Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 200 — Kebakaran Desa


"Sampai kapan aku terus di situasi seperti ini..." Zhou Yuan menggaruk kepala dengan perasaan sedikit frustasi.


Setelah Zhou Yuan memasuki portal cermin, dirinya masih terus di lorong portal selama beberapa jam hingga sampai sekarang. Zhou Yuan tidak yakin tetapi sepertinya ia sudah setengah hari tinggal di lorong portal tersebut.


Zhou Yuan sama sekali tidak melihat ujung portal ini yang menunjukkan begitu jauhnya jarak perpindahan dunia.


Zhou Yuan berusaha menghabiskan waktunya dengan membaca Kitab Raja Langit di cincin ruangnya namun saat mencobanya cincin ruang itu tidak berfungsi, mungkin karena sekarang Zhou Yuan berada didalam lorong portal yang tidak mengenal ruang dan waktu.


Jadilah disaat sekarang Zhou Yuan tidak melakukan apapun selama beberapa jam dan hal ini membuatnya sangat bosan, tubuhnya terus terbawa arus lorong portal dengan bergerak dengan kecepatan yang tinggi.


"Kuharap aku disini tidak menghabiskan waktu yang lama..." Zhou Yuan menghela nafas kasar.


Beberapa saat kemudian Zhou Yuan akhirnya melihat secercah cahaya yang sangat kecil tepat jauh dihadapannya. Wajah Zhou Yuan mendadak menjadi cerah, tidak salah lagi cahaya itu merupakan ujung portal.


Cahaya itu terus membesar seiring Zhou Yuan bergerak ke arahnya. Ketika tinggal beberapa kilometer lagi, cahaya tersebut semakin terang hingga membuat Zhou Yuan harus menutupi matanya.


Saaat Zhou Yuan membuka mata kembali, dia menemukan dirinya sudah keluar. Zhou Yuan terkejut ketika keluar dari portal itu dirinya sedang terjun dari atas langit.


Zhou Yuan segera mengalirkan tenaga dalam pada seluruh tubuhnya sebelum menggunakan ilmu terbang. Tubuhnya yang hampir telak mengenai tanah kini batal karena Zhou Yuan melayang di udara, telat sedikit saja dia tidak mengaktifkan ilmu terbangnya mungkin dia akan menghantam tanah dengan kuat karena terjatuh diketinggian yang tinggi.


"Hm, dimana ini?"


Tempat portal Zhou Yuan muncul tepat berada di tengah hutan, ia tidak bisa melihat apapun disekelilingnya selain hamparan hutan yang luas.


Zhou Yuan sudah diberitahu sebelumnya dari Feiyu bahwa ada kemungkinan titik Zhou Yuan muncul saat berpindah dunia akan berada ditempat yang acak. Zhou Yuan tidak menduga ia akan muncul di tengah hutan.


Yang pertama kali Zhou Yuan lakukan adalah mencoba membuat portal dengan cincin portalnya, ia mengayunkan tangannya beberapa kali namun cincin portal itu tidak bekerja samasekali.


"Sepertinya perkataan Bibi Feiyu benar kalau cincin portal tidak bisa digunakan untuk sementara waktu..." Zhou Yuan menghela nafas pelan.


Feiyu sebelumnya mengatakan bahwa cincin portal tidak bisa langsung aktif karena perpindahan dunia yang Zhou Yuan lakukan, cincin portal itu harus beradaptasi dengan dunia barunya sebelum benar-benar bisa digunakan.


Zhou Yuan menggaruk kepala yang tidak gatal sebelum terbang ke salah satu arah, Zhou Yuan berniat mencari seseorang atau pemukiman untuk dijadikan petunjuk dimana titik tempatnya sekarang.


Zhou Yuan terus terbang dengan kecepatan yang tinggi di atas hamparan hutan yang luas, sekitar lima belas menit kemudian akhirnya ia menemukan sebuah pemukiman yaitu sebuah desa.


Desa itu terletak di pedalaman hutan, Zhou Yuan sebenarnya terkejut karena desa itu berada di tengah-tengah hutan yang sepertinya ada banyak hewan buas atau bahkan siluman didekatnya.


Ketika jarak ia dan desa itu semakin dekat, Zhou Yuan mengerutkan dahinya saat menyadari ada api di desa itu dan ukurannya sangat besar serta di banyak tempat.


"Ini sebuah kebakaran..."


