
Membutuhkan lima hari agar klan Chu bisa menstabilkan situasinya, dimulai dari mengubur mayat-mayat yang ada di wilayah klan sampai memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat pertempuran tersebut.
Para penduduk klan Chu yang semula disembunyikan di tempat khusus kini boleh kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Selama lima hari itu juga Zhou Yuan masih tetap di kamarnya, selain mengikis aura pembunuhnya, ia juga memulihkan tenaga dalamnya kembali.
Tidak ada yang berani menganggu pemuda itu saat dikamar, Chu Guyu sendiri memang memerintahkan pada anggota klannya untuk tidak mengetuk kamar Zhou Yuan karena khawatir bisa mengganggu Zhou Yuan yang sedang beristirahat.
Di setiap harinya ada seseorang pelayan yang akan membawa makanan untuk ditaruh didepan pintu kamar Zhou Yuan dan digantikan setiap delapan jam sekali
Zhou Yuan sendiri tidak memakan makanan tersebut karena dirinya masih sibuk untuk mengikis aura pembunuhnya.
Aura pembunuh membutuhkan proses yang lama saat pengikisannya dibandingkan mengisi tenaga dalam, Zhou Yuan memastikan aura tersebut berhasil ia sembunyikan secara sempurna.
Dihari ketiga Zhou Yuan di kamar, ia mendengar berita bahwa banyak Keluarga Xi yang berdatangan ke klan Chu.
Indra pendengaran Zhou Yuan yang tajam dapat mendengar semua berita itu dengan jelas terutama dari bisik-bisik penjaga klan Chu.
"Jadi begitu, pemimpin Keluarga Xi secara tidak langsung memerintahkan semua anggotanya yang berpencar untuk berkumpul lagi di klan Chu usai beberapa minggu penyerangan kediaman mereka. Dengan strategi ini, Organisasi kriminal tidak akan menduga bahwa mereka bisa berkumpul kembali..." Zhou Yuan membuka mata sesaat karena mendengar informasi tersebut dari para penjaga yang mengobrol diluar.
Anggota Keluarga Xi yang datang ke klan Chu segera disambut baik oleh Chu Guyu, Xi Jinxue sudah keluar dari kamarnya semenjak mendengar berita tersebut untuk bertemu dengan saudara-saudara dan keluarganya.
Gadis itu sudah lama mengkhawatirkan keluarganya dan melihat mereka dalam keadaan baik-baik saja membuat Xi Jinxue merasa lega.
Tepat dihari kelima, kabar lainnya terdengar dan berita tersebut cukup mengejutkan yaitu tentang kedatangan Xi Kai ke klan Chu, pimpinan Keluarga Xi itu ternyata sungguhan telah selamat dari kepungan musuh-musuhnya.
Meski masih hidup, Xi Kai nyatanya mengalami luka dalam yang serius, pemimpin Keluarga Xi itu bahkan langsung jatuh tak sadarkan diri ketika tiba di klan ini.
Chu Guyu berusaha mengobatinya bersama para tabib dengan tanaman-tanaman obat yang mereka miliki, nyatanya keadaan Xi Kai tidak kunjung membaik bahkan semakin memburuk hingga dinyatakan kritis.
Mendengar informasi Xi Kai dalam kondisi kritis itulah Zhou Yuan akhirnya keluar dari kamarnya.
Seorang pelayan yang setiap hari menjaga pintu kamar Zhou Yuan terkejut ketika pemuda itu membukakan pintu.
Pelayan itu adalah seorang perempuan yang masih berusia remaja, dia menundukkan wajahnya ketika melihat Zhou Yuan dan tidak berani bertatap mata dengannya.
Hampir semua anggota klan Chu mengetahui aksi Zhou Yuan ketika pertempuran sedang terjadi, melihat pemuda itu begitu buas membunuh lawannya tanpa ragu sedikitpun membuat siapapun yang mendengar maupun melihatnya akan merasakan ketakutan.
"Tuan, apakah ada sesuatu yang anda inginkan?" Pelayan itu bertanya dengan nada pelan, berusaha agar suaranya tidak menganggu telinga Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum tipis melihat ketakutan pelayan itu. "Bisakah aku bertemu dengan Matriark Chu? Ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya."
Pelayan itu mengangguk. "Tentu Tuan, mari ikut aku..."
