Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 174 — Titik Penghabisan


Usai Zhou Yuan berkata demikian, ratusan pasukan manusia binatang segera bergerak bersamaan menyerbu pemuda itu.


Mereka yang berada di jalur darat dengan cepat mempersempit jarak dengan Zhou Yuan, tetapi ketika beberapa langkah lagi mereka mendekati pemuda itu, Zhou Yuan melakukan sesuatu yang diluar dugaan mereka.


"Naga Cahaya..."


Zhou Yuan menyerap seluruh cahaya disekitarnya sejauh sepuluh meter, membuat sekelilingnya menjadi gelap gulita dan pasukan manusia binatang terkejut dibuatnya.


Langkah pasukan manusia binatang yang didekat Zhou Yuan menghentikan langkah mereka saat tiba-tiba pandangan mereka menjadi buta, mereka tampak kebingungan dan tidak mengerti dengan situasi yang terjadi.


Sementara itu pasukan manusia binatang yang diluar jangkauan teknik cahaya Zhou Yuan segera mengambil jarak. Mereka bisa melihat ada semacam kabut hitam yang membungkus di sekeliling kegelapan tersebut.


Di waktu kebingungan lawannya, Zhou Yuan memanfaatkan kegelapan yang dibuatnya untuk menyerang, dengan dua pusaka ditangan, Zhou Yuan segera bergerak cepat dan mengambil nyawa lawan-lawannya.


Kegelapan membuat manusia binatang disekitar Zhou Yuan tidak memberikan perlawanan yang berarti, mereka terlalu sibuk dengan kebutaan penglihatan mereka yang tiba-tiba sehingga tidak sadar Zhou Yuan sudah melakukan aksinya.


Zhou Yuan bergerak dengan gesit, menebaskan dua pedangnya pada satu persatu ras manusia binatang didekatnya. Ketika teknik cahaya itu sampai pada batas waktunya, Zhou Yuan sudah menghabisi belasan dari mereka.


Kegelapan yang menyelimuti pasukan manusia binatang hanya berlangsung beberapa detik saja, saat mereka bisa melihat kembali, pasukan ras manusia binatang hanya menemukan rekan mereka sudah banyak yang tumbang ke tanah.


Mata mereka memerah saat menyaksikan yang membuat itu terjadi adalah Zhou Yuan. Pemuda itu tidak berhenti di sana meski cahaya disekitar sudah kembali, ia terus mengayunkan pedangnya dan membantai ras manusia binatang yang lain.


Ras manusia binatang yang ada di darat tak bisa menahan diri lagi, tanpa peduli jarak kekuatan antar keduanya mereka maju dan menyerang Zhou Yuan.


Zhou Yuan menyambut serangan yang datang sambil memberikan serangan balik, serangan yang terus menerus dan tanpa henti membuatnya tidak leluasa menggunakan teknik pedangnya namun Zhou Yuan mempunyai cara lain.


"Kalau begitu kita gunakan dengan cara ini..."


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya yang seketika membuat senjatanya terselimuti api biru yang membara.


Dengan teknik api biru yang diajarkan Jiang Long, daya serangan pedang Zhou Yuan jauh meningkat lebih kuat. Zhou Yuan menghabisi setiap ras manusia binatang yang berada dalam jarak serangannya tanpa peduli tingkatan mereka.


Seiring berjalannya waktu, semakin banyak jumlah ras manusia binatang yang menyerbu Zhou Yuan namun disisi lain semakin banyak juga nyawa yang terambil olehnya.


Nafas Zhou Yuan mulai tidak beraturan , tenaga dalamnya perlahan menipis seiring berjalannya pertempuran.


Zhou Yuan sudah tidak melindungi tubuhnya dengan sisik naga emas ataupun tenaga dalam lagi sehingga kini tubuhnya dipenuhi beberapa luka goresan senjata.


Disisi yang sama ini adalah harga yang pantas karena telah menghabisi puluhan ras manusia binatang ditangannya, kini disekitar Zhou Yuan terdapat banyak jasad yang berserakan.


"Apa aku akan mati disini..." Zhou Yuan mengigit bibirnya, ia sudah bertempur habis-habisan namun tidak ada tanda-tanda ia akan berhasil menang atau lolos dari kepungan lawannya.


Zhou Yuan menyisakan tenaga dalam yang tersisa untuk memegang pegang Kusanagi, pedang itu secara terus menerus menyerap tenaga dalamnya tanpa henti dan jika tenaga dalamnya habis, maka tidak menutup kemungkinan energi kehidupannya yang akan diserap oleh pedang itu.


