Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 47 — Pisau Lempar Zhou Yuan


Saat Zhou Yuan mendesak pendekar alam emas itu lebih jauh, disisi berbeda anggota salju abadi yang lain hanya bisa memandangnya dengan penuh dilema.


Anggota salju abadi itu bisa saja membantu dengan melemparkan jarum mereka dari jarak jauh namun hal itu bisa berujung pada anggota mereka yang kena, apalagi Zhou Yuan tampak menguasai pertarungan.


Tidak ada cara lain, akhirnya anggota salju abadi yang tersisa bergerak mendekati pertarungan Zhou Yuan, mereka berniat membantu dengan menggunakan ilmu tangan kosong juga.


Zhou Yuan tersenyum tipis saat melirik anggota organisasi tersebut yang berniat mengeroyoknya. Zhou Yuan memberikan tendangan pada pendekar alam emas di dekatnya hingga membuat mereka terlempar beberapa meter darinya.


Zhou Yuan tidak langsung menyerang dua pendekar alam emas itu melainkan menyambut belasan anggota salju abadi yang hendak mengeroyoknya.


Dengan menggunakan kemampuan ilmu tangan kosongnya, serangan mereka hampir semuanya bisa dihindari, sebaliknya Zhou Yuan dapat melepaskan pukulan dan tendangan mematikan pada mereka.


Satu persatu anggota salju abadi mulai terlempar ke berbagai arah, berbeda dengan pendekar alam emas yang masih bisa bertahan setelah terkena serangan fisik Zhou Yuan, alam perak dan alam perunggu tak bisa bertahan darinya.


Alam perunggu akan terbunuh dalam sekali serangan ketika Zhou Yuan mengenainya sementara alam perak akan mengalami patah tulang yang cukup serius, biarpun demikian, tidak ada yang bertahan dari serangan Zhou Yuan, hampir semuanya langsung tak sadarkan diri.


Dua pendekar alam emas yang menyaksikan rekan-rekannya tumbang tanpa perlawanan berarti hanya bisa mematung sekaligus berkeringat dingin, keduanya tidak menduga akan menemukan sebuah bakat yang langka di dunia persilatan.


Dalam sekali lihat saja, mereka menyadari Zhou Yuan masihlah amat muda, setidaknya berkisar belasan tahun.


Yang membuat keduanya menelan ludah adalah ketika Zhou Yuan membunuh rekan-rekan mereka, ia seperti tidak memiliki keraguan sedikitpun dalam melakukannya, sorot matanya tampak jernih dan seperti tidak ada penyesalan dalam membunuh. Padahal mereka yang sering membunuh sekalipun masih memiliki keraguan saat mengambil nyawa.


Dalam waktu singkat, Zhou Yuan berhasil mengalahkan belasan pendekar yang mengeroyoknya. Hampir semua yang menyerangnya tidak ada yang bernafas, mereka terpental dengan tulang yang patah, meski ada yang hidup namun mereka memiliki luka yang cukup dalam, sulit bagi mereka untuk bisa mempertahankan hidupnya.


Zhou Yuan kemudian beralih ke dua pendekar alam emas sebelumnya yang kini tidak memiliki semangat lagi untuk bertarung melawannya.


Kedua pendekar itu baru menyembuhkan beberapa tulang mereka yang retak dengan menggunakan tenaga dalam, melihat Zhou Yuan bergerak ke arahnya dengan kecepatan tinggi membuat mereka tidak punya pilihan lain selain meladeni Zhou Yuan.


Kedua pendekar emas itu berusaha menghindari serangan Zhou Yuan dibanding menahannya, kekuatan fisik Zhou Yuan yang memiliki tenaga luar biasa akan tetap membebani tubuh mereka meski bisa menahannya sekalipun.


Perlahan tapi pasti kedua pendekar alam emas itu semakin terpojok, menyadari situasinya akan menjadi buruk, salah satu dari mereka tiba-tiba berbalik dan melarikan diri.


"Hei, apa yang kau lakukan!?" Pendekar emas yang ditinggalkan menjadi panik saat temannya meninggalkannya begitu saja.


Zhou Yuan tertawa kecil menonton kejadian tersebut, "Kau berada dalam masalah sekarang..."


