
Lan Nara dibaringkan di tempat tidur, nafasnya lemah namun senyuman terukir dari bibirnya.
"Terimakasih pendekar, kondisiku jauh lebih baik sekarang." Ucap Lan Nara pelan.
Zhou Yuan mengangguk lalu mengatakan bahwa untuk memulihkan kondisi tubuh Lan Nara kembali ia harus lebih banyak makan agar mencukupi aspek gizinya. Nasihat itu didengarkan oleh Han Xiang dan Lan Nara dengan baik.
Han Lilis tiba-tiba berlari dan memeluk Zhou Yuan. "Aku tidak tahu harus berkata apa tapi sungguh, aku sangat berterima kasih kepadamu."
Zhou Yuan tersenyum lalu mengangguk, setelah situasinya membaik Zhou Yuan kembali ke kamarnya untuk menyerap permata siluman kembali.
***
Ada satu hal yang mengganggu pikiran Zhou Yuan kenapa ia tidak langsung pergi dari pemukiman Ras Manusia Binatang di keesokan harinya, yaitu ia khawatir rombongan penyamun yang menyerang pemukiman ini akan kembali kesini.
Hal yang sama juga dikhawatirkan oleh Han Xiang dan lainnya, meski tidak mengatakannya secara langsung Han Xiang berharap Zhou Yuan lebih lama tinggal disini.
Zhou Yuan sempat berpikir untuk menginap di pemukiman mereka selama tiga hari ke depan demi memastikan para penyamun itu tidak kembali namun ia tidak mempunyai waktu untuk untuk melakukannya, alasannya cukup sederhana dirinya harus pergi melanjutkan perjalanan kembali.
Di saat dia masih dilema, seekor gagak hitam masuk ke dalam kamarnya melalui jendela dan mendarat di depan Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengerutkan dahi melihat gagak itu, ada sebuah gulungan kertas kecil di kaki gagaknya.
Ketika Zhou Yuan mengulurkan tangan, gagak itu langsung hinggap di tangannya, jelas sekali dirinya adalah tujuan dari gagak tersebut.
'Seseorang mengirimkan surat untukku, tapi siapa...' Zhou Yuan tidak ingat ia punya kenalan, apalagi surat itu dikirim oleh gagak bukan merpati.
Zhou Yuan segera membuka gulungan kertasnya, di sana tertulis sebuah pesan untuknya yang ternyata berasal dari Xu Miao, Pemimpin Organisasi Bayangan Malam.
Zhou Yuan sangat terkejut setelah membaca surat itu, Xu Miao mengabarkan bahwa Organisasi Bayangan Malam saat ini sedang menuju ke pemukiman ras manusia binatang yang ia hinggapi, kemungkinan dua sampai tiga hari lagi mereka akan sampai.
"Mereka pindah dari Kekaisaran Bintang menuju ke Kekaisaran Bulan hanya untuk bertemu denganku..." Zhou Yuan menggeleng pelan, antara terkejut dan tidak percaya.
Dalam suratnya Xu Miao membawa semua anggota organisasinya ke sini, perjalanan mereka jelas sangat jauh, Zhou Yuan saja yang terbang membutuhkan waktu beberapa bulan apalagi mereka yang menggunakan jalur darat.
Zhou Yuan ingin membaca surat itu sampai selesai namun ada suara ricuh dari halaman rumah Han Xiang. Suara itu berasal dari beberapa penduduk ras manusia binatang yang mendatangi Han Xiang.
"Lapor Ketua, makam yang kita gali selama seminggu terakhir ternyata ada penunggunya!" Salah satu dari mereka melapor dengan nafas terputus-putus.
"Benar Ketua, ada sebuah raungan yang keras. Kemungkinan raungan itu berasal dari hewan buas atau siluman..." Penduduk yang lain menambahkan, nadanya sedikit ketakutan.
Han Xiang menenangkan mereka terlebih dahulu lalu meminta menjelaskannya secara pelan-pelan.
Zhou Yuan dan Han Lilis muncul untuk melihat apa yang terjadi, ternyata selama ini di pemukiman ras manusia binatang ditemukan sebuah makam bawah tanah tanpa di sengaja.
Zhou Yuan yang paling bereaksi karena ini cukup membuatnya tertarik mengingat ia pernah ke makam bawah tanah beberapa bulan yang lalu bersama Jian Chen.
"Suruh para warga yang lain untuk tidak masuk atau berdekatan dengan makam itu, kita harus menutupnya kembali!" Titah Han Xiang yang langsung di turuti beberapa penduduk itu.
"Sebuah makam?" Tanya Zhou Yuan setelah penduduk itu pergi.
"Ah, pendekar." Han Xiang baru menyadari keberadaan Zhou Yuan. "Ehm, seperti yang anda dengar dari mereka, kami menemukan makam di sekitar pemukiman ini. Sebelumnya aku telah menyuruh beberapa warga untuk menelusuri makam tapi tidak menyangka di sana ada mahluk berbahaya."
Han Xiang mulai menjelaskan lebih detail mengenai makam itu, yang lokasinya berada di bawah tanah serta di dalamnya sangat gelap dan menyeramkan.
