Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 202 — Kota Arka


Zhou Yuan memandang dingin para anggota organisasi tersebut, kemarahan muncul dihatinya setelah melihat kelakuan mereka yang menyerang warga tidak berdaya.


Di dunia persilatan ada aturan yang tidak tertulis dimana seorang pendekar kriminal seharusnya tidak boleh menyerang warga yang tidak menguasai ilmu beladiri, anak-anak, perempuan lemah, atau lansia.


Melihat kelakuan mereka yang menyerang tanpa memandang bulu tentu saja membuat kemarahan bergejolak di hati Zhou Yuan.


"Kurasa kalian yang bertanggung jawab membakar desa-desa sebelumnya bukan?" Tanya Zhou Yuan dengan nada dingin.


Anggota organisasi itu tidak bisa menjawab, jangankan untuk membalas pertanyaan Zhou Yuan bahkan bernafas pun mereka kesulitan karena aura pembunuh yang dilepaskan pemuda itu.


Zhou Yuan menarik aura pembunuhnya kembali, ia tidak bisa melepaskan aura pembunuhnya terlalu lama karena dampaknya bukan pada musuh saja melainkan pada warga desa yang berada disekitarnya juga ikut kesulitan bernafas.


Anggota Organisasi Bayangan Malam menatap Zhou Yuan dengan penuh rasa takut, mereka yang merupakan bagian dari kriminal dan sering membunuh jelas mengenali aura hitam kemerahan tersebut.


Di dunia persilatan, aura pembunuh jarang dimiliki oleh seorang pendekar bahkan untuk para kriminal sekalipun. Hanya orang-orang gila yang gemar membunuh saja yang memilikinya, itupun harus menelan seribu jiwa sebelum memiliki aura pembunuh.


"Sekarang cepat katakan, apa kelompok kalian yang membakar dan membunuh desa-desa yang lain?"


Para anggota organisasi itu saling pandang, mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Zhou Yuan lalu tiba-tiba berbalik dan mulai melarikan diri ke berbagai arah.


Ketidakmauan anggota organisasi itu untuk tidak membalas pertanyaan Zhou Yuan menandakan merekalah yang membakar serta membunuh warga desa-desa tadi.


Zhou Yuan menghela nafas pelan melihat musuh-musuhnya kabur, jumlah mereka berjumlah delapan puluh orangan dengan rata-rata tingkatan kekuatan yang berada di Alam Perak.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada tangannya, ratusan butiran es muncul disekitar telapak tangan Zhou Yuan sebelum berkumpul pada satu titik dan mulai membentuk pedang es.


Zhou Yuan melihat kelompok organisasi itu yang semakin menjauh darinya sebelum pandangannya beralih kepada warga desa. "Kalian tetap disini, aku akan mengejar mereka. Akan kupastikan tidak ada dari mereka yang akan selamat!"


Sesudah mengucapkan demikian Zhou Yuan segera berlari mengejar para anggota organisasi yang kabur, meski mereka sudah menjauh namun dengan kecepatan yang Zhou Yuan miliki sekarang membutuhkan waktu hitungan detik hingga Zhou Yuan dapat mengejarnya.


Tidak membuang waktu Zhou Yuan segera mengayunkan pedang esnya, dalam sekali tebasan, seorang anggota organisasi itu tewas terpotong kepalanya.


Menyadari Zhou Yuan sedang mengejar mereka membuat jantung para anggota organisasi ketakutan setengah mati.


Zhou Yuan terus menghabisi lawannya dalam satu kedipan mata, usaha anggota organisasi yang kabur terasa sia-sia melihat kecepatan Zhou Yuan yang berlari serta membunuh rekan-rekannya dalam sekali serangan.


Membutuhkan waktu tiga menit untuk Zhou Yuan menghabisi mereka semua dan menyisakan satu diantaranya.


Anggota organisasi yang tersisa itu gemetar hebat dan memandang Zhou Yuan seperti monster berbalut kulit manusia.


Zhou Yuan tersenyum dingin, ia sengaja menyisakan satu orang karena ingin mengintrogasinya untuk mendapatkan informasi, Zhou Yuan tidak hanya melenyapkan sebagian dari mereka saja tetapi ingin menghabisi sampai ke akar-akarnya.


