Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 159 — Zhou Yuan Vs Linxia


Keesokan harinya, babak perdelapan final turnamen dimulai.


Babak kali ini sekaligus hari terakhir untuk menutupi acara turnamen tersebut serta mengumumkan siapa yang nanti akan jadi juara.


Ada delapan peserta lagi yang masih bertahan di turnamen termasuk Zhou Yuan diantaranya, pemuda itu duduk di kursi yang disediakan untuk peserta, bersiap akan bertanding.


"Hm, penonton kali ini jauh lebih banyak..." Zhou Yuan melihat ke arah bangku penonton, kursi yang disediakan telah terisi penuh padahal panitia akademi sudah menambah jumlah kursinya.


Sebagian dari mereka yang tidak mendapatkan kursi harus menonton secara berdiri sementara sisanya harus berdesakan agar bisa melihat arena turnamen.


"Apa kau tidak gugup dengan situasi ini?" Yifei yang duduk di samping Zhou Yuan berkomentar, melihat para penonton yang jumlahnya jauh lebih banyak dari dugaannya membuat perasaan gugup gadis itu muncul kembali.


"Tidak ada yang perlu digugupkan, seperti sebelumnya kau harus fokus pada lawanmu, bukan penontonnya..." Zhou Yuan mengelus pucuk kepala gadis itu pelan.


Mata Zhou Yuan kembali menyisir sekitarnya, beberapa saat dia menyadari ada orang tertentu di penonton itu yang memakai tudung hingga menutupi wajah.


Zhou Yuan tidak masalah dengan tampilan mereka namun yang jadi pusat perhatiannya adalah mantel yang dipakai itu adalah pakaian yang sama dengan ras manusia binatang yang ia tabrak di Kota Lily.


'Apa semua orang yang memakai mantel itu membeli pakaiannya di toko yang sama, tidak... Kalau dipikir lagi terlalu kebetulan seseorang memakai pakaian yang sama disatu waktu...' Zhou Yuan bisa melihat bukan hanya satu saja orang yang memakai mantel itu, melainkan puluhan dan tersebar di antara kursi penonton.


Entah kenapa Zhou Yuan merasa tidak tenang dengan situasi seperti ini serta firasatnya memburuk.


Zhou Yuan masih memikirkan orang-orang yang memakai mantel itu saat di atas panggung Xiong Bian membuka acara turnamennya.


'Kuharap ini bukan sesuatu yang buruk...' Zhou Yuan menghela nafas, ia lebih memilih memusatkan perhatiannya ke arah Xiong Bian yang sudah berpidato di depan yang lain.


"Para hadirin sekalian, akhirnya kita tiba di acara babak perdelapan final turnamen... Dihari ini kita bisa melihat siapa yang nanti akan menjadi juara dan mendapatkan hadiah istimewa dari kami..." Xiong Bian memulai acaranya. "Mereka yang telah mencapai 8 besar merupakan pendekar berbakat generasi muda, tidak diragukan lagi kekuatan mereka diusia seperti itu setidaknya menandingi seorang pendekar yang telah mencapai alam Emas..."


Xiong Bian tersenyum. "Untuk mempersingkat acaranya kita langsung saja mulai pertandingan turnamen ini tapi sebelumnya aku akan mengingatkan lagi tentang peraturan di arena."


Xiong Bian untuk kesekian kalinya menjelaskan peraturan agar mereka yang baru menonton turnamen ini bisa lebih memahaminya. Tidak lupa ia juga memperkenalkan empat Kaisar yang hadir dan duduk di kursi khusus.


Meski Jiang Long bukan Kaisar Bulan sebenarnya namun untuk saat ini ia mewakili pemimpin dari Kekaisaran tersebut.


"Pertandingan pertama di babak perdelapan final kita awali dengan peserta Zhou Yuan melawan peserta Yue Linxia, nama yang disebutkan mohon ke atas panggung..."


Zhou Yuan mengerutkan dahi, tidak menduga dia akan menjadi orang pertama yang tampil di tambah lawannya adalah Linxia.


Tidak menunggu lagi Zhou Yuan naik ke atas arena disusul Linxia setelahnya, pusat perhatian segera tertuju pada keduanya.


"Ah, aku ingat laki-laki bernama Zhou Yuan ini, meski tidak terkenal tetapi dia memiliki kemampuan yang cukup tinggi hingga bisa mengalahkan Zuo Lang..."


"Benar tapi gadis yang menjadi lawannya juga tak kalah berbakat, apalagi kemampuan berpedangnya yang gesit dan mematikan."


