
Zhou Yuan mengatur nafasnya yang sempat memburu, ketenangannya hampir goyah saat menyadari Buah Surgawi telah muncul di dunia persilatan.
Ingatan buruk di kehidupan pertamanya mulai bermunculan kembali seperti terjadi kemarin.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mengambil buah itu sebelum pihak lain yang mendapatkannya..." Zhou Yuan mengepalkan tangannya keras, tidak ada cara lain selain ia harus mendapatkan buah surgawi tersebut lebih cepat dari rencananya.
Zhou Yuan kemudian bertanya lebih banyak mengenai Buah Surgawi ini pada pekerja penginapan itu namun informasi yang dikeluarkannya nyatanya tidak terlalu banyak.
"Terimakasih, informasi ini sangat membantuku..." Zhou Yuan memberikan koin emas lainnya pada pekerja itu sebelum pergi keluar dari penginapan.
Zhou Yuan membiarkan Yifei berada di kamarnya karena menurutnya gadis itu akan membutuhkan waktu berisitirahat serta mengisi tenaga dalamnya, Zhou Yuan lalu menuju pusat kota untuk mencari informasi Buah Surgawi lebih spesifik.
Di pusat Kota Hanma nyatanya suasana kota jauh lebih ramai, Zhou Yuan bisa melihat hampir delapan puluh persen orang yang ditemuinya adalah seorang pendekar.
"Ternyata ada juga pihak klan dan keluarga bangsawan yang datang kesini..." Zhou Yuan menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat rombongan beberapa klan yang ia kenal.
Keberadaan rumor Buah Surgawi di Kota Hanma cukup membuat siapapun akan tertarik untuk mendatanginya, Buah Surgawi yang dikatakan dalam sejarah sebagai sumberdaya tiada tanding akan menarik perhatian dari pendekar di berbagai kalangan.
Semakin Zhou Yuan memasuki daerah pusat kota semakin banyak pendekar yang ia temui, untungnya Zhou Yuan tidak menemukan tanda-tanda pendekar itu dari organisasi kriminal.
Dalam perjalanannya Zhou Yuan menemukan sebuah restoran besar yang tampak dikunjungi oleh banyak orang, demi mencari informasi lebih banyak restoran adalah pilihan yang tepat. Zhou Yuan kemudian memutuskan mendatangi restoran itu.
Restoran yang memiliki nama Merpati Bunga Salju itu adalah sebuah restoran berlantai dua namun memiliki luas yang cukup lebar.
Zhou Yuan masuk ke dalamnya dan mendapati restoran tersebut sudah dipenuhi banyak pelanggan, para pelayan tampak kerepotan dengan jumlah tamu yang datang lebih banyak dari biasanya.
Zhou Yuan duduk di salah satu meja dilantai dua yang kebetulan pelanggannya baru hendak keluar. Zhou Yuan ingin memanggil pelayan tetapi melihat mereka sedang kerepotan Zhou Yuan mengurungkan niatnya kembali dan memilih menunggu pelayan itu yang mendatangi mejanya.
"Dimana Buah Surgawinya, bukankah katamu buah itu ada di kota ini. Apa kau sedang menipuku?!"
Seorang pendekar yang duduk dilantai satu tampak sedang mengobrol dengan rekan-rekannya, obrolan mereka sebenarnya lumayan pelan namun karena Zhou Yuan memiliki indra pendengaran yang tajam ia bisa mendengar obrolan mereka dengan jelas.
"Buah itu memang ada disini, tunggu saja sampai informasi selanjutnya datang. Dasar tidak sabaran!" Teman dari pendekar itu menjawab diikuti decakan kesal.
"Kita sudah menunggu dari kemarin, tapi tidak ada tanda-tanda Buah Surgawi akan muncul. Jika besok buah itu tidak ada sebaiknya aku pergi dari sini!"
Teman yang bersamanya mendengus, "Silahkan saja kau pergi tetapi jangan salahkan aku ketika Buah Surgawi itu muncul dan aku mendapatkannya. Tunggu keluarga Mu memberikan informasi lainnya."
Zhou Yuan mendengar obrolan mereka dan sedikit terkejut ketika Buah Surgawi ternyata sudah dimiliki salah satu pihak. Zhou Yuan jadi teringat bahwa Keluarga Mu yang dimaksud merupakan Keluarga Bangsawan yang memimpin Kota Hanma.
