Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 266 — Latihan Bersama


"Yin'er, Kakak akan memperagakan salah satu teknik pedang yang Kakak kuasai, ini sedikit rumit tolong perhatikanlah dengan teliti..."


Setelah melihat kemampuan Yuyin, Zhou Yuan mengambil pedang kayu dan ingin menunjukkan teknik pedang yang dimilikinya. Zhou Yuan berharap adiknya itu mendapat sedikit pencerahan terhadap kemampuan pedangnya ketika melihat dirinya bermain pedang.


Yuyin mundur beberapa langkah untuk memberikan tempat Kakaknya bermain pedang.


Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum kemudian mulai menggerakkan tubuhnya, teknik pedang yang ia tampilkan pada adiknya merupakan Teknik Pedang Suara berasal dari klan Yue.


Gerakan Zhou Yuan tampak memukau serta begitu indah dipandang, Yuyin sampai terpana melihat permainan pedang Kakaknya yang sangat berbeda dengan teknik pedang yang selama ini ia pelajari.


Teknik Pedang Suara menitik beratkan pada gerakan halus dan lembut, meminimalisir setiap ayunan pedangnya agar tidak terlalu bergesekan dengan udara di sekitarnya. Hal ini membuat setiap permainan pedang Zhou Yuan hampir tidak menimbulkan suara.


"Bagaimana Kakak melakukannya!? Tolong ajari aku, ajari aku!" Yuyin tampak bersemangat, menghampiri Zhou Yuan dengan mata berapi-api.


Zhou Yuan tertawa kecil, akhirnya adiknya itu berani berbicara padanya kembali.


"Apa kau ingin menguasai teknik yang Kakak peragakan tadi, hm?" Tanya Zhou Yuan, mengelus kepala adiknya.


Yuyin mengangguk cepat, gadis itu tampak tidak sabar ingin melakukannya.


Zhou Yuan tersenyum, alasan Zhou Yuan memperlihatkan kemampuan pedangnya karena ia merasa Yuyin sangat cocok mempelajari teknik pedang dari klan Yue itu.


Zhou Yuan kemudian memperagakan lagi dan mengulangnya beberapa kali hingga adiknya bisa mengingat semua gerakannya. Yuyin yang kala itu tidak sabar langsung mempraktekkannya dengan penuh semangat.


Menurut Zhou Yuan, bakat Yuyin tidak kalah hebat dengan bakat Linxia, tubuhnya bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan permainan pedang yang digunakan.


Yuyin mencobanya sekali, pergerakan gadis itu sedikit kaku tetapi permainannya sudah lumayan meningkat. Di percobaan kedua, Yuyin sudah lebih memahaminya tetapi gerakannya masih belum sempurna.


'Sudah kuduga, Yin'er memang cocok belajar Teknik Pedang Suara...' Zhou Yuan tersenyum lebar melihat bakat adiknya.


Tidak semua orang bisa mempelajari teknik pedang elemen kecuali orang tersebut memang cocok dengan tubuh serta bakatnya. Klan Xiao misalnya, meski mereka adalah klan yang terkenal dengan Teknik Pedang Airnya namun tidak semua anggotanya menguasai teknik tersebut.


Hal sama berlaku juga untuk Teknik Pedang Suara, beberapa orang mungkin pernah melihat Yue Jian atau Linxia bermain pedang tetapi tidak ada dari mereka yang bisa mempelajarinya.


Zhou Yuan terus memperhatikan Yuyin memainkan teknik pedangnya, sesekali Zhou Yuan memberi juga petunjuk agar gadis itu.


Yuyin tampak gembira, ada perbedaan besar antara ia diajarkan Zhou Bing dan Kakaknya, Yuyin bisa merasakan Kakak kandungnya itu lebih memahami pedang dari siapapun sehingga penjelasannya sangat sederhana namun mudah dimengerti olehnya.


Zhou Yuan ingin menemani adiknya berlatih lebih lama namun tiba-tiba seorang pelayan datang dan menghampiri keduanya.


"Permisi Tuan Muda, Ketua memerintahkan anda untuk pergi ke ruang utama Keluarga hari ini." Ucap pelayan itu membungkuk hormat.


"Apa waktunya sekarang?"


"Ya Tuan Muda, beliau mengatakannya sekarang."


Zhou Yuan mengangguk pelan lalu menoleh pada adiknya dan berpamitan.


"Kau berlatih sendiri dulu Yin'er, Kakak ada urusan terlebih dahulu..."


Yuyin tampak enggan dengan memasang wajah cemberut tetapi ia tidak bisa mencegah Kakaknya pergi.


"Jangan khawatir, nanti setelah kembali Kakak akan banyak mengajarkan teknik pedang pada Yin'er, lebih hebat dari ini..." Zhou Yuan mencolek hidung gadis kecil itu.


