
"Guru, biar aku yang mengurus mereka..."
Melihat Zhou Yuan dalam kesulitan menghadapi lawan-lawannya, Jiang Yifei merasa tidak bisa berdiam diri terus dan menjadi beban pemuda tersebut. Ia melompat ke atas genteng dan menghadapi anggota salju abadi yang kini melemparkan jarum ke arahnya.
Sebuah jarum melesat ke arah Yifei, gadis itu membalasnya dengan tembakan bola-bola api.
Jarum yang dilepaskan anggota salju abadi seketika menghilang ketika mengenai api gadis itu, teknik api biru yang digunakan Jiang Yifei memiliki suhu yang tinggi, jarum yang dilepaskan mereka tidak akan bertahan dengan suhu apinya sehingga langsung meleleh di udara.
Awalnya Jiang Yifei merasa takut melawan penjahat asli seperti ini namun setelah melihat keberanian Zhou Yuan, gadis itu jadi termotivasi dan memberanikan dirinya.
Jiang Yifei mungkin tidak akan sanggup membunuh seperti yang Zhou Yuan lakukan tetapi gadis itu bisa melukai lawan-lawannya dengan kemampuannya.
Melihat anggota Salju Abadi disibukan oleh Jiang Yifei, Zhou Yuan tersenyum lebar ke arah lawan-lawannya yang membuat pasukan organisasi didekatnya meneguk ludah serta berkeringat dingin.
Dengan bantuan jarum anggota Salju Abadi saja mereka sudah di situasi yang tidak menguntungkan apalagi kini ketika Zhou Yuan bisa bergerak leluasa.
Bantuan Jiang Yifei membuat Zhou Yuan bisa lebih berfokus pada 12 lawan didekatnya. Ia memainkan pedangnya lebih cepat lagi, membuat 12 pasukan organisasi itu semakin kewalahan dan terluka.
Zhou Yuan terus menyerang mereka sampai pedangnya dibalut api panas, tidak menunggu waktu lama hingga salah satu dari mereka mulai ada yang terbunuh oleh pedangnya.
"Bagaimana, bagaimana anak muda ini bisa memainkan pedang setinggi ini..." Pasukan organisasi yang tersisa mundur dengan ekspresi yang terkejut.
Mereka bisa melihat Zhou Yuan masih amatlah muda namun memiliki kemampuan pedang yang begitu tinggi dan mereka baru pertama kali melihatnya. Bahkan Xiao Fan dan Yue Jian yang terkenal di dunia persilatan karena permainan pedangnya tidak bisa memainkan pedang sehebat pemuda tersebut.
Zhou Yuan tidak menunggu mereka pulih dari keterkejutannya, kali ini ia bergerak terlebih dahulu menyerang lawannya.
Sebenarnya tidak sulit bagi Zhou Yuan menghabisi pasukan organisasi di depannya dengan cepat namun saat ini pemuda tersebut sedang menggunakan kekuatan fisiknya tanpa melibatkan tenaga dalam sedikitpun.
Zhou Yuan sebisa mungkin menghemat tenaga dalamnya apalagi setelah melihat situasi penyerangan besar di istana ini, dari pengalamannya dikehidupan pertama, ia merasa penyerangan ini akan berlangsung lama.
Biarpun hanya menggunakan kekuatan fisik saja kekuatan Zhou Yuan tetap tinggi, membutuhkan sedikit waktu hingga Zhou Yuan akhirnya bisa menghabisi semua musuh didekatnya.
Setelah membunuh 12 lawannya Zhou Yuan kemudian beralih ke arah anggota Salju Abadi yang sedang dilawan Jiang Yifei. Gadis itu sedikit kesulitan melawan musuhnya.
Kedatangan Zhou Yuan segera membuat anggota Salju Abadi terkejut, mereka ingin kabur setelah melihat Zhou Yuan membunuh rekan mereka tetapi Zhou Yuan sudah menyadari niatnya. Tidak menunggu waktu lama hingga mereka menyusul yang lainnya ke alam baka.
"Guru, kita harus menyelamatkan yang lain..." Jiang Yifei mengingatkan Zhou Yuan kembali, setelah melihat di atas genteng ia menemukan ada banyak prajurit maupun pelayan yang sedang dalam keadaan butuh pertolongan.
