Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 131 — Turnamen Besar Akademi


"Turnamen?" Zhou Yuan sebenarnya pernah mendengar informasi ini namun tidak menduga waktu turnamen itu sudah dekat.


Akademi Empat Kekaisaran adalah sebuah akademi yang terkemuka bukan hanya di Kekaisaran Bulan saja tetapi di tiga Kekaisaran sekaligus.


Seperti namanya akademi tersebut diperuntukkan oleh semua kekaisaran yang ada di Benua Daratan Utara, ia terletak di perbatasan empat kekaisaran, tepat di atas sebuah gunung yang besar dan juga menjulang tinggi.


Akademi Empat Kekaisaran dibangun sebagai perjanjian perdamaian ketika era empat Kekaisaran masih berkonflik serta memperebutkan kekuasaan.


Menurut yang diketahui Zhou Yuan, untuk masuk ke Akademi terbesar itu seorang murid harus mempunyai kemampuan yang tinggi, hanya pendekar muda jenius yang bisa lolos masuk ke sana.


Di akademi itu juga Xiao Rou dan Yue Linxia saat ini tengah belajar, keduanya yang merupakan jenius muda tidak terlalu sulit untuk bisa masuk ke akademi tersebut.


"Yuan'er, karena kau telah setuju mendaftar untuk mengikuti turnamen, bagaimana kalau kau ikut bersama Fei'er, dia juga akan mengikuti turnamen itu."


"Mendaftar?" Zhou Yuan menatap Jiang Qisha dengan kebingungan. "Kapan?"


"Hm, bukankah kau sudah menyetujui dari surat yang kau kirimkan, apa kau lupa?"


Zhou Yuan tersenyum kecut, ia jadi teringat kembali bahwa tujuan perjalanan ia kesini karena disuruh Kakeknya untuk membawa sebuah surat pada Kaisar Bulan.


Zhou Yuan tidak menduga isi surat itu berisi tentang dirinya, sepertinya Zhou Bing memang sudah merencanakan tentang turnamen ini.


Pada akhirnya Zhou Yuan mengangguk, tidak ada salahnya ia pergi ke sana dan mengikuti turnamen tersebut. Zhou Yuan juga ingin melihat Akademi terbesar di keempat kekaisaran itu secara langsung karena dikehidupan pertamanya ia hanya mendengar dari rumor orang lain belaka.


Turnamen besar di Akademi Empat Kekaisaran sendiri biasanya terjadi selama sepuluh tahun sekali, memperebutkan hadiah yang besar jika seseorang pendekar muda memenangkannya.


Peserta dibagi dua jalur, jalur pertama adalah peserta dari murid akademi itu sendiri lalu jalur kedua adalah peserta diluar akademi.


Untuk daftar ke turnamen itu seseorang yang diluar akademi harus membayar pendaftaran yang harganya sangat mahal sementara bagi murid-murid akademi mereka tidak perlu membayar, hanya saja mereka harus mempunyai kemampuan yang layak agar bisa bertanding di turnamen.


"Yang Mulia, jika waktu turnamen dua bulan lagi bukankah waktunya sudah terlambat?" Zhou Yuan mengetahui jarak Ibukota Kekaisaran dengan Akademi sangat jauh, jika menggunakan kuda tercepat sekalipun setidaknya akan membutuhkan waktu sampai 3 bulan lagi.


Jiang Qisha tersenyum lebar, "Masalah perjalanan biar kami yang urus, kita tidak menggunakan jalur darat tetapi menggunakan jalur langit."


Zhou Yuan menahan nafasnya, ia sepertinya mengerti maksud Jiang Qisha mengenai jalur langit.


"Benar, kita akan menggunakan siluman elang untuk berangkat ke sana." Seolah bisa membaca pikiran Zhou Yuan, Jiang Qisha menjawab setelahnya.


Zhou Yuan terkejut, ia pernah mendengar rumor bahwa Keluarga Kekaisaran mempunyai siluman peliharaan elang yang bisanya digunakan Sang Kaisar ketika sedang berpergian ke berbagai tempat dengan mudah.


Hampir sama dengan organisasi yang menunggangi siluman burung saat penyerangan kemarin, siluman elang kekaisaran dapat dikendalikan dan dijadikan kendaraan juga.


Yang membedakan terletak pada jenis siluman itu sendiri, elang yang dipelihara oleh Jiang Qisha bukanlah elang biasa melainkan elang putih yang amat langka.


