
Sebagai pemerintahan yang memimpin Kota Hanma, kediaman Keluarga Mu didirikan di tengah kota dengan bangunan yang paling besar diantara bangunan yang lain.
Kediaman Keluarga Mu hampir sama besarnya dengan istana kekaisaran yang menunjukkan begitu kayanya Keluarga Bangsawan tersebut.
Tidak sulit bagi Zhou Yuan dan Yifei untuk menemukan kediaman keluarga mereka, setelah bertanya pada beberapa orang ia akhirnya bisa menemukannya.
"Nama Keluarga Mu tidak terlalu terkenal tetapi kenapa mereka mempunyai tempat tinggal semewah ini?" Yifei terpana melihat begitu luas dan besarnya kediaman Keluarga Mu tersebut.
"Meski disebut sebagai keluarga bangsawan besar namun titik kekuatan Keluarga Mu bukan bela diri melainkan berbisnis. Mereka sangat kaya sehingga tidak mengherankan bisa memiliki kediaman sebesar ini." Jelas Zhou Yuan.
Zhou Yuan kemudian memakai sebuah topeng seperti Yifei, wajahnya yang sudah dikenali banyak orang karena pertarungan melawan Hantu Pedang sebelumnya membuat Zhou Yuan harus menutupi identitasnya.
Alasan lainnya Zhou Yuan memakai topeng karena ingin melihat situasi serta keadaan di pelelangan nanti, Zhou Yuan yakin akan ada banyak kriminal yang berkumpul di sana.
Zhou Yuan kemudian mengajak Yifei masuk ke kediaman keluarga bangsawan tersebut karena pelelangan akan diadakan di dalam.
Sebenarnya kediaman Keluarga Mu tertutup dan tidak sembarang orang bisa memasukinya tetapi karena malam ini mereka mengadakan sebuah pelelangan besar membuat Keluarga Mu membuka pintu lebar bagi siapapun yang mau masuk.
"Tarif sepuluh keping emas jika kau mau masuk dan ikut serta dalam pelelangan..." Ucap petugas Keluarga Mu yang menjaga pintu masuk, mengulurkan tangannya.
"Harganya mahal sekali, kenapa harus sepuluh keping emas?" Tanya Yifei.
Sepuluh keping emas sama dengan seribu perak atau senilai seratus ribu perunggu, nominal tersebut cukup besar hanya karena ingin memasuki kediaman seseorang.
Zhou Yuan juga setuju dengan pertanyaan Yifei, meski mempunyai banyak harta ia tidak menyukai namanya pemborosan apalagi menghamburkan uang untuk hal yang sebenarnya sepele.
"Ini adalah tarif yang sudah diputuskan oleh petinggi Keluarga Mu, jika keberatan, kalian bisa pergi dari sini."
Yifei mendengus kesal dan ingin memprotes petugas itu tetapi Zhou Yuan segera menengahinya.
Zhou Yuan membayar dua puluh keping emas untuk dirinya dan Yifei, ia memang harus ikut pelelangan itu untuk mendapatkan Buah Surgawi, setelah diberitahu koin emas petugas itu membolehkan keduanya memasuki kediaman Keluarga Mu.
'Keluarga Mu jelas ingin mengambil banyak keuntungan dari pelelangan ini...' Zhou Yuan menggeleng kepala, sedikit terkejut Keluarga Bangsawan yang sudah sangat kaya ternyata masih menginginkan cukup banyak uang.
Kenyataannya menjadi orang kaya tidak membuat seseorang jadi tidak membutuhkan uang, kebanyakan mereka justru menginginkan harta yang lebih bahkan tidak sedikit keserakahan muncul di hati mereka.
Zhou Yuan bisa melihat ketika keduanya memasuki Keluarga Mu sudah ada banyak pengunjung yang sudah masuk kesini dan rata-rata dari mereka adalah orang elit atau para pendekar.
Keluarga Mu memang membuka kediamannya untuk umum tetapi mereka juga membatasi orang-orang yang masuk salah satunya dengan cara membayar tarif masuk yang tinggi.
Pelelangan nyatanya tidak diadakan disebuah ruangan melainkan di lapangan yang terbuka, ada sebuah panggung yang sepertinya baru dibuat serta puluhan meja untuk diisi para tamu.
Zhou Yuan dan Yifei kemudian duduk di salah satu meja yang kosong, tampak beberapa meja lain juga sudah banyak ditempati para tamu.
Zhou Yuan melihat sekitar sebelum tatapan dibalik topengnya menemukan beberapa orang yang dicarinya. 'Sudah kuduga mereka juga datang kesini?'
