
Kematian Huang Zhang adalah pukulan keras bagi pasukan organisasi, Huang Zhang merupakan pemimpin dalam peperangan ini sehingga kematiannya sangat berdampak besar bagi pasukan mereka.
Dua kriminal Alam Cahaya yang melihat Huang Zhang terbunuh menjadi panik, mereka ingin melarikan diri tetapi Pedang Ingrid seperti menempel pada mereka dan tidak membiarkan keduanya pergi.
Keduanya semakin panik saat Zhou Yuan melirik ke arah mereka, tatapan dinginnya membuat jantung dua kriminal itu berdetak lebih cepat.
Zhou Yuan tidak menyia-nyiakan waktu setelah membunuh Huang Zhang, ia kemudian berlari ke arah dua kriminal yang sedang dihadapi Ingrid.
Bersama Pedang Ingrid yang bisa melayang, Zhou Yuan bekerjasama mengalahkan dua kriminal Alam Cahaya itu, meski sejenak mereka bisa bertahan namun dengan luka-luka yang terus terukir di tubuh mereka, tidak menunggu waktu lama hingga salah satu ayunan pedang Zhou Yuan mencabut nyawa keduanya satu persatu.
"Ini masih terlalu lama untuk merasakan kemenangan..." Zhou Yuan menangkap pedangnya Ingrid di tangan kirinya sementara pandangannya menuju sekitarnya.
Pertarungan masih terjadi dimana-mana, meski Zhou Yuan telah membabat habis barisan tengah pasukan musuh tetapi jumlah mereka masih dalam skala ribuan.
"Kalau begitu biar aku urus pasukan yang paling belakang terlebih dahulu, hanya soal waktu mereka akan mengetahui pemimpinnya terbunuh lalu mereka akan kabur."
Zhou Yuan mengangguk, terbunuhnya Huang Zhang dan dua kriminal Alam Cahaya memang hanya diketahui oleh kriminal yang menyaksikan pertarungan mereka saja sehingga informasi itu belum tersebar.
Jika seluruh pasukan organisasi mengetahuinya maka mereka akan mundur dari peperangan ini, dan saat itu terjadi Zhou Yuan akan kesulitan untuk menghentikan mereka karena jumlahnya terlalu banyak.
Zhou Yuan tidak ingin ada pasukan organisasi yang hidup setelah peperangan ini, mereka bisa kembali dan akan menyebabkan kekacauan lainnya.
Zhou Yuan lalu melemparkan Ingrid ke udara, pedang itu kemudian melayang sebelum pergi ke arah barisan belakang musuh sementara disisi yang sama Zhou Yuan juga langsung ikut bergerak ke arah kriminal disekitarnya, membunuh mereka dalam sekali serangan.
Pedang Kusanagi yang demikian tajamnya mampu memotong siapapun yang dilaluinya dalam sekali ayunan, jika pusaka yang keras saja dapat terpotong dengan mudah oleh pedang itu apalagi tubuh manusia.
Dalam beberapa tarikan nafas, Zhou Yuan sudah menghabisi belasan nyawa. Setiap ayunan pedangnya mampu membunuh dua sampai tiga orang sekaligus dan mereka yang tewas olehnya hampir semua dalam keadaan tubuh yang tidak utuh.
Kecepatan Zhou Yuan yang menghabisi lawan-lawannya terlihat menakutkan tidak hanya di pandangan pasukan kriminal saja tetapi juga bagi pasukan sekutu.
Mereka bahkan tidak menganggap itu sebagai peperangan karena yang mereka lihat terkesan seperti pembantaian.
Zhou Yuan menghabisi pasukan organisasi sambil dirinya terus bergerak maju hingga akhirnya ia bertemu dengan Xiao Fan kembali yang saat ini sedang bertarung melawan kriminal empat Alam Cahaya.
Empat kriminal itu hanya berada di tahapan dengan 2 meridian yang terbuka, Xiao Fan seharusnya tidak sulit untuk mengalahkan mereka namun karena staminanya sudah banyak terkuras saat melawan Huang Zhang, posisinya jadi kurang menguntungkan.
Zhou Yuan tidak menunggu lagi dan langsung menuju ke arah Xiao Fan, mengejutkan baik musuh maupun kakek berambut merah itu karena Zhou Yuan seperti muncul di ruang hampa.
"Senior Xiao, sepertinya anda membutuhkan bantuan?"
"Tidak mungkin, kau... Bukankah kau..."
Xiao Fan menunjuk Zhou Yuan yang kali ini tidak memakai topeng. Dalam sekali lihat, ternyata dia langsung mengenali Zhou Yuan.
"Kita bisa berbicara nanti Senior, untuk sekarang sebaiknya kita urus mereka terlebih dahulu." Zhou Yuan tersenyum canggung.
Xiao Fan ingin berkata-kata tetapi tidak ada suara yang keluar sebelum akhirnya mengangguk, meski dirinya terkejut saat melihat Zhou Yuan tetapi apa yang diucapkan pemuda itu benar, mereka harus memprioritaskan yang mendesak terlebih dahulu.
