Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 84 — Yue Jian


Para peserta yang tidak menang tetap diberi hadiah sebagai kompensasi Sekte Bambu Hijau atas masalah siluman yang terjadi. Hadiah itu berupa sumberdaya yang baik untuk perkembangan pendekar.


Zhou Yuan juga diberikan hal serupa, setelahnya ia pergi bersama Kakeknya ke penginapan mereka tinggal.


"Yuan'er, sepertinya banyak hal yang berubah ketika kau sedang dikompetisi?" Zhou Bing tersenyum tipis saat merasakan aura kekuatan Zhou Yuan tidak sekuat sebelumnya.


Zhou Yuan memahami kalau yang dimaksud Kakeknya adalah kekuatannya yang turun menjadi Alam Perak kembali. Zhou Yuan hanya menjelaskan bahwa ia mungkin sedang kelelahan.


Hal pertama yang Zhou Yuan sampaikan ketika tiba di penginapan adalah menjelaskan tentang Organisasi Merak Putih pada Kakeknya.


Raut wajah Zhou Bing berubah-rubah saat mendengarkan penjelasan Zhou Yuan tetapi ia tidak dulu bertanya sampai ceritanya selesai.


"Jadi yang membuat siluman seratus tahun ada di Gunung Bambu karena ulah mereka..." Zhou Bing mengetuk jarinya di meja, tampak berpikir. "Apa yang mereka cari sampai harus menyusup ke kompetisi ini?"


"Aku tidak yakin Kakek tetapi sepertinya mereka mengincar Anggrek Bulan."


"Anggrek Bulan? Untuk apa mereka mengincar tanaman itu?"


Zhou Yuan menjawab bahwa ia mengira Organisasi Merak Putih sedang melakukan percobaan dengan pembuatan pil hitam mereka. Bukan tidak mungkin Anggrek Bulan jadi bahan uji coba mengingat khasiat besar dari tanaman tersebut.


Zhou Bing mengangguk, saat ini penjelasan Zhou Yuan adalah yang masuk akal baginya.


"Ngomong-ngomong karena kita telah membicarakan mereka, sekarang dimana kelompok organisasi itu?"


"Itu..." Zhou Yuan menggaruk pipinya canggung.


Zhou Bing mengerutkan dahi melihat reaksi cucunya sebelum akhirnya paham dari ekspresi tersebut.


Organisasi Merak Putih memang bukan kelompok pembunuh tetapi mereka tetap kuat di dunia persilatan karena banyak pendekar tingkat tinggi di dalamnya.


Organisasi Merak Putih merupakan organisasi besar hampir menyamai kekuatan Salju Abadi, menyadari Zhou Yuan dapat membunuh mereka tentu membuat Zhou Bing terkejut.


Alasan Zhou Yuan menyampaikan semua ini pada Kakeknya agar Zhou Bing bisa menjelaskan kejadian tersebut pada pihak Sekte Bambu Hijau.


Organisasi Merak Putih tidak bisa dibiarkan bergerak lebih lama, kekacauan yang mereka lakukan lebih cepat merambat dibandingkan kejahatan organisasi lain.


Dengan memberitahu soal ini Zhou Yuan berharap baik pihak sekte atau pemerintah bertindak tegas menindak organisasi Merak Putih atau setidaknya mulai waspada peredaran pil hitam yang bisa tersebar ke seluruh wilayah.


Pikiran Zhou Bing menjadi berat mengetahui organisasi itu ternyata masih hidup, sebagai seseorang yang telah hidup lebih dari seratus tahun tentu saja ia sangat mengenal Merak Putih.


Yang paling menganggu adalah bagaimana dalam perjalanan kali ini begitu banyak informasi yang mengejutkannya. Dimulai dari Organisasi Salju Abadi yang ternyata masih hidup, Kuil Awan Langit yang membuat aliansi besar, sampai kelompok pembuat pil terlarang ternyata masih beroperasi di balik bayangan.


Masa depan dunia persilatan benar-benar penuh kejutan dan Zhou Bing mempunyai firasat buruk mengenai ini.


"Yuan'er, hari ini kau pasti kelelahan sesudah kompetisi, istirahatlah terlebih dahulu masalah ini biar Kakek yang urus." Zhou Bing menghela nafas, memikirkannya sekarang pun tidak akan mendapatkan solusi.


"Baik Kakek, kalau begitu Yuan pamit..." Zhou Yuan berbalik lalu memasuki kamarnya dan beristirahat.


Selepas cucunya pergi, pandangan Zhou Bing terarah ke tempat biasanya pedang di taruh. Di sana ada tiga pedang yang terpajang, satu di antaranya adalah miliknya sementara satu lagi adalah milik Zhou Yuan.


Zhou Bing tidak mengenal pedang yang ketiga, pedang yang memiliki warna hitam dengan ukiran emas indah di sarungnya.


