Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 215 — Gunung Tengkorak V


"Apa kau marah dan benci karena aku membunuh tetua dan banyak anggotamu?"


Zhou Yuan tersenyum melihat reaksi Lian Zhenghua yang memandangnya penuh kebencian.


"Kau tidak harus marah karena begitulah yang orang lain rasakan ketika saudara dan keluarganya terbunuh olehmu!" Pandangan Zhou Yuan menjadi dingin, begitu juga dengan senyumannya. "Ah, pada akhirnya kau tetap juga manusia, jika kau merasa kehilangan setelah orang terdekatmu terbunuh lalu kenapa kau menjadi pembunuh? Kau harusnya sadar, perasaan kehilangan adalah mimpi buruk dari kenyataan."


Zhou Yuan berkata demikian tidak hanya diperuntukkan pada Lian Zhenghua saja melainkan pada dirinya juga.


"Diam! Aku tidak butuh ceramahmu!" Lian Zhenghua merapatkan giginya kesal.


Zhou Yuan tersenyum tipis lalu menghunuskan pedangnya ke arah Lian Zhenghua. "Kalau begitu tidak perlu berbasa-basi, apa kau ingin bertarung tangan kosong atau menggunakan pedang?"


Lian Zhenghua tidak menjawab, dia mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya yang dibungkus oleh perban, dengan tenaga dalam tersebut ia segera menghancurkan perban itu lalu tak lama kemudian terlihat dua pedang kembar yang memiliki mata pedang keunguan.


Pedang Lian Zhenghua merupakan pedang pusaka kelas Awan yang memiliki nama pedang bayangan.


Dua pedang itu terlihat memancarkan aura kematian yang lumayan pekat, fenomena ini biasanya terjadi ketika pendekar sudah banyak mengambil nyawa dengan pedang tersebut.


Tanpa pikir panjang Lian Zhenghua menjadi yang pertama menyerang Zhou Yuan dengan melepaskan gelombang pedang sambil mempersempit jarak antar keduanya.


Gelombang pedang yang dihasilkan oleh pedang Lian Zhenghua lebih kuat dari gelombang pedang pada umumnya yang menunjukkan kualitas pusaka pria tua itu sangat tinggi.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi untuk menahan gelombang-gelombang itu dan diwaktu bersamaan Lian Zhenghua sudah beberapa langkah lagi darinya.


Lian Zhenghua segera mengayunkan pusakanya dan mulai menggunakan teknik pedangnya untuk menyerang Zhou Yuan. Setiap serangannya menggunakan tenaga dalam yang besar, kecepatannya juga tidak bisa diremehkan.


Zhou Yuan tersenyum tipis. "Kenapa terburu-buru, kupikir kau akan menikmati pertarungan kita..."


Zhou Yuan tetap tenang dan menyambut serangan Lian Zhenghua dengan satu pedangnya. Biarpun serangan Lian Zhenghua sangat cepat, pedang Zhou Yuan mampu mengimbangi kecepatannya.


Lian Zhenghua tidak menjawab perkataan Zhou Yuan, ia terus memainkan pedangnya dan menyerang Zhou Yuan secara bertubi-tubi.


Lian Zhenghua tidak membiarkan Zhou Yuan mengambil nafas atau memisahkan jarak dengannya, dia terus mengayunkan pedangnya yang membuat Zhou Yuan diposisi bertahan.


Setiap serangan Zhenghua dipenuhi nafsu membunuh yang kuat serta tenaga yang luar biasa, ketika kedua senjata mereka beradu akan menciptakan percikan api dan suara yang memekakkan telinga.


Alis Lian Zhenghua mengerut menyadari pedang Zhou Yuan tidak lecet sedikitpun meski sudah menahan ratusan ayunan pedangnya.


Hal ini membuat Zhenghua kebingungan karena seharusnya pusaka kualitas awan sekalipun sudah lecet dengan kekuatan yang dilepaskannya sekarang.


"Jadi begitu, kau berencana merusak pedangku dengan melepaskan kekuatan sebesar ini..." Butuh beberapa saat untuk Zhou Yuan menyadari rencana Zhenghua.


Zhenghua tidak membalas, "Teknik Pedang Bayangan! Sapuan Badai Kegelapan!".


Zhenghua mengalirkan tenaga dalam yang sangat besar pada kedua pedangnya hingga warna pusaka itu berubah menjadi kehitaman, Zhenghua kemudian mengayunkan pedangnya dengan keras.


Zhou Yuan menahan serangan tersebut namun tubuhnya terdorong beberapa meter kebelakang, tangan yang memegang pedang kusanagi terasa sedikit sakit akibat menahan serangan tersebut.