***


Zhou Yuan kembali ke desa yang sebelumnya ia tinggalkan usai menyelesaikan urusannya dengan organisasi tersebut.


Warga desa tentu merasa senang karena sepertinya Zhou Yuan membantu mereka tetapi disisi lain setelah mereka melihat bagaimana cara Zhou Yuan membunuh lawannya dengan cara tak biasa, sulit bagi warga desa untuk tidak ketakutan.


Apalagi Zhou Yuan sempat melepaskan aura pembunuh yang pekat, walaupun para warga tidak mengetahui aura pembunuh tersebut namun mereka merasa terancam karena auranya.


Zhou Yuan tidak bisa menyalahkan reaksi para warga tersebut karena kalau dirinya juga diposisi mereka mungkin akan bereaksi serupa, "Aku sudah mengatasi kelompok yang menyerang desa kalian, seharusnya desa kalian sudah aman sekarang dan bisa beraktifitas seperti biasanya."


"Terimakasih pendekar tetapi maaf kami tidak bisa membayar jasamu." Kata salah satu warga.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Tidak perlu, aku menolong kalian bukan untuk mengharapkan imbalan."


Menyadari para warga itu merasa tidak nyaman dengannya bahkan merasa ketakutan, Zhou Yuan segera berpamitan dan meninggalkan desa tersebut.


Zhou Yuan berlari melewati dahan-dahan pohon, baru setelah tidak ada yang melihatnya ia melanjutkan perjalanannya dengan terbang kembali.


***


Menurut kepala desa, membutuhkan waktu seminggu bagi Zhou Yuan agar sampai ke kota terdekat tetapi dengan terbang, Zhou Yuan bisa menempuhnya selama dua hari


Zhou Yuan terus terbang tanpa istirahat selama dua hari berturut-turut, tiba-tiba dari kejauhan ia menemukan kota yang dimaksud.


"Ah, pasti kota itu yang dimaksud kepala desa?!" Zhou Yuan menjadi antusias setelah melihat benteng kota dari kejauhan.


Menurut cerita kepala desa, nama kota yang ada dihadapan Zhou Yuan bernama Kota Arka, sebuah kota yang merupakan tempat perdagangan terbesar disekitar provinsi ini.


Zhou Yuan kemudian mendarat setelah jaraknya dengan Kota Arka sudah lumayan dekat dan kemudian melanjutkannya dengan berjalan kaki.


Zhou Yuan bisa saja langsung terbang dan melewati benteng kota tersebut namun ia tidak mau ada orang yang melihatnya terbang karena akan menarik perhatian yang tidak perlu.


Di benteng kota ada gerbang besar sebagai jalur masuk untuk memasuki Kota Arka, beberapa petugas berjaga di sana dan memeriksa setiap orang yang keluar atau memasuki kota.


Zhou Yuan tidak mempunyai identitas pengenal selain sebagai anggota serikat pahlawan kelas C. Petugas itu memperhatikan Zhou Yuan dari atas kepala sampai ke ujung kaki sebelum memperbolehkannya masuk.


Salah satu kegunaan seorang pendekar menjadi bagian dari serikat pahlawan adalah mereka mempunyai akses ke berbagai kota tanpa pemeriksaan lebih jauh atau dicurigai. Semakin tinggi kelas pahlawan seorang pendekar maka semakin dimudahkan ia untuk pergi ke kota manapun yang mereka mau.


Meski peringkat Zhou Yuan masih pahlawan kelas C nyatanya di kota Arka ini peringkat tersebut cukup disegani, Zhou Yuan bahkan tidak perlu membayar tarif untuk memasuki kota itu padahal orang lain harus membayarnya dengan beberapa keping perunggu.


"Kota ini ternyata lebih sibuk dari yang kuduga..." Sesudah memasuki kota, pandangan Zhou Yuan tertuju dengan aktifitas penduduk kota Arka yang ramai.


Kota Arka mungkin tidak sebesar Ibukota Kekaisaran Bulan namun dari segi infrastruktur kota ini ia tidak terlalu jauh darinya.


Satu hal yang membuat Zhou Yuan tertegun adalah kebersihan kota tersebut, kota ini hampir sama sekali tidak memiliki sampah padahal merupakan kota perdagangan terbesar dimana para pengunjung berdatangan kesini setiap harinya. Bahkan air sungai mengalir disekitar kota dengan cukup bersih dan jernih.