"Menurutku pertandingan ini pasti dimenangkan oleh Linxia."


"Omong kosong, tentu saja pemuda itu, apa kau tidak melihat kemampuan api yang dia semburkan di pertarungan sebelumnya?!"


Bisik-bisik terdengar diantara para penonton bahkan menjadi perdebatan, mereka menyadari kekuatan kedua belah pihak sama-sama memiliki kekuatan yang tinggi sehingga tidak mengetahui siapa yang akan menang.


Xiong Bian berdiri diantara Zhou Yuan dan Linxia, setelah melihat keduanya bersiap dia kemudian meniupkan peluitnya.


"Saudara Yuan, aku tidak menduga akan menjadi lawanmu." Linxia memberikan hormat pada Zhou Yuan terlebih dahulu lalu menarik senjatanya. "Aku akan menggunakan seluruh kemampuanku untuk melawanmu..."


Zhou Yuan tersenyum lembut lalu kemudian menarik pedang pusaka ayahnya. "Kalau begitu aku juga akan menggunakan segenap kemampuanku!"


Demi menghormati Linxia, Zhou Yuan akan menggunakan ilmu pedangnya dengan serius.


Linxia menarik nafas yang dalam, mengalirkan tenaga dalam di mulutnya sebelum melakukan perubahan jenis.


"Elemental Suara — Senandung Nada Malam!"


Dengan elemen suaranya, Linxia kemudian bersiul cukup kencang membuat udara di sekitarnya jadi bergetar hebat.


Zhou Yuan yang berpikir Linxia akan menggunakan keahlian pedangnya tentu tidak siap ketika gadis itu tiba-tiba menyerangnya dengan gelombang suara. Senandung tersebut berhasil masuk ke telinganya.


Zhou Yuan segera menutup telinganya dengan kedua tangan, berharap dengan cara itu siulan Linxia tidak terdengar namun kenyataannya justru sebaliknya.


Zhou Yuan bisa merasakan seluruh tulangnya kini menjerit kesakitan, ia akui baru pertama kali berhadapan dengan seseorang yang memiliki elemen suara seperti Linxia.


Bukan hanya Zhou Yuan saja, wasit pertandingan Xiong Bian, empat kaisar serta para penonton yang lain juga terkena dampaknya walau tidak separah Zhou Yuan.


Ketika melihat siulannya berhasil mengganggu Zhou Yuan, Linxia kemudian mengubah nadanya yang sebelumnya keras menjadi sedikit lembut.


Zhou Yuan menyadari perubahan itu, suara dengan nada berbeda membuat tubuhnya tiba-tiba menjadi lebih berat, ia sedikit kesulitan bergerak karena mendengar alunan siulan Linxia yang merdu.


'Xia'er mempunyai kemampuan seperti ini, aku tidak percaya...' Zhou Yuan tersenyum, harus dia akui dirinya terkejut dengan kekuatan gadis itu.


Saat Zhou Yuan kesulitan menggerakkan tubuhnya, Linxia mengambilnya kesempatan untuk menyerang, dia bergerak mendekati Zhou Yuan dan menyerangnya dengan teknik pedangnya.


Linxia menggunakan seluruh kemampuannya untuk melawan pemuda itu, gerakan pedangnya sangat lincah dan sulit ditebak membuat semua orang yang melihatnya berdecak kagum.


Zhou Yuan menerima setiap serangan gadis itu dengan pedangnya, biarpun siulan Linxia berhasil menganggu pergerakannya namun itu belum cukup untuk melumpuhkan dirinya. Dengan efek dari siulan Linxia, setidaknya Zhou Yuan hanya bisa menggunakan 75% kekuatannya.


"Gelombang Ombak!"


Zhou Yuan melepaskan ayunan pedang yang cukup kuat dan cepat, Linxia yang menyadari itu segera menahannya dengan pusakanya namun tubuhnya tetap terdorong beberapa meter.


Tangan Linxia merasakan sakit ketika menahan serangan tersebut, sebelum dia bereaksi lebih jauh Zhou Yuan sudah hilang dari pandangannya dan muncul tepat dibelakangnya.


Linxia tidak mempunyai waktu untuk menghindar jadi dia menggunakan kemampuan elemennya.


"Elemental Suara — Gelombang Getaran Nada!"


Linxia memetik kan kedua jarinya yang kemudian menimbulkan gelombang kejut ke sekitarnya.


Gelombang kejut itu begitu kuat, Zhou Yuan yang sempat ingin menikam Linxia dari belakang segera terdorong cukup jauh hingga meninggalkan jarak lebar diantara keduanya.