
Butuh waktu untuk Yifei menenangkan jantungnya yang berdetak cepat, ia memberanikan diri menatap mata Zhou Yuan sebelum mencium pipi pemuda itu juga.
"Sekarang kita satu sama..." Yifei melepaskan pelukannya.
Zhou Yuan tertawa kecil lalu mengelus kepala gadis itu, "Apa kau mau jalan-jalan di sekitar sini, aku akan menemanimu."
Yifei menjawabnya dengan mengangguk, gadis itu masih tersipu malu. Zhou Yuan kemudian meraih tangannya dan membawa ia berjalan-jalan di sekitar kediaman Keluarga Zhou.
Ketika keduanya bersama, tampak banyak pasang mata tertuju ke arah mereka seperti para penjaga dan pelayan.
Mereka semua terkejut ketika melihat Tuan muda mereka ternyata memiliki hubungan khusus dengan Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut.
"Bukankah ini bagus, jika Tuan Muda Yuan menikah dengan Tuan Puteri maka status Keluarga Zhou kita bisa meningkat kuat."
"Aku setuju dengan yang kau katakan! Andai hal itu terjadi maka tidak ada yang berani macam-macam sama Keluarga kita seperti Keluarga Ling dulu..."
Para penjaga yang melihat Zhou Yuan dan Yifei berjalan bersamaan mulai saling berbisik serta mempertanyakan hubungan keduanya.
Tidak perlu penjelasan bagi mereka untuk menyadari ada keterlibatan perasaan antara Zhou Yuan dengan Jiang Yifei, terlebih keduanya berjalan sambil bergandengan tangan.
Zhou Yuan tampak tidak peduli dengan bisikan-bisikan tersebut dan lebih memilih mengajak Yifei berkeliling kediaman keluarganya. Setelah puas berkeliling Zhou Yuan kemudian membawa Yifei pada kediamannya dan mempertemukan dengan ibu dan adiknya.
"Salam hormat Tuan Puteri, senang bisa bertemu dengan anda..." Lin Ruyue berlutut, memberikan hormat pada Yifei.
Lin Ruyue sudah mendapat informasi dan mengetahui kalau puteranya dan Jiang Yifei sudah mempunyai hubungan yang serius. Harus Lin Ruyue akui, sebagai ibunya ia tidak menduga puteranya akan berhasil memikat Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut.
"Bibi tidak perlu sungkan, panggil saja aku dengan nama langsung..." Yifei tampak panik melihat Lin Ruyue langsung berlutut didepannya, mengingat dia ibu Zhou Yuan gadis itu berharap Lin Ruyue melupakan status besarnya. Malahan Yifei yang seharusnya menghormati perempuan tersebut.
Selain Lin Ruyue, Zhou Yuan juga memperkenalkan Yifei pada adiknya Zhou Yuyin.
Yifei tampak terkejut karena baru mengetahui kekasihnya itu mempunyai seorang adik, terlebih adiknya itu adalah seorang perempuan yang manis dan imut.
Zhou Yuan tertawa kecil ketika melihat Yifei mencoba akrab dengan Yuyin serta ibunya, Zhou Yuan bisa melihat Yifei begitu canggung saat bertemu mereka.
***
Selama tiga hari berlalu Zhou Yuan masih berada di kediamannya, ia banyak menghabiskan waktunya bersama keluarganya.
Setelah beberapa waktu Yifei akhirnya bisa beradaptasi dan mulai akrab dengan Keluarga Zhou yang lain, gadis itu sering ke kediaman Zhou Yuan untuk sekedar bertemu dengan kekasihnya atau menemani Yuyin berlatih.
Dibandingkan ilmu pedang, yang diajari Yifei pada Yuyin adalah teknik perubahan jenis.
Meski Yuyin masih belum mempunyai tenaga dalam namun ia bisa memahami penjelasan Yifei, Yuyin sempat terkagum-kagum melihat teknik api biru milik Jiang Yifei yang menurutnya sangat mengesankan.
Di suatu hari Zhou Yuan menemui Ayah dan Kakeknya ditempat ruangan kerja Zhou Yao.
Zhou Yuan kemudian memberitahukan tentang tujuannya saat ini yaitu berniat mengumpulkan Buah Surgawi di seluruh Kekaisaran Bulan, hal itu cukup membuat Zhou Yao dan Zhou Bing terkejut.
"Aku serius Ayah, aku bahkan sudah mendapatkan salah satu dari ketujuhnya..." Zhou Yuan memunculkan apel berwarna emas dari cincin ruangnya.