"Mereka adalah Empat Hantu Darah, kriminal bersaudara yang banyak membunuh keluarga bangsawan selama puluhan tahun. Aku tidak menduga mereka akan ikut dalam peperangan ini." Xiao Fan menjelaskan tentang keempat kriminal yang ada di hadapannya.
Zhou Yuan mengelus dagunya, ia pernah mendengar tentang Empat Hantu Darah dalam salah satu misi di serikat pahlawan.
"Senior Xiao, biar aku yang urus. Ini akan berlangsung cepat."
"Tunggu, kita bisa melakukannya bersama. Aku masih-..." Sebelum Xiao Fan menyelesaikan ucapannya Zhou Yuan sudah bergerak.
"Teknik Pedang Elemen — Kilatan Cahaya!"
Zhou Yuan menghilang dari pandangan lawan-lawannya, bergerak sangat cepat sambil menebaskan pedang kusanagi pada mereka.
Keempat Hantu Darah itu tidak mengetahui apa yang terjadi saat tiba-tiba pandangan mereka menjadi gelap. Zhou Yuan muncul tak lama setelahnya, kepala keempat kriminal Alam Cahaya itu sudah terpisah dari tempatnya tak lama kemudian.
Zhou Yuan mengibaskan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menghabisi Empat Hantu Darah karena mereka sudah membuat banyak pemerintahan pusing selama puluhan tahun.
Xiao Fan menarik nafas dingin, ia terkejut dengan teknik yang dilakukan Zhou Yuan. Dirinya sekalipun hampir tidak bisa melihat gerakan pemuda itu ketika membunuh keempat musuhnya..
"Dia ternyata sudah sekuat ini..." Batin Xiao Fan yang masih terguncang jiwanya.
"Senior Xiao, mungkin ada banyak pertanyaan di benak anda tetapi kita bisa lanjutkan setelah peperangan ini selesai..." Zhou Yuan membungkuk dan memberikan hormat pada Xiao Fan. "Tentang Nona Xiao, dia masih hidup, saat ini ia sedang berlatih di suatu tempat."
"Aku sudah mengetahuinya Yuan'er, terimakasih karena telah menjaga cucuku." Xiao Fan batuk pelan, tersenyum canggung.
Zhou Yuan mengangguk, "Kalau begitu kita berpisah disini, masih banyak yang harus aku lakukan pada peperangan ini, Senior."
Selepas Zhou Yuan berkata demikian ia kemudian mulai melayang dan terbang ke atas langit, pemandangan yang membuat Xiao Fan dan mereka yang menyaksikannya menahan nafas.
Zhou Yuan tidak peduli dengan reaksi tersebut, ia kemudian berhenti di ketinggian yang cukup agar bisa melihat situasi peperangan ini lebih jelas.
Berkat keterlibatannya, kini pasukan pemerintahan yang seharusnya diposisi kurang menguntungkan jadi diposisi sebaliknya.
Secara perlahan-lahan pasukan organisasi mulai di tekan oleh pasukan pemerintahan. Zhou Yuan juga bisa melihat Ingrid yang membabat habis barisan belakang musuh yang mencoba lari.
Pandangan Zhou Yuan kemudian tertuju ke satu arah, pemuda itu seketika mengerutkan dahinya.
Meski jaraknya lumayan jauh tetapi berkat matanya yang tajam, Zhou Yuan bisa melihatnya dengan jelas, seorang pria baruh baya yang sedang terluka dan kini tengah melarikan diri dari peperangan, orang itu adalah Pedang Iblis.
Zhou Yuan hampir melupakannya karena ia terlalu sibuk mengurangi jumlah pasukan organisasi, Zhou Yuan tidak berniat membiarkan Pedang Iblis kabur, kematiannya akan sangat berpengaruh bagi aliansi Kuil Awan Langit.
***
Pedang Iblis sudah berusaha lari diam-diam saat Zhou Yuan bertarung dengan Huang Zhang, dia sudah tak peduli lagi dengan aliansi kriminal ini, saat ini yang dipikirkannya adalah menyelamatkan diri.
Pedang Iblis sudah merasa lega ketika ia telah menjauh dari Zhou Yuan dan saat dirinya meninggalkan lokasi peperangan, Pedang Iblis yakin dirinya akan berhasil lokos sebelum tiba-tiba Zhou Yuan turun dari atas langit dengan suka rela.
"Kau tahu, termasuk kejahatan yang paling serius bahkan dalam pandangan kriminal sekalipun adalah mereka yang kabur dari peperangan secara diam-diam. Apa kau tidak pernah mendengarnya?" Zhou Yuan tersenyum dingin.
Pedang Iblis menjadi pucat, tubuhnya tidak bisa berhenti untuk bergetar. "Tuan pendekar, aku..."
Zhou Yuan menggeleng pelan sebelum mengangkat pedangnya, "Tidak, kau tidak perlu mengatakan apapun. Tidak perlu memohon, tidak perlu memelas karena sekarang tidak ada yang bisa membuatmu selamat hari ini."
Zhou Yuan tertawa kecil, ia kemudian mengayunkan pedangnya.