"Apa ini pedang Yuan'er?"


Tidak peduli ia menggunakan seluruh tenaga fisiknya maupun menggunakan tenaga dalam, pedang itu tidak bisa lepas dari sarungnya.


Zhou Bing jadi kebingungan, ia baru pertama kali melihat pedang ada yang seperti ini. Zhou Bing tidak melanjutkan usahanya saat menyadari bahwa menggunakan kekuatan penuhnya sekalipun ia tidak mampu menarik pedang itu.


Zhou Bing lebih memikirkan lain tentang masalah Merak Putih, ia teringat dengan sahabatnya di sekte ini dan berniat mengundangnya esok hari.


***


Keesokan harinya, tempat tinggal Zhou Yuan di datangi seorang tamu yang mengejutkan.


Tamu itu adalah seorang Kakek, Zhou Yuan tidak mengenalnya namun saat Kakek itu melihat dirinya ia mempunyai gambaran mengenai identitas Kakek tersebut.


"Jadi kau adalah tunangan cucuku, kau lebih tinggi dari yang aku bayangkan..." Kakek itu melirik tubuh Zhou Yuan dari atas sampai bawah sebelum tersenyum lebar.


Tubuh Zhou Yuan seperti seseorang berusia 15 tahun baik tinggi badan mau perawakannya, tidak mengherankan Kakek itu keheranan karena seharusnya usia Zhou Yuan sekarang masih berada diusia 12 tahun.


"Jian, ini bukan saatnya kita membahas pertunangan, kau tidak mendengar tentang apa yang aku ingin bicarakan sebelumnya..." Zhou Bing menggelengkan kepala pelan.


Kakek yang bertamu itu adalah Yue Jian sekaligus Kakek dari Yue Linxia. Dia kemari karena diundang Zhou Bing untuk membahas Organisasi Merak Putih yang menyusup ke acara kompetisi.


Yue Jian tentu tidak menolak undangan tersebut, ia juga kemari sengaja ingin bertemu Zhou Yuan langsung.


"Yuan'er, ini adalah Senior Jian, kau mungkin tidak percaya tapi dia adalah Kakek dari calon tunanganmu..." Zhou Bing memperkenalkan nama sahabatnya.


Zhou Yuan mengangguk lalu memberikan hormatnya. "Namaku Zhou Yuan, salam kenal Senior."


Mendengar nama Yue Jian membuat Zhou Yuan jadi teringat kembali tentang kehebatan kakek tua tersebut di kehidupan pertamanya.


Seseorang yang telah berjasa melindungi satu kota dari serangan para siluman seorang diri hingga menyelamatkan puluhan ribu orang.


Sosok yang disegani dan terkenal di dunia persilatan dengan kemampuan pedangnya seperti Xiao Fan, Zhou Yuan tidak menduga akan bertemu sosok pahlawan besar itu di kehidupan keduanya ini.


'Kudengar Senior Jian ini diberi julukan sebagai Pendekar Pedang Sunyi, sepertinya aku mengerti kenapa ia diberi julukan demikian...'


Mengingat tentang Linxia yang bisa menggunakan Teknik Pedang Suara, sudah dipastikan bahwa Yue Jian adalah orang yang mengajarkannya.


"Yuan'er, kudengar dari Bing kau adalah orang yang bertemu anggota Organisasi Merak Putih?"


Zhou Yuan mengangguk. "Benar Senior, mereka juga adalah dalang kenapa kompetisi tidak berjalan sempurna..."


Zhou Yuan kembali menceritakan garis besar masalah yang terjadi berkaitan dengan organisasi tersebut, setelah selesai bercerita Yue Jian langsung terdiam.


"Terlepas dari tindakan mereka yang berhasil menyusup aku harus berterimakasih padamu karena telah menggagalkan rencana mereka Yuan'er..." Yue Jian mengucapkan rasa terimakasihnya setelah beberapa saat merenung.


"Senior, ini sudah kewajibanku untuk melakukannya."


Yue Jian tersenyum lebar, ia cukup yakin Zhou Yuan memiliki kemampuan yang sangat tinggi lebih dari siapapun di kompetisi tersebut, mengingat ia telah mengalahkan 20 anggota Merak Putih seorang diri.


Hal itu membuatnya menjadi senang karena telah mempunyai hubungan khusus dengan Zhou Yuan lebih awal. Yue Jian bisa melihat masa depan yang diraih lelaki itu nantinya sangat cerah kalau bakatnya setinggi yang ia pikirkan.


'Tidak sia-sia aku menjodohkannya dengan Xia'er, ternyata kemampuannya setinggi ini...' Ketika Yue Jian memikirkan itu, cucu kesayangannya, Linxia, akhirnya datang menyusulnya ke tempat penginapan Zhou Yuan.