
"Tapi kami belum membalas kebaikanmu, aku akan menghidangkan beberapa makanan untukmu, tinggallah disini sebentar..." Han Lilis berucap pelan.
Dibandingkan yang lain, Han Lilis adalah satu-satunya yang tidak takut pada Zhou Yuan.
"Aku masih mempunyai keperluan yang harus dilakukan, Lilis, terimakasih atas tawarannya."
Han Xiang yang mendengar pembicaraan putrinya dan Zhou Yuan merasa tidak bisa tinggal diam saja, meski ia masih takut dengan pemuda itu namun Han Xiang sadar bahwa saat ini pemukimannya telah diselamatkan oleh Zhou Yuan.
Ketika Zhou Yuan hendak terbang Han Xian kemudian berbicara. "Pendekar, perkataan putriku benar, kami belum menunjukkan rasa terimakasih, kami akan menjamu anda disini."
Zhou Yuan ingin menolak tawaran tersebut tapi tiba-tiba ada tetesan air yang menyentuh wajahnya, tetesan itu tidak satu kali tetapi sangat banyak. Hujan deras telah turun membasahi tanah.
Zhou Yuan tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan cuaca seperti ini dan ia membutuhkan tempat untuk berteduh, Zhou Yuan yang awalnya menolak akhirnya mengangguki tawaran Han Xiang.
***
Han Xiang dan Han Lilis membawa Zhou Yuan pada kediamannya, dalam perjalanannya, para ras manusia binatang tampak belum terbiasa dengan keberadaan manusia di pemukiman mereka.
"Tolong pendekar maklumi, hubungan ras kami dengan golongan manusia tidak pernah baik." Han Xiang menyadari tatapan penduduknya. "Selama beberapa tahun terakhir golongan manusia jadi sering memburu kami, aku tidak tahu alasannya tapi mereka tampak sangat membenci kami lebih dari biasanya."
Zhou Yuan mengangguk, ia cukup memahami tentang konflik antara ras mereka dengan kalangannya, meski mereka menatap Zhou Yuan dengan ketakutan tetapi mereka tidak membenci dirinya.
'Kudengar dari guru kalau Ras Manusia Binatang sebenarnya adalah ras yang baik, mungkin perkataannya ada benarnya sekarang...' Zhou Yuan melihat tidak ada dari mereka yang memandangnya dengan penuh permusuhan. Mereka hanya asing melihat dirinya.
Zhou Yuan akhirnya tiba di rumah Han Xiang, pemuda itu dijamu dengan beberapa makanan yang hangat.
Han Xiang menemui istrinya dan menceritakan apa yang terjadi sebelumnya serta tamu yang ada di rumah mereka. Lan Nara sampai tidak percaya penyamun sudah dibinasakan begitu saja oleh seseorang namun ia yakin tidak ada alasan suaminya berbohong sekarang.
Hujan deras tengah turun dengan saat Han Lilis menghidangkan sup jagung yang hangat pada meja Zhou Yuan. Gadis itu ternyata pandai memasak.
"Hanya ini yang aku punya, jangan khawatir aku sangat percaya diri pada kemampuan memasakku." Han Lilis berkata dengan percaya diri.
Dimeja makan ada beberapa lauk makanan seperti daging, sup, sayuran, serta mangkuk berisi nasi. Han Lilis membuat semua masakan itu sendiri.
"Ini lebih dari cukup, aku bisa merasakannya, aromanya cukup menggiurkan." Zhou Yuan tersenyum, ia bisa melihat masakan gadis itu tidaklah biasa.
Han Lilis merasa senang ketika melihat Zhou Yuan begitu lahap memakan masakannya sampai habis, sementara Zhou Yuan harus mengakui masakan gadis itu sangat jauh diatasnya.
"Bagaimana kau bisa masak seenak ini?" Tanya Zhou Yuan dengan takjub.
"Sebelum Ibu sakit aku banyak belajar memasak darinya... Ibu memberikan banyak resep rahasia sehingga masakan yang sederhana bisa berubah menjadi makanan yang sangat lezat..."
"Resep rahasia?"
"Pendekar, perkataan putriku sedikit berlebihan, tidak ada resep rahasia apapun, hanya bumbu yang tepat dengan porsi yang tepat." Lan Nara muncul dibalik pintu kamar, dibantu Han Xiang.
"Kenapa Ibu keluar, Ibu masih sakit..." Han Lilis segera menghampiri ibunya.
"Aku harus mengucapkan terimakasih pada pendekar yang menyelamatkan pemukiman kita, tentu saja." Lan Nara tersenyum.
Zhou Yuan terkejut melihat kondisi Ibu Han Lilis, wajahnya cukup cantik tapi tubuhnya sangat kurus sehingga ia melihat tonjolan tulang di kulit tubuhnya.
Lan Nara melangkah dengan susah payah dibantu Han Xiang dan Han Lilis di samping kiri-kanannya, ketika di dekat Zhou Yuan ia kemudian mengucapkan rasa terimakasih pada pemuda itu karena telah menyelamatkan keluarga dan pemukimannya dari para penyamun tersebut.
