Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 254 — Perebutan Buah Surgawi II


Hantu Pedang mengumpat tetapi kali ini ia menjaga emosinya, setelah mengetahui orang bertopeng didepannya adalah orang yang sama dengan ia lawan di restoran, Hantu Pedang sadar tidak akan mudah mengalahkan pemuda itu.


Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum berbalik menghadap Mu Liang dan memberikan sebuah berlian berwarna keunguan padanya.


"Ketua Mu pasti mengetahui harga berlian ini bukan, aku akan menggunakannya untuk membeli Buah Surgawi di tanganmu."


"Tidak mungkin, bagaimana kau mempunyai berlian ini?!" Mu Bian terkejut, jelas Pemimpin Keluarga Mu itu mengetahui berlian yang di pegang Zhou Yuan.


Berlian ungu itu disebut Berlian Kelabu Malam, salah satu perhiasan langka di dunia yang sangat sulit didapatkan, harga seukuran kerikil kecil saja sudah mencapai puluhan juta keping emas apalagi dengan ukuran yang dipegang Zhou Yuan.


Zhou Yuan tersenyum sebelum mengambil Buah Surgawi di tangan Mu Liang dan dengan cepat memberikan berlian ungu itu padanya.


"Anggap saja pertukaran ini sepadan, sekarang Berlian Kelabu Malam ini adalah milik anda." Zhou Yuan menepuk pundak Mu Liang pelan.


Mu Liang tidak membantah, jika tebakannya benar maka Berlian Kelabu Malam di tangannya senilai lima ratus juta keping emas lebih, sebagai seorang pebisnis sekalipun uang sebesar itu bukanlah nominal kecil.


"Ketua Mu, kuharap anda membawa keluarga anda pergi dari sini karena ada kemungkinan kediaman ini akan hancur."


Mu Liang mengangguk, ia dengan cepat menyadari situasinya akan seperti apa sesudah melihat tindakan Hantu Pedang, "Aku mengerti pendekar, aku akan membawa keluargaku pergi dari sini sekarang juga."


Zhou Yuan tersenyum sebelum berbalik kembali menghadap Hantu Pedang dan lainnya. "Kau menginginkan buah ini bukan? Kau harus mengambilnya dariku."


"Jangan terlalu percaya diri, pertarungan sebelumnya aku belum menggunakan seluruh kekuatanku!" Hantu Pedang merapatkan giginya.


Zhou Yuan tersenyum tipis. "Kebetulan aku juga belum mengerahkan semua kemampuanku juga..."


Zhou Yuan mengayunkan tangannya seketika pedang kusanagi muncul di genggamannya. Zhou Yuan menarik pedang itu dari sarungnya, terlihatlah sebuah mata pedang berwarna hitam yang memancarkan aura kegelapan yang pekat.


Hantu Pedang terkejut melihat Zhou Yuan memunculkan sebuah pedang diruang hampa, setidaknya demikian di pandangan pria bertopeng itu.


Tidak hanya Hantu Pedang, Hong Sha dan pendekar Alam Cahaya yang dibawanya juga ikutan terkejut.


"Kau seorang ahli pedang juga?" Hantu Pedang berkata dengan terbata-bata, perbedaan kekuatan seorang pengguna pedang tanpa pedang sangatlah berbeda jauh.


Zhou Yuan mendengus, tanpa menjawab ia menjadi yang pertama menyerang Hantu Pedang, bergerak cepat dan tiba-tiba muncul di depan lawannya lalu mengayunkan pedangnya.


Hantu Pedang sulit mempertahankan ketenangannya, dalam beberapa kali pertukaran serangan ia bisa merasakan perbedaan kemampuan pedang dirinya dan lawannya sangat jauh.


Pedang Zhou Yuan tidak hanya lebih cepat darinya tetapi juga memiliki gerakan yang sulit ditebak, seumur hidupnya Hantu Pedang belum pernah bertemu dengan pendekar yang memiliki kemampuan pedang setingkat ini.


Dalam belasan jurus tubuh Hantu Pedang sudah dipenuhi goresan, darah mulai mengalir dari lukanya dan perasaan terancam mulai menyelimuti hatinya.


Hong Sha yang melihatnya akhirnya tidak tinggal diam lagi, ia dan delapan pendekar Alam Cahaya dibawanya segera bergerak membantu Hantu Pedang.