"Jadi ternyata benar kau mengincar pedangku?" Zhou Yuan tersenyum lebar lalu menghunuskan pedangnya pada Zhenghua agar pria tua itu bisa melihat pedangnya dengan jelas. "Sebaiknya kau lupakan rencana itu, akan membutuhkan usaha yang besar untuk menghancurkan pedang ini dan aku yakin kau tidak bisa melakukannya."


"Sebenarnya siapa dirimu? Kenapa kau melawan organisasiku? Aku yakin tidak pernah menyinggung sosok sepertimu?!"


Lian Zhenghua sadar Zhou Yuan adalah pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi seperti dirinya hanya saja ia belum pernah mendengar namanya.


"Percayalah, kau tidak akan mengenaliku meski aku memberitahukan identitasku yang sebenarnya..." Zhou Yuan terdiam sesaat sebelum ia teringat sesuatu. "Aku lupa, salah satu alasanku kesini karena organisasi kalian telah memfitnah organisasiku, sebab itu aku datang dan menyerang markas kalian."


"Memfitnah? Aku tidak pernah merasa telah memfitnah suatu kelompok atau organisasi yang lain?"


"Oh, kau tidak mengingatnya, kelompok yang kau fitnah itu adalah Organisasi Bayangan Malam. Aku berasal dari organisasi mereka."


Lian Zhenghua terkejut, ia jadi teringat bahwa dirinya pernah menyuruh bawahannya agar menangani Organisasi Bayangan Malam.


Dia tidak terlalu peduli dengan organisasi itu karena menganggap kelompok mereka bukan masalah yang besar baginya, Zhenghua tidak menduga ada sosok pendekar kuat dibalik organsiasi tersebut.


Zhenghua mengumpat pelan, ia sadar menyesal sekarang tidak ada gunanya.


"Kau sepertinya sangat yakin bisa mengalahkan organisasiku?" Zhenghua berkata dingin sebelum melepaskan aura pembunuh yang pekat ditubuhnya agar Zhou Yuan menjadi gentar.


Zhou Yuan menaikan alisnya, ia bisa merasakan aura pembunuh Zhenghua lebih pekat daripada dirinya. Zhou Yuan tidak membayangkan sudah berapa banyak nyawa telah dihabisi oleh pria tua itu, yang pasti jumlahnya ribuan.


Ketika aura pembunuh tersebut hendak menyentuh Zhou Yuan, pemuda itu kemudian melepaskan aura pembunuh yang sama.


Zhenghua menahan nafas, tidak menduga Zhou Yuan yang terlihat muda sudah membentuk aura pembunuhnya juga. "Kau berkata tidak boleh jadi pembunuh, ternyata kau tidak jauh berbeda denganku?"


"Aku tidak mengatakan diriku suci tanpa darah, cukup basa-basinya, kita selesaikan semuanya sekarang!"


Zhou Yuan tidak menunggu keterkejutan Zhenghua selesai, dirinya segera maju dan kali ini ia berniat menyerang terlebih dahulu.


Pedang Zhou Yuan dan Lian Zhenghua kembali beradu, kali ini keduanya bertukar serangan dan saling mengandalkan ilmu pedang masing-masing.


Jantung Zhenghua hampir berhenti ketika menyadari permainan pedang Zhou Yuan perlahan-lahan mulai ditekan olehnya. Keduanya beradu belasan jurus hingga Zhenghua tiba-tiba mengambil jarak karena Zhou Yuan hampir melukainya.


Tidak hanya Zhou Yuan memiliki keahlian pedang yang tinggi, pusaka yang dibawanya juga sangat tajam hingga membuat pusaka Zhenghua sudah mengalami retakan kecil walupun hanya bertukar belasan jurus saja.


Tangan Lian Zhenghua juga sedikit gemetar, ia tidak pernah berpikir tubuh ramping Zhou Yuan akan melepaskan tenaga fisik yang begitu kuat.


"Teknik Pedang Elemen — Alunan Nada Angin!"


Zhou Yuan tiba-tiba melepaskan gelombang angin yang kali ini kekuatannya jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.


Zhenghua terkejut, ia tidak yakin bisa menahannya jadi segera menghindari pisau angin tersebut. Zhenghua tidak sadar keputusan menghindari pisau angin itu justru membahayakan orang-orang dibelakangnya.


Pisau angin yang dilepaskan Zhou Yuan segera menembak ke arah Tetua panah yang berada dibelakang Zhenghua.


Tetua Panah melotot, belum ia bereaksi tubuhnya segera terpotong ketika pisau angin itu melewati tubuhnya.