Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 106 — Kekuatan Kakek Bai


Pemimpin Perompak Mata Satu begitu terkejut Zhou Yuan bisa mengalahkan jurus andalan elemen airnya dengan elemen api, ia tidak menduga Zhou Yuan menguasai perubahan jenis setingkat itu.


Bukan hanya pemimpin Perompak, orang-orang yang di sekitar juga sama terkejutnya.


Mereka yang telah lama hidup menjadi seorang pendekar memahami apa yang dilakukan Zhou Yuan adalah sesuatu yang sulit dilakukan.


Menguasai perubahan jenis membutuhkan waktu yang lama dalam penguasaannya, masalahnya Zhou Yuan dapat melakukan itu dalam usia belasan tahun ditambah api yang dikeluarkannya merupakan teknik api tingkat tinggi, sulit bagi yang melihatnya tidak terkejut.


"Kakak, siapa sebenarnya Saudara Yuan ini? Aku tidak pernah melihat seseorang bisa melepaskan bola api sebesar itu?" Qiyao sampai tidak berkedip ketika Zhou Yuan menunjukkan teknik apinya.


"Aku juga tidak tahu tapi yang pasti Saudara Yuan ini adalah pendekar dengan latarbelakang yang tidak biasa, baik kekuatan maupun kemampuannya tidak pernah aku temui di dunia persilatan..." Jawab Huang Li.


Disisi lain Xi Jinxue justru berpikir hal berbeda, ia pernah melihat bola api yang dilepaskan Zhou Yuan saat kompetisi dulu namun dibandingkan dengan yang sekarang, bola api Zhou Yuan jauh lebih besar.


Zhou Yuan menenangkan nafasnya yang memburu, menggunakan jurus elemen selalu menguras tenaga dalamnya dengan cepat. Jika tidak terpaksa mungkin dirinya tidak akan melakukan jurus perubahan jenis.


"Bola airku bisa dikalahkan olehnya lalu bagaimana dengan yang ini..." Pemimpin Perompak kembali menari namun gerakannya kali ini berbeda dengan sebelumnya.


Pemimpin Perompak adalah pendekar yang menitik beratkan kemampuannya pada ilmu tenaga dalam serta perubahan jenis air sehingga ia tidak pandai bertarung dalam jarak dekat.


Setelah beberapa gerakan, air disekitar Pemimpin Perompak mulai bergetar diikuti dengan ombak yang perlahan terangkat ke atas.


Nafas Zhou Yuan tertahan, ia bisa melihat ombak itu terus meninggi sampai mencapai tujuh meter.


Zhou Yuan menyadari Pemimpin Perompak tersebut adalah seorang yang ahli dalam mengendalikan elemen air, karena keduanya berada di perairan membuat posisi Pemimpin Perompak itu diuntungkan dibandingkan Zhou Yuan.


Ombak yang terbentuk berubah menjadi gelombang tinggi, Pemimpin Perompak melepaskan tenaga dalamnya seketika gelombang air itu mulai maju ke arah Zhou Yuan.


"Sial-!"


Melihat ombak setinggi itu, Zhou Yuan tidak punya pilihan selain harus menggunakan pedang Kusanagi namun sebelum ia menariknya tiba-tiba ada seseorang yang muncul didepannya, menghadang gelombang tersebut.


Orang itu melepaskan serangan tapak pada gelombang air tersebut yang seketika gelombang yang tinggi jadi pecah lalu berubah menjadi hujan gerimis kecil.


Mata Zhou Yuan melebar, ia tidak menduga orang yang menghadang gelombang tersebut adalah Kakek pengemis yang ia temui sebelumnya.


"Kakek Bai, bagaimana..." Zhou Yuan sampai kesulitan berkata-kata.


"Terlalu cepat untuk terkejut Yuan'er, sepertinya kau kesulitan menghadapinya?"


