Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 144 — Gelembung Peledak


Keesokan harinya Zhou Yuan dan Yifei kembali ke acara turnamen namun yang berbeda kali ini keduanya duduk di kursi penonton.


Zhou Yuan maupun Yifei sebenarnya bisa saja duduk di kursi para peserta kembali namun mereka tidak menginginkannya karena tidak bergerak leluasa.


Zhou Yuan duduk di kursi yang bisa memandang seluruh arena sementara Yifei duduk di sampingnya.


"Apa hari ini Nona Xiao dan Nona Yue akan bertanding?" Yifei bertanya.


"Aku tidak tahu tapi kita lihat saja nanti." Zhou Yuan mengangguk pelan.


Seperti kemarin, Xiong Bian akan memulai acaranya dengan pembukaan terlebih dahulu, tidak ada yang berbeda, ia menyambut kedatangan para tamu yang telah hadir di acara turnamen tersebut.


Yifei melambaikan tangannya pada Xiao Rou dan Linxia ketika ketiga pandangan mereka bertemu, kedua gadis itu kemudian melambaikan tangannya juga ke arah Yifei sebagai jawabannya.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga keakraban mereka bisa begitu cepat terjalin.


"Sepertinya pertemanan kalian bertiga sudah cukup dekat?"


"Aku tidak mengetahui tanggapan Nona Xiao atau Nona Yue padaku tetapi aku sudah menganggap mereka teman." Yifei menjawabnya.


Zhou Yuan mengangguk pelan, ia baru pertama kali melihat Yifei berwajah seceria itu selain kepada Jiang Qisha.


Perhatian Zhou Yuan kembali tertuju ke arena pertandingan dimana Xiao Bian sudah menyelesaikan acara pembukaannya.


"Baiklah tanpa menunggu lagi kita akan memulai turnamennya, peserta bernama Zuo Lang dan Huang Dan silahkan naik ke atas arena..." Xiong Bian memanggil peserta yang akan bertarung.


"Ah, ini dia pertarungan yang aku tunggu-tunggu, Zuo Lang si gelembung peledak. Aku ingin lihat kemampuan gelembungnya yang terkenal itu..."


"Kenapa lawan dia adalah Huang Dan, si tongkat kera, jika seperti ini aku cukup yakin Huang Dan yang akan menjadi pemenang dipertandingan ini."


"Omong Kosong, kau tidak tahu apa-apa tentang Zuo Lang, sekali gelembungnya meledak, Huang Dan akan langsung pingsan seketika..."


Para penonton menjadi riuh membahas kemampuan keduanya, bisa dibilang pertandingan kali ini cukup menarik dimana keduanya sama-sama memiliki keahlian masing-masing yang tinggi.


Zhou Yuan juga penasaran, ia pernah melihat kemampuan Zuo Lang dalam menggunakan gelembungnya namun ia belum menyaksikan bagaimana sebuah gelembung itu bisa digunakan sebagai alat bertarung.


Tak lama kemudian Xiong Bian meniupkan peluitnya, sedetik kemudian Huang Dan berlari ke arah Zuo Lang dan mengayunkan tongkatnya yang berwarna perak.


Huang Dan sudah mengetahui kemampuan gelembung Zuo Lang dan ia menyadari kelemahan Zuo Lang terletak pada pertarungan jarak dekat.


Tanpa menunggu lagi dia mempersempit jarak antara keduanya, Huang Dan mengayunkan tongkat peraknya disertai tenaga dalam namun beberapa senti lagi tongkatnya menyentuh Zuo Lang, sesuatu menahan tongkat ayunan Huang Dan.


Huang Dan mengerutkan dahi saat menyadari yang menahan ayunan tongkatnya itu adalah perisai gelembung.


Zuo Lang mencipta gelembung yang menyelimuti tubuhnya, meskipun gelembung itu tampak lemah namun tongkat Huang Dan tidak bisa menembusnya.


Zuo Lang kembali mengayunkan tongkatnya beberapa kali namun tidak berhasil, gelembung itu tidak rusak dan hanya menciptakan retakan saja.


Dengan teknik gelembungnya, selain bisa digunakan menyerang Zuo Lang juga memakainya sebagai pertahanan.


Huang Dan berdecak, ia mengayunkan kembali tongkatnya ke arah gelembung itu namun sebelum dia melakukannya. Zuo Lang menciptakan gelembung lainnya lagi.


Gelembung itu kecil namun jumlahnya banyak, mereka bergerak lambat ke arah Huang Dan yang refleks hancur ketika bersentuhan dengan lelaki itu.


Ketika gelembung itu hancur, sebuah ledakan langsung terjadi, membuat Huang Dan tidak punya pilihan lain selain melompat mundur.


Huang Dan berdecak kesal, kini ada jarak antara dirinya dengan lawannya dan Huang Dan bisa melihat Zuo Lang terus menciptakan gelembung-gelembung lebih banyak lagi.