"Iya, Kakak berjanji." Zhou Yuan menyambut jari kecil gadis tersebut.


Yuyin tampak gembira sementara Zhou Yuan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya, ia kemudian pergi meninggalkan adiknya tersebut sementara pelayan tadi mengikutinya dari belakang.


***


Zhou Yuan tiba di ruangan utama Keluarga Zhou, ketika dirinya di sana ia mendapati Zhou Bing, Ayahnya serta semua para Tetua Keluarga Zhou sudah ada disini.


Zhou Yuan sudah menebak hal ini akan terjadi jadi dia mengetahui apa alasannya di suruh kesini.


Zhou Yao duduk di singgasananya sebagai Pemimpin Keluarga sementara Kakeknya duduk di sampingnya lalu untuk para Tetua, mereka duduk disamping kiri kanan Zhou Yuan.


"Salam hormat, Ayah..." Zhou Yuan berlutut di depan singgasana ayahnya.


Zhou Yao mengangguk lalu memberikan tanda agar Zhou Yuan bangkit kembali.


"Yuan'er, apa ayah mengganggu aktivitasmu?"


"Tidak Ayah, aku tadi sedang menemani Yin'er belajar pedang."


Zhou Yao mengangguk pelan lalu kemudian mengatakan alasan Zhou Yuan disuruh kesini


Kedatangan Zhou Yuan memang mengejutkan semua orang, tentu mereka sangat bahagia karena Tuan Muda mereka yang dianggap mati ternyata masih hidup tetapi disisi lain ada banyak pertanyaan di benak yang lain yaitu kenapa Zhou Yuan bisa selamat.


Zhou Yuan sudah dicari oleh pihak Akademi ketika pertempuran saat turnamen, tidak hanya dirinya yang dianggap hilang tetapi Yifei, Linxia, dan Xiao Rou juga ikut dikatakan hilang bersamanya.


Seharusnya jika Zhou Yuan masih hidup, keberadaannya akan ditemukan oleh pihak akademi saat itu. Pencarian mereka tidak berlangsung sehari tetapi sampai berbulan-bulan namun pencarian tersebut berakhir kosong sehingga dinyatakan Zhou Yuan dan tiga gadisnya dianggap meninggal.


Zhou Yuan mengerti keheranan mereka dan ia cukup memahaminya. Terlalu aneh memang ketika seseorang dinyatakan meninggal bertahun-tahun ternyata masih hidup lalu pulang kembali ke rumahnya.


"Tentu kalau kau tidak mau menjawab kami bisa memakluminya, Yuan'er, kami tidak memaksa..." Kali ini Zhou Bing yang berbicara. "Selama kau selamat, kami sudah bahagia dengan fakta itu..."


"Tidak apa-apa Kakek, sejak awal aku memang ingin menceritakan ini pada yang lain." Zhou Yuan tersenyum tipis. "Mungkin cerita ini sedikit sulit dipercaya tetapi biarkan aku menyelesaikannya sampai akhir..."


Zhou Yuan kemudian menceritakan hal yang terjadi padanya ketika pertempuran di Akademi tiga tahun yang lalu. Sebagian Zhou Yuan tutupi sementara sebagian lainnya ia bercerita terus terang.


Zhou Yuan mengatakan bahwa ia dan tiga gadisnya berpindah tempat secara tiba-tiba ketika dalam pertempuran tersebut lalu muncul di salah satu tempat yang ada di Kekaisaran Bintang.


Zhou Yuan tidak menceritakan tentang portal atau berpindah dunia apalagi sampai bertemu Feiyu. Alasan Zhou Yuan bisa kesini selama tiga tahun karena berlatih di sana terlebih dahulu sebelum menuju kesini yang juga membutuhkan waktu lama.


Tentu saja cerita tersebut tidak bisa dipercaya oleh siapapun, terlalu aneh dan bahkan terkesan seperti dibuat-buat namun beberapa cerita terlihat masuk akal.


Seperti kekuatan Zhou Yuan, mereka sudah melihat bagaimana pemuda itu melukai Ling Fuyan dengan mudah padahal Tetua Keluarga Ling itu berada dipuncak Alam Kristal.


Meski tidak mengetahui tingkatan Zhou Yuan sekarang namun para Tetua menyadari Zhou Yuan telah tumbuh menjadi sosok pendekar yang lebih kuat dari Zhou Bing.


Menyadari arah pikiran mereka Zhou Yuan kemudian melepaskan aura kekuatannya yang dahsyat, yang membuat orang sekitarnya merasa tertekan.


Zhou Bing menahan nafasnya ketika merasakan aura tekanan tersebut. "Aura sehebat ini... Tidak mungkin, Yuan'er, kau, kau berada di Alam Cahaya!?"