Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 87 — Pulang Kerumah


Yang pertama kali Zhou Yuan lihat saat sampai ke Kota Riva adalah acara penyambutan untuk ia dan kakeknya.


Para penduduk Kota Riva berbaris di sepanjang bahu jalan menaburkan bunga ketika kuda Zhou Bing dan Zhou Yuan melewati mereka.


Kedatangan Zhou Bing sudah diketahui jauh-jauh hari sebelum keduanya sampai, penduduk Kota Riva sangat menghormati Zhou Bing sebagai pemimpin kota sehingga penyambutan itu lumayan begitu meriah.


Zhou Yuan hanya tersenyum canggung saat merasakan diposisi seperti tersebut, ini baru pertama kali dalam seumur hidupnya ia disambut seperti ini.


Keduanya terus melangkah hingga akhirnya tiba di gerbang Keluarga Zhou, disana sudah ada Zhou Yao dan Lin Ruyue berdiri menyambutnya.


Kepemimpinan Kota Riva diambil alih oleh Zhou Yao saat Zhou Bing tidak ada.


"Bagaimana perjalananmu disana Yuan'er, menyenangkan?" Lin Ruyue tersenyum lembut sambil mengelus kepala Zhou Yuan.


"Menyenangkan Ibu, aku bertemu banyak orang dan menemukan tempat-tempat yang indah. Aku juga mendapatkan banyak pengalaman disana..."


Lin Ruyue mengangguk. "Bagus, seperti itulah kita harus memandang dunia..."


Zhou Bing yang mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya bisa tersenyum tipis, andai Lin Ruyue tahu aksi Zhou Yuan dalam perjalanan diliputi banyak bahaya mungkin ia tidak akan tersenyum seperti itu.


Tentu saja yang paling mengejutkan dalam perjalanan ini adalah tentang Zhou Yuan, semakin Zhou Bing mengenal baik cucunya semakin banyak hal yang luar biasa muncul dari laki-laki tersebut.


Perjalanan ini terasa begitu panjang karena banyak masalah yang Zhou Yuan dan Zhou Bing alami, hal itu membuat keduanya merasa begitu kelelahan.


Setelah makan jamuan dari ibunya serta berbicara sedikit dengan ayahnya, Zhou Yuan langsung pergi ke kamarnya untuk berisitirahat.


***


"Akhirnya aku mencapai Alam Emas kembali..." Zhou Yuan tidak bisa menyembunyikan kesenangannya.


Zhou Yuan baru saja menyerap khasiat dari tanaman Anggrek Bulan ke dalam tubuhnya, sesuai rumor yang beredar tanaman itu memiliki manfaat yang luar biasa bagi pendekar.


Hanya dengan satu tanaman, Zhou Yuan mampu menerobos ke tingkatan Alam Emas kembali. Ini sudah menunjukkan bagaimana berharganya tanaman tersebut.


Zhou Yuan tidak hanya menyerap Anggrek Bulan saja, selama tiga hari mengurung di kamarnya ia juga menyerap beberapa permata siluman yang ia dapatkan saat perjalanan pulang.


Tenaga dalam Zhou Yuan mencapai dua ratus lingkaran, ini adalah jumlah yang sama dengan tenaga dalam kakeknya.


Dengan tenaga dalam seperti itu, Zhou Yuan tidak perlu khawatir saat menggunakan Pedang Kusanagi. Setidaknya ia bisa lebih lama dalam menggunakannya.


Zhou Yuan bangkit dari duduknya dan di waktu yang bersamaan ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Zhou Yuan membuka pintu dan mendapati bahwa orang itu adalah ibunya.


"Yuan'er, ibu tidak mengganggumu bukan, ibu mau-..." Kata-kata Lin Ruyue langsung terhenti saat merasakan aura kekuatan anaknya telah berbeda dan jauh lebih kuat.


Reaksi Lin Ruyue sama persis saat pertama kali Zhou Bing melihat cucunya menerobos. Memang ketika Zhou Yuan melakukan penerobosan, ada perbedaan signifikan antara tingkatan kekuatannya yang sekarang dengan tingkatan kekuatannya yang sebelumnya. Hal ini bisa disadari oleh orang-orang terdekatnya.


"Ibu, apakah ada sesuatu?" Zhou Yuan batuk pelan, berusaha mengalihkan perhatian ibunya dari kekuatannya.


"Yuan'er, apa kekuatanmu meningkat lagi?"


Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum mengangguk. "Barusan aku baru melakukan penerobosan Ibu."


"Penerobosan?" Lin Ruyue menelan ludah, ia tidak mengetahui tingkatan kekuatan Zhou Yuan namun ia merasakan kekuatan anaknya kini melebihi dirinya.


"Ehem, lupakan itu. Yuan'er, apa kau suka membaca?" Lin Ruyue hampir lupa alasan dirinya kemari karena ingin memberi sesuatu pada anaknya.


Zhou Yuan mengangguk, semua anggota Keluarga Zhou sudah mengetahui kalau sejak kecil dirinya memang sering membaca. Bisa dibilang Zhou Yuan memang memiliki hobi membaca.


"Bagus, kalau begitu kau mungkin akan menyukai ini." Lin Ruyue mengeluarkan buku dari balik gaunnya. "Buku ini adalah hasil dari buatan ibu sendiri saat kau pergi... Isinya mengenai ilmu pengobatan dari Keluarga Lin."


Zhou Yuan membuka beberapa halaman, tampak huruf tulisannya masih baru. Selama ini Zhou Yuan ingin sekali belajar ilmu pengobatan namun tidak ada bukunya di perpustakaan.


Seorang pendekar memang bisa menyembuhkan luka tetapi tidak dengan penyakit. Penyakit bisa disembuhkan dengan ilmu pengobatan.


Keluarga Lin memang bangsawan yang bergerak di dunia kesehatan dan pengobatan. Lin Ruyue selaku berasal dari keluarga tersebut mempunyai pengetahuan yang luas mengenai ilmu medis.


Lin Ruyue tersenyum, tangannya mengelus pipi Zhou Yuan dengan tatapan penuh kasih sayang. "Meski ilmu pengobatan Keluarga Lin tidak setinggi ilmu pengobatan yang lain tetapi setidaknya pengetahuan ini bisa berguna untukmu Yuan'er..."


Zhou Yuan menyeka matanya, ia merasa terharu atas perbuatannya ibunya. "Ibu, terimakasih..." Zhou Yuan langsung memeluk Lin Ruyue erat.


Ini pertama kali Zhou Yuan merasakan seperti ini, merasa diperhatikan dan disayangi adalah kedua hal yang belum ia rasakan di kehidupan pertamanya.


"Akhirnya aku bisa melihat tangisanmu Yuan'er..." Lin Ruyue tertawa kecil, melepaskan pelukannya sementara Zhou Yuan buru-buru menyeka air matanya.


Sejak bayi Zhou Yuan tidak menangis bahkan seingat Lin Ruyue ia tidak pernah melihat anaknya menangis jadi sedikit terkejut ketika Zhou Yuan menunjukkan emosinya.


Lin Ruyue berpikir Zhou Yuan harus mewarisi kedua ilmu dari Keluarga Bangsawan, teknik pedang dari Keluarga Zhou serta ilmu pengobatan dari Keluarga Lin sebab itu hari ini ia memberi hadiah untuk anaknya.


"Ibu dimana Ayah?" Zhou Yuan berusaha mengambil alih pembicaraan.


"Ah, ayahmu sedang sibuk. Karena kau terus di kamar selama tiga hari mungkin kau tidak tahu apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir..."


Lin Ruyue kemudian menjelaskan bahwa beberapa bulan lagi, ayah Zhou Yuan yaitu Zhou Yao akan di angkat menjadi Ketua Keluarga Zhou serta Walikota dari Kota Riva.


Sejak Zhou Bing kembali dari perjalanan, ia mengubah rencana untuk mempercepat pengangkatan anaknya jadi Ketua Keluarga.


Zhou Bing melakukan ini karena mengetahui situasi dunia persilatan sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. Dengan menyerahkan semua kepemimpinan pada Zhou Yao ia bisa lebih fokus untuk berlatih.


"Ayahmu harus belajar banyak hal sebelum dia nanti diangkat jadi Walikota, jadi dia akan sibuk selama sebulan ini."


Zhou Yuan mengangguk, ia mengetahui menjadi pemimpin suatu wilayah bukanlah pekerjaan mudah. Dia bisa melihat contoh tersebut dari ayahnya yang selalu sibuk.


Zhou Yuan tidak bisa berpikir apakah dia nanti akan menjadi Walikota Riva mewarisi tahta ayahnya, yang pasti dirinya bukanlah orang yang haus akan kekuasaan.