Elang ini harus dipelihara ketika mereka kecil hingga sampai menjadi siluman, elang putih mempunyai kecepatan terbang dua kali lipat dari siluman elang biasa, setidaknya jika Zhou Yuan pergi ke Akademi, waktu yang ditempuh sekitar beberapa minggu saja.


"Kakek disini?"


"Fei'er, Kakek dan Yuan'er sedang membicarakan tentang turnamen, bagaimana, apa kau sudah siap bertanding di sana?" Jiang Qisha tersenyum, mengelus rambut cucu kesayangannya itu.


Yifei mengangguk dengan semangat, sikap gadis itu berubah drastis ketika bersama Jiang Qisha, lebih ke sifat manja dan ceria.


Jiang Qisha kemudian menjelaskan kembali pada Yifei bahwa gadis itu dan Zhou Yuan kemungkinan akan ikut serta dalam turnamen tersebut.


"Dia ingin daftar turnamen, bukankah itu terlalu..." Yifei melirik Zhou Yuan sampai menelan ludahnya.


Setelah melihat kemampuan Zhou Yuan langsung, Yifei merasa ia sama sekali bukan tandingannya. Jika Zhou Yuan ikut turnamen maka dirinya tidak memiliki harapan menjadi pemenang.


"Kakek mengerti apa yang sedang kau pikirkan tapi turnamen ini bukan memperebutkan kemenangan saja melainkan kebanggan pada Kekaisaran Bulan..." Jiang Qisha mengelus pucuk kepala Yifei sekali lagi.


"Aku mengerti Kakek, aku hanya berpikir kalau Saudara Yuan ikut turnamen, dia akan jadi yang pemenang."


Jiang Qisha tertawa kecil, sebenarnya ia sudah memikirkan itu sejak pertama kali bertemu Zhou Yuan di Kota Hana.


Dalam sekali lihat saja, tidak ada pendekar di dunia persilatan yang berusia dibawah 20 tahun memiliki bakat setinggi Zhou Yuan. Bisa dikatakan Jiang Qisha seratus persen yakin Zhou Yuan akan jadi pemenang di turnamen besar itu.


Jiang Qisha kemudian menjelaskan bahwa keduanya akan berangkat sekitar 2 minggu lagi, ia meminta agar Zhou Yuan maupun Yifei lebih giat dalam berlatih.


"Aku tidak bisa mengantar kalian ke sana karena masalah situasi istana, tangan kananku, Jiang Long akan mewakiliku sekaligus mengantar kalian ke Akademi."


"Tapi Kakek, bukankah turnamen itu dihadiri empat Kaisar, jika Kakek tidak ke sana bagaimana pendapat 3 Kaisar yang lain?" Yifei sebenarnya berharap Kakeknya yang mengantar ke sana sebab ingin membuat Jiang Qisha bangga dengan kemampuannya.


"Masalah itu Kakek sudah memberi surat pada 3 Kaisar yang lain, kau tidak perlu mengkhawatirkannya..." Jiang Qisha mengerti perasaan cucunya tapi ia tidak bisa berbuat banyak, akibat penyerangan Kuil Awan Langit membuat ia jadi lebih sibuk mengurusi pemerintahan.


Yifei menghela nafas panjang, tidak bisa berbuat banyak apalagi memaksakan kehendaknya.


"Tidak perlu bersedih, Fei'er, bukankah kau bisa melakukan-..." Jiang Qisha mendadak mendekatkan bibirnya ke telinga Yifei, dia membisikkan sesuatu, cukup panjang, ketika Jiang Qisha menarik diri, wajah Yifei sudah memerah.


"Kakek..." Yifei memukul ringan Jiang Qisha yang kini malah tertawa lepas.


Zhou Yuan melihat sepasang Kakek dan cucu itu sejak tadi, ia tidak bisa mendengar apa yang dibisikkan Jiang Qisha sampai membuat wajah Yifei memerah seperti kepiting rebus.


"Kalau begitu aku pamit Yuan'er..." Setelah tertawa Jiang Qisha membalikkan badannya. "Tolong jaga Fei'er, dia sangat peduli padamu, dia-..."


"Kakek!" Wajah Yifei semakin memerah.


Jiang Qisha tertawa kecil sebelum mulai melangkahkan kakinya meninggalkan keduanya, membiarkan Yifei yang masih salah tingkah.


"Ini bukan sesuatu yang berhubungan dengan dirimu, kau jangan salah paham!" Dengan wajah yang masih memerah, Yifei menunjuk kening Zhou Yuan.


Zhou Yuan tersenyum tipis lalu menyuruh Yifei agar melatih teknik tendangannya lagi.