
"Yuan gege, sebaiknya kau terbang terlebih dahulu, aku akan berisitirahat sebentar untuk memulihkan sebagian tenaga dalamku. Jangan khawatirkan aku..." Yifei tersenyum kecut ketika mendapati tenaga dalamnya sudah terkuras lebih dari separuhnya.
Ini bukan kali pertama Yifei berkata demikian, keduanya sering berhenti karena tenaga dalam gadis itu tidak sebanyak Zhou Yuan sehingga dalam waktu empat jam saja Yifei meminta beristirahat untuk mengisi tenaga dalam kembali.
Hal tersebut membuat Yifei merasa tidak enak hati pada kekasihnya karena dirasa ia telah memperlambat perjalanan pemuda itu.
"Aku akan menunggumu, lagipula sebentar lagi malam akan tiba jadi sebaiknya memang kita butuh istirahat." Zhou Yuan mengangguk pelan, menenangkan gadis itu sambil tersenyum dengan hangat.
Zhou Yuan kemudian menoleh ke sekitarnya untuk mencari tempat yang nyaman untuk keduanya berisitirahat, baru beberapa detik ia mencari Zhou Yuan menemukan sebuah kota besar muncul diujung pandangannya.
Zhou Yuan menyipitkan mata, "Jika aku tidak salah, seharusnya kota di depan kita bernama kota Hanma. " Zhou Yuan tersenyum lebar lalu menoleh pada Yifei. "Dari pada tidur ditempat terbuka lebih baik kita istirahat di sana..."
Yifei mengangguk, selama di perjalanan keduanya memang sering tidur di tempat terbuka. Yifei merasa tidak buruk jika sesekali tidur ditempat yang lebih nyaman.
Kota Hanma adalah salah satu kota besar yang harus Zhou Yuan lewati untuk mencapai kediaman keluarga Zhou. Seharusnya jika ia sudah berjumpa dengan kota tersebut maka perjalanan mereka tinggal beberapa hari lagi.
Keduanya mendekati kota tersebut, Zhou Yuan sedikit mengerut dahinya ketika melihat ada antrian panjang yang berada di gerbang masuk kota Hanma.
Antrian itu bukan berasal dari para pedagang melainkan antrian dari sebuah kelompok, terlihat anggota kelompok-kelompok itu memakai seragam yang sama.
Zhou Yuan dan Yifei kemudian mendarat di antrian paling belakang, keduanya berbaur dengan orang sekitar dan tidak terlihat mencolok sebagai pendatang.
"Sepertinya mereka berasal dari sebuah sekte, tetapi untuk apa mereka membawa begitu banyak anggotanya ke kota ini..." Yifei bergumam pelan sambil melihat antrian kelompok itu. Gadis itu merasa heran dengan pemandangan di depannya karena dirasa janggal.
Tidak hanya satu sekte yang mengantri tetapi ada juga sekte-sekte yang lain, fenomena ini jarang terjadi di dunia persilatan kecuali ada alasan besar dibaliknya.
Awalnya kedatangan Zhou Yuan dan Yifei tidak disadari oleh orang-orang sekitar namun tidak membutuhkan waktu lama hingga banyak pasang mata tertuju pada keduanya terutama pada Yifei.
Paras Yifei yang begitu menarik perhatian membuat semua orang sulit mengabaikannya, hal ini membuat gadis itu sedikit risih ditatap banyak orang sehingga ia merapatkan tubuhnya mendekati Zhou Yuan.
Zhou Yuan tertawa kecil, "Itu karena kau terlalu cantik Fei'er..."
"Yuan gege..." Pipi Yifei seketika memerah dan tersipu dengan malu, ia segera menenggelamkan wajahnya di punggung Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum sebelum kemudian memberikan sebuah topeng padanya, Zhou Yuan meminta agar gadis itu memakainya agar tidak mengundang banyak pasang mata.
Setelah Yifei sudah merasa tenang Zhou Yuan kembali melihat sekelilingnya sambil menilai situasi.
Untungnya meskipun antrian itu panjang namun proses petugas dalam menanganinya begitu cepat sehingga dalam waktu setengah jam Zhou Yuan sudah tiba di bagian pemeriksaan.
Tidak sulit bagi Zhou Yuan dan Yifei masuk, meski kota besar nyatanya pemeriksaan disana tidak terlalu ketat.
