Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 221 — Hujan Deras


Selain tidur saat malam hari dan berhenti ketika makan, Zhou Yuan terus terbang tanpa berhenti. Tenaga dalam Zhou Yuan dengan cepat terkuras ketika terbang terlalu lama sehingga ia harus berhenti ketika memulihkan tenaga dalamnya terlebih dahulu menggunakan permata siluman.


Zhou Yuan tidak mengetahui sudah berapa hari ia meninggalkan markas Organisasi Bayangan Malam namun yang pasti sudah lebih dari dua minggu.


Dengan mengikuti arah yang digambarkan peta Huang Li, Zhou Yuan bisa tiba di kekaisarannya selama 6 bulan jika berjalan kaki tetapi karena dirinya terbang, Zhou Yuan memangkas waktu tersebut jadi jauh lebih singkat.


Di suatu hari dalam perjalanannya Zhou Yuan harus mendarat terlebih dahulu, bukan karena tenaga dalamnya habis melainkan cuaca yang tidak mendukung.


Awan mendung menghiasi langit siang dan menjatuhkan milyaran tetes hujan, Zhou Yuan tidak bisa mempertahankan terbangnya karena jarak pandangnya mulai berkurang.


Zhou Yuan melihat sekitar, saat ini dia sedang terbang di atas hamparan hutan yang luas, Zhou Yuan berharap menemukan sebuah bangunan atau gua untuk berteduh sementara waktu.


Saat pandang Zhou Yuan menyisir hutan, ia kemudian menemukan ada sebuah pertarungan di tengah hutan tersebut.


Awalnya Zhou Yuan berpikir pertarungan itu adalah keributan antara siluman yang biasanya bertengkar karena merebutkan wilayah namun saat jaraknya mulai dekat, Zhou Yuan menyadari situasinya tidak seperti itu.


Zhou Yuan menemukan ada dua orang yang sedang bertarung dengan seekor siluman ular berwarna perak. Ular itu cukup besar dan merupakan siluman berusia delapan puluh tahunan.


Pandangan Zhou Yuan beralih ke arah dua orang yang melawan ular tersebut, keduanya adalah seorang pria, salah satu diantara tampak masih muda berusia belasan tahun sementara satunya lagi tampak sudah berumur.


Pria berusia belasan tahun merupakan pendekar alam perak tahap satu sementara pria yang sudah berumur mencapai pendekar alam emas.


Sebenarnya dengan kemampuan keduanya terutama bagi orang yang berumur, dia bisa mengalahkan ular itu namun karena sedang hujan, membuat situasi mereka tidak diuntungkan.


"Ayah, dia terlalu kuat, kita tidak bisa melawannya di cuaca seperti ini?!" Ucap pemuda belasan tahun itu dengan cemas karena masih tidak bisa berhasil melukai ular itu.


"Lun'er, kau pergi terlebih dahulu, Ayah akan menghalangi ularnya sementara waktu."


"Ayah, aku tidak bisa melakukannya, Ayah bisa terluka jika melawan ular itu seorang diri."


Zhou Yuan bisa mendengar percakapan mereka dari jarak yang jauh, menyaksikan posisi mereka semakin terdesak Zhou Yuan kemudian memutuskan untuk menolong mereka.


Zhou Yuan turun dibelakang sepasang anak dan ayah itu tanpa mereka sadari, ketika ular itu hendak menerkam si anak, Zhou Yuan mengayunkan tendangannya dengan keras, membuat ular itu terdorong beberapa meter.


Saat itulah ayah dan anak itu menyadari kedatangan Zhou Yuan, mereka sempat kebingungan dari mana datangnya Zhou Yuan namun situasinya tidak tepat untuk menanyakannya.


Zhou Yuan kemudian kembali bergerak ke arah ular itu namun kali ini ia mengayunkan tinjunya.


BUM!


Pukulan Zhou Yuan membuat ular itu kembali terdorong dan kali ini ular itu kehilangan keseimbangannya.


Ayah dan anak itu terkejut dengan kekuatan Zhou Yuan, melihat ada kesempatan, Sang Ayah bergerak cepat ke arah ular itu dan menusukan pedang ke kepalanya, ular tersebut mendesis keras sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.


Sang Ayah kemudian merobek kulit ular perak itu untuk mengeluarkan cincin permata didalamnya. Ia kemudian berjalan ke arah Zhou Yuan dan memberikan permata itu.


