Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 43 — Dibalik Bayangan


"Kakek, apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan?" Zhou Yuan menggaruk kepala, ia harus mengalihkan perhatian kakeknya dari kekuatan barunya.


Pertanyaan Zhou Yuan seketika menyadarkan Zhou Bing, ia teringat bahwa urusan dirinya kemari karena ingin mengatakan sesuatu pada cucunya.


"Yuan'er, malam ini kita akan pergi ke pesta pernikahan, walikota mengundang kita untuk pergi ke sana."


Zhou Yuan mengerutkan dahi setelah mendengar hal tersebut, ia tidak berpikir Kakeknya pergi ke kediaman Walikota sebelumnya, ini menunjukkan bahwa status Keluarga Bangsawan Zhou cukup tinggi di kota Hana.


Tidak bisa menolak, Zhou Yuan meminta untuk persiapan terlebih dahulu, membersihkan diri dan memakai pakaian yang layak. Selepasnya Zhou Yuan ikut bersama kakeknya ke kediaman Walikota.


Menurut Zhou Bing, acara pernikahan putra walikota akan berlangsung meriah, selain disana ada pertunjukan kembang api yang besar, hidangan makanan mereka juga lezat-lezat serta beragam.


Kota Hana adalah kota besar, kuliner mereka tidak bisa diragukan lagi. Zhou Yuan berpikir tidak ada salahnya baginya bersantai sebentar apalagi ia sudah melakukan penerobosan barusan.


***


Disalah satu bangunan kosong yang ada di Kota Hana, ada rombongan pedagang yang berhenti tepat di bangunan itu.


Orang-orang yang melintas di bangunan kosong tersebut sedikit heran dengan rombongan pedagang itu, karena menurut mereka bangunan tersebut sangat menyeramkan dan berhantu sehingga tidak banyak orang yang ingin tinggal lama di sana atau bahkan melewatinya.


Tidak banyak yang mengetahui bahwa bangunan kosong itu kini sedang dijadikan rapat oleh rombongan pedagang tersebut, setidaknya tampak demikian sampai mereka menunjukkan identitas aslinya.


"Bagaimana, apakah kalian sudah melakukannya?"


"Tetua Ketiga, semuanya sudah beres. Kita tinggal menunggu para tamu meminum racun yang kita berikan."


Di bangunan kosong tersebut para pedagang mulai berbaris rapih, jumlah mereka hampir tiga ratus orang dan kini tengah berlutut dihadapan seseorang yang sedang duduk di kursi.


Orang yang duduk itu adalah Tetua Ketiga, ia juga adalah pemimpin rombongan pedagang itu, kekuatannya cukup tinggi dan memiliki kemampuan misterius.


Tetua Ketiga merupakan seorang pria yang memiliki tubuh kurus, dibalik jubahnya ada rantai yang melilit tubuhnya. Kekuatannya berada di Alam Kristal Menengah.


"Bagus," Tetua Ketiga mengangguk puas. "kalau begitu kalian harus bersiap-siap, setelah racun itu bereaksi kita akan mulai menjalankan misinya."


"Siap Tetua!" Balas rombongan pedagang itu serempak.


Setelah berkata demikian, rombongan pedagang itu mulai melepaskan pakaian mereka berganti dengan seragam. Mereka bukanlah seorang pedagang biasa melainkan para pendekar yang menyamar.


Seragam yang dipakai mereka berwarna biru cerah, memiliki kain yang tebal seperti pakaian yang digunakan di musim dingin. Bukan hanya itu mereka juga memakai sebuah topeng.


"Malam ini kita lakukan seperti perintah Ketua Tertinggi, kuasai pemerintahan Kota Hana tanpa ada yang mengetahuinya. Jika ada yang sadar, kalian boleh membunuhnya." Ucap Tetua itu dengan nada dingin.


Pasukan bertopeng mengangguk, mereka tampak antusias dengan cara seperti itu meskipun menyadari dimisi sekarang membunuh bukanlah solusi untuk menyelesaikan misinya.


Pasukan pendekar itu mengerti apa yang dibicarakan Tetua mereka, Organisasi Salju Abadi kini sudah bangkit kembali dan mulai merencanakan untuk menguasai dunia persilatan secara perlahan-lahan.


