
Zhou Yuan langsung mempraktekkan arahan Feiyu pada pedang kusanagi yang selalu ia bawa.
Pertama-tama Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada cincinnya sebelum tangannya mengarahkan pada pedang kusanagi, secara tiba-tiba pedang Zhou Yuan menghilang dan ia bisa merasakan pedang itu berada di cincinnya.
Zhou Yuan kemudian membayangkan pedang kusanagi di pikirannya, secara ajaib pedang itu keluar dari cincinnya. Zhou Yuan mencobanya beberapa kali sebelum akhirnya ia bisa memahami cara kerja cincin ruang tersebut.
Yun Feiyu mengangguk pelan ketika Zhou Yuan berhasil menguasainya. Feiyu menjelaskan bahwa cincin ruang bisa menyimpan apa saja tak peduli bentuk ukurannya kecil ataupun besar selama mereka bukan mahluk hidup.
"Oh aku hampir lupa, ambil ini!" Feiyu melemparkan sebuah tabung kecil pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, "Tabung apa ini Bibi?"
"Tabung cahaya, hampir sama dengan kembang api tapi jauh lebih menyilaukan. Arahkan tabung ini ke atas langit maka dia akan menembakkan bola cahaya yang terang. Yuan'er, kau gunakan benda ini saat sedang terdesak atau merasa selesai berburu siluman, aku akan datang kesini dan membawamu kembali."
Zhou Yuan mengerti, ia berterimakasih pada Feiyu lalu menyimpan tabung cahaya itu ke cincin ruangnya.
"Kalau begitu Yuan'er aku pergi terlebih dahulu, aku akan kembali kesini jika kau menembakkan tabung cahaya itu kembali." Yun Feiyu berpamitan.
"Aku mengerti Bibi, terimakasih karena telah banyak membantuku." Zhou Yuan memberikan rasa hormatnya pada Feiyu.
Yun Feiyu tersenyum lalu segera membuat portal, ia sempat melambaikan tangannya pada Zhou Yuan sebelum melompat ke dalam portal tersebut.
Zhou Yuan menyaksikan portal itu mengecil sebelum akhirnya menghilang, ia melihat sekitar, hanya kesunyian dan kabut yang menutupi jarak penglihatannya.
Walau hari masih siang, di tempat Zhou Yuan hanya separuh cahaya matahari yang berhasil menerobos kabut lembah itu sehingga pencahayaan di sana sedikit remang-remang.
Zhou Yuan mulai melangkahkan kakinya ke salah satu arah, baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba sebuah suara dari atas mengagetkannya.
Zhou Yuan melihat seekor kelelawar besar tengah terbang ke arahnya dengan kecepatan yang tinggi. Zhou Yuan tidak panik, ketika jarak siluman kelelawar itu sudah beberapa meter dengannya Zhou Yuan mendadak menghilang.
Kelelawar yang sedang bergerak dengan cepat terkejut menghilangnya Zhou Yuan secara tiba-tiba sehingga ia tak bisa menghentikan laju terbangnya lalu menabrak ke tanah.
Di waktu yang sama Zhou Yuan muncul kembali di atas kelelawar tersebut sebelum mengayunkan tinjunya dengan kuat.
BUM!
Tinju Zhou Yuan mengenai tubuh siluman kelelawar itu dengan telak, kelelawar tersebut merupakan siluman berusia 60 tahunan sehingga bukan lawan Zhou Yuan, dalam sekali pukulan ia langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Belum Zhou Yuan bernafas lega setelah mengambil nyawa siluman kelelawar itu sudah ada kelelawar lain yang datang kali ini jumlahnya empat.
Zhou Yuan menghela nafas, saat ini tidak bisa menggunakan pedang kusanagi karena hanya memiliki sedikit tenaga dalam sesudah latihan pembukaan gerbang cahaya.
Meski demikian tenaga fisik Zhou Yuan tetap sangat mengerikan, Zhou Yuan mengayunkan tinjunya kembali pada keempat kelelawar tersebut, setiap tinjunya menghasilkan pukulan yang berdentum.
BUM! BUM! BUM!
Dalam setiap pukulannya Zhou Yuan berhasil membunuh siluman kelelawar itu, tenaga fisik Zhou Yuan yang telah meningkat seiring dengan kekuatannya bertambah menjadikan tenaga fisiknya jauh lebih kuat.
Kelelawar-kelelawar itu terlempar ke segala arah, suara hantaman kelelawar yang mengenai tanah akhirnya terdengar oleh kelelawar lain, Zhou Yuan merasakan ada banyak siluman yang kini akan menghampirinya kali ini.
