
"Walaupun bukan kota yang indah seperti Kota Riva, tempat ini juga tetap menarik dikunjungi oleh wisatawan luar..." Zhou Yuan berdecak kagum melihat kebersihan Kota Arka.
Kota Riva merupakan perpaduan antara kebersihan dan keindahan sementara Kota Arka hanya mempunyai kebersihan saja namun tetap mempunyai nilai tersendiri.
Zhou Yuan mulai melangkahkan kakinya lebih dalam memasuki kota, karena hari sudah mulai gelap ketika tiba disini Zhou Yuan memilih mencari tempat penginapan terlebih dhulu.
Zhou Yuan bertanya pada warga setempat untuk mencari keberadaan penginapan yang paling direkomendasikan, setelah mengetahuinya ia pergi ke penginapan yang dimaksud.
"Aku memesan satu kamar, berapa harga persatu malamnya?" Zhou Yuan bertanya pada petugas administrasi di penginapan itu.
"Harganya tiga perak permalam, tapi jika kau ingin lantai teratas dan melihat pemandangan kota, harga permalamnya bertambah dua kali lipat."
Penginapan yang Zhou Yuan kunjungi memang terbilang cukup besar dengan lima lantai. Zhou Yuan berpikir sejenak hingga akhirnya mengangguk dan memilih lantai teratas.
Karena Zhou Yuan tidak mempunyai koin perak, dia memberikan satu keping emas pada petugas administrasi penginapan tersebut. "Kau bisa ambil kembaliannya, aku akan menginap lima sampai enam hari disini..."
Petugas administrasi itu terkejut sebelum berterimakasih, dia kemudian memberikan kunci kamar pada Zhou Yuan.
"Berhati-hatilah saat menaiki tangga, beberapa orang pernah terpeleset karenanya..." Petugas administrasi itu berubah sikap menjadi lebih hormat pada Zhou Yuan setelah memberikannya koin emas.
Zhou Yuan mengangguk pelan sebelum meninggalkan tempat administrasi tersebut menuju ke lantai lima. Zhou Yuan memasuki kamarnya, selain berada paling atas nyatanya kamar Zhou Yuan lumayan mewah.
Zhou Yuan bisa melihat ke arah jendela sebuah pemandangan Kota Arka yang hidup dan terlihat begitu indah.
"Sudah sejak sekian lama aku hampir lupa dengan pemandangan ini..." Zhou Yuan tersenyum tipis memandangi kota Arka dari balik jendela.
Bisa dibilang selama tiga tahun berlatih, Zhou Yuan hanya berada di tengah hutan sehingga pemandangan yang dilihatnya merupakan keindahan alam saja. Meski menyukai ketenangan, tetapi suasana kota tetap membuatnya nyaman.
Zhou Yuan langsung mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur, sesudah terbang dua hari tanpa henti ia lumayan kelelahan ditambah tenaga dalamnya juga sudah terkuras cukup banyak.
Malam itu di Kota Arka, Zhou Yuan menghabiskan waktunya untuk istirahat dan mengisi tenaga dalamnya kembali.
Tenaga dalam Zhou Yuan yang telah mencapai ribuan tidak bisa dipulihkan dalam beberapa jam saja sehingga dalam beberapa hari ke depan ia mengunci di kamarnya sampai tenaga dalamnya pulih sepenuhnya.
Meski telah mencapai kekuatan yang tinggi sebagai seorang pendekar Zhou Yuan ingin segera kembali ke kondisi primanya, ia tidak gegabah apalagi sekarang dirinya berada di tempat yang menurutnya asing.
Zhou Yuan khawatir dimasa depan ada suatu kondisi diluar kendalinya jadi dia harus dalam kondisi siap. Setelah membutuhkan waktu yang lama akhirnya Zhou Yuan selesai mengumpulkan tenaga dalamnya kembali.
Zhou Yuan kemudian keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri lalu menemukan hari sudah siang.
"Sebaiknya aku mencari makan terlebih dahulu..." Gumam Zhou Yuan pelan setelah keluar dari penginapan.
Berkat kekuatannya yang sudah tinggi Zhou Yuan bisa tahan makan dan minum selama beberapa hari tanpa merasakan lapar atau haus sekalipun.
