Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 122 — Penyerangan Istana IV


Dua puluh pendekar organisasi yang telah mencapai alam emas mendekat ke arah Zhou Yuan dan Jiang Yifei.


Zhou Yuan berdecak kesal, baru ia ingin menyuruh Yifei mencari tempat sembunyi, mereka sudah beraksi dan datang ke arahnya.


"Tuan Putri, mundurlah... Kali ini mereka bukan lawan anda." Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, kali ini ia harus menggunakan segenap kemampuannya untuk melawan mereka.


Dua puluh pendekar Alam Emas mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


"Hati-hati, jangan remehkan dia, anak muda itu mempunyai kemampuan yang tinggi dalam pedang dan dapat membunuh pendekar alam emas dengan mudah."


"Aku tahu, sebaiknya kita harus memakan pil itu sekarang sebelum semuanya terlambat."


Zhou Yuan mendengar percakapan mereka dengan jelas, mendengar kata pil membuat ia kebingungan sejenak sebelum akhirnya ia mendapatkan jawabannya.


Dua puluh pendekar itu mengeluarkan sebuah pil di jubah mereka sebelum masing-masing mulai menelannya.


Mata Zhou Yuan melebar saat mengetahui pil tersebut yang merupakan pil hitam. "Kalian, kalian berasal dari Merak Putih?!"


Zhou Yuan terkejut, sebenarnya ia sudah menaruh curiga bahwa serangan ini tidak melibatkan Salju Abadi saja melainkan bersama beberapa organisasi yang lain namun ia tidak menduga organisasi itu berkaitan dengan Merak Putih.


Setahunya Merak Putih merupakan organisasi yang paling menghindar dengan keterlibatannya dengan dunia persilatan karena kelompok mereka tidak lebih dari kelompok pebisnis ilegal yang mementingkan uang dan perdagangan.


'Salju Abadi dan Merak Putih saling bekerjasama, aku baru mengetahui ini...' Zhou Yuan tidak tahu informasi tersebut dari kehidupan pertamanya. 'Tidak ada yang bisa menyatukan mereka kecuali, sebentar, jangan bilang serangan ini-...'


Zhou Yuan menahan nafasnya saat baru menyadari begitu seriusnya situasi penyerangan ini. Jika dugaannya benar maka dalang dari penyerangan sekarang berasal dari Organisasi Kuil Awan Langit.


Setelah 20 pendekar organisasi itu menelan pil hitam, tak lama kemudian tubuh mereka mulai memunculkan urat-urat hitam di sekujur tubuhnya disertai mata mereka yang menjadi merah.


Zhou Yuan menyadari kekuatan mereka akan meningkat setelah memakan pil tersebut jadi dia lebih waspada sekarang.


"Tuan Putri pergilah dari sini, aku akan menahan mereka untukmu..." Zhou Yuan menggenggam pedangnya lebih erat tanpa menoleh pada gadis itu.


"Tapi bagaimana denganmu?!" Yifei ingin membantu tapi ia sadar kemampuannya tidak cukup.


"Aku bisa bertahan melawan mereka, yang terpenting adalah keselamatanmu."


Jiang Yifei mengigit bibirnya, tidak punya pilihan ia berbalik dan pergi namun baru beberapa meter dia bergerak, 5 pendekar yang ada dihadapan Zhou Yuan memisahkan diri dan menghadang jalannya.


"Gadis manis, kau pikir akan membiarkan dirimu kabur..." Salah satu dari 5 pendekar itu tertawa kecil.


"Jangan remehkan gadis itu, dia sangat kuat." Yang lainnya memberitahu.


"Hmph, dia tidak apa-apanya jika tidak bersama pemuda itu."


Jiang Yifei mengepalkan tangannya keras, bersiap untuk bertarung dengan serius, tubuhnya kemudian terselimuti oleh api biru seperti Jiang Qisha. Jiang Yifei tidak punya pilihan lain selain harus bertarung melawan 5 pendekar dihadapannya.


Zhou Yuan yang melihat kejadian tersebut berdecak kesal, ia ingin menolong Jiang Yifei namun 15 pendekar organisasi didekatnya langsung mulai bergerak ke arahnya.


Zhou Yuan tidak punya pilihan lain selain menghadapi mereka terlebih dahulu sekaligus, Zhou Yuan berharap Yifei bisa bertahan sampai ia menghabisi lawan-lawannya.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu mulai menggunakan teknik pedang suara untuk menekan 15 pendekar itu. Gerakan Zhou Yuan menjadi ringan dan halus, ayunan pedangnya berirama serta yang paling mengesankan tidak ada suara ketika pedang Zhou Yuan berbenturan.


Suara yang sunyi dalam pertarungan membuat fokus lawan-lawan Zhou Yuan jadi terganggu, akibatnya meskipun dikepung Zhou Yuan tetap mengimbangi mereka.


Teknik Pedang Suara adalah teknik pedang yang cocok ketika dikepung seperti ini, tidak hanya Zhou Yuan menyamai serangan mereka tetapi dia juga mampu menekan lawannya secara perlahan-lahan.


"Anak muda ini... Bagaimana bisa?!" Salah satu dari mereka terkejut menyadari kekuatan Zhou Yuan.