"Ini semua untukku juga, membiarkan para penyamun itu terus hidup akan membahayakan semua orang." Zhou Yuan mengangguk pelan, melambaikan tangan, berkata bahwa bantuannya tidaklah seberapa.
Hujan masih turun beberapa jam kemudian hingga langit perlahan mulai gelap, Han Xiang meminta agar sebaiknya Zhou Yuan tidur disini.
Zhou Yuan tidak punya alasan menolak sehingga menerima tawaran tersebut. Lagi pula ia tidak bisa terbang di tengah hujan seperti ini.
Tenaga dalam Zhou Yuan hampir mencapai enam ribu lingkaran, ia ingin membulatkan jumlah tenaga dalamnya ke angka tersebut.
Di saat tengah malam, Zhou Yuan mendengar suara batuk keras dari seberang kamar, mata Zhou Yuan terbuka, batuk itu berasal dari kamar Lan Nara.
Awalnya Zhou Yuan mencoba menghiraukan suara batuk tersebut namun seiring berjalannya waktu batuk-batuk itu semakin keras hingga ia mendengarkan suara Han Lilis dan Han Xiang yang histeris melihat kondisi ibunya. Zhou Yuan akhirnya keluar dari kamarnya.
"Maaf pendekar, batukku pasti menganggu istirahatmu..." Lan Nara merasa bersalah melihat Zhou Yuan keluar dari kamarnya, ia berusaha menahan batuk itu sebisa mungkin namun penyakitnya yang semakin parah membuatnya tidak dapat melakukan itu.
Zhou Yuan tidak langsung menjawab, ia melihat batuk Lan Nara mengeluarkan banyak darah. Han Lilis di sampingnya bahkan sudah menangis.
"Kenapa ibu masih sakit... Bukannya ibu akan sembuh setelah minum obat..." Han Lilis menyeka air matanya.
"Ibu hanya batuk-batuk, Sayang, besok juga akan sembuh." Lan Nara mengelus putrinya, memaksakan tersenyum.
"Ibu bohong! Jelas-jelas kondisi ibu semakin memburuk." Han Lilis terisak.
Disisi lain Han Xiang hanya memalingkan wajah, tidak berani melihat kondisi istrinya. Zhou Yuan menatap kondisi Lan Nara dari kaki sampai kepala.
"Bolehkah aku memeriksa kesehatan Ibu?" Zhou Yuan akhirnya angkat bicara. "Mungkin aku bisa membantu menyembuhkan jika mengetahui penyakitnya."
Lan Nara dan Han Xiang saling pandang, ia sudah mengetahui kemampuan hebat yang dimiliki Zhou Yuan tapi tidak mengetahui sampai mana kemampuannya.
Han Xiang segera memperbolehkan, entah kenapa ia merasa ada harapan dari kesembuhan istrinya.
Zhou Yuan memeriksa telapak tangan Lan Nara selama beberapa detik sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya pelan.
"Ini racun..."
"Racun?" Lan Nara setengah tidak percaya.
"Ya racun, di dalam tubuh ibu ada sebuah racun yang sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh, tanaman obat apapun tidak akan bisa menyembuhkannya selama racun itu belum dikeluarkan atau dinetralkan."
"Tapi, siapa yang meracuni istriku, tidak ada orang jahat di antara kami." Han Xiang yang paling bereaksi.
Hubungan Ras Manusia Binatang sangat erat dibandingkan hubungan antar manusia yang selalu mementingkan diri sendiri, mereka menganggap sesama ras mereka sebagai satu keluarga.
"Tidak semua racun berasal dari seseorang, kemungkinan besar racun ini berasal jamur berbahaya yang tidak sengaja dimakan..." Zhou Yuan menjelaskan.
"Apa kau bisa menyembuhkannya?" Tanya Han Lilis menatap Zhou Yuan, matanya sembab. ini adalah pertanyaan paling pentingnya.
Zhou Yuan mengangguk, "Aku bisa mengeluarkan racun di dalam tubuhnya tapi prosesnya akan menyakitkan."
"Tidak apa, aku sanggup melakukannya." Lan Nara langsung menjawab.
Zhou Yuan mengangguk, setuju. Jika racun itu dibiarkan hanya soal waktu nyawa Lan Nara akan hilang. Zhou Yuan kemudian meletakkan telapak tangannya di pucuk kepala Lan Nara lalu mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh perempuan itu.
Proses pengeluaran racun itu membutuhkan waktu lima menit, Lan Nara mengigit bibirnya saat setiap selnya merasakan kesakitan hebat sebelum akhirnya ia memuntahkan cairan hitam cukup banyak.
Han Xiang segera membantu istrinya yang terkulai lemah sesudah muntah, meski rona wajahnya pucat tapi kondisi Lan Nara telah membaik sekarang.
...****************...
*Ada yang masih ingat novel ini? semoga saja masih ada walau hanya beberapa. Sebelumnya saya minta maaf karena menghilang sekian lama, tidak ada kabar.
Novel ini saya akan kembali di lanjutkan sampai tamat, Insyaallah.... doakan saja semoga saya sehat dan dapat melaksanakannya.