
Guan Ning memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan Lizi Ao ataupun Shang Hai, dia bisa saja mengungguli dengan kemampuan dan kekuatannya namun jika melawan mereka bersama-sama seperti ini maka kasusnya akan jauh berbeda.
Dalam waktu singkat, Guan Ning harus menyambut serangan dari enam sisi, kerjasama antara Lizi Ao, Shang Hai, dan empat alam kristal mampu membuatnya diposisi bertahan.
"Bukankah tindakan kalian terlalu pengecut hingga harus mengeroyokku seperti ini?" Guan Ning tersenyum tipis.
"Aku tidak berpikir demikian, dalam pertarungan hidup dan mati seseorang akan melakukan berbagai cara untuk hidup meski harus menggunakan cara licik sekalipun." Lizi Ao menjawab tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Hmph! Kupikir manusia binatang adalah ras terhormat, ternyata kalian jauh dari dugaanku."
"Tidak ada peraturan yang mengharuskan seseorang untuk bersikap adil, tidak ada keadilan murni di dunia ini." Shang Hai mengayunkan kapaknya lebih cepat lagi.
Seiring berjalannya waktu beberapa serangan akhirnya berhasil mengenai tubuh Guan Ning. Meski demikian Kaisar Bumi tersebut tampak tidak mengalami luka, ia lebih memfokuskan untuk menghindari ataupun menangkis.
"Kau sepertinya mempunyai pertahanan kulit yang kuat?" Lizi Ao menyipitkan mata, pisau yang dilemparkannya sudah mengenai tubuh Guan Ning tetapi tidak timbul goresan luka atau sejenisnya di tubuhnya lawannya.
Guan Ning tidak menjawab, sebagai pertarungan yang menggunakan ilmu tangan kosong ia harus melengkapi tubuhnya dengan sebuah pertahanan pasif, sama dengan Zhou Yuan, ia mampu mengeraskan kulitnya dengan menggunakan perisai tenaga dalam.
Ketika Guan Ning bertarung dengan beberapa lawannya, di tempat yang berbeda sebuah pertarungan tak kalah sengit juga sedang terjadi.
Qiusui Bao dengan kemampuan dua pedangnya harus berhadapan dengan sosok manusia rubah yang berada di alam cahaya.
Manusia rubah itu memiliki kemampuan pedang sama sepertinya, kekuatan Qiusui Bao lebih unggul darinya namun tidak dalam kualitas pusaka.
Qiusui Bao baru pertama kali melihat ada pusaka kelas awan yang setajam pedang manusia rubah tersebut, meski kemampuan pedangnya di atas lawannya, pusakanya sudah mengalami retakan halus akibat sering berbenturan dengan pedang manusia rubah tersebut.
"Sepertinya rumor yang beredar itu benar, kemampuan dua pedangmu benar-benar lebih mematikan dari yang aku dengar..." Manusia rubah tersebut tersenyum tipis, tubuhnya sudah dipenuhi goresan luka kecil sementara ia tak bisa melukai Qiusui sedikitpun.
"Haruskah aku tersanjung?" Qiusui Bao menaikan alisnya. "Daripada memikirkan kemampuan pedangku, sebaiknya pikirkan apakah kau akan selamat hari ini atau tidak?"
"Kau belum mengetahui apapun, belum tahu sejauh mana kekuatan pasukan ras kami menyerang."
"Kalau begitu tunjukkan, akan kuberi tahu kalau akademi Empat Kekaisaran bukanlah akademi sembarang, mereka mempunyai kekuatan tempur yang besar yang tidak berbeda jauh dengan pemerintah kekaisaran. Hanya dengan pasukan rasmu saja belum cukup untuk menaklukkan akademi."
Manusia rubah itu tertawa, "Namaku Hua Sha, pemimpin regu Beta, aku tidak mengatakan bahwa penyerangan ini hanya pasukan rasku saja, kami juga mempunyai sekutu!"
Raut wajah Qiusui Bao berubah, belum sempat ia menjawab, tiba-tiba sebuah energi pedang api melesat cepat ke arahnya.
Energi pedang api itu begitu kuat, Qiusui Bao segera mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya dan menahan serangan tersebut. Tubuhnya terdorong beberapa meter, Qiusui Bao berhasil menahan energi pedang itu serta mempertahankan keseimbangannya.
"Seperti yang aku duga dari Tuan Qiusui, kau mempunyai kecekatan yang tinggi."