"Oh, ini lebih ramai dari yang aku duga..." Zhou Yuan tersenyum tipis.


Keberadaan Hong Sha dan lainnya yang ikut bertarung membuat Zhou Yuan gagal memberikan luka lebih dalam pada Hantu Pedang.


Disisi lain Mu Liang menganggap ini sebagai peluang untuk pergi, ia segera menghilangkan keberadaan dirinya dan bergegas memberitahu Keluarga Mu untuk meniggalkan tempat ini secepatnya.


Belasan pendekar Alam Kristal yang dibawa Hong Sha hendak ikut membantu tetapi sebelum mereka bergerak, sebuah dinding api yang tinggi tercipta dan menghadang langkah mereka.


"Kalian ingin pergi kemana, lawan kalian adalah aku!"


Belasan pendekar Alam Kristal menoleh ke atas dan menemukan seorang gadis yang memakai topeng sedang melayang di udara, tidak hanya itu, dikedua tangannya gadis tersebut sedang menggenggam api berwarna putih.


Belasan pendekar Alam Kristal itu terkejut bukan main terutama melihat gadis itu melayang di udara. Bagi mereka, hal itu baru pertama kali mereka saksikan di dunia persilatan.


Yifei menatap lawannya dengan dingin, ia sudah diberi perintah oleh Zhou Yuan agar menahan para pendekar Alam Kristal tersebut. Dengan kemampuannya sekarang, Yifei memang dapat melawan mereka semua.


"Tidak kusangka Hantu Pedang akan bekerjasama dengan sekelompok orang, apakah kalian berasal dari aliansi Kuil Awan Langit?" Zhou Yuan tersenyum sinis sambil menahan serangan yang datang.


Hantu Pedang maupun Setan Kembar sejak dulu adalah kriminal yang tidak mau terikat dengan organisasi, mereka selalu bekerja sendiri dan bertindak sesukanya. Menyaksikan mereka saat ini bekerjasama satu sama lain jelas bukan pemandangan hal biasa bagi Zhou Yuan.


"Diam Kau!" Hantu Pedang mengumpat keras.


Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum kemudian menggunakan teknik pedang air yang berasal dari klan Xiao. Pola serangannya berubah seperti air yang mengalir, setiap ayunan pedangnya saling terhubung dengan ayunan lainnya.


Dengan tekniknya Zhou Yuan dengan cepat mengubah keadaan, jika sebelumnya ia diposisi bertahan namun setelah menggunakan teknik pedang air ia dapat mengimbangi lawan-lawannya bahkan sedikit demi sedikit mulai menekan mereka.


"Teknik pedang ini... Tidak mungkin, kau berasal dari klan Xiao?!" Hong Sha yang pertama kali menyadari teknik yang digunakan Zhou Yuan.


"Dia menguasai Teknik Pedang Air? Kalau begitu kita harus berhati-hati, kudengar teknik yang digunakannya merupakan teknik pedang berbahaya di Kekaisaran Bulan."


"Jangan khawatir, dia mungkin memiliki teknik pedang yang tinggi tapi tidak mungkin mengalahkan sepuluh pendekar Alam Cahaya sekaligus!'


Zhou Yuan menggeleng pelan, ia lebih banyak mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi lalu kemudian memakai Teknik Pedang Suara dan Teknik Pedang Air secara bersamaan.


Dengan teknik ini gerakan Zhou Yuan menjadi halus seperti tidak bersentuhan dengan udara disekitarnya, Suara dalam pertarungan tiba-tiba menghilang seperti tertelan bumi membuat lawan-lawannya kebingungan serta konsentrasi mereka terganggu.


"Apa yang terjadi, kenapa mendadak menjadi hening seperti ini..." Salah satu dari mereka terkejut dengan fenomena yang terjadi.


Zhou Yuan tidak membuang kesempatan, melihat kerjasama mereka mulai terganggu dengan keheningan yang dibuatnya ia segera memainkan pedangnya lebih cepat lagi.


Hong Sha dan lainnya mulai ditekan dengan permainan pedang Zhou Yuan, pemuda itu mulai memberikan luka meski hanya berupa goresan kecil biasa.


'Kalau mereka terus bersatu akan sulit untukku mengalahkan mereka