
"Apa tidak ada cara lain agar aku lolos dari ini?" Zhou Yuan mengigit bibirnya, ia merasa kehidupan keduanya ini akan segera berakhir.
Saat ini Zhou Yuan sedang dikepung belati yang dilepaskan Xian Li, gadis itu ternyata mempunyai kemampuan mengendalikan belasan belatinya seperti bagian dari tubuhnya.
Belasan belati itu segera menyerang Zhou Yuan seperti seekor lebah yang marah, Zhou Yuan menangkis beberapa belati yang hendak menusuknya sementara sisanya ia menghindar.
Biarpun begitu, tubuh Zhou Yuan perlahan-lahan mulai dipenuhi oleh goresan luka, pakaiannya yang digunakannya juga ikutan robek akibat tergores belati tersebut.
Zhou Yuan memutar otaknya agar bisa keluar dari situasi ini, kenyatannya saat diposisi terdesak, seseorang akan sulit untuk berpikir jernih.
Pedang yang digunakannya sudah mengalami kerusakan kecil saat menahan belati-belati tersebut, Zhou Yuan berusaha menghancurkan belatinya namun senjata itu terlalu keras untuk dibelah.
Belati-belati yang dilepaskan Xian Li ternyata bukanlah senjata biasa melainkan hampir semuanya adalah pusaka kelas tiga. Zhou Yuan tidak pernah mengira akan ada seseorang yang memiliki banyak pusaka di tangannya seperti Xian Li.
"Bagaimana bisa dia mendapatkan pusaka sebanyak ini?!" Zhou Yuan merapatkan giginya, pusaka sangatlah kokoh, menghancurkannya membutuhkan usaha yang lebih.
Di kehidupan pertama Zhou Yuan, pusaka sangatlah sulit di temui di dunia persilatan karena pembuatan serta bahannya yang langka, mengingat seorang pendekar alam kristal saja memiliki banyak pusaka seperti ini menunjukkan ada banyak perubahan setelah seratus tahun berlalu.
Hal terbaik di situasinya sekarang adalah serangan Xian Li tidak bertujuan untuk membunuhnya, gadis itu sepertinya ingin melumpuhkan Zhou Yuan dan menangkapnya hidup-hidup.
Walaupun begitu serangan Xian Li tetap berbahaya, karena beberapa kali ada belati yang ingin menancap di tangan atau pahanya.
Zhou Yuan menggenggam pedangnya lebih erat, tidak ada cara lain. Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya sebelum mengayunkannya dengan kuat.
Dengan ayunan tersebut, Zhou Yuan berhasil menghancurkan salah satu pusaka belati milik Xian Li, sebelum gadis itu bereaksi Zhou Yuan menebas belati yang lain dengan cepat.
Xian Li hampir muntah darah melihat senjata andalannya dihancurkan begitu saja, hatinya tersayat-sayat ketika Zhou Yuan menebas pusakanya satu persatu.
"Kau-!" Mata Xian Li memerah, nafasnya memburu dan memandang Zhou Yuan penuh kebencian.
Xian Li segera menarik semua belati di dekat Zhou Yuan sebelum semuanya habis dihancurkan oleh anak muda itu. Xian Li tidak ingin kehilangan semua pusakanya, membutuhkan biaya mahal untuk satu pembuatan pusaka tersebut.
Disisi lain Zhou Yuan mengatur nafasnya setelah belati-belati itu pergi darinya. Tenaga dalamnya tinggal sedikit lagi dan Zhou Yuan menggunakannya untuk menghentikan luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya.
Satu hal yang Zhou Yuan syukuri adalah belati itu tidak di olesi racun, akan sangat merepotkan baginya menghindari belati itu jika disertai racun ular es.
Xian Li memandang Zhou Yuan penuh amarah, tidak ada lagi senyum manis di wajahnya sesudah pemuda itu menghancurkan pusaka-pusakanya. Xian Li tidak menahan lagi, ia ingin membunuh Zhou Yuan sekarang juga.
Gadis itu kemudian mengeluarkan tiga belati lain, ukurannya jauh lebih besar dibanding sebelumnya begitu juga dengan ketajamannya.
Tanpa menunggu lagi, Xian Li melepaskan tiga belati itu ke udara yang segera terbang menuju Zhou Yuan dengan kecepatan tinggi.