Seseorang yang melepaskan energi pedang api itu akhirnya menampakkan diri, seseorang yang cukup terkenal dan terkemuka di dunia persilatan, dia adalah Kaisar Matahari, Liu Zhangyang.
Mata Qiusui Bao melebar sekaligus terkejut melihatnya, "Kau! Bagaimana..."
Hua Sha segera tertawa melihat keterkejutan Qiusui, ia lalu melirik ke Liu Zhangyang. "Kau lama sekali, kupikir kau akan membatalkan kerjasama kita."
"Penghianat?! Zhangyang apa maksud dengan tindakanmu ini?" Qiusui Bao merapatkan giginya, jelas tidak menduga situasi bakal jadi seperti ini.
"Seperti yang kau lihat Tuan Qiusui, aku bekerjasama dengan Ras Manusia Binatang." Liu Zhangyang tersenyum tipis. "Sudah lama kedamaian ini berlangsung, sekarang, Kekaisaran Matahari akan menguasai seluruh benua daratan utara."
"Hanya karena itu kau sampai melakukan tindakan seperti ini?"
"Bagimu mungkin 'hanya' tapi bagiku, kejayaan Kekaisaran Matahari sangat diperlukan."
Qiusui menggenggam dua pedangnya erat, ia akan kesulitan melawan Liu Zhangyang dengan pendekar alam cahaya yang lain.
Tidak menunggu lebih lama lagi, Liu Zhangyang dan Hua Sha bekerjasama menyerang Qiusui secara bertubi-tubi.
Liu Zhangyang menggunakan teknik pedang api yang membuat pedangnya terselimuti oleh api membara, gerakan pedangnya begitu cepat dan sulit dihindari membuat Qiusui kesulitan untuk membaca permainan pedangnya sehingga ia harus diposisi bertahan.
Dalam waktu puluhan jurus, Qiusui berhasil di desak oleh keduanya. Jika bukan karena pengalaman serta gaya bertarungnya yang tinggi mungkin ia sudah mengalami luka parah sekarang.
"Aku tidak percaya kau akan bertekad seperti ini hanya karena sebuah kekuasaan... " Disaat keduanya bertarung, Qiusui memberikan pernyataan.
"Kekuasaan adalah hal yang paling diinginkan di dunia ini selain harta, tidak ada orang yang tidak tergiur jika mereka diberikan kekuasaan."
Qiusui mendengus sambil terus bertahan posisinya semakin tidak diuntungkan karena tubuhnya mulai terluka.
Biarpun hanya luka goresan kecil namun luka tersebut akan berpengaruh pada pertandingannya.
Qiusui memutar otaknya agar bisa memberi serangan balik tetapi ia sadar hal itu tidak akan mudah apalagi Liu Zhangyang dan Hua Sha tak memberi jeda dalam setiap serangannya.
***
Disisi berbeda, Jiang Long sedang melawan empat pendekar puncak alam kristal. Ketika melihat Zhou Yuan pergi dari area turnamen bersama Yifei dan lainnnya ia bisa bernafas lega sekaligus dan lebih fokus menyerang lawan-lawan.
Dengan kekuatan serta teknik api biru, Jiang Long bisa mengungguli lawan-lawannya. Perbedaan jelas terlihat karena Jiang Long mendominasi pertarungan tersebut.
Jiang Long berpikir semuanya akan selesai namun dari arah atas, tiba-tiba seseorang turun dan mendarat diantara mereka bertarung.
Jiang Long memasang ekspresi serius serta meningkatkan kewaspadaannya kepuncak tertinggi sebab orang yang mendarat itu adalah manusia elang yang memiliki tingkatan sama dengannya.
Manusia elang tersebut berada di alam cahaya, ia memakai sebuah tombak pusaka sebagai senjatanya.
"Sayang sekali Kaisar Bulan saat ini tidak datang, meski bukan Kaisar kau mempunyai kekuatan yang cukup kuat, aku yakin kau memiliki jabatan tinggi di sana?" Manusia elang tersenyum lebar, dia bernama Fu Zha, pemimpin dari regu Epsilon.
Jiang Long tidak menjawab, dia melepaskan api yang lebih besar dari sebelumnya dan menyelimuti tubuhnya.
Jiang Long tidak sekuat tiga kaisar lain meski ia sama-sama berada ditingkatan alam cahaya jadi melawan satu pemimpin regu manusia binatang adalah lawan yang merepotkan baginya.