Dengan menelan pil hitam, baik stamina maupun kekuatan fisik mereka telah meningkat beberapa kali lipat, seharusnya tidak sulit untuk melawan Zhou Yuan yang sendiri namun mereka tidak menduga Zhou Yuan masih menyimpan kekuatan yang mengerikan ditubuhnya.


Penempaan fisik Zhou Yuan yang telah mencapai sempurna membantunya memperoleh tenaga yang sangat kuat tanpa perlu mengalirkan tenaga dalam. Setiap kali pedang Zhou Yuan beradu, akan membuat rasa nyeri pada tangan lawannya.


Zhou Yuan mengalirkan tanaga dalam pada pedangnya lebih besar lagi dan terus menghujani mereka yang membuat lawan-lawannya mulai terluka.


Disaat Zhou Yuan diposisi yang diuntungkan, Jiang Yifei berada diposisi sebaliknya.


Sejak awal peluang Jiang Yifei menang melawan 5 pendekar alam emas didepannya memang hampir mustahil, Jiang Yifei membuat api ditubuhnya sebagai pertahanan untuk memblokir serangan-serangan mereka.


Jika bukan karena 4 lawannya berniat menangkap gadis itu hidup-hidup maka sudah sejak tadi Yifei kehilangan nyawanya.


"Gadis ini memiliki tubuh dan paras yang cantik, sayang sekali kalau kita melukainya..." Celetuk pendekar yang menghadang Jiang Yifei.


"Apa kita bisa menyerahkan gadis ini pada Ketua setelah kita memakainya?" Pendekar yang lain tampak menyetujui.


"Apa kalian bosan hidup? Ketua akan membunuh kalian jika berani melakukannya." Pendekar paling senior membentak 2 orang yang berbicara tersebut.


Lima pendekar yang menghadang Jiang Yifei tampak masih dalam kondisi prima, mereka tidak menyerang gadis itu dengan seluruh kekuatan mereka karena berniat membuat Jiang Yifei kelelahan.


Rencana itu berjalan dengan sempurna, setelah beberapa waktu Jiang Yifei mulai kelelahan akibat terus menggunakan teknik api birunya sebagai pertahanan.


Ketika api yang menyelimuti gadis itu mulai menipis, salah satu dari mereka mulai bergerak ke arah Yifei dengan kecepatan tinggi.


Jiang Yifei terlambat menyadari sehingga serangan tapak lawannya mendarat telak di tubuhnya.


Yifei terpukul mundur dengan darah menetes di sudut bibirnya, kesadaran gadis itu hampir menghilang akibat serangan tersebut.


Saat Yifei ingin bangkit kembali, pendekar yang menyerang sebelumnya sudah muncul dibelakangnya. Tanpa menunggu, pendekar itu memukul tengkuk leher Jiang Yifei yang seketika membuat gadis itu terjatuh pingsan.


Zhou Yuan yang melihat kondisi Jiang Yifei dari kejauhan segera bereaksi. Dia mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pusakanya lalu mengayunkan dengan kuat, 15 lawannya yang menahan serangan itu seketika terdorong beberapa meter.


"Jangan coba-coba kalian membawa gadis itu!" Kemarahan mulai menyelimuti hati Zhou Yuan.


Setelah memukul mundur lawannya Zhou Yuan tidak menyerang mereka melainkan lari ke arah 5 pendekar yang hendak menggendong Jiang Yifei.


Zhou Yuan bergerak dengan kecepatan tinggi, selain itu dia menyerap cahaya disekelilingnya.


Lima pendekar yang hendak menggendong Jiang Yifei terkejut karena pandangan mereka menjadi gelap secara tiba-tiba, ketika mereka bisa melihat kembali lima pendekar itu menemukan Zhou Yuan sudah berada di dekatnya.


Lima pendekar itu bereaksi lalu buru-buru mengangkat pusakanya saat melihat Zhou Yuan mengayunkan pedang ke arah mereka namun sayangnya senjata mereka tidak bisa menahan pedang Zhou Yuan yang kini sudah berbeda warna menjadi hitam pekat.


Dengan menggunakan jurus dari Teknik Pedang Elemen, Pedang Zhou Yuan yang berganti menjadi Pedang Kusanagi langsung memotong pusaka-pusaka mereka beserta tubuhnya sekaligus. Lima pendekar itu seketika tewas dalam sekali ayunan tersebut.


Zhou Yuan melihat kondisi Jiang Yifei dan mengembuskan nafas lega saat menyadari gadis itu baik-baik saja.


Zhou Yuan sebenarnya tidak ingin menggunakan Pedang Kusanagi karena pedang itu dapat menyerap tenaga dalamnya, disisi lain ia ingin menghemat tenaga dalam karena sadar penyerangan ini akan berlangsung lama.


Zhou Yuan tidak punya pilihan lain ketika melihat Jiang Yifei dalam bahaya jadi dia menggunakan pedang itu. Pandangan Zhou Yuan kemudian beralih ke 15 pendekar yang sebelumnya ia lawan.


"Kemari! Biar aku selesaikan kalian semua disini-!" Zhou Yuan menghunuskan pedangnya ke arah mereka, warna mata pedang Kusanagi menjadi lebih kelam usai Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.