***
Zhou Yuan sudah tidak mengetahui berapa lama dirinya tinggal di lembah kelelawar tersebut tetapi yang pasti sudah berhari-hari.
Zhou Yuan merasakan kantuk yang amat sangat setelah beberapa hari tidak tidur, konsentrasinya sudah menurun dan stamina Zhou Yuan sudah hampir mencapai batasnya.
Tidak semenit pun Zhou Yuan berisitirahat selama di lembah kelelawar ini, dia juga tidak bisa bersembunyi karena kelelawar menggunakan suara untuk mendeteksi lawannya.
"Kelelawar-kelelawar ini sungguh keras kepala, mereka benar-benar ingin menghisap darahku..." Zhou Yuan mengumpat di dalam hatinya sambil terus berlari.
Saat ini Zhou Yuan sedang mencari tempat persembunyian yang aman dari kejaran kelelawar itu, dia sudah tidak lagi berminat membunuh kelelawar yang lain, fokus utamanya sekarang adalah berisitirahat.
"Kurasa itu tempat yang bagus..."
Dari kejauhan Zhou Yuan menemukan sebuah gua yang ukurannya kecil tetapi cukup muat untuk tubuhnya, ia segera masuk ke dalam sana sambil berharap kelelawar itu tidak menemukannya kali ini.
Mulut gua itu memang kecil namun saat Zhou Yuan kedalam, ruangan guanya lumayan besar.
Zhou Yuan mencoba memeriksa gua itu khawatir ada siluman atau hewan lain disana, setelah dirasa aman Zhou Yuan segera menjatuhkan tubuhnya ke tanah dengan kelelahan.
Selama berhari-hari Zhou Yuan menghadapi koloni siluman kelelawar itu, ia mendapatkan banyak sekali permata siluman di cincin ruangnya.
Walaupun Zhou Yuan sudah mendengar kelelawar itu berjumlah puluhan ribu namun tetap saja ia terkejut ketika melihat jumlahnya secara langsung.
Meski membutuhkan satu pukulan untuk membunuh setiap kelelawar Zhou Yuan tetap memiliki stamina yang terbatas apalagi saat ini bukan hanya tubuhnya yang kelelahan melainkan rasa kantuk.
Zhou Yuan menghembuskan nafas lega menyadari kelelawar itu tidak bisa menemukannya kali ini, ia menyadarkan punggungnya ke dinding gua, matanya yang sudah berat tak bisa lagi menahan kantuknya.
Zhou Yuan terbangun sesudah tidur hampir dua belas jam, ia mendesah pelan ketika seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal tetapi kondisinya sekarang lebih prima dari sebelumnya.
"Ini lebih baik, aku akan menjadikan tempat ini sebagai persembunyianku sementara..."
Setelah Zhou Yuan berisitirahat, ia makan dari daging kelelawar yang ia buru, Zhou Yuan membuat api unggun dengan ranting-ranting kecil yang ia temukan disekitar gua sebelum membakar daging kelelawar di atasnya.
Sambil menunggu daging kelelawar matang, Zhou Yuan mengeluarkan permata siluman yang didapat dan mulai menghitungnya. Jumlahnya sudah banyak karena ia telah mengumpulkannya berhari-hari yaitu sekitar 500 permata siluman.
"Kupikir aku harus lebih lama disini, aku membutuhkan permata suliman lebih banyak dari ini..." Zhou Yuan menggeleng pelan merasa permata siluman yang dikumpulkannya belum cukup.
Zhou Yuan keluar dari gua saat dirasa tubuhnya sudah cukup berisitirahat, ia juga mengisi seperempat tenaga dalamnya untuk menguatkan fisik dan menambah stamina.
Baru tiga menit Zhou Yuan meninggalkan gua, sudah ada belasan kelelawar yang mendatanginya. Zhou Yuan tersenyum lebar, kali ini ia tidak lari justru melompat ke arah mereka, Zhou Yuan memberikan pukulan berdentum pada setiap kelelawar itu.
Zhou Yuan yakin akan menghabiskan waktu lama di lembah ini jauh dari perkiraannya, ia berniat memburu kelelawar itu sebanyak-banyaknya untuk mengumpulkan ribuan permata siluman.
"Mari kesini, aku akan meladeni kalian semua!" Zhou Yuan berseru pada kelelawar-kelelawar itu, tubuhnya melepaskan aura yang hebat.