
Beberapa penonton sudah menebak pertandingan Zhou Yuan akan berakhir mudah dengan pemuda itu yang kalah, mereka berharap Zhou Yuan menyerah sebelum pertandingan dimulai namun laki-laki tidak ada tanda-tanda akan melakukan demikian sehingga membuat para penonton jadi lebih prihatin menatapnya.
Hanya Yifei serta Jiang Long yang mengetahui kemampuan Zhou Yuan, selain keduanya ada juga dua gadis yang terkejut ketika melihat Zhou Yuan naik ke atas arena.
"Guru, anda juga disini?" Gadis berambut merah, Xiao Rou memandang Zhou Yuan dengan perasaan senang ketika melihat pemuda itu.
Meski banyak perubahan setelah beberapa tahun tidak bertemu namun Xiao Rou tidak akan melupakan senyuman Zhou Yuan yang hangat dan mendebarkan hatinya.
"Saudara Yuan, kau juga mengikuti turnamen..." Disisi lain Yue Linxia juga tak kalah terkejut namun ia bahagia Zhou Yuan ada di akademi.
Setelah melihat Zhou Yuan menjadi peserta, Yue Linxia merasa tidak ada peluang lagi untuk dirinya menjadi pemenang. Meski ia telah mengalami kemajuan pesat beberapa tahun terakhir namun gadis itu menyadari seberapa kuat Zhou Yuan dibandingkan dirinya.
"Tidak boleh menggunakan racun... Tidak boleh memakai teknik yang membahayakan lawan... Ini hanya pertandingan persahabatan, kalah dan menang adalah hal biasa." Xiong Bian mengingatkan Zhou Yuan dan Wu Liang sebelum pertandingan di mulai.
Wu Liang mengangguk begitu juga dengan Zhou Yuan, tak lama kemudian Xiong Bian membunyikan peluitnya dan pertandingan segera dimulai.
Wu Liang segera melompat ke arah Zhou Yuan dengan cepat sambil melepaskan tinju dengan kuat.
Zhou Yuan sempat terkejut, tidak menduga pemuda kekar itu langsung menerjangnya begitu saja ketika peluit baru dibunyikan, tidak mempunyai waktu ia segera menahan pukulan Wu Liang dengan kedua tangannya.
Tubuh Zhou Yuan segera terdorong beberapa meter setelah menahan pukulan tersebut, Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga pemuda itu akan memiliki tenaga sekuat ini.
Wu Liang tersenyum puas, "Aku akan memberikanmu keringanan, menyerah sekarang atau serangan selanjutnya tulangmu akan patah?"
Zhou Yuan tersenyum tipis. "Bukankah itu terlalu awal, kenapa langsung meminta lawanmu menyerah..."
Zhou Yuan justru ingin menikmati turnamen ini lebih lama, baginya mengikuti turnamen tersebut tidak lebih dari hiburan semata.
Wu Liang langsung menatap tajam Zhou Yuan, dengan sedikit emosi dia kembali maju dan menyerang Zhou Yuan.
Meski mempunyai tubuh yang besar nyatanya kecepatan Wu Liang tidak terpengaruh, dia bisa bergerak dengan kecepatan yang tinggi.
Zhou Yuan memilih menghindari setiap serangan Wu Liang dan beberapa menangkisnya dengan kedua tangannya. Keduanya bertukar serangan hingga puluhan jurus.
"Kenapa pemuda itu bisa bertahan meski sudah menerima pukulan Wu Liang, ini aneh..."
"Benar, seharusnya kalaupun dia mempunyai fisik yang kuat, menerima pukulan Wu Liang secara bertubi-tubi seperti itu tetap akan berdampak pada tubuhnya setidaknya dia mengalami cedera patah tulang."
Wu Liang mengerutkan dahi, ia mulai menyadari keganjalan setelah bertukar serangan dengan pemuda itu. Meskipun semua pukulannya bisa di tangkis oleh Zhou Yuan namun tetap saja serangannya akan memberikan beban berat pada tangan pemuda itu.
Sebenarnya selama ini tidak ada yang menyambut pukulan Wu Liang seperti yang Zhou Yuan lakukan terlebih pemuda itu tidak merasakan sakit ketika menerima serangannya.
Zhou Yuan tersenyum tipis, ia menyadari pikiran Wu Liang, ia kemudian mulai balik menyerang menggunakan ilmu tangan kosongnya.
Segera serangan Zhou Yuan menekan serangan Wu Lian dan memaksa laki-laki kekar itu jadi di posisi bertahan. Beberapa pukulan Zhou Yuan bahkan mengenai tubuhnya dengan telak.
"Percuma, seberapa kuat serangan pukulanmu tidak akan berpengaruh bagiku. Aku mempunyai teknik pertahanan yang membuat kulitku sangat keras seperti emas." Wu Liang tertawa mengejek.
