Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 274 — Pandangan Arah


Han Lilis menguap lebar, setelah memakan daging rusa ia jadi kekenyangan dan mulai mengantuk. Han Lilis memposisikan dirinya berbaring didekat perapian.


Zhou Yuan menatap Han Lilis yang mencoba memaksakan dirinya tidur, meski gadis remaja itu terlihat waspada kepadanya Zhou Yuan bisa memaklumi dengan sikap tersebut.


Zhou Yuan bisa melihat Han Lilis juga seorang pendekar namun kemampuannya begitu lemah, dia baru mencapai pendekar Alam Perunggu tahap 7, tenaga dalamnya sedikit serta kondisi fisiknya tidak berbeda jauh dengan fisik wanita pada umumnya.


Malam semakin larut, melihat Han Lilis sudah terlelap dalam tidurnya Zhou Yuan kemudian mulai kembali mengumpulkan tenaga dalamnya yang sempat tertunda sampai pagi hari.


Menyadari tak lama lagi matahari terbit, Zhou Yuan mencari buruan untuk sarapannya. Dua ekor ayam hutan ia dapatkan dan mulai diolah menjadi masakan.


Zhou Yuan cukup banyak membawa bumbu di cincin ruang jadi dia tidak keberatan jika memasak di hutan seperti ini.


Perapian yang dibuatnya sudah padam ketika ia berburu, Zhou Yuan membuat api kembali dengan perubahan jenisnya lalu kemudian mulai menaruh daging ayam yang sudah dibalut bumbu itu diatasnya, Zhou Yuan membuat masakan ayam panggang.


Aroma harum tak lama kemudian tercium usai bumbu-bumbu dan daging ayam meresap, hal ini membuat Han Lilis terbangun karena masakan Zhou Yuan.


Mata gadis remaja itu mengerjap-ngerjap melihat sekitarnya lalu pandangannya jatuh pada Zhou Yuan yang sedang memasak.


"Kau sudah terbangun?" Tanya Zhou Yuan pada gadis itu.


Han Lilis mengangguk, matanya tidak lepas dari ayam panggang yang dimasak pemuda itu.


"Sebentar lagi akan matang, tunggu sebentar." Zhou Yuan tersenyum menyadari pandangan Han Lilis.


Han Lilis tersadar kalau ia menatap ayam panggang tersebut terlalu lama, gadis itu menutup sebagian wajahnya karena malu.


Beberapa menit kemudian masakan itu matang dan Zhou Yuan memberikan satu bagiannya pada Han Lilis.


"Kenapa anda menolongku?" Disaat keduanya menyantap makanan, tiba-tiba Han Lilis bertanya pada Zhou Yuan karena sikap pemuda itu yang diluar dugaannya.


"Karena kau membutuhkannya, bukankah sebelumnya kau berteriak meminta tolong?"


"Bukan itu maksudku, semua ras kalian selalu membenci kami, memburu, membunuh, dan menjadikan kami budak, hanya sedikit dari kalian yang mau menerima keberadaan ras kami di dunia ini."


Zhou Yuan mengerti maksud ucapan Han Lilis, dari sudut pandangnya mungkin ia menganggap semua manusia itu jahat tak terkecuali Zhou Yuan juga.


"Kau bisa mengatakan bahwa aku bagian dari yang sedikit itu, aku tidak pernah menganggap kaum kalian rendahan atau hal jelek lainnya. Aku hanya memberi pertolongan kepada seseorang yang membutuhkannya, tidak lebih."


Han Lilis ingin mengatakan sesuatu lagi tetapi urung mendengar ucapan Zhou Yuan. Han Lilis sadar tidak semua kalangan manusia jahat, Zhou Yuan mungkin adalah sedikit orang yang menerima keberadaan ras mereka.


Han Lilis tersenyum, "Terimakasih, suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikan ini."


"Tidak perlu, aku menolong bukan karena berharap apapun, aku akan senang jika kau merasa tidak berhutang budi padaku."


Han Lilis semakin takjub pada sikap Zhou Yuan, ia tidak mengerti namun pemuda itu mempunyai aura kharismatik tersendiri yang membuatnya merasa kagum.


Keduanya menyantap daging ayam itu sampai habis sebelum Zhou Yuan menanyakan tempat tinggal Han Lilis. Zhou Yuan berniat mengantarkannya.


"Ah, tempat tinggalku berada di dekat sungai tak jauh dari hutan ini..." Han Lilis mengatakan bahwa air terjun disini akan mengalir dan membawanya ke rumahnya. "Anda tidak perlu mengantarku, aku bisa pergi ke sana sendirian..."


Han Lilis bukan tidak mempercayai Zhou Yuan tetapi ia tidak mau merepotkan pemuda itu lagi.


