
Zhou Yuan terdiam beberapa saat, merenungi sesuatu sementara wanita paruh baya didepannya ikut terdiam ketika Zhou Yuan tidak bertanya lagi.
Zhou Yuan sebenarnya sudah curiga terhadap keanehan Organisasi Bayangan Malam apalagi ketika mengintrogasi salah satu dari anggotanya.
"Apa Bibi tahu alasan kenapa kelompok mereka berubah menjadi penjahat?" Tanya Zhou Yuan memastikan.
"Sebenarnya kami juga tidak mengerti hal ini, tidak ada angin tidak ada hujan sebuah kabar Organisasi Bayangan Malam menyerang desa tiba-tiba terdengar, awalnya kami tidak percaya begitu saja tetapi seiring berjalannya waktu, kabar itu semakin membesar hingga akhirnya kami percaya bahwa kelompok mereka sudah menjadi kriminal..."
Alasan berita ini diakui sebagai ulah Organisasi Bayangan Malam karena penjahat-penjahat yang membakar desa-desa itu mengaku bahwa mereka berasal dari organisasi tersebut.
Zhou Yuan menghela nafas, ia sepertinya harus mencari tahu sendiri. "Bibi, kudengar tidak jauh dari Kota Arka ada pertambangan tembaga, bisa bibi beri petunjuk mengenai pertambangan itu?"
"Oh, tentu Tuan muda tetapi untuk apa, pertambangan itu sudah terbengkalai lebih dari puluhan tahun."
"Bibi tinggal berikan saja lokasinya..."
Wanita paruh baya itu mengangguk lalu memberitahu lokasi pertambangannya, setelah memberikan informasi tersebut Zhou Yuan kemudian memperbolehkan dia untuk pergi.
Lokasi pertambangan tembaga yang ditanyakan Zhou Yuan bukan tanpa alasan melainkan merupakan markas Organisasi Bayangan Malam menurut anggota organisasi yang ia sempat interogasi sebelumnya.
Mereka menjadikan pertambangan yang sudah terbengkalai untuk digunakan sebagai markas, hal ini membuat orang tidak akan ada yang menduga bahwa kelompok kriminal berkumpul di sana.
Zhou Yuan tidak langsung pergi ke pertambangan tersebut melainkan mengisi perutnya terlebih dahulu di restoran tersebut, dia juga membeli beberapa pakaian karena jubah yang diberikan Feiyu padanya sudah mulai rusak dan robek.
Tidak lupa Zhou Yuan juga membeli beberapa makanan atau bumbu, setelah membeli apa yang dirasa perlu ia kemudian pergi meninggalkan Kota Arka.
***
Zhou Yuan terbang melalui udara, perjalanan ke tambang tembaga yang seharusnya memakan waktu setengah hari bisa Zhou Yuan tempuh selama beberapa menit.
Zhou Yuan melihat tambang itu dari langit, ia bisa melihat ada mulut gua bekas galian yang melubangi bebatuan. Zhou Yuan pastikan bahwa gua itu adalah tambang tembaga yang dicarinya.
Zhou Yuan mengerutkan dahi saat jarak dirinya dan tambang tembaga itu semakin dekat, ia melihat di depan pertambangan tersebut ada banyak jasad yang berserakan.
Jasad-jasad itu tampak baru saja terbunuh dilihat dari darah yang masih segar, semua yang tewas di sana merupakan anggota Organisasi Bayangan Malam.
"Apa yang terjadi disini?"
Zhou Yuan kemudian mendaratkan tubuhnya didepan gua itu, melihat tidak ada orang yang berjaga di luar membuatnya tidak perlu sembunyi-sembunyi ataupun membuat rencana.
Zhou Yuan memakai topeng terlebih dahulu sebelum melangkahkan kakinya memasuki gua pertambangan itu, baru beberapa langkah ia masuk sudah terdengar suara yang menggema di lorong gua dan itu cukup keras.
"Suara kegaduhan, tidak, ini seperti suara pertempuran..."
Zhou Yuan semakin kebingungan, ia sebenarnya sudah membayangkan dirinya harus menghadapi puluhan atau ratusan anggota organisasi Bayangan Malam tetapi sepertinya situasinya jauh dari kata demikian.