Zhou Yuan akhirnya menyadari api besar itu muncul karena terbakarnya rumah, tidak hanya satu tetapi belasan rumah sedang terbakar diwaktu bersmaan.


Tanpa menunggu lagi Zhou Yuan menaikan kecepatan terbangnya hingga akhirnya ia berhenti tepat di atas desa tersebut.


Para warga itu tidak menyadari kedatangan Zhou Yuan yang melayang di atasnya, lagipula mereka terlalu sibuk untuk memadamkan api yang terus membesar di rumah-rumah mereka.


Zhou Yuan kemudian mengalir tenaga dalam di mulutnya lalu melakukan perubahan jenis air.


"Elemental Air — Hembusan Nafas Air!"


Zhou Yuan menyemburkan air berjumlah besar di mulutnya untuk memadamkan api di salah satu rumah. Semburan air itu cukup besar sehingga dalam waktu singkat langsung memadamkan kebakaran rumah tersebut.


Zhou Yuan tidak berhenti di sana ia terbang ke atas rumah lain dan menyemburkan air serupa.


Aksi Zhou Yuan segera dengan cepat disadari oleh warga desa tersebut, mulut mereka terbuka lebar karena dua hal, pertama Zhou Yuan yang bisa mengeluarkan air di mulutnya lalu kedua Zhou Yuan yang bisa terbang di udara.


Zhou Yuan menyadari perhatian warga desa sedang tertuju ke arahnya namun ia tidak mempedulikannya sekarang, Zhou Yuan terus memadamkan kebakaran itu satu persatu.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga akhirnya Zhou Yuan memadamkan kebakaran di desa tersebut. Zhou Yuan kemudian mulai mendarat tepat didepan para warga desa yang memandangnya sejak tadi.


"Kebakaran di desa kalian sudah padam, kalian bisa tenang sekarang."


Perkataan Zhou Yuan menyadarkan para warga itu, ia hampir tidak berkedip karena aksi Zhou Yuan sebelumnya. Bagi orang desa di pedalaman seperti mereka kejadian tersebut jelas diluar nalar pikirannya.


"Apa anda manusia atau mahluk lain yang sedang menyamar menjadi manusia?" Tanya salah satu warga dengan ragu.


Zhou Yuan batuk pelan, "Aku manusia seperti kalian, tidak lebih."


"Apa kau seorang pendekar?"


Zhou Yuan mengangguk. "Ya, aku seorang pendekar..."


Para warga itu merasa takjub serta lega ketika Zhou Yuan mengatakan demikian, salah satu dari warga itu mendekati Zhou Yuan lalu menyambar tangannya untuk bersalaman.


"Anda pasti adalah pendekar yang dikirim serikat pahlawan di kota untuk membantu desa kami bukan. Syukurlah, kupikir mereka akan mengabaikan misi dari kami..." Ucap warga tersebut sebelum memperkenalkan identitasnya selaku kepala desa disini.


"Aku sudah mendengar dari rumor bahwa pendekar adalah manusia yang memiliki kekuatan luar biasa, tapi aku tidak menduga mereka juga bisa melayang dan menyemburkan air sebanyak itu..." Kepala desa itu merasa takjub pada Zhou Yuan.


Zhou Yuan tersenyum canggung, ia yakin di ras manusia tidak ada pendekar yang bisa melayang di udara seperti dirinya, bahkan boleh jadi Zhou Yuan adalah satu-satunya pendekar yang bisa terbang tanpa memiliki sayap.


Mendengar kepala desa itu menyebutkan serikat pahlawan menunjukkan bahwa Zhou Yuan masih atau setidaknya berada di Benua Daratan Utara.


"Apakah ada suatu masalah disini, dari kebakaran yang terjadi sepertinya mereka tidak dilakukan dengan cara tidak disengaja?" Zhou Yuan bertanya tentang kebakaran tersebut.


Kepala desa itu menghela nafas. "Tentu saja, beberapa jam yang lalu Organisasi Bayangan Malam kembali datang ke desa ini lagi, meminta upeti yang harus dibayar, karena kami hanya bisa memenuhi setengahnya maka mereka marah dan membakar rumah-rumah kami. Kami hanya terdiam melihat rumah kami dibakar oleh mereka, baru setelah kelompok itu pergi kami mencoba memadamkan api tersebut meski sudah sedikit terlambat..."