tidak percaya serangannya yang selalu membunuh lawan-lawannya kini dapat dihindari oleh seorang anak remaja belasan tahun.
"Kau-! Aku tidak percaya kau bisa melihat seranganku!" Pria kekar itu semakin cepat mengayunkan pedangnya pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan terus menghindari serangan lawannya sambil bergerak mundur, hal itu membuat pertarungan keduanya semakin menjauhi dari anggota salju abadi yang lain.
"Kau mungkin berpikir permainan pedangmu cukup cepat tetapi bagiku, permainan pedangmu tidak lebih dari anak-anak. Aku bisa melihat semuanya dengan jelas."
Pria kekar mengerutkan dahi dengan pernyataan Zhou Yuan, sebelum ia membalasnya, Zhou Yuan tiba-tiba berbalik menyerangnya dengan ilmu tendangan.
Pria kekar sedikit terkejut dengan teknik tendangan Zhou Yuan yang seperti menari, gerakannya sulit ditebak membuat serangan-serangan pria kekar itu jadi melambat.
Teknik yang Zhou Yuan gunakan sekarang merupakan teknik Tendangan Penguasa Langit, teknik tendangan tingkat tinggi yang berasal dari gurunya dan sempat diturunkan pada Xiao Rou.
Pria kekar sempat merasakan nyeri di tangannya saat salah satu tendangan Zhou Yuan di tahan oleh pedangnya.
"Bagaimana bisa anak ini memiliki kekuatan fisik mengerikan seperti ini."
Tendangan demi tendangan Zhou Yuan lepaskan, serangannya begitu cepat sampai pria kekar itu tidak punya pilihan selain bertahan.
Satu tendangan Zhou Yuan akhirnya mengenai perut pria kekar itu, membuatnya terdorong beberapa langkah. Pria kekar itu meringis kesakitan saat merasakan tendangan Zhou Yuan secara langsung.
Sebelum ia mengangkat pedangnya lagi, Zhou Yuan sudah berada di dekatnya. Zhou Yuan mengayunkan tendangan ke arah tangan pria kekar tersebut membuat pedangnya terlepas dan terbang ke atas.
Pria kekar berniat mengambil pedangnya namun nyatanya Zhou Yuan memberikan tendangan lain ke tubuhnya yang membuat ia terdorong semakin jauh.
Ketika pria kekar itu memiliki jarak dengannya, Zhou Yuan segera mengambil pedang pria tersebut.
"Kau, kau mengincar pedangku sejak awal?!" Pria kekar itu baru mengerti tujuan Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum lebar, "kau baru menyadarinya, sayang sekali sekarang sudah terlambat."
Zhou Yuan melihat pedang yang ada di tangannya sekarang yang merupakan pedang berkualitas tinggi meski bukan pusaka sekalipun. "Pedangmu tidak terlalu buruk..."
"Apa kau pikir bisa menghabisiku hanya karena kau mendapatkan pedang itu." Pria kekar itu kemudian mengeluarkan pedang lainnya yang merupakan sebuah pusaka kelas dua, kualitasnya lebih bagus dari pedang Zhou Yuan. "Akan kuajarkan kau namanya putus asa..."
Zhou Yuan tersenyum tipis, "kau boleh mencobanya..."
Zhou Yuan tiba-tiba menghilang dari pandangan pria kekar itu sebelum muncul dibelakangnya, pria kekar itu bahkan tidak bisa melihat kecepatan Zhou Yuan saat tiba-tiba pandangannya menjadi gelap.
"Gelombang Ombak."
Zhou Yuan menebas leher pria kekar tersebut menggunakan teknik pedang airnya, kepala pria itu seketika terlepas dan menggelinding di tanah.
Anggota salju abadi yang menyaksikan itu sempat mematung tidak percaya, pria kekar yang dibunuh Zhou Yuan cukup disegani oleh mereka namun tidak menyangka dapat mudah dibunuh seperti itu.
Zhou Yuan berpikir ketika menggunakan kemampuan sebenarnya, anggota salju abadi akan gentar dan urung melawannya lebih jauh namun ternyata dugaannya salah.
Anggota salju abadi justru semakin murka pada Zhou Yuan, mereka segera kembali menyerang dan kali ini dengan niat membunuh yang besar.