Semakin Zhou Yuan melangkah semakin ia mendengar jelas pertempuran di dalam gua itu, tidak hanya suara benturan senjata saja Zhou Yuan bahkan mendengar suara teriakan kesakitan.
"Sepertinya ada seseorang yang menyerang tempat ini terlebih dahulu sebelum diriku dan mereka menginginkan kehancuran Organisasi Bayangan Malam..." Zhou Yuan menyadari ketidakberesan situasinya.
Zhou Yuan akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup besar didalamnya, tampak sekali ruangan itu dibuat sedemikian rupa hingga nyaman menjadi sebuah markas yang luas.
Yang membuat Zhou Yuan terkejut ketika tiba di ruangan itu ia melihat ada banyak jasad lagi, tidak hanya di sana sebuah pertarungan sedang terjadi di depan matanya.
Sembilan orang berjubah serba hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya serta memakai topeng tengah melawan semua anggota Organisasi Bayangan Malam.
Meski mereka bersembilan orang namun mereka sanggup melawan puluhan Organisasi Bayangan Malam tanpa kesulitan sedikitpun.
Zhou Yuan bisa melihat pembantaian yang dilakukan mereka, dilihat dari kekuatannya Zhou Yuan menebak kekuatan 9 orang itu berada di puncak Alam Emas.
Tidak hanya kekuatan 9 orang itu lebih kuat dari musuh-musuhnya mereka juga menunjukkan kerjasama yang baik. Anggota organisasi Bayangan Malam yang rata-rata mempunyai kekuatan ditingkatan Alam Perunggu dan Alam Perak sama sekali tidak berdaya saat melawan kesembilan orang bertopeng tersebut.
Beberapa saat kemudian 9 orang bertopeng tersebut berhasil membunuh semua anggota Organisasi Bayangan Malam. Markas mereka kini sudah berubah dipenuhi bercak darah dan jasad.
"Saudari Kelima, lihat, ada anggota organisasi Bayangan Malam yang tersisa..." Salah satu dari mereka menunjuk Zhou Yuan.
"Dia hanya seorang diri, apa kau bisa menghabisinya Saudari ketujuh?" Tanya Saudari kelima itu.
"Tidak masalah, biar aku yang melawannya."
Orang yang disebut sebagai saudari ketujuh kemudian maju melangkah ke arah Zhou Yuan. Dia mengeluarkan dua belah pisau di masing-masing tangannya.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, sepertinya ada terjadi salah paham antara Zhou Yuan dan mereka, jelas sekali sembilan orang bertopeng itu menyangka bahwa dirinya berasal dari Organisasi Bayangan Malam.
"Tunggu sebentar, aku bukan bagian dari organisasi ini?" Zhou Yuan menjelaskan pada Saudari ketujuh itu.
"Seseorang akan berbohong disituasi sepertimu, jangan khawatir, aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit..."
Zhou Yuan menaikan alisnya, dari suara yang terdengar dari saudari ketujuh itu dia seperti seorang perempuan.
Belum Zhou Yuan berkata lagi, Saudari Ketujuh itu segera menyerang Zhou Yuan dengan pisaunya, Zhou Yuan menghindari dengan mudah sambil berusaha menjelaskan kalau dirinya bukan bagian dari mereka.
"Kau mempunyai kemampuan yang lumayan juga..." Saudari ketujuh itu tersenyum sinis menyadari kemampuan Zhou Yuan, dia kemudian meningkatkan kecepatan serangannya lebih kuat lagi.
Zhou Yuan menghela nafas melihat lawannya sepertinya tidak mau mendengar apa yang dia katakan. Zhou Yuan awalnya menghindari semua serangan saudari ketujuh itu sebelum kemudian menyerang balik dengan ilmu tangan kosongnya.
Saudari ketujuh itu terkejut melihat kekuatan yang Zhou Yuan tunjukkan, tidak membutuhkan waktu lama hingga posisi mereka berbalik dengan Saudari Ketujuh jadi diposisi bertahan bahkan mulai terdesak.
Zhou Yuan menaikan tingkatan kekuatannya sedikit lagi, salah satu pukulan akhirnya mengenai perut saudari ketujuh tersebut yang membuatnya terlempar beberapa meter.
Delapan orang bertopeng yang lainnya juga ikutan terkejut dengan situasi yang terjadi, mereka tidak menduga Zhou Yuan mampu mengalahkan salah satu rekannya dengan mudah.