'Jadi begitu, ledakan itu tercipta dari tekanan udara yang terjebak di dalam gelembung, aku baru mengetahui ada teknik sehebat dan seunik ini..." Zhou Yuan yang menonton keduanya bertarung tak henti-hentinya untuk berdecak kagum.


Ledakan yang dilepaskan Zuo Lang mampu membuat orang lain terluka jika mengenainya, kini ia bisa melihat Huang Dan semakin terpojok melawan gelembung yang sudah hampir memenuhi arena pertandingan.


Huang Dan mengalirkan tenaga dalam yang besar pada tongkatnya seketika itu juga tongkat perak itu terselimuti oleh angin. Dalam sekali ayunan, Huang Dan menciptakan hembusan angin yang besar.


Hembusan angin tersebut berhasil membuat gelembung-gelembung yang bergerak ke arahnya terdorong beberapa saat namun itu hanya sebentar sebelum gelembung kembali bergerak ke arah Huang Dan.


Bukan hanya membuat gelembung saja tetapi Zuo Lang dapat mengendalikan gelembung-gelembung tersebut seperti bagian tubuhnya.


Huang Dan semakin terpojok karena gelembung-gelembung semakin memenuhi arena pertarungan, ia yakin sedikit saja tubuhnya mengenai gelembung itu, gelembung-gelembung yang lain akan ikutan meledak.


Huang Dan terus mundur hingga akhirnya kakinya menyentuh batas arena pertandingan. Huang Dan menghela nafas, ia benar-benar tidak berkutik melawan Zuo Lang.


Huang Dan melepaskan tongkatnya ke lantai lalu mengangkat tangannya. "Aku mengaku kalah..."


Pertandingan seketika itu juga selesai, Zuo Lang menjentikkan jarinya seketika gelembung yang memenuhi arena pertandingan meletus dan menghilang di udara.


Pertandingan tersebut berlangsung singkat, Huang Dan begitu tidak berdaya melawan Zuo Lang bahkan sebelum ia menggunakan jurus tongkatnya yang membuat namanya terkenal di dunia persilatan.


Xiao Bian kemudian mengumumkan kemenangan Zuo Lang, sekaligus memanggil peserta lainnya yang bakal melawan pemuda itu.


"Aku menyerah, aku tidak akan sanggup melawannya."


"Tidak perlu bertanding, kekuatanku bukan tandingan Saudara Zuo."


Dua peserta yang akan menjadi lawan Zuo Lang seketika langsung menyerah sesudah melihat kemampuan gelembungnya.


Jika Huang Dan saja yang terkenal kalah dengan mudah apalagi keduanya yang memiliki kekuatan dibawah Huang Dan.


Seketika itu juga Zuo Lang diputuskan lolos ke Babak Utama.


Zhou Yuan tersenyum tipis melihat kejadian tersebut sambil menggelengkan kepala. "Kenapa mereka tidak mencoba bertanding saja dengannya, setidaknya kalau tidak bisa menang mereka bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran."


Pertandingan kembali berlanjut, dan beberapa pertandingan berikutnya para peserta mulai bertarung dan unjuk kekuatan.


Zhou Yuan menguap lebar begitu juga dengan beberapa penonton didekatnya, bisa dibilang pertandingan berikutnya tidak ada yang menarik dan sangat membosankan.


Di pertandingan ke tujuh baru ada salah satu peserta yang cukup terkenal dipanggil dan memasuki arena. Peserta itu adalah Yue Linxia.


"Akhirnya Pedang Hantu masuk arena juga, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya."


"Kudengar Saudari Yue ini memiliki permainan pedang yang aneh dan diluar nalar, hampir gerakan maupun pedangnya sama sekali tidak memiliki suara."


"Bukan itu saja yang membuatnya terkenal tetapi lihatlah keanggunan gadis itu."


Zhou Yuan mendengar obrolan para penonton, ia tidak menduga Linxia mempunyai julukan yang unik yaitu Pedang Hantu.


Linxia mempunyai keahlian pedang yang disebut sebagai Teknik Pedang Suara, teknik ini meminimalkan suara yang timbul dari gerakannya sekaligus menyerap suara disekitarnya.


Tentu saja tidak ada yang mengetahui Teknik Pedang Suara di era ini karena teknik tersebut telah hilang ratusan tahun yang lalu sehingga mereka mengira teknik Linxia cukup aneh dan diluar akal mereka.


Linxia mulai menaiki arena pertandingan seketika membuat banyak perhatian langsung tertuju ke arahnya. Wajah Linxia yang manis dengan gaun putihnya yang anggun membuat banyak lelaki tertuju ke arahnya termasuk Zhou Yuan.


"Apa Nona Yue secantik itu?" Jiang Yifei merasa tidak suka Zhou Yuan memandang Linxia tanpa berkedip.


Zhou Yuan tersenyum canggung. "Xia'er memiliki tampilan anggun yang berkharisma sementara dirimu adalah gadis yang manis."


Wajah Yifei memerah dan segera membuang wajahnya untuk menutupi dirinya yang tersipu malu. Dia tidak menduga dirinya akan dipuji juga oleh Zhou Yuan.