Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 211 — Gunung Tengkorak


"Kau bilang pemimpin Organisasi Salju Abadi hendak berkunjung ke Gunung Tengkorak bukan?" Zhou Yuan mengelus dagunya.


Xu Miao mengangguk, "Karena Gunung Tengkorak memiliki kekuatan yang besar di provinsi Artavium serta mereka cukup disegani, sepertinya Kuil Awan Langit tertarik dan mengajak gabung mereka ke aliansinya dengan mengirimkan pemimpin Salju Abadi ke sana."


Zhou Yuan termenung sejenak, tampak memikirkan sesuatu. Zhou Yuan mengetahui pemimpin Salju Abadi diketuai oleh seorang pendekar perempuan yang bernama Lin Ran.


Lin Ran adalah salah satu pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi yang pernah menyerang istana Kaisar Bulan beberapa tahun yang lalu, saat itu perempuan itu harus melawan Chu Guyu.


"Nona Miao, apa anda mengetahui dimana markas Organisasi Gunung Tengkorak?"


"Ya, kami memang memiliki mata-mata disana, Saudara Yuan apakah anda sedang merencanakan sesuatu?" Xu Miao mengerutkan dahi melihat ekspresi Zhou Yuan yang bertanya sambil berpikir.


"Bisa dibilang demikian..." Zhou Yuan mengangguk pelan. "Nona Miao bisakah anda menyiapkan kekuatan penuh Organisasi Bayangan Malam dalam waktu cepat. Aku membutuhkan bantuan kalian..."


"Tidak sulit tapi untuk apa?" Xu Miao tambah kebingungan.


Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum menyampaikan niat dan rencananya, hal itu membuat Xu Miao menarik nafas yang dingin.


"Bukankah itu terlalu gegabah?" Xu Miao menatap Zhou Yuan dengan pandangan tidak percaya.


"Percayalah aku mempunyai rencanaku sendiri, sekarang bisakah kau memberitahukan tentang Gunung Tengkorak, kekuatan mereka serta jumlah anggotanya?"


Xu Miao menggaruk kepala, ia masih tercengang dengan rencana Zhou Yuan sebelumnya. Xu Miao menghela nafas, karena Zhou Yuan adalah pemimpin Organisasi Bayangan Malam juga jadi dia tidak berkomentar apa-apa, gadis itu kemudian menyampaikan informasi tentang Organisasi Gunung Tengkorak.


Dari penjelasan Xu Miao, singkatnya Organisasi Gunung Tengkorak adalah organisasi yang berisi para pembunuh di dunia persilatan.


Kejahatan mereka tidak menginginkan uang atau kekuasaan melainkan hanya kepuasan untuk membunuh semata, bisa dibilang Organisasi Gunung Tengkorak merupakan kumpulan orang gila yang menikmati akan pembunuhan.


Sering kali Gunung Tengkorak bergerak untuk menghabisi para bangsawan atau pemerintah, sudah tidak terhitung banyak nyawa telah diambil oleh organisasi tersebut.


"Pemimpin mereka bernama Lian Zhenghua merupakan pendekar tingkat tinggi dengan keahlian pembunuh yang mematikan, dari kehidupannya, belum pernah ada yang berhasil lolos ketika pria tua ini sedang mengincar seseorang." Jelas Xu Miao.


Xu Miao juga mengatakan tentang empat Tetua di Organisasi Gunung Tengkorak yang tidak kalah berbahaya dari ketuanya. Ketika empat Tetua itu bergabung dan saling bekerjasama, mereka bisa mengalahkan pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi.


Zhou Yuan mendengarkan semua informasi Xu Miao tanpa menyela, dia mengelus dagunya, menyadari rencananya tidak akan terlalu mudah.


***


Zhou Yuan pergi dari Markas Organisasi Bayangan Malam, dia berlari melewati dahan-dahan pohon dan setelah tidak ada yang melihatnya, ia melanjutkan perjalanannya dengan melesat terbang di udara.


Setelah diberitahu lokasi markas Organisasi Gunung Tengkorak oleh Xu Miao, Zhou Yuan segera menuju ke tempat markas organisasi tersebut.


Mengikuti petunjuk dari Xu Miao, tidak lama kemudian Zhou Yuan menemukan markas yang di maksud, sebuah markas yang dibangun di tengah hutan dengan jalan yang sulit diakses ke sana karena markas mereka berdekatan dengan lereng gunung.