"Percuma saja mereka membuat pembatas kota jika pekerjaan petugasnya saja hanya sampai seperti itu..." Yifei mendengus kesal, jelas tidak terima ketika ia hanya ditanya nama dan asal saja oleh petugas itu.
Yifei yang merupakan Tuan Putri dari Kaisar Bulan jelas kecewa karena mereka yang digaji pemerintah bekerja dengan hanya ala kadarnya saja, padahal seharusnya proses pemeriksaan seperti itu berlangsung lama karena mencakup keselamatan kota.
Meski dikategorikan sebagai sebuah kota yang besar, Kota Hanma seharusnya tidak memiliki banyak penduduk seperti kota besar pada umumnya.
Ini karena tidak ada yang menarik dari kota itu selain sebagai tempat persinggahan, para pedagang yang datang kesini sekalipun biasanya hanya para pedagang kecil yang datang dari desa-desa namun berbeda dengan hari-hari biasanya, sekarang kota Hanma tampak lebih hidup dan ramai.
Zhou Yuan tidak terpaku pada kota itu terlalu lama, ia segera mencari tempat penginapan untuk keduanya bermalam disini.
"Bukankah disini suasananya terlalu aneh, aku bisa melihat ada banyak pendekar dibandingkan warga biasa..." Yifei sekalipun ikut merasakan keganjilan ketika melihat sekitar kota.
Zhou Yuan tersenyum tipis. "Aku juga berpikir hal serupa, sepertinya mereka datang ke kota ini karena alasan yang sama."
Zhou Yuan sadar tentang situasi Kota Hanma dan sebenarnya warga pribumi kota ini juga merasakan hal yang sama. Zhou Yuan mencari tempat penginapan agar Yifei bisa berisitirahat terlebih dahulu.
Untuk mencari penginapan, tidak terlalu sulit bagi keduanya untuk mendapatkannya karena hampir empat puluh persen bangunan di kota ini merupakan penginapan.
"Aku memesan dua kamar, kau bisa ambil kembaliannya..." Tanpa harus bertanya harga penginapan Zhou Yuan meletakkan satu koin emas pada pekerja administrasi tamu.
Pekerja itu terkejut tetapi buru-buru mengangguk, harga satu koin emas cukup untuk memesan dua kamar bahkan seharusnya ada banyak kembalian, pekerja tersebut kemudian memberikan dua kunci kamar untuk Zhou Yuan dan Yifei.
"Aku akan terlebih dulu ke kamar, jika ada urusan atau apapun kau bisa mengetuk kamarku." Yifei mengecup pipi Zhou Yuan.
"Aku mengerti, beristirahatlah, kau tampak begitu lelah hari ini..." Zhou Yuan tersenyum sambil mengelus kepala Yifei.
Yifei kemudian pergi ke kamarnya sementara Zhou Yuan tetap berada di meja penerima tamu itu, ada hal yang ingin Zhou Yuan tanyakan padanya.
"Kulihat ada banyak pengunjung yang berdatangan ke kota ini, apakah ada sesuatu?"
Meski Zhou Yuan belum pernah ke Kota Hanma di dua kehidupannya namun ia sedikit mengetahui mengenai kota tersebut, Zhou Yuan sadar situasi kota Hanma saat ini jauh dari kata normal.
Pekerja itu tampak tenang, mungkin bukan kali pertama seseorang bertanya hal ini padanya.
"Apa Tuan muda tidak mengetahuinya, kudengar ada sumberdaya berharga yang muncul di kota ini beberapa hari yang lalu, aku tidak mengetahui jelasnya tapi yang pasti mereka sedang mencari sebuah apel."
"Apel?" Zhou Yuan mengerutkan alisnya.
Zhou Yuan kemudian mengeluarkan giok pelacak di cincin ruangnya, alangkah terkejutnya pemuda itu ketika giok dari Keluarga Xi tersebut kini sedang menyala.
Zhou Yuan pernah diberitahu cara kerja giok itu dari Xi Jinxue, sederhananya, giok itu akan menyala saat jarak giok dengan buah surgawi dekat.
Semakin terang giok itu maka semakin dekat pula jaraknya, Zhou Yuan terkejut ketika giok yang sama menyala dengan terang.
"Tidak mungkin, buah surgawi sudah muncul dan dia ada di kota ini?!" Jantung Zhou Yuan berdetak lebih cepat, mendadak firasatnya jadi memburuk mengenai hal ini.