Zhou Yuan masih terkejut tetapi kemudian mengangguk, Pemimpin Perompak itu mempunyai kekuatan di Alam Kristal Tahap Menengah tetapi karena dia bertarung di atas air, kemampuannya jadi meningkat setidaknya ia bisa mengalahkan mereka yang berada di Tahap 6 atau Tahap 7.


Pemimpin Perompak disisi lain terkejut melihat aksi Kakek Bai yang begitu mudah menghancurkan tekniknya namun ia tidak berkecil hati melainkan menciptakan gelombang air selanjutnya namun kali lebih tinggi dari sebelumnya.


Gelombang air itu persis seperti tsunami yang besar, dia bergerak cepat, siap membalikan kapal di depannya.


Melihat hal tersebut Kakek Bai hanya tersenyum tipis lalu menoleh ke arah Zhou Yuan, "Yuan'er, pinjamkan aku pedangmu?"


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak mengerti kenapa Kakek Bai meminjam pedang padanya tetapi ia tidak menolak dan memberikan pusaka ayahnya pada Kakek Bai.


"Yuan'er, aku ingin menunjukkan sesuatu yang luar biasa padamu, melihat dari bakatmu aku cukup yakin kau adalah orang yang pantas untuk bisa melihat dunia luar lebih luas..."


Zhou Yuan tidak memahami ucapan Kakek Bai namun ia melihat Kakek pengemis itu mulai mengangkat pedangnya ke udara sebelum mengalirkan tenaga dalamnya.


Pedang pusaka yang dipegang Kakek Bai perlahan-lahan mulai bercahaya ungu kehitaman yang kian pekat seiring waktu, disisi yang sama, mata pedangnya memancarkan aura kegelapan.


Kakek Bai mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah Pemimpin Perompak, satu ayunan tersebut seketika menciptakan energi pedang warna ungu yang dahsyat dan membelah perairan yang dilaluinya.


Energi pedang itu bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Pemimpin Perompak dan bawahannya belum sempat bereaksi saat energi pedang itu menghantam mereka dan membunuh semuanya.


Zhou Yuan menarik nafas dingin, energi pedang Kakek Bai tidak hanya membunuh para perompak itu melainkan menghancurkan 11 kapal mereka sekaligus.


Yang paling membuat Zhou Yuan terkejut adalah akibat energi pedang tersebut, selama beberapa detik perairan terbelah menjadi dua sampai dasar permukaan tanah.


Seumur-umur Zhou Yuan baru melihat energi pedang memiliki daya hancur semengerikan itu bahkan gurunya pun tidak bisa melakukan apa yang Kakek Bai lakukan.


Zhou Yuan yakin, jagoan nomor satu Kekaisaran Bulan sekarang yaitu Jiang Qisha tidak dapat melakukan hal yang sama.


"Ah, sepertinya aku terlalu berlebihan melakukannya..." Kakek Bai menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung.


"Kakek Bai, itu-..."


"Terlalu mengesankan." Kakek Bai memotong dan tertawa kecil. "Selama kau mempunyai kekuatan yang cukup dan terus mendalami ilmu pedang, membelah lautan bukanlah hal sulit bagimu karena sepertinya kau mempunyai potensi untuk bisa melakukan itu."


"Maksud Kakek?"


Kakek Bai tersenyum tipis sebelum mengembalikan pedangnya pada Zhou Yuan kembali. "Yuan'er, kau sadar dirimu adalah sosok pendekar yang luar biasa, sejujurnya aku lebih terkejut bagaimana kau bisa menggunakan elemen api setingkat itu serta mempunyai pemahaman pedang yang dalam di usiamu yang masih muda. Itu terlalu mustahil."


Zhou Yuan tersenyum tetapi tidak membalasnya, ia tidak bisa menceritakan bahwa dirinya telah hidup dua kali dan semua kemampuan yang ia miliki sekarang berasal dari kehidupan pertamanya.