Zhou Yao dan Zhou Bing menarik nafas dingin, sangat kaget melihat Buah Surgawi muncul depan mata mereka.
"Apa ini sungguhan Buah Surgawi?" Tanya Zhou Bing memastikan, ia baru pertama kali melihat Buah Surgawi secara langsung.
"Iya Kakek, aku mendapatkannya saat menuju kesini..."
Zhou Yuan kemudian menjelaskan tentang dirinya mengunjungi Kota Hanma, cepat atau lambat pertarungannya di kota tersebut akan tersebar jadi Zhou Yuan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi.
Tentu saja hal itu membuat Ayah dan Kakeknya terkejut apalagi mendengar Zhou Yuan bertarung langsung melawan beberapa Pendekar Alam Cahaya saat itu
"Jadi organisasi Kuil Awan Langit mengincar Buah Surgawi? Aku sama sekali tidak menduga dengan niat dan rencana mereka..." Zhou Bing mengelus dagunya.
Zhou Bing masih ingat dengan fenomena bulan merah beberapa bulan yang lalu, satu hal yang diluar perkiraannya ia tidak menduga Buah Surgawi akan muncul lebih cepat dari seharusnya.
"Buah Surgawi memiliki khasiat yang hebat bagi pendekar, sepertinya Kuil Awan Langit mengumpulkan kekuatan dengan cara mencari Buah Surgawi sebelum menguasai dunia persilatan."
Zhou Bing mengangguk setuju, beberapa tahun belakangan ini aliansi yang dibentuk Kuil Awal Langit sudah banyak menghancurkan Keluarga Bangsawan, klan, serta sekte dan yang paling terkenal adalah kehancuran Keluarga Xi.
Alasan kuat mereka tidak berperang secara langsung atau menyerang Keluarga Kekaisaran pasti belum mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengalahkan mereka semua.
Zhou Yuan mengatakan ada kemungkinan Buah Surgawi adalah rencana mereka yang terakhir, jika mereka mendapatkan 7 buah legendaris itu maka tidak menutup kemungkinan Kuil Awan Langit akan berperang secara besar-besaran saat itu.
"Dengan kekuatanku yang sekarang, aku berencana mengumpulkan ketujuh Buah Surgawi sebelum Kuil Awan Langit mengambilnya, mereka tidak boleh jatuh ke kelompok yang salah..." Ucap Zhou Yuan meyakinkan.
Zhou Yuan menambahkan dirinya tidak lama lagi akan pergi untuk menyelesaikan misinya, ia berharap Ayah dan Kakeknya setuju bahkan mendukung dengan keputusan tersebut.
"Ini cukup berbahaya Yuan'er, kau bisa terbunuh kapan saja..." Zhou Yao menghela nafas, jelas merasa berat dengan keputusan puteranya.
"Ayah, aku cukup percaya diri pada kemampuanku, Ayah tidak perlu khawatir. Lagipula kita juga tidak mempunyai waktu untuk mendapatkan solusi terkait masalah ini..."
Zhou Yao tersenyum tipis melihat kepercayaan diri puteranya, sepertinya anak kecil yang dulu ia gendong sudah tumbuh jadi seorang pemuda yang dewasa. Zhou Yao dengan sedikit terpaksa akhirnya menyetujui keinginan anaknya dengan syarat dia harus berhati-hati.
"Aku tidak mengetahui apa niatmu sebenarnya Yuan'er tetapi aku yakin kau sudah mempersiapkan semuanya bukan?" Zhou Yao menepuk pundak Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum canggung. "Kakek sudah mengetahui bagaimana buruknya ketika Buah Surgawi muncul seratus tahun lalu, aku berniat hal itu tidak terulang lagi."
Zhou Bing tidak bisa membantah, ia menyaksikan dengan matanya sendiri bagaimana kekacauan saat Buah Surgawi tumbuh. Jika cucunya memang bisa mendapatkan Buah Surgawi itu maka Zhou Bing tidak bisa menahannya.
"Lakukanlah apa yang menurutmu baik Yuan'er, kau sudah dewasa, kau harus mempertanggungjawabkan semua tindakanmu."
Zhou Yuan mengangguk, tentu saja ia tidak mengatakan semua rencananya seperti ingin menghancurkan Kuil Awan Langit sampai ke akar-akarnya, jika ia mengatakan terus terang ada kemungkinan mereka tidak mengizinkannya pergi.