
Huang Li dan Qiyao sudah menyusuri markas Organisasi Semut Hitam secara keseluruhan, ia mendapati hampir ada lima ratus orang yang ditawan oleh organisasi perkumpulan para penyamun itu.
Keduanya tidak mendapati kesulitan saat menyusup, meski ada beberapa penjaga namun keduanya dapat mengatasi mereka dengan mudah dengan kemampuannya.
"Kakak, mereka benar-benar sekejam ini..." Qiyao tidak menyembunyikan kemarahan di hatinya melihat kondisi para tawanan.
Huang Li melihat kebelakang dimana para tawanan itu kini mengikuti langkah keduanya. Dia menghela nafas, tidak bisa menjawab perkataan adiknya.
Hampir orang-orang yang ditawan oleh Organisasi Semut Hitam adalah perempuan desa, ketika keduanya membebaskan mereka dari sel tahanan para perempuan itu sudah tidak memakai busana.
Dari tatapan kosong para perempuan tersebut Huang Li maupun Qiyao mengerti apa yang telah terjadi pada para perempuan tersebut.
Huang Li bisa melihat baik fisik maupun mental perempuan-perempuan itu hampir sama-sama terluka dalam, bahkan beberapa dari mereka tidak memiliki lagi semangat untuk hidup.
"Aku tidak akan memaafkan mereka, tidak akan! Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan mereka!" Qiyao mengepalkan tangannya di udara, masih kesal atas ulah Organisasi Semut Hitam.
Huang Li menghela nafas, ia sebenarnya tidak kalah marah dengan adiknya tetapi saat ini ia lebih fokus menyelesaikan misi. Huang Li dan Qiyao sekarang sedang berjalan keluar dari markas.
"Kakak, aku berjalan terlebih dahulu ke atas, kalau ada musuh di depan aku bisa mengabarinya lebih cepat."
Huang Li mengangguk, membiarkan adiknya pergi kepermukaan tanah terlebih dahulu. Qiyao berharap ketika sampai disana ada anggota organisasi untuk melampiaskan kemarahannya namun saat ia keluar dari markas, gadis itu menemukan sesuatu yang mengejutkan.
Perut Huang Qiyao terasa ingin mual dan kepalanya menjadi pusing, situasi yang dilihatnya benar-benar diluar dugaannya.
Ada ratusan mayat yang kini sudah tergelatak disekitar markas organisasi, mayat-mayat itu berserakan dimana-mana dan aroma amis darah tercium memenuhi udara.
Qiyao tidak bisa melihat situasi itu lebih lama, ia kembali ke bawah dan memberitahu informasi ini kepada Kakaknya.
"Qiyao kau tidak becanda bukan?" Huang Li menelan ludah saat mendengarnya.
"Kakak, apa aku bisa becanda dalam situasi seperti ini." Huang Li tiba-tiba kembali terasa mual. "Apa semua tindakan di atas adalah ulah Saudara Yuan?"
Huang Li tidak langsung menjawabnya, sebenarnya mereka tidak mempunyai jawaban lain selain pemuda itu. Huang Li mengetahui Zhou Yuan sangat kuat tapi bertindak sampai seperti ini jelas diluar dugaannya.
Huang Li menghela nafas kemudian meminta para tawanan di belakangnya untuk berpegang satu sama lain dan menutup mata saat mencapai permukaan tanah. Huang Li akan membimbing mereka keluar dari kawasan markas.
"Qiyao kalau kau tidak mau melihat lagi situasi di atas sebaiknya kau tutup mata juga, biar Kakak yang menuntun kalian."
Meski tidak mengerti apa yang disampaikan Huang Li, para tawanan itu tidak membantah saat harus menutup mata. Mereka berjalan beriringan menuju permukaan tanah.
Huang Li menutup mulut dan hidungnya ketika melihat situasi yang dikatakan adiknya, ternyata situasi lebih buruk dari yang ia dengar.
Terlepas dari banyaknya mayat disekitarnya, hampir semua jasad yang terbunuh disana memiliki tubuh yang terpisah.
'Semuanya terbunuh dalam sekali serangan, Saudara Yuan ini, apa dia benar berusia belasan tahun?!'