Zhou Yuan kemudian meningkatkan kecepatan serangannya hingga mata pendekar alam emas itu tidak bisa mengikuti kecepatannya, berkat luka yang dialaminya akhirnya beberapa pukulan mengenai tubuhnya dengan telak.


Pendekar alam emas itu terlempar serta muntah darah saat pukulan Zhou Yuan yang terakhir mematahkan tulang rusuknya.


Zhou Yuan kemudian mendekati pendekar tersebut sebelum mengalirkan tenaga dalam pada kedua kepalan tangannya, ia kemudian memberikan hujan pukulan pada pendekar malang tersebut.


Zhou Yuan memberikan pukulan yang keras sebagai serangan terakhirnya, pendekar itu hanya bisa menerimanya dengan pasrah, ia menjerit terakhir kali sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Mata pendekar itu masih terbuka, jelas tidak percaya ia akan mengalami kematian mengenaskan seperti ini.


Zhou Yuan melirik ke arah pendekar alam emas yang sebelumnya kabur tetapi ia tidak berniat mengejarnya.


Zhou Yuan memilih bergerak ke arah berbeda yaitu ke gedung walikota berada, tempat dimana acara pernikahan itu dimulai sekaligus tempat keberadaan kakeknya sekarang.


Baru beberapa langkah ia bergerak, Zhou Yuan dikejutkan dengan situasi kediaman walikota yang lebih parah dari dugaannya.


Semua pengawal yang sebelumnya berjaga di dekat gedung walikota sudah tidak ada lagi yang bertahan, mereka sudah tumbang ke tanah setelah sebuah jarum menancap di tubuh mereka.


Sebaliknya, ada banyak para anggota organisasi salju abadi yang kini sedang berkumpul, orang-orang itu tampak mengobrol ringan dan becanda dengan sesama rekannya kerena merasa sudah menang dan berhasil.


Mereka juga hanya ditugaskan untuk berjaga diluar gedung untuk memastikan tidak ada yang masuk kedalamnya.


Zhou Yuan mengepalkan tangannya keras, ia semakin khawatir tentang kondisi kakeknya sekarang.


Organisasi salju abadi bukanlah organisasi biasa, tingkat ancaman mereka terlalu tinggi bahkan bagi pemerintah kekaisaran sekalipun.


Melenyapkan kota seperti Kota Hana tidak sulit bagi kelompok tersebut jika mengerahkan seluruh kekuatannya, biarpun begitu Zhou Yuan sedikit bernafas lega karena menyadari organisasi salju abadi tidak menggunakan kekuatan penuh saat ingin menguasai Kota Hana.


"Kakek mungkin bisa bertahan melawan puluhan dari mereka selama tidak ada pendekar yang memiliki kekuatan di tingkatan yang sama..." Zhou Yuan mengeluarkan pisau lempar dari lengan bajunya. "Aku juga tidak membiarkan mereka begitu saja, tidak adalah salahnya untuk mengurangi kekuatan organisasi mereka dari sekarang."


Zhou Yuan mulai bergerak secara diam-diam sambil melepaskan pisau lempar ke arah mereka, tembakan Zhou Yuan mengarah ke tenggorokan lawannya membuat para anggota salju abadi itu tidak bersuara saat terbunuh.


"Ugh!"


"Erk!"


Perlahan tapi pasti anggota salju abadi mulai berjatuhan ke tanah, ketika yang satu terbunuh yang lainnya tidak menyadarinya, mereka pasti tidak menduga akan merima serangan secara diam-diam seperti ini.


Barulah setelah puluhan dari mereka sudah tumbang tanpa ada alasan yang jelas, anggota salju abadi mulai menyadari ada sesuatu yang salah.


Mereka terlambat menyadari ada pembunuhan diam-diam di sekitar lingkungannya.


Zhou Yuan tetap melakukan pembunuhan secara sembunyi-sembunyi meski mereka sudah menyadarinya, sebenarnya waspada atau tidak, nasib anggota salju abadi itu tidak jauh berbeda, tembakan pisau Zhou Yuan akan sulit dilihat oleh mata mereka yang memiliki kekuatan berada di Alam perak dan alam perunggu, apalagi gelapnya malam membuat jarak pandang mereka berkurang untuk melihat pisau itu melesat begitu cepat.