Markas itu tidak berbeda jauh dengan markas Organisasi Bayangan Malam hanya saja luas dan ukurannya jauh berbeda, Gunung Tengkorak memiliki markas yang jauh lebih besar.


Di pinggiran markas ada benteng tinggi yang terbuat dari kayu beserta pintu gerbang yang lebar. Zhou Yuan melihat ada orang di atas benteng kayu itu yang berjaga dan mengawasi sekitarnya.


Zhou Yuan yang terbang di udara dapat melihat markas itu dengan jelas meski markas itu berusaha ditutupi dengan pohon agar tidak terlihat.


Zhou Yuan mendarat tak jauh dari sana dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, sesudah jaraknya dengan markas itu sudah dekat Zhou Yuan kemudian mengeluarkan pedang Kusanagi dari cincin ruang sebelum meletakkan di pinggangnya.


"Sepertinya memang tidak ada rencana yang bagus selain langsung berhadapan dengan mereka..." Zhou Yuan menggaruk kepalanya, ia sadar rencana ini gegabah tetapi tidak ada cara lain yang terpikirkan oleh kepalanya.


Sebenarnya tanpa harus memikirkan rencana, Zhou Yuan juga sudah cukup percaya diri dengan kemampuan dan kekuatannya yang sekarang sehingga berani menyerang markas kriminal seorang diri.


Menurut cerita Xu Miao, kekuatan Lian Zhenghua mencapai pendekar Alam Cahaya dengan 6 meridian yang terbuka. Kekuatan seperti itu sudah termasuk jagoan hebat di dunia persilatan.


Jumlah anggota mereka juga lumayan banyak sekitar 800 orangan, di tambah 4 Tetua yang di maksud Xu Miao maka sudah cukup bagi kekuatan mereka untuk menghancurkan sebuah kota besar.


Zhou Yuan berjalan pelan mendekati gerbang markas itu, tidak menunggu waktu lama hingga penjaga disekitar gerbang menyadari kedatangannya.


"Siapa kau? Sebutkan nama dan tujuanmu kesini?" Salah satu penjaga Gunung Tengkorak menghunuskan goloknya pada Zhou Yuan, menatapnya dengan waspada.


"Hm? Jadi aku harus berkenalan sebelum menyerang tempat ini?" Zhou Yuan tertawa kecil. "Kau bisa menyebutku Zhou Yuan, aku kesini hanya ingin menghancurkan organisasi kalian."


"Kau pikir aku sedang becanda!" Penjaga itu melotot, tanpa pikir panjang dia mengayunkan goloknya ke arah Zhou Yuan namun sebelum ia melakukannya, ia menyadari tangan yang diayunkannya tidak pernah menyentuh pemuda itu.


Butuh beberapa saat untuk penjaga itu menyadari tangan yang memegang goloknya sudah terlepas dari tempatnya dan jatuh ke tanah, seketika rasa sakit menyerangnya tapi sebelum dia berteriak, Zhou Yuan sudah mengayunkan pedang ke arah lehernya, memenggal kepala penjaga itu hingga tergeletak ke tanah.


Melihat kejadian tersebut, beberapa penjaga disekitar gerbang menelan ludah, mereka sama sekali tidak melihat cara Zhou Yuan menarik pedang dan mengayunkannya saat tiba-tiba teman mereka sudah mati dengan cara yang tragis.


Zhou Yuan menghilang dipandang para penjaga itu sebelum muncul didekat mereka dan mengayunkan pedangnya. Dalam beberapa kali tebasan, penjaga-penjaga disekitar gerbang tewas dengan sekali serangan Zhou Yuan.


Menyadari sudah tidak ada lagi penjaga dari luar, Zhou Yuan mulai menggeser gerbang besar itu dan membukanya secara perlahan.


Baru Zhou Yuan memasuki area markas Gunung Tengkorak, dia sudah disambut dengan ratusan panah yang sudah melesat cepat ke arahnya.


"Hm, begini kah cara kalian menyambut tamu, sambutan yang cukup bagus..." Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak menghindari panah-panah itu dan malah tetap berdiri di tempatnya.


Zhou Yuan kemudian mengeraskan kulitnya dengan teknik Sisik Naga Emas, ketika ratusan anak panah tersebut mengenai tubuhnya mereka tidak menembus kulit Zhou Yuan melainkan terpental sementara sebagian lainnya menjadi patah.