Zhou Yuan tidak punya waktu untuk mengindari belati yang bergerak cepat seperti itu, ia menangkis dengan pedangnya namun yang mengejutkan senjatanya langsung rusak dengan serius.
Zhou Yuan menahan nafas saat menyadari tiga belati tersebut setidaknya berada di kualitas pusaka kelas satu. Tidak punya waktu untuk berpikir, Zhou Yuan menahan setiap tusukan belati Xian Li dengan pedang.
Dalam lima kali senjata keduanya beradu, pedang Zhou Yuan patah menjadi dua. Disisi yang sama Zhou Yuan langsung jatuh berlutut usai salah belati menggores betisnya dengan dalam.
Zhou Yuan mengepalkan tangannya keras, ia sudah tidak mampu bergerak lagi atau menangkis dengan pedangnya, Zhou Yuan menutup matanya saat salah satu belati itu terbang ke arahnya.
"Yuan'er, kau ternyata lebih mengejutkan dari yang aku duga. Maaf jika kedatanganku yang sedikit terlambat..."
Zhou Yuan membuka matanya saat mendengar suara tersebut, baginya suara itu tidak asing di telinganya dan ketika Zhou Yuan melihat sosoknya, mata Zhou Yuan melebar dengan penuh keterkejutan.
"Kakek Jiang..."
Zhou Yuan tidak pernah lupa dengan kakek tersebut, seorang pria paruh baya yang memiliki aura kharisma yang cucunya telah ia tolong sebelumnya.
Yang membuat Zhou Yuan terkejut adalah pria yang disebut Kakek Jiang itu kini sedang menahan belati Xian Li dengan mudah yaitu dengan kedua jarinya.
"Kakek Jiang-..."
"Kita tunda dulu pembicaraannya... " Kakek Jiang menggeleng pelan, "Untuk sekarang aku harus mengurusi nenek-nenek yang berwajah muda itu."
"Apa kau bilang-!"
Xian Li yang mendengar itu dari jauh langsung tersulut emosi, ia berusaha menggerakkan belati di tangan Kakek Jiang namun usahanya tidak berhasil, emosi Xian Li seketika memudar menyadari kakek di depannya merupakan pendekar tingkat tinggi juga.
"Kau, siapa kau sebenarnya?!" Xian Li sadar, menahan pusakanya hanya dengan ujung jari menunjukkan kakek tersebut memiliki kemampuan yang tinggi.
Kakek Jiang tersenyum sinis, "Apa mengetahui namaku penting, yang pasti kalian akan tamat disini..."
"Oh, aku ingin lihat apakah kau bisa tersenyum seperti itu setelah melihat kekuatanku.."
Xian Li kembali mengerahkan belasan belati-belatinya kali ini ia langsung bertarung dengan serius.
Kakek Jiang tidak panik saat belasan pusaka itu terbang ke arahnya, sebaliknya ia hanya mengayunkan tangannya di udara dan menciptakan gelombang angin.
Gelombang angin itu tidak membuat belati Xian Li terhenti melainkan hanya melambat
"Oh tidak buruk..." Kakek Jiang tampaknya tidak terkejut dan hal tersebut.
Kakek Jiang membuka telapak tangannya sebelum mengalirkan tenaga dalam dan merubahnya menjadi energi. Perlahan-lahan sebuah api biru muncul, Kakek Jiang kemudian membentuk sebuah pedang dari api biru tersebut.
Ketika belati itu sudah berada di dekatnya, Kakek Jiang kemudian menebas belati-belati Xian Li dengan mudah, dalam sekali ayunan sederhana, tiga belati hancur meleleh.
Xian Li terkejut melihat api biru tersebut, begitu juga dengan anggota salju abadi yang lain termasuk Zhou Yuan salah satunya.
Api biru yang dilepaskan Kakek Jiang tidaklah asing terdengar di dunia persilatan, hanya satu Keluarga yang mempunyai kemampuan tersebut ia adalah Keluarga Kekaisaran Jiang.
Zhou Yuan terbatuk-batuk, ia sudah menduga status Kakek Jiang tidaklah biasa namun tidak menyangka ia berasal dari Keluarga Kekaisaran.
"Dilihat dari umur serta kemampuannya, hanya ada satu orang yang memiliki kekuatan setingkat ini, apa dia adalah Yang Mulia Kaisar Bulan, Jiang Qisha?"Zhou Yuan menenangkan nafasnya, fakta ini membuatnya benar-benar terkejut.