
Di saat Xiao Fan bertarung dengan Huang Zhang, di gerbang sebelah timur Yue Jian harus dipertemukan dengan sosok yang paling dicari oleh pemerintah selama ini yaitu pembuat pil hitam, Xhi Wuxu.
Yue Jian yang sedang dalam pertarungan tiba-tiba dikejutkan dengan sebelah pisau lembar mengarah padanya dengan kecepatan tinggi.
Jika bukan karena kemampuannya, Yue Jian mungkin tidak akan menyadari pisau tersebut tetapi untungnya ia bisa menangkisnya dengan pusakanya.
Pisau lempar itu merupakan sebuah pusaka yang berkualitas tinggi, Yue Jian terdorong mundur dua langkah akibat serangan tersebut.
Yue Jian menjadi waspada karena sadar orang yang melemparkan pisau itu adalah seseorang yang berada di pendekar Alam Cahaya. Yue Jian menoleh ke arah sang pelempar, menemukan pria sepuh yang seluruh rambutnya sudah memutih, tersenyum ke arahnya.
"Terakhir kita bertukar serangan aku kalah darimu, kali ini aku tidak akan mengulangi kejadian yang sama..." Pria sepuh membuka jubahnya, memperlihatkan pisau-pisau tajam dibaliknya.
"Xhi Wuxu, akhirnya kau tunjukkan dirimu. Kupikir kau akan terus bersembunyi dibalik bayangan." Yue Jian tersenyum sinis.
"Aku hanya ingin memperingatkan pada kalian bahwa jangan main-main dengan bisnis pil hitamku, pemerintah seperti kalian selalu membuat bisnisku terganggu." Xhi Wuxu mendengus kesal.
Yue Jian tersenyum dingin lalu melepaskan gelombang pedang pada Xhi Wuxu sambil memperpendek jarak antara keduanya.
Xhi Wuxu menghindari gelombang itu dan menangkis beberapa sisanya dengan pisau, ketika ia melihat ke arah Yue Jian, dia mendapati lawannya sudah ada didekatnya.
Yue Jian mengayunkan pedangnya pada Xhi Wuxu namun pria sepuh itu dapat menghindarinya dengan mudah, Yue Jian menyerang kembali dan Xhi Wuxu menghindari kedua kalinya.
"Kekuatanmu jauh lebih meningkat dibandingkan yang dulu..." Yue Jian tersenyum tipis. "Apa ini hasil dari pil buatanmu?"
"Pil hitam dapat meningkatkan kekuatan seseorang tanpa perlu berlatih, jika mempunyai hal yang mudah kenapa harus melakukan hal yang sulit." Xhi Wuxu kemudian melemparakan pisau terbang pada Yue Jian yang dengan mudah di tangkis olehnya.
Yue Jian terus memperpendek jarak antara keduanya sementara Xhi Wuxu berusaha mengambil jarak, Xhi Wuxu tidak terlalu ahli dalam pertarungan jarak dekat.
Xhi Wuxu yang mempunyai keahlian tinggi dalam kecepatan langkahnya sehingga dapat dengan mudah menjaga jarak dan melepaskan beberapa pisau. Xhi Wuxu juga memakan pil hitam buatannya yang membuat tenaga fisiknya jadi meningkat.
"Harus kuakui pilmu cukup mengesankan?" Yue Jian merasakan kekuatan Xhu Wuxu terus meningkat.
"Apa itu pujian, sayang sekali aku tidak merasa tersanjung."
Keduanya bertukar serangan membuat pendekar-pendekar disekitarnya memilih menjaga jarak karena takut kena imbas pertarungan mereka.
Disisi yang sama di gerbang barat, Chu Guyu bersama dua Tetua klan Chu membantu prajurit istana menghadang pasukan organisasi yang ingin menerobos ke istana.
Chu Guyu memiliki kemampuan teknik tendangan tingkat tinggi di Kekaisaran Bulan, biarpun tanpa senjata, hampir tidak ada yang mau bertukar serangan dengan gadis itu.
Setiap pasukan organisasi yang bertarung dengan Chu Guyu harus mengalami luka patah tulang yang cukup serius ketika tendangan gadis itu mengenai tubuhnya. Beberapa dari mereka yang tidak melatih penempaan fisiknya bahkan harus kehilangan nyawa.
Dua Tetua yang bersama Chu Guyu juga tidak kalah kuat, mereka memiliki kemampuan yang mencapai puncak Alam Kristal.