Zhou Yuan menggeleng. "Tidak perlu, sejak awal siluman itu adalah milik kalian, aku kesini karena ingin membantu."


Sang Ayah itu berterimakasih, sebenarnya ia melawan ular perak itu memang karena menginginkan permata siluman untuk dihadiahkan pada anaknya.


Sang Ayah kemudian memperkenalkan namanya sebagai Wang Xin sementara putranya yang berusia belasan tahun bernama Wang Lun.


"Namaku Zhou Yuan, aku pendekar pengelana biasa dan kebetulan menemukan kalian yang sedang bertarung. Kalau boleh aku tahu, kenapa kalian berada di tengah hutan disaat hujan seperti ini."


"Ah, kami hanya sedang memburu ular ini untuk menyelesaikan misi serikat pahlawan, sisik ular itu dijual mahal untuk dijadikan sebagai baju pelindung."


Zhou mengangguk mengerti, memang ular perak itu memiliki kulit yang keras, jika kekuatan fisik Zhou Yuan sekarang belum ditingkatkan mungkin ia akan kesulitan melukai ular tersebut.


Zhou Yuan kemudian menanyakan pada keduanya tempat berteduh atau sebuah gua disekitar sini.


"Jika pendekar mau anda bisa ikut bersama kami, tidak jauh dari sini kita akan bertemu dengan kota. Kita bisa berteduh di sana..." Ucap Wang Xin menawarkan.


Zhou Yuan sebenarnya ingin menolak karena memperlambat gerakannya tetapi melihat kondisi kedua sepasang ayah dan anak itu yang sudah terluka akibat bertarung dengan ular sebelumnya, akhirnya ia ikut bersama mereka.


Dia khawatir saat diperjalanan mereka ke kota, keduanya bertemu dengan siluman lainnya, lagi pula tenaga dalam Zhou Yuan tinggal seribu lingkaran tenaga dalam lagi, dia harus memulihkannya segera disaat hujan seperti ini.


Akhirnya Zhou Yuan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki bersama Wang Xin dan Wang Lun. Mereka bergerak terburu-buru karena hujan nyatanya semakin deras hingga membuat pakaian mereka basah kuyup.


Membutuhkan waktu sepuluh menit hingga Zhou Yuan tiba di kota yang dimaksud, kota itu termasuk kota menengah dan terletak bersebelahan dengan hutan.


Ketiga memasukinya kota, Zhou Yuan segera mencari penginapan di sana karena selain hujan, hari sebenarnya sudah gelap.


"Kalau begitu Pendekar Yuan kita berpisah disini. Kami harus pergi ke serikat pahlawan untuk melaporkan misi kami." Wang Xin sadar tujuan keduanya berbeda jadi harus berpisah.


Zhou Yuan mengangguk lalu keduanya kemudian berpencar arah. Menurut rekomendasi dari Wang Xin, ia harus pergi ke tengah kota untuk menemukan penginapan.


Zhou Yuan akhirnya menemukan penginapan yang dimaksud Wang Xin, sebuah penginapan dengan tiga lantai namun memiliki bangunan yang luas. Tanpa berpikir lagi Zhou Yuan kemudian memasuki penginapan itu.


Saat di dalam, nyatanya sudah banyak pengunjung di penginapan itu, beberapa dari mereka berteduh di sana sementara sisanya mengantri untuk mendapatkan kamar.


Zhou Yuan awalnya terlihat ragu apakah dirinya akan mendapatkan kamar, untungnya meski banyak pengunjung namun masih banyak kamar yang kosong.


Zhou Yuan diberi handuk kering oleh salah satu pelayan karena pakaian Zhou Yuan yang basah, Zhou Yuan mengganti pakaiannya saat di kamar dan mengeringkan tubuhnya dengan tenaga dalam.


Seorang pelayan tak lama kemudian datang memasuki kamar dan menawarkan beberapa hidangan makanan.


Zhou Yuan sudah lama tidak makan ketika memulai perjalanan, akhirnya ia memesan beberapa menu yang ada di penginapan tersebut.


Zhou Yuan melihat keluar jendela sebelum menoleh ke atas langit yang mendung pekat, ia berfirasat hujan itu akan berlangsung lama bahkan seharian. Zhou Yuan sepertinya akan menghabiskan waktu lama di kota ini sampai hujan akhirnya reda.