Huang Li merasa tidak percaya Zhou Yuan dapat melakukan kejadian seperti ini yang bahkan pendekar yang sudah hidup lama di dunia persilatan sekalipun tidak sampai bertindak seperti ini.
Huang Li berusaha menjaga kesadarannya meninggalkan lautan mayat tersebut dan keluar dari kawasan markas, baru ketika mereka melewati pembatas markas Huang Li menyuruh semuanya membuka mata kembali.
"Aku baik-baik saja Qiyao, hanya kepalaku sedikit pusing melihat pemandangan di dalam."
Huang Li berusaha agar isi perutnya tidak keluar, akan membutuhkan waktu lama agar dirinya melupakan kejadian tersebut.
"Kakak, dimana Saudara Yuan?"
"Aku tidak tahu, mungkin dia-..."
Belum selesai Huang Li menjawab, Zhou Yuan muncul di depan mereka. Huang Li dan Qiyao terkejut melihat penampilan Zhou Yuan yang kini pakaiannya penuh bersimbah darah.
Para tawanan juga ikut bereaksi, mereka memandang Zhou Yuan penuh ketakutan dan menganggap pemuda itu adalah salah satu dari bagian para penyamun.
"Maaf, situasi tidak memungkinkan aku untuk menghindari cipratan darah." Zhou Yuan tersenyum canggung.
Zhou Yuan sudah mengejar para penyamun yang berusaha lari darinya, ia tidak yakin telah menghabisi mereka semua karena jumlahnya terlalu banyak tetapi Zhou Yuan pastikan 80% dari mereka telah mati ditangannya.
Dengan jumlah yang tidak seberapa lagi, Zhou Yuan yakin Organisasi Semut Hitam tidak memiliki peluang untuk bertahan lagi.
Disisi lain, akibat membunuh sebanyak itu membuat aura pembunuh Zhou Yuan yang baru terbentuk kini semakin bertambah dan menjadi tambah pekat.
Pandangan Zhou Yuan beralih ke arah para tawanan Semut Hitam, dia bisa melihat kondisi para perempuan yang ditawan itu mengalami luka mental yang cukup serius. Zhou Yuan menghela nafas, sedikit mengerti situasinya.
Huang Li berjalan mendekat ke arah Zhou Yuan lalu memberikan kantong kulit yang besar padanya.
"Saudara Yuan ini adalah harta yang aku kumpulkan dari dalam markas penyamun itu. Uangnya cukup banyak."
Zhou Yuan mengangguk, uang-uang itu kemungkinan berasal dari jarahan para penyamun saat menyerang desa. Zhou Yuan kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Huang Li.
"Saudara Yuan apa kau yakin?" Huang Li terkejut , tidak menduga Zhou Yuan akan menyuruhnya untuk membagikan uang rampasan itu pada para tawanan.
"Mereka lebih membutuhkan daripada kita, tentu saja kalau Nona Li tidak keberatan aku akan membayar bagianmu."
"Saudara Yuan, aku juga tidak keberatan, justru aku berpikir hal yang sama sepertimu." Wajah Huang Li memerah.
Pandangan Huang Li seketika berubah seratus delapan puluh derajat, awalnya ia berpikir Zhou Yuan adalah sosok dingin dan berbahaya mengingat aksinya sebelumnya tetapi ternyata Zhou Yuan tidak seburuk yang terlihat.
Lagipula Huang Li tidak menyalahkan aksi Zhou Yuan sepenuhnya, kalau dirinya saat ini mempunyai kekuatan yang cukup untuk menghadapi organisasi itu mungkin ia akan bertindak serupa.
Menurut Huang Li organisasi sejenis Semut Hitam tidak bisa dibiarkan hidup terlalu lama atau akan ada banyak korban seperti para perempuan itu.
Mengikuti arahan Zhou Yuan, Huang Li mulai membagikan uang-uang yang ia dapatkan dari para penyamun itu ke para tawanan.
Tentu saja uang sebanyak apapun tidak bisa menyembuhkan luka mental mereka tetapi setidaknya mereka bisa membuat kehidupan baru yang lebih baik.
'Waktu adalah penyembuh terbaik atas setiap luka...' Zhou Yuan tersenyum tipis melihat Huang Li dan Qiyao yang sedang membagikan uang pada para tawanan. Dia berharap luka mental para perempuan itu sembuh saat menjalani kehidupan selanjutnya.