Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 147 — Teknik Meniru


Xiao Rou dapat dengan cepat memotong empat ular air itu tanpa kesulitan, Ling Yan tidak menyerang lagi justru bertepuk tangan.


"Nona Xiao, aku banyak mendengar nama besarmu yang merupakan jenius berbakat di akademi, sepertinya rumor itu memang benar..." Ling Yan tidak terkejut melihat serangan ularnya mudah dihancurkan karena sudah menebak kemampuan Xiao Rou.


Xiao Rou tidak membalas perkataan Ling Yan melainkan langsung berlari ke arahnya, gadis itu berniat menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat.


Ling Yan langsung memasang ekspresi serius melihat Xiao Rou tanpa menjawab sepatah katapun langsung berniat menyerangnya.


Ketika Xiao Rou berada beberapa langkah dengan Ling Yan, ia bisa merasakan kakinya basah. Ling Yan ternyata telah membuat lantai arena dipenuhi oleh genangan air.


Air yang dikeluarkan oleh Ling Yan tersebut berasal dari telapak kaki pemuda itu.


Xiao Rou melompat tinggi ketika sebuah tentakel air hendak menangkap kakinya, dia kembali mengambil jarak dengan Ling Yan.


Tidak berbeda jauh dengan Fang Ao, teknik elemen air yang digunakan Ling Yan merupakan teknik perubahan jenis air tingkat tinggi.


Ling Yan dapat memanipulasi air disekitarnya seperti bagian tubuhnya sendiri, jika arena sudah dipenuhi genangan air seperti sekarang maka tempat tersebut sudah dalam kekuasaan Ling Yan.


"Sepertinya anda memang tidak suka berbicara, seperti yang dikatakan rumor, kalau begitu kita selesaikan ini sekarang."


Ling Yan kembali menggerakkan tangannya, membuat tentakel air muncul di dekat kaki Xiao Rou.


Gadis itu bergerak cepat menghindari setiap tentakel yang berniat menyentuh tubuhnya, sesekali ia memotong mereka jika tidak memungkinkan untuk menghindar.


Kecepatan Xiao Rou yang bergerak dengan kecepatan tinggi membuat Ling Yan sedikit kesulitan menangkap gadis itu dengan tentakel airnya


Ling Yan mengubah serangannya, ia membuat seekor hiu dengan elemen airnya untuk menyerang gadis itu. Hiu tersebut segera mengincar Xiao Rou seperti sedang mengejar mangsanya.


Pergerakan Xiao Rou semakin terbatas dengan adanya hiu dan tentakel air membuatnya hanya bisa terus melompat.


"Sampai kapan kau bisa bertahan dan melompat-lompat seperti itu..." Ling Yan tentu belum berhenti sampai disana, ia kembali membuat hiu air lainnya.


Melihat situasi semakin tidak diuntungkan, Xiao Rou tidak menghindar lagi, ketika ia sedang di atas udara, seekor hiu melompat ke arahnya.


Xiao Rou mengambil kesempatan tersebut untuk menyerangnya, ia mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya lalu mengayunkannya dengan kuat.


Sebuah gelombang pedang yang tajam tercipta dari ayunan pedang Xiao Rou yang mengarah pada hiu tersebut lalu membelahnya menjadi dua.


Ling Yan terkejut, ia membentuk hiu tersebut menggunakan tenaga dalam yang besar, seharusnya pedang sekalipun tidak akan mudah menghancurkannya.


Xiao Rou nyatanya tidak berhenti di sana, ia melepaskan gelombang pedang selanjutnya dan ditujukan pada hiu kedua, hiu tersebut segera terbelah usai gelombang pedang melewati tubuhnya.


"Tidak bisa dibiarkan..." Ling Yan tidak mau kalah dibabak penyisihan, ia berasal dari Keluarga Lin yang merupakan bangsawan besar, gugur di awal turnamen akan membuat keluarganya malu.


Lin Yan kembali mengubah airnya kali ini membentuk seekor naga, ini adalah teknik terkuat yang ia miliki dengan elemen airnya.


Para penonton menahan nafas serta terpana melihat hewan legendaris tersebut, walau itu hanya bentuk dari sebuah teknik namun tetap saja mengesankan untuk dilihat.


"Imajinasi, bagaimana dia bisa membentuk air sesuka yang ia mau?" Yifei bertanya, sebagai sesama pengguna elemen ia tidak dapat melakukan hal demikian dengan elemen apinya.