Keluarga Mu memang tidak terlalu dikenal oleh dunia persilatan karena titik kemampuan mereka bukan terletak pada seni beladiri melainkan perdagangan dan bisnis.
"Apa Keluarga Mu tidak membaca sejarah, apa yang mereka harapkan dengan membisniskan Buah Surgawi..." Zhou Yuan menggelengkan kepalanya pelan, keputusan Keluarga Mu jelas adalah tindakan bodoh.
Alih-alih sebagai keberuntungan, tumbuhnya Buah Surgawi di suatu tempat justru dianggap Zhou Yuan sebagai malapetaka dan bencana.
Zhou Yuan masih ingat bagaimana sebuah kota, klan, sekte, hancur karena Buah Surgawi itu muncul di tempat mereka. Mengumumkan Buah Surgawi ke dunia persilatan seperti yang dilakukan Keluarga Mu sama saja dengan menghancurkan Kota Hanma dan Keluarga Mu itu sendiri.
Saat Zhou Yuan masih berpikir, seorang pelayan mendatangi mejanya dan menawarkan menu yang ada di restoran itu.
Zhou Yuan kemudian memesan beberapa makanan lalu sebagian lainnya ia meminta untuk dibungkus agar nanti dibagikan ke Yifei. Pelayan tersebut mencatat semuanya sebelum kemudian pamit dan meninggalkan meja Zhou Yuan.
Sambil menunggu pesanan datang Zhou Yuan berniat mencari informasi lagi namun perhatiannya tiba-tiba tertuju ke seseorang yang baru memasuki restoran.
Orang itu tampak mencolok dengan penampilannya yang memakai topeng, menambah kesan misterius padanya. Dalam sekali lihat orang-orang akan menyadari bahwa orang bertopeng itu adalah seorang pria.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, yang menjadi perhatiannya pada pria misterius tersebut adalah ia merupakan pendekar tingkat tinggi.
Sebelum Zhou Yuan menilai pria misterius itu lebih jauh tiba-tiba pria bertopeng itu melepaskan aura pembunuh yang pekat di tubuhnya.
Aura pembunuh segera cepat merembes ke sekitar ruangan restoran, membuat semua orang disekitarnya jadi kesulitan bernafas sementara mereka yang memiliki mental lemah hampir kehilangan kesadaran.
Semua perhatian orang di restoran seketika tertuju ke arah pria misterius itu karena menyadari dialah yang melepaskan aura pembunuh tersebut .
Orang-orang di restoran mulai ketakutan dan perasaan terancam menyelimuti hati mereka. Tidak perlu penjelasan untuk mengetahui bahwa seseorang yang memiliki aura pembunuh itu adalah seorang kriminal yang sangat berbahaya.
Para pendekar yang mengobrol sebelumnya juga gemetaran melihat pria misterius itu, mulut mereka ingin mengatakan sesuatu tetapi bibir mereka kesulitan untuk berbicara.
"Ha-hantu Pedang, kau, bagaimana bisa ada disini-!" Salah seorang pendekar berkata terbata-bata sambil menunjuk pria itu, ia jelas mengenali pria misterius tersebut dibanding yang lain.
"Oh, ternyata ada juga yang langsung mengenalku-!" Pria misterius itu tersenyum sinis.
Pria misterius itu disebut sebagai Hantu Pedang, dia bukan berasal dari organisasi manapun namun sangat terkenal karena Hantu Pedang merupakan seorang kriminal tingkat tinggi yang telah berbuat banyak kejatahan di dunia persilatan.
Hantu Pedang berada di tingkat teratas sebagai kriminal yang harus disingkirkan di Serikat Pahlawan. Misi yang ditugaskan untuk membunuh Hantu Pedang berada di misi tingkatan S.
Hantu Pedang tersenyum sinis melihat semua orang di restoran begitu ketakutan melihatnya, sesuai dengan dugaan dan perkiraannya, senyuman Hantu Pedang tidak bertahan lama sebelum pandangannya jatuh ke arah Zhou Yuan yang menatapnya dengan dingin di lantai dua.
Hantu Pedang bisa merasakan Zhou Yuan tidak terpengaruh oleh aura pembunuhnya padahal aura yang sama berhasil membuat beberapa pendekar di dekatnya merasa tidak berdaya.