"Tenang saja, sebelumnya aku lengah sehingga mereka bisa menemukanku, kali ini aku akan lebih waspada." Han Lilis menjelaskan bahwa ia mengetahui seluk beluk semua hutan ini, bersembunyi juga adalah keahliannya.


Zhou Yuan menggaruk kepala, ia tidak bisa memaksakan keputusan gadis itu. Han Lilis kemudian berpamitan pada Zhou Yuan sebelum pergi meninggalkannya sendiri.


Zhou Yuan menatap tubuh Han Lilis yang menjauh, meski gadis itu mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja tetapi firasatnya buruk mengenai hal ini.


***


Han Lilis menghembuskan nafasnya pelan sesudah menjauh dari Zhou Yuan, gadis itu sebenarnya mempunyai alasan lain kenapa dirinya tidak mau Zhou Yuan mengantarnya.


Andai Zhou Yuan ikut bersamanya ke kediamannya mungkin pemuda itu bisa dalam bahaya. Ras manusia binatang yang lain tidak menyukai manusia, mereka akan menyerang Zhou Yuan jika mengetahui pemuda itu dari kalangan manusia.


Han Lilis juga berbohong mengenai tempat tinggalnya di dekat sungai, sebenarnya ia tinggal di tengah hutan pedalaman.


Han Lilis kemudian berlari menggunakan tenaga dalamnya menuju ke pemukimannya. Membutuhkan waktu tiga puluh menit dengan kecepatan gadis itu untuk sampai.


Tempat tinggal Han Lilis merupakan sebuah pemukiman ras manusia binatang yang dibangun di hutan yang paling dalam dan berbahaya, seseorang akan kesulitan menemukannya karena mereka membuat semacam kamuflase dedaunan agat tidak terlihat oleh hewan buas atau kalangan manusia.


Setelah membuka dedaunan kamuflase yang menghalangi pemukimannya, Han Lilis dihadapkan dengan benteng bambu yang tinggi. Benteng bambu itu adalah pembatas pemukiman, sebuah gerbang dibuat di sana untuk tempat pintu masuk.


Tidak lama kemudian benteng itu terbuka ketika Han Lilis bersiul dengan nada khusus, tampak seseorang muncul dibalik benteng itu, dia adalah penjaga gerbang di pemukiman ini.


"Nona Han, kemana saja kamu, Ketua Han sudah mencemaskanmu sejak semalam!?" Penjaga itu terkejut melihat Han Lilis diikuti rasa lega juga.


"Maaf paman, aku sempat tertidur ketika mencari tanaman obat sebelumnya, aku minta maaf." Han Lilis menyatukan kedua tangannya.


Han Lilis adalah putri dari Kepala Pemukiman ini, orang-orang disana sangat menghormati keluarganya termasuk Han Lilis diantaranya.


Penjaga itu menghela nafas lalu menyuruh Han Lilis masuk ke dalam, Han Lilis berterimakasih sebelum berlari kecil menuju rumahnya tinggal.


Rumah yang ada di pemukiman itu semuanya terbuat dari bambu, terdapat 700 orang yang hidup di sana. Ras manusia binatang tidak mengenal uang, mereka menggunakan sistem barter untuk jual beli .


Han Lilis kemudian menuju kediamannya dimana ayahnya sedang mondar mandir di depan pintu rumah, kedatangan Han Lilis ke sana membuat ayahnya bahagia dan langsung memeluk putri satu-satunya itu.


"Kemana saja Lilis, Ayah sangat mengkhawatirkanmu..." Hang Xia merasa senang putrinya baik-baik saja sampai memeluknya dengan erat.


"Aku mencari obat untuk Ibu, Ayah... Aku telah mendapatkan beberapa." Han Lilis dengan semangat menunjukkan tanaman obat yang ia dapatkan ketika pergi.


Han Xiang, nama ayah Han Lilis, hanya bisa memaksakan senyum pada putrinya.


Han Lilis tidak mengetahui penyakit seperti apa yang menimpa ibunya selama ini, dibanding menyembuhkannya Han Xiang sebagai suaminya hanya bisa membuat isterinya bertahan lebih lama tetapi untuk menyembuhkan adalah dua hal berbeda.


Ibu Han Lilis sudah lama terbaring di tempat tidurnya selama setahun terakhir. Penyakit yang dideritanya tidak diketahui namun yang pasti kondisinya semakin memburuk setiap waktu.


Han Xiang sudah menggunakan berbagai macam obat namun tidak berhasil menyembuhkannya.


Pengetahuan obat serta kesehatan mereka sangat terbatas di pemukiman itu, andai memungkinkan mungkin Han Xiang ingin membawanya ke kota namun ia sadar hal tersebut sangat mustahil dilakukan.