Zhou Yuan kemudian mencari tempat makan, kebetulan tidak jauh dari penginapannya ia menemukan restoran yang tampak digemari warga lokal kota ini dan memiliki tiga lantai. Restoran tersebut bernama Restoran Bulan Biru.
Zhou Yuan melihat sekitar, di lantai pertama restoran itu hampir setiap meja sudah terisi. "Apakah ada tempat yang lebih nyaman dari ini? Harga tidak masalah."
Pelayan itu mengangguk lalu merekomendasikan Zhou Yuan agar makan di lantai ketiga yang merupakan lantai VIP di restoran ini.
Untuk dilantai ketiga dibutuhkan tarif bagi pelanggan yang ingin ke sana, hal tersebut karena lantai tiga sangat berbeda dengan lantai dua atau lantai satu dimana ada fasilitas panggung pertunjukkan yang disediakan bagi pelanggan.
Zhou Yuan menyetujui rekomendasi tersebut, pelayan itu segera menemani Zhou Yuan ke lantai tiga restoran.
Ketika Zhou Yuan tiba disana, hampir tidak ada pelanggan di lantai tiga selain dirinya, ini menunjukkan tidak sembarang orang yang bisa kesini karena selain tarif masuk yang tinggi juga harga masakan disini jauh lebih mahal dibandingkan lantai lainnya.
"Tuan apakah anda membutuhkan gadis penghibur dan pertunjukan seni musik?"
Zhou Yuan menggeleng, "Tidak perlu, aku hanya ingin memesan makanan, selain itu..." Zhou Yuan terdiam sebentar, melirik sekitarnya, "Aku ingin membeli informasi dari kalian?"
Pelayan itu tampak kebingungan, " Membeli informasi? Aku tidak mengerti maksud Tuan?"
"Kau tidak akan mengerti tapi atasanmu akan memahaminya. " Zhou Yuan tersenyum tipis. "Bilang saja hal ini pada atasanmu maka dia akan mengerti."
Pelayan itu tampak keheranan tetapi ia segera pamit dan meninggalkan Zhou Yuan, beberapa saat kemudian ia kembali bersama seorang wanita paruh baya.
Wanita paruh baya itu diketahui adalah atasan dari pelayan sebelumnya. Wanita paruh baya menyuruh sang pelayan tadi kembali sementara ia akan berbicara dengan Zhou Yuan berdua.
"Tuan muda, apakah anda yang mengatakan ingin membeli informasi dari kami?" Tanya wanita paruh baya itu dengan ragu sebab terkejut melihat Zhou Yuan yang masih muda.
"Benar Bibi, aku ingin membeli informasi dari kalian. Bukankah disini ada jasa seperti itu?"
Wanita itu tidak menjawab langsung. "Tuan muda, bolehkah aku mengetahui bagaimana anda tahu restoran ini menjual informasi?"
Zhou Yuan tertawa kecil, "Tidak sulit, bukankah kalian mengetahui bahwa restoran kalian bukan satu-satunya yang berbisnis seperti ini?" Zhou Yuan tersenyum penuh makna.
Mungkin sangat jarang orang mengetahui bahwa restoran mempunyai bisinis lain selain menjual makanan yaitu dengan menjual informasi.
Informasi ini didapat dari pelanggan yang memasuki restoran, kebanyakan dari mereka akan mengobrol ketika makan dan pembicaraan itu akan terdengar oleh pelayan sebelum mereka mengumpulkan, menggali serta merangkai hingga menjadi sebuah informasi akurat.
Memang tidak semua restoran akan menjual informasi seperti ini, biasanya kebanyakan adalah restoran besar atau restoran yang memiliki banyak pelanggan.
Wanita paruh baya itu menelan ludah sebelum mengangguk dan mengakui pernyataan Zhou Yuan.
Zhou Yuan kemudian memberikan kantong kulit kecil dari balik jubahnya lalu memberikan pada wanita paruh baya itu, didalam kantong kulit tersebut berisi belasan keping emas.
"Apa uang seperti ini cukup untuk membeli informasi dari Bibi?" Zhou Yuan tersenyum lebar.
Wanita itu menahan nafas sebelum mengangguk sebagai jawabannya, ia tidak menduga pemuda yang tampak berusia belasan tahun itu akan membayarnya dengan kepingan emas.