Aura pembunuh Zhou Yuan semakin pekat seiring bertambahnya nyawa yang ia cabut, hal itu membuat aura pembunuhnya terlihat jelas oleh orang lain.


Di saat Zhou Yuan berhasil menghabisi pasukan ras manusia binatang selanjutnya, tiba-tiba dari salah satu arah sebuah gelombang energi melesat cepat ke arahnya.


Gelombang energi itu begitu kuat, Zhou Yuan tidak mempunyai waktu untuk menghindar sehingga dia mengangkat pedang kusanagi untuk menahan serangan tersebut.


Belum Zhou Yuan mengambil nafas, gelombang energi lainnya muncul dan kali ini daya serangannya jauh lebih kuat.


"Sial!"


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam ke pedang pusaka ayahnya cukup besar, ia tidak bisa menggunakan pedang kusanagi karena tangan yang memegang pedang itu masih terasa kebas.


Gelombang energi itu kembali ditahan Zhou Yuan, kali ini tidak hanya pemuda itu terdorong sampai ke ujung tebing, pedang pusaka ayahnya langsung pecah berkeping-keping karena menahan beban gelombang energi tersebut.


Pusaka yang diberikan ayah Zhou Yuan sejak awal sudah mengalami kerusakan berat akibat pertempuran sebelumnya, pusaka kelas satu itu tak bisa menahan gelombang energi yang memiliki daya hancur yang tinggi.


Zhou Yuan melihat pedang ayahnya yang kini tinggal gagangnya saja, ia berhasil selamat dari serangan tersebut namun sebagai gantinya pusaka ayahnya hancur berkeping-keping.


Zhou Yuan kemudian melihat ke arah orang yang melepaskan gelombang energi itu, ia yakin seseorang yang melepaskan serangan tersebut adalah seorang pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi.


"Bagaimana bisa dia ada disini?"


Zhou Yuan segera meningkatkan kewaspadaannya kepuncak tertinggi saat melihat Xie Bui, manusia kera yang memakai tongkat emas sebagai senjatanya.


Zhou Yuan masih ingat manusia kera itu seharusnya sedang bertarung dengan Xiong Bian sekarang.


"Apa Senior Xiong dikalahkan olehnya? Tidak, ini bukan saatnya aku memikirkan itu."


Xie Bui muncul tanpa mengalami luka apapun meski sudah bertarung dengan Xiong Bian, hanya saja tongkat emasnya kini lebih banyak ukiran goresan pedang.


"Bocah, jangan berharap kau bisa mati dengan mudah setelah yang kau lakukan pada rasku?!"


Xie Bui merapatkan giginya penuh kemurkaan setelah melihat puluhan jasad tergeletak disekitar Zhou Yuan.


Selaku pemimpin dari salah satu regu ras manusia binatang, Xie Bui tidak pernah berpikir bangsanya akan dibantai dengan cara seperti ini didepan matanya oleh seseorang yang masih begitu muda.


Hal ini membuat kemarahan muncul di hati manusia kera itu dan berambisi untuk membunuh Zhou Yuan sekarang juga.


Zhou Yuan berusaha tersenyum dikondisi lelahnya. "Apa yang aku harus perbuat, mereka ingin membunuhku sementara aku tidak boleh membunuh mereka, lelucon apa yang sedang kau lontarkan?"


Xie Bui mengepalkan tangannya keras, "Bagus, aku ingin melihat apa kau akan berbicara demikian setelah aku berhasil menangkap dan menyiksamu."


Setelah berucap demikian, Xie Bui kembali melepaskan gelombang energi yang mengandung tenaga dalam cukup besar.


Zhou Yuan mengigit bibirnya, berniat menahan gelombang energi itu dengan sisa tenaga dalam yang terakhir namun sebelum ia melakukannya, sebuah serangan energi lain muncul dan membelokkan gelombang energi Xie Bui.


Gelombang energi Xie Bui berbelok lalu mengenai batu besar dan menghancurkannya.


Tidak lama kemudian tiga orang muncul di depan Zhou Yuan.


"Kalian, kenapa kalian kesini?!" Mata Zhou Yuan melebar saat mengetahui orang yang datang dan membelokkan serangan Xie Bui adalah tiga gadisnya, Yifei, Linxia, dan Xiao Rou.