Dengan kekuatan ketiganya, gerbang barat bisa diselamatkan selama beberapa waktu saat tiba-tiba ada dua perempuan yang menghadang langkah Chu Guyu.
Chu Guyu mengerutkan dahi setelah meraba kekuatan dua perempuan itu, meski sedikit berada dibawah tingkatannya, keduanya memiliki tingkatan Alam Cahaya.
Chu Guyu tidak menjawab, matanya memperhatikan dua gadis itu lebih teliti.
"Jangan banyak basa-basi, kita harus selesaikan semuanya sekarang. Aku ingin pergi ke dalam istana dan mengambil banyak uang di sana." Gadis lainnya mendengus pelan.
Kedua gadis yang berhadapan dengan Chu Guyu adalah Mou Yu dan Lin Ran.
Mou Yu adalah salah satu dari empat pilar Organisasi Kuil Awan Langit, memiliki penampilan anggun berbeda dengan Lin Ran yang memiliki wajah muda yang cantik dan manis. Lin Ran adalah Pemimpin dari Organisasi Salju Abadi.
"Kalian berdua pergi dari sini, mereka bukan tandingan kalian..." Chu Guyu memerintah pada dua Tetuanya agar pergi.
Dua Tetua itu tidak membantah dan langsung menuruti perintah Chu Guyu, mereka juga menyadari kedua perempuan itu bukanlah pendekar biasa.
"Dua lawan satu? Kupikir akan dua lawan tiga, apa Nona Guyu tidak keberatan dengan situasi ini?" Lin Ran tertawa kecil.
"Tidak usah banyak bicara, kita akhiri semuanya disini."
Lin Ran dan Mou Yu serempak bergerak menyerang Chu Guyu bersamaan, Lin Ran melepaskan jarum beracun di jari-jarinya sementara Mou Yu mengeluarkan dua pedang ganda di belakangnya.
Keduanya memiliki kemampuan di bawah Chu Guyu namun karena menyerang bersamaan membuat Chu Guyu sedikit kerepotan dibuatnya.
"Tidak mengherankan kau disebut gadis terjenius di dunia persilatan, kemampuan ternyata sehebat ini." Lin Ran berdecak kagum.
Chu Guyu mampu menghindari jarum-jarum yang menembak ke arahnya bersamaan dengan menghindari dua pedang Mou Yu.
Berbeda dengan reaksi Lin Ran yang merasa antusias, Mou Yu justru merasa geram karena Chu Guyu bisa menghindari teknik dua pedangnya padahal di dunia persilatan, teknik pedangnya sangat terkenal dan sulit dihindari.
Chu Guyu memilih diam dan terus menghindar, setelah beberapa jurus kedua belah pihak bertukar serangan Chu Guyu kemudian melepaskan sebuah tendangan yang kuat.
Mou Yu yang berjarak dekat dengan Chu Guyu buru-buru menahan tendangan itu dengan dua pedangnya, Mou Yu terkejut ketika ayunan tendangan tersebut mampu membuatnya terdorong beberapa meter dengan kedua tangan yang menahannya jadi terasa sakit dan kebas.
Chu Guyu melepaskan tendangan lainnya kali ini diarahkan pada Lin Ran, tendangan Chu Guyu kali ini menciptakan pisau angin yang bergerak ke arah lawannya.
Lin Ran terkejut karena tidak menduga Chu Guyu bisa melakukan itu dengan tendangannya, ia segera menghindar namun sedikit terlambat sehingga akhirnya luka goresan terukir di pipinya.
Lin Ran mengusap darah yang berada di pipinya, emosinya seketika meledak menyadari wajahnya terluka.
"Wanita biadab-! Akan aku cincang tubuhmu menjadi seribu bagian!" Lin Ran melepaskan jarum di jari-jarinya kali ini lebih banyak.
Lin Ran yang selalu menjaga parasnya agar tetap manis dan terlihat muda paling membenci seseorang yang melukainya wajahnya, sifat manis gadis itu seketika menghilang usai menunjukkan sifat aslinya.
Mou Yu juga tidak tinggal diam, ia mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya yang membuat pusaka ganda itu dialiri petir. Mou Yu kembali mempersempit jarak ia dan Chu Guyu.
Menghadapi kedua serangan tersebut Chu Guyu tersenyum tipis, ia mengalirkan pada kedua kakinya, bersiap untuk menghadapi mereka berdua.