Zhou Yuan juga bisa melihat situasinya dengan jelas, karena jumlah pasukan organisasi lebih banyak dari prajurit istana membuat posisi lawan jadi lebih diuntungkan. Bisa dibilang jumlah pasukan organisasi dua kali lipat dari jumlah prajurit istana.
Zhou Yuan memahami kekhawatiran gadis itu namun perhatiannya saat ini adalah keselamatan Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut.
"Tuan Putri, keselamatan anda adalah yang terpenting disini, aku akan membawamu ke tempat aman terlebih dahulu sebelum menyelamatkan mereka..."
Zhou Yuan menaikan alis, sedikit terkejut dengan jawaban gadis itu.
Zhou Yuan awalnya berpikir Tuan Putri itu memiliki sifat yang egois dan mementingkan dirinya sendiri di saat situasi seperti ini namun ternyata dugaannya salah.
Terlepas dari sikap kasar, dingin, dan galaknya selama ini, sepertinya Jiang Yifei adalah sosok Tuan Putri sesungguhnya yang peduli dan mementingkan keselamatan orang lain di atas segalanya.
Zhou Yuan tersenyum, "Baiklah kita akan menyelamatkan mereka, pastikan Tuan Putri ada di dekatku..."
Jiang Yifei mengangguk, keduanya kemudian pergi ke salah satu prajurit terdekat yang sedang melawan 3 pasukan organisasi. Zhou Yuan mencabut pedangnya lalu memenggal kepala mereka bertiga.
Tidak hanya disana, Zhou Yuan dan Jiang Yifei kembali bergerak ke arah lain dimana ada seorang pelayan istana yang sedang dikejar musuh.
Kedatangan Zhou Yuan yang bergerak cepat mengejutkan orang yang mengejar itu, belum ia bereaksi Zhou Yuan sudah mencabut nyawanya.
Kejadian serupa terjadi beberapa kali, Zhou Yuan dan Jiang Yifei segera datang dan menolong mereka yang dalam bahaya.
Jiang Yifei melepaskan bola-bola api dari jarak jauh pada setiap lawannya yang membuat pasukan organisasi itu terluka. Gadis itu juga memblokir setiap serangan jarum yang terarah padanya maupun Zhou Yuan.
Hal itu tersebut membuat Zhou Yuan tidak perlu khawatir pada serangan jarak jauh musuh, disisi lain ia berdecak kagum pada Yifei karena begitu cepat beradaptasi di tengah peperangan seperti ini.
"Guru, disana.." Jiang Yifei menunjuk sekelompok dayang yang sedang dikepung belasan musuh.
Zhou Yuan menoleh ke arah yang ditunjuk gadis itu lalu segera bergerak cepat ke sana.
"Tuan Putri lindungi para dayang, biarkan aku yang mengurus orang-orang yang mengelilinginya."
Jiang Yifei mengangguk, dia menciptakan sebuah dinding api yang mengelilingi para dayang itu. Selain digunakan menyerang, Yifei juga bisa menggunakan teknik api birunya sebagai pertahanannya.
Zhou Yuan harus akui kemampuan teknik api biru Keluarga Jiang sangat mengesankan, Zhou Yuan langsung menghadapi pasukan organisasi yang mengelilingi dayang itu dengan ilmu kemampuan pedangnya.
Semakin banyak orang yang diselamatkan keduanya membuat pasukan organisasi menyadari keberadaan Zhou Yuan dan Jiang Yifei.
Kombinasi keduanya terbilang unik, seorang perempuan yang menggunakan teknik api baik sebagai pelindung maupun menyerang jarak jauh dengan seorang pemuda yang memiliki keahlian pedang tingkat tinggi. Hal ini membuat baik kawan maupun lawan menjadi takjub.
Pasukan organisasi yang menyadari kekuatan keduanya akhirnya memutuskan untuk mulai fokus menyerang Zhou Yuan dan Jiang Yifei. Menurut mereka, keduanya tidak bisa dibiarkan lama atau rekan mereka akan semakin banyak yang terbunuh.
Zhou Yuan yang menyadari itu langsung bergegas meminta Jiang Yifei pergi. Dia sadar jika perhatian musuh terpusat ke arah keduanya maka Zhou Yuan akan kesulitan untuk melindungi gadis itu.
Disisi lain Zhou Yuan merasakan tubuhnya terasa panas, aura pembunuh yang ia sembunyikan selama ini kini mulai muncul kembali setelah membunuh banyak orang.