Chu Guyu yang saat itu tampak sibuk dengan pekerjaannya menjadi antusias ketika Zhou Yuan datang. Tanpa menunggu waktu ia segera menyambut pemuda itu dan mengajaknya masuk.
"Sepertinya Matriark Chu sedang sibuk, apakah aku menganggu anda?" Zhou Yuan tersenyum tipis melihat ada tumpukan kertas di meja kerja Chu Guyu.
Chu Guyu tersenyum canggung, kertas-kertas itu adalah laporan anggaran mengenai perbaikan klan Chu, sesudah penyerangan, kondisi klan Chu memang mulai membaik tetapi anggaran uang yang dikeluarkan saat perbaikan itu sangat besar. Chu Guyu memastikan kondisi keuangan klannya dalam kondisi stabil.
"Tidak juga Senior Yuan, kertas-kertas itu bisa di kerjakan kapan saja." Chu Guyu tersenyum canggung. "Sebenarnya dari pada itu aku sudah menunggu anda."
"Kebetulan aku juga sama, kudengar pemimpin Keluarga Xi datang kesini dengan kondisi kurang baik dan saat ini ia sedang kritis, jika boleh aku ingin memeriksanya..."
Chu Guyu menaikan alis, sebenarnya ia ingin membicarakan itu dengan Zhou Yuan dan meminta pertolongan padanya tetapi tidak dia duga Zhou Yuan justru yang menawarkannya terlebih dahulu.
"Sebenarnya aku juga ingin meminta tolong mengenai hal itu, kondisi Xi Kai semakin memburuk, pengobatan di klan Chu hanya bisa membuatnya bertahan tetapi untuk menyembuhkannya adalah dua hal berbeda."
Tanpa menunggu lama Chu Guyu segera menuntun Zhou Yuan ke tempat Xi Kai berbaring, ketika di sana ia mendapati Xi Jinxue serta keluarganya sedang ada di sana mendampingi Xi Kai dalam masa kritis.
"Saudara Yuan..." Xi Jinxue terkejut ketika Zhou Yuan datang bersama Chu Guyu.
Xi Jinxue tampak habis menangis begitu juga dengan keluarganya, Zhou Yuan melihat Xi Kai yang berbaring ditempat tidur, nafasnya terlihat begitu lemah.
Zhou Yuan meletakkan tangannya di tubuh Xi Kai untuk memeriksa keadaannya, ia begitu terkejut ketika mengetahui kondisi pemimpin Keluarga Xi tersebut.
"Ini..."
Zhou Yuan menahan nafasnya, ia tidak menduga luka Xi Kai nyatanya lebih serius dari perkiraannya. Dengan menggunakan tenaga dalam sekalipun Zhou Yuan tidak akan bisa menyembuhkan luka seserius ini.
Yang membuat Zhou Yuan terkejut adalah bagaimana Xi Kai masih bisa bertahan hidup dengan luka dalam separah ini apalagi ia sudah menempuh perjalanan jauh ke tempat klan Chu.
Zhou Yuan kemudian mengeluarkan buah dari balik jubahnya yang sebenarnya ia ambil dari cincin ruang. Buah itu berasal dari dunia Yun Feiyu yang mempunyai khasiat menyembuhkan luka dalam paling serius.
Zhou Yuan memeras buah itu sehingga keluar tetesan sari buahnya, tetesan air itu Zhou Yuan arahkan pada mulut Xi Kai yang segera langsung ditelan olehnya.
Walupun sari buah yang keluar hanya satu tetes saja tetapi itu cukup membuat kondisi Xi Kai membaik.
Perlahan-lahan rona warna kulit Xi Kai kembali semula dan tidak pucat lagi, Zhou Yuan membantu dengan tenaga dalam agar sari buah itu bekerja lebih cepat dan menyebar keseluruh bagian tubuh.
Chu Guyu terkejut dengan hal tersebut sebab ia dan tabib klan Chu sudah berusaha tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan luka dalamnya namun Zhou Yuan dengan waktu singkat bisa memulihkan kondisi Xi Kai hampir seratus persen.
Chu Guyu mulai bertanya-tanya buah apa yang diberikan Zhou Yuan pada Xi Kai karena sepertinya buah itu memiliki khasiat penyembuhan yang tinggi. Buah itu sangat asing dan Chu Guyu baru pertamakali melihat buah memiliki warna dan bentuk seperti itu.