Zhou Yuan menaikan alisnya, harus ia akui tubuh kekar Wu Liang memang sangat kokoh namun satu hal yang tidak Wu Liang ketahui, Zhou Yuan saat ini menggunakan 40% kekuatan fisiknya karena tidak mau Wu Liang terbunuh dengan sekali tinjunya.
"Sepertinya kau amat percaya diri dengan teknik pertahananmu?"
"Baiklah jika itu yang kau minta..." Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum mengayunkan kepalan tinjunya.
Tinju Zhou Yuan terlihat pelan dan tidak bertenaga namun ketika pukulannya menyentuh Wu Liang, tubuh pemuda kekar itu segera terpental ke belakang belasan meter, Wu Bian berguling-guling di lantai arena dan ketika berhenti, dia sudah tidak bergerak lagi.
Semua terjadi begitu tiba-tiba dan tidak terduga, semua penonton yang melihat sempat mematung beberapa saat ketika tidak menduga pukulan Zhou Yuan akan sekuat itu.
Bukan hanya penonton, Empat Kaisar, Linxia, Xiao Rou bahkan Xiong Bian sebagai wasit sampai tidak berkedip menyaksikannya.
"Bagaimana, bagaimana bisa dia mempunyai kekuatan fisik sekuat itu?"
"Ini tidak mungkin, Wu Liang mempunyai pertahanan terkuat mustahil dikalahkan dengan satu pukulan, ini tidak mungkin..."
Para penonton masih tidak percaya namun kenyataannya di depan mereka Wu Liang sungguh dikalahkan dalam sekali serangan oleh Zhou Yuan.
'Hm, sepertinya aku terlalu berlebihan..." Zhou Yuan hanya menggunakan 80% kekuatan fisiknya namun tidak menduga dampaknya masih sekuat ini.
Xiong Bian segera memeriksa kondisi Wu Liang yang sudah pingsan, Xiong Bian terkejut setelah melihatnya dan mendapati beberapa tulang rusuk Wu Liang sudah retak.
Meski mengalami cedera tulang, kondisi Wu Liang tidak dalam bahaya, dengan pengobatan yang tepat, dua minggu saja Wu Liang bisa sehat kembali.
"Bagaimana dia bisa mempunyai kekuatan fisik sekuat ini?" Xiong Bian masih sulit percaya apa yang dilihatnya.
Bukan hanya Xiong Bian saja, Yifei dan Jiang Long yang bersamanya selama beberapa waktu juga tak kalah terkejut.
Yifei sudah mengetahui kekuatan fisik Zhou Yuan sekuat apa ketika selalu latihan tanding namun sepertinya Zhou Yuan saat itu masih menahan kekuatannya.
"Darimana Kakak Qisha mendapatkan anak ini, aku tidak tahu dia mempunyai kekuatan fisik semengerikan itu?!" Jiang Long sampai tak termangu melihatnya.
Semua yang melihat menyadari Zhou Yuan belum menggunakan seluruh kemampuannya, terlihat dari dua pedang yang tersarung rapih di pinggang pemuda itu dan sepertinya Zhou Yuan adalah seorang pendekar pedang.
Xiong Bian kemudian memanggil beberapa panitia agar membawa Wu Liang ke ruang pengobatan sementara dirinya mengumumkan kemenangan Zhou Yuan.
"Zhou Yuan memenangkan pertandingan, peserta selanjutnya, Zhu Yin, harap ke arena..."
Kali ini Zhou Yuan harus menghadapi seorang wanita berusia 18 tahun, gadis yang memiliki paras menggoda dan memiliki tubuh yang ramping. Zhu Yin adalah pendekar yang memakai pisau lempar sebagai senjatanya, terlihat dari banyaknya pisau di pinggang gadis itu.
"Aku tidak percaya kau bisa mengalahkan Wu Liang dalam sekali pukulan..." Zhu Yin menggenggam pisau lempar di masing-masing tangannya.
Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak menjawabnya, ketika Xiong Bian meniup peluitnya. Zhu Yin segera melemparkan pisaunya ke arahnya namun dengan mudah Zhou Yuan bisa menghindari hal tersebut.
Zhu Yin mendengus, "bagaimana dengan ini..."
Tiba-tiba tubuh Zhu Yin terpecah menjadi 12 orang, Zhou Yuan tidak takut justru berdecak kagum, ia mengetahui bahwa 11 bayangan yang lain adalah ilusi namun menurutnya teknik Zhu Yin tetap menarik serta menghibur dirinya.
...****************...
***Mau update lagi, hm, kita lihat jumlah likenya, kalau banyak, mungkin bisa up lagi....
Oh ya, saya lupa mengatakannya, selamat berpuasa**!!