Zhou Yuan mengelus dagunya pelan. "Apa aku boleh ke sana?"
"Aku ingin menelusuri makam itu, jika tidak keberatan mungkin aku akan masuk ke dalamnya."
Han Xiang batuk pelan, ia mengingatkan tentang informasi beberapa warga sebelumnya yang mengatakan ada raungan hewan buas di dalam makam tersebut, jelas sangat berbahaya hanya saja Zhou Yuan tetap ingin ke sana.
Han Xiang menggaruk kepala, tidak bisa mencegah Zhou Yuan lebih jauh apalagi mengingat kemampuan pemuda itu lebih tinggi darinya.
"Apa kau akan pergi ke sana?" Disisi lain Han Lilis justru merasa khawatir mendengar keputusan Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengangguk, tersenyum. "Tidak perlu khawatir, jika di dalam memang sangat berbahaya aku akan langsung pergi dari sana." Zhou Yuan menyadari kekhawatiran gadis itu.
Han Xiang kemudian mengantarkan Zhou Yuan ke lokasi makam yang dimaksud, di sana sudah ada beberapa warga yang hendak membuat pagar disekitar makam itu.
Melihat Zhou Yuan, para warga ras manusia binatang itu tampak takut dan tidak berani bersi tatapan dengannya. Kabar Zhou Yuan menghabisi para penyamun tanpa ampun sudah menyebar ke seluruh pemukiman.
Zhou Yuan tidak ambil pusing dengan reaksi mereka sementara Han Xiang merasa tidak enak hati pada Zhou Yuan.
"Apa pendekar yakin Ingin memasukinya?" Han Xiang bertanya sekali lagi, mengalihkan perhatian Zhou Yuan dari warganya.
"Aku akan tetap masuk ke dalam." Zhou Yuan mengangguk, tatapannya terfokus ke arah makam tersebut.
Seperti dugaan Zhou Yuan, makam itu hampir sama persis dengan makam yang ia kunjungi beberapa waktu lalu. Selain ruangan dalamnya yang gelap, struktur bangunan makamnya tampak sudah dibangun sangat lama. Makam ini seperti makam kuno.
Zhou Yuan akhirnya melangkah memasuki makam itu setelah Han Xian memperbolehkannya, para warga disekitarnya tidak berkomentar apapun sebelum tubuhnya hilang di kegelapan makam.
"Ketua apa tidak masalah dia pergi ke dalam?" Salah satu dari mereka berbisik, bertanya pada Han Xiang usai Zhou Yuan pergi.
"Aku meragukannya tapi kuharap dia baik-baik saja." Han Xiang menghela nafas.
"Tapi raungan itu... Aku yakin ada sesuatu berbahaya di dalamnya." Warga itu merasa ngeri.
Han Xiang menghela nafas lagi, ia juga sebenarnya khawatir tetapi Zhou Yuan sepertinya sudah bulat ingin memasuki makam itu. Han Xiang hanya tidak ingin Zhou Yuan kenapa-napa mengingat jasanya yang telah menolong pemukimannya.
***
Zhou Yuan membuat beberapa bola api yang mengambang di sekitarnya untuk membuat pencahayaan. Ketika puluhan langkah memasuki makam tersebut Zhou Yuan disuguhi sebuah anak tangga yang menuju ke kedalaman bawah tanah.
Tangga itu lumayan dalam seperti makam yang ia telusuri bersama Jian Chen, Zhou Yuan sudah mengeluarkan pedang Kusanagi di pinggangnya, bersiap terhadap macam bahaya.
Ketika tiba di dasar tangga, Zhou Yuan sadar tidak ada dari warga itu yang menginjakkan kakinya di sini karena baru saja dia tiba sudah ada raungan keras yang dimaksud Han Xiang tadi.
Raungan itu membuat bulu kuduknya berdiri, insting bertarungnya mengatakan bahwa tidak lama lagi ia akan bertarung dengan sumber raungan itu.
Benar saja, ketika Zhou Yuan tiba di salah satu ruangan yang ada di makam tersebut, ia mendengar raungan lagi tetapi kali ini lebih dekat dan berada di belakangnya.
"Sial-!"
Zhou Yuan menoleh dan sangat terkejut saat seekor beruang besar setinggi 5 meter tiba-tiba sudah berada dibelakangnya sambil mengayunkan tangan besarnya dengan kuat.
Merasa tidak bisa menghindar, Zhou Yuan menggunakan sisik emasnya untuk melindungi tubuhnya namun ayunan tangan beruang itu di luar perkiraannya.
Ayunan cakar beruang itu mengenai Zhou Yuan dengan kuat membuat pemuda itu terpelanting belasan meter hingga berhenti mengenai di dinding ruangan.
Zhou Yuan terbatuk-batuk, darah muncul di sudut bibirnya. Zhou Yuan terkejut, sedikit tidak menduga tenaga beruang itu lebih besar dari dugaannya. Jika tidak ada sisik naga emas yang melindungi tubuhnya dari hantaman mungkin beberapa tulang rusuknya sudah retak sekarang.