Kekuatan Organisasi Salju Abadi dengan seratus tahun lalu jauh berbeda, selain jumlah anggota mereka kini sudah sangat banyak, organisasi itu juga telah bekerjasama dengan organisasi lain yang jauh lebih besar.


Bagi organisasi mereka, tidak sulit menyerang Kota Hana namun itu bukan perintah dari atasan mereka sekarang. Organisasi Salju Abadi harus menguasai Kota Hana dibalik layar tanpa ada yang menyadarinya.


Kota Hana sangat penting untuk dikuasai oleh pihak organisasi terutama jalur ekonomi mereka. Jika mereka berhasil melakukan misinya, jalur perdagangan yang dibuat organisasi bisa dilakukan dengan mudah tanpa hambatan.


Tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini ratusan organisasi di dunia persilatan sedang membangun aliansi secara sembunyi-sembunyi.


Alasan mereka masih menutup dari dunia luar karena belum cukup menggulingkan pemerintahan dan para sekte, setidaknya belum sampai beberapa tahun ke depan jika semua sesuai rencana mereka.


Organisasi Salju Abadi adalah salah satu bagian dari aliansi tersebut, organisasi mereka diberi tugas untuk menguasai daerah kota secara diam-diam.


Kini, sudah empat kota yang telah dikuasi Organisasi Salju Abadi di Kekaisaran Bulan. Mereka masuk ke sebuah kota dengan menyamar sebagai rombongan pedagang sebelum menyerang pemerintahannya.


Di kasus sekarang, organisasi itu akan menyerang pemerintahan Kota Hana, berbeda dengan menyerang kota kecil, kota besar seperti Kota Hana memiliki resiko yang besar dalam misinya.


Ketika mereka mendengar ada acara pernikahan di kediaman walikota, organisasi Salju Abadi menganggap bahwa itu adalah kesempatan, mereka bersiasat untuk meracuni pernikahan tersebut sebelum menyerang Walikota dan menguasai pemerintahannya.


Melihat para anggotanya telah selesai bersiap, Tetua Ketiga berniat menyuruh mereka beraksi namun belum ia berbicara, ada anggota yang tiba-tiba datang dan menyampaikan laporan yang baru ditemuinya.


Laporan itu berisi tentang para tamu yang diundang walikota, tidak ada masalah dari itu sampai sang pelapor mengatakan ada pendekar tingkat tinggi di sana.


"Zhou? Keluarga Bangsawan yang memimpin kota tercantik itu bukan, kenapa walikota Hana bisa mengundangnya kesini?" Tetua Ketiga mengelus dagunya.


Keluarga Zhou mungkin adalah bangsawan menengah yang popularitasnya tidak bisa disandingkan dengan Keluarga Bangsawan besar namun Kota Riva yang dipimpinnya sangat dikenal luas di Kekaisaran Bulan sebagai kota terindah sepanjang masa.


"Bukan itu saja Tetua, yang diundang Walikota merupakan Ketua langsung keluarga mereka. Kekuatannya cukup tinggi..." Jelas sang pelapor lebih lanjut.


Dahi Tetua Ketiga kini mengerut, jelas tidak menduga situasinya diluar perkiraannya . Meski menyadari kesulitan menaklukkan kota besar lebih beresiko namun tidak menyangka ada pendekar setingkat dirinya yang harus ia lawan.


"Tidak perlu khawatir, kali ini aku dan Tetua keempat akan turun tangan melawan pimpinan bangsawan itu." Tetua Ketiga tidak bisa mundur apalagi mengubah rencana, cara satu-satunya adalah melawannya.


"Eh? Kenapa aku harus ikut?"


Suara seseorang terdengar dibalik bayangan sesudah Tetua Ketiga menyebutkan Tetua Keempat, ia melangkah hingga cahaya bulan menyinari tubuhnya, terlihat sosok wanita.


Tetua Keempat adalah seorang perempuan, memakai cadar tipis di balik wajah muda dan manisnya. Kekuatannya tidak berbeda jauh dengan Tetua Ketiga yang sama-sama berada di Alam Kristal.


Sekilas mereka yang baru melihatnya akan menganggap Tetua Keempat seperti gadis cantik yang baik tetapi bagi orang yang sudah lama mengenalnya. Gadis itu tidak berbeda jauh dari siluman berkulit manusia.