Mata Zhou Yuan memang menemukan keberadaan Hantu Pedang, Setan Kembar dan pendekar tingkat tinggi lainnya, yang mengejutkannya adalah Hantu Pedang kali ini membawa tambahan beberapa pendekar Alam Cahaya serta belasan pendekar Alam Kristal.
"Apakah pendekar yang kau lawan itu datang, Hantu Pedang?" Tanya Hong Sha memastikan.
Hantu Pedang memang memeriksa setiap tamu yang datang ke pelelangan ini untuk mencari Zhou Yuan, masalahnya tamu yang datang terlalu banyak belum lagi beberapa dari mereka memakai topeng yang membuat Hantu Pedang kesulitan dalam mencari.
"Aku tidak menemukannya, mungkin dia memang tidak datang kesini..." Hantu Pedang masih mengingat jelas wajah Zhou Yuan dan sampai saat ini ia tidak melihatnya datang ke pelelangan ini.
"Sebaiknya seperti itu, dengan begitu kita akan mudah mendapatkan Buah Surgawi ini." Hong Sha mengangguk pelan.
Zhou Yuan tidak memandangi rombongan Hantu Pedang terlalu lama karena perhatiannya segera tertuju ke arah panggung dimana ada seseorang sudah berdiri di sana.
"Para hadirin sekalian, terimakasih telah hadir dalam pelelangan malam ini, aku sebagai Kepala Keluarga Mu akan memimpin acara ini sampai akhir, ada banyak barang yang sudah kami siapkan dan tentu barang yang dinantikan oleh kalian semua adalah Buah Surgawi..."
Kepala Keluarga Mu kemudian mengenalkan identitasnya yang bernama Mu Liang yang memimpin Keluarga Mu saat ini.
Mu Liang adalah seorang pendekar Alam Cahaya dengan 2 meridian yang terbuka, pria yang sudah sepuh dan memiliki banyak keriput di wajahnya.
"Sebelum pelelangan dimulai izinkan kami mempersembahkan sebuah pertunjukan seni musik terlebih dahulu..." Mu Liang kemudian memanggil seseorang ke atas panggung, seorang perempuan yang memiliki paras cantik serta membawa kecapi di tangannya. "Perkenalkan namanya adalah Mu Lingling, seorang musisi yang berbakat di keluargaku dan memiliki keahlian musik yang tinggi."
Mu Liang kemudian mempersilahkan Mu Lingling untuk mengisi panggung, pasang mata segera tertuju ke arah perempuan itu termasuk Zhou Yuan diantaranya.
Wanita yang bernama Mu Lingling ini memang memiliki paras cantik tetapi alasan utama banyak orang memandangnya karena penampilan perempuan itu yang terbilang serba terbuka dan tampak menggoda.
Zhou Yuan menyipitkan mata, ia menyadari perempuan yang membawa kecapi itu bukanlah orang biasa melainkan pendekar yang telah mencapai puncak pendekar Alam Kristal.
Saat Zhou Yuan masih memeriksa kekuatan Mu Lingling tiba-tiba pinggangnya dicubit oleh Yifei dengan keras.
"Aww... Awww... Fei'er! Apa yang kau lakukan!"
"Bisa-bisanya memandangi gadis lain! Hmph!" Yifei mendengus kesal sebelum melepaskan cubitannya.
Zhou Yuan tersenyum kecut dan baru menyadari kalau gadis itu sedang cemburu karena ia terlalu lama melihat Mu Lingling.
"Semuanya tidak seperti yang kau pikirkan, Fei'er, aku tadi sedang memeriksa kemampuan perempuan itu, sepertinya dia bukan musisi biasa, dia-..."
"Hmph!"
Zhou Yuan menggaruk kepala melihat Yifei tidak mau mendengar penjelasannya, sebelum ia berkata lebih jauh tiba-tiba alunan kecapi yang dibawa Mu Lingling mulai dimainkan di atas panggung.
Permainan kecapi Mu Lingling segera meredam suara disekitarnya, nada-nada yang dipermainkannya sangat indah dan menyayat hati sampai seseorang ingin memejamkan matanya untuk beberapa saat.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, alih-alih menikmati alunan kecapi itu justru ia menemukan sesuatu yang ganjil dibalik bunyi kecapinya.
"Ini bukan permainan kecapi biasa tapi sebuah jurus dalam beladiri..." Zhou Yuan menyadari sesuatu.
Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada telinganya agar tidak terpengaruh oleh nada-nada itu, ia juga memberitahu Yifei agar bertindak serupa.