"Sulit menjelaskan tetapi singkatnya semua elemen mempunyai karakteristik masing-masing..." Zhou Yuan tersenyum lembut. "Misalnya elemen api dia mempunyai sifat perubahan jenis yang membakar, es bersifat membeku, petir bersifat merambat, termasuk air, mempunyai sifat cair."


Yifei tampak kebingungan, Zhou Yuan kemudian melanjutkan penjelasannya. "Karena elemen air mempunyai sifat cair yang dalam artian ia mudah dibentuk ke bentuk apapun, termasuk bentuk hewan dan lainnya sementara elemen tanah yang padat tidak bisa melakukan hal demikian kecuali memang dilatih dengan sungguh-sungguh."


Zhou Yuan tersenyum canggung ketika Yifei masih tidak mengerti, ia bisa saja menjelaskan panjang lebar sampai gadis itu paham namun akan membutuhkan waktu yang lama, terlebih Zhou Yuan ingin menyaksikan pertarungan Xiao Rou.


Di arena, Ling Yan sedang menggerakkan naga airnya untuk menyerang Xiao Rou, naga itu bisa bergerak di udara serta melayang membuat Xiao Rou kesulitan untuk menghindarinya.


Ling Yan menggerakkan naga air tersebut dari jarak jauh, nafasnya sudah mulai tidak beraturan karena menggunakan tenaga dalam terlalu banyak.


Setelah beberapa menit terus menghindar, Xiao Rou tiba-tiba menyarungkan pedangnya kembali, membingungkan semua orang yang melihat.


Xiao Rou mulai menggerakkan tangannya persis seperti Ling Yan lakukan, tidak lama kemudian naga air lainnya mulai terbentuk persis seperti naga Ling Yan.


"Dia, dia meniru jurus naga airku?!"


Bukan hanya Ling Yan, Empat Kaisar, Xiong Bian serta para penonton, bahkan Zhou Yuan juga terkejut melihatnya.


Zhou Yuan sudah mengetahui kemampuan meniru Xiao Rou yang mengerikan bahkan ketika gadis itu masih berusia sepuluh tahun, kemampuan meniru tersebut masih bisa dijangkau akal manusia saat itu namun sekarang, semuanya jelas diluar nalar manusia.


Xiao Rou bukan hanya meniru saja melainkan memahami cara dasar teknik air itu bekerja.


Zhou Yuan mengetahui bahwa meniru dan memahami adalah dua hal berbeda, seseorang mungkin bisa meniru dengan cepat namun jika memahami, mereka membutuhkan waktu yang lama apalagi memahami sebuah teknik beladiri sangat sulit dilakukan.


Zhou Yuan bisa melihat kini kemampuan elemen air Xiao Rou tidak berbeda jauh dengan Ling Yan dalam segi penguasaan.


Naga air yang diciptakan Xiao Rou bahkan terlihat jauh lebih sempurna dibandingkan dengan Ling Yan yang membentuknya.


"Aku menyerah..."


Ling Yan sudah tidak memiliki harapan menang untuk melawan sosok manusia seperti Xiao Rou.


Dia sudah mengetahui kesulitan teknik airnya yang membutuhkan pelatihan belasan tahun dalam penguasaannya, melihat Xiao Rou dapat menguasainya hanya beberapa menit saja membuat Ling Yan menyadari kemampuan lawannya.


Selain mengaku kalah, Ling Yan juga tidak mau teknik-teknik elemen air Keluarganya terus ditiru oleh gadis itu.


Xiong Bian batuk pelan, ia tidak menduga di dunia persilatan ada pendekar yang mempunyai bakat semengerikan seperti Xiao Rou.


Tidak menunggu lagi Xiao Rou diumumkan menjadi pemenang, lawan kedua serta lawan ketiganya yang hendak menghadapi Xiao Rou mengurung niat mereka setelah melihat bakat meniru gadis itu, mereka langsung menyerah sebelum pertandingan itu terjadi.


Para peserta turnamen juga mulai memperhitungkan kekuatan Xiao Rou, awalnya mereka menganggap gadis berambut merah itu sebagai ahli pedang tetapi kini mereka harus mengulang penilaian tersebut.


Xiao Rou dengan jelas masuk ke Babak Utama dan pertandingan gadis itu juga sebagai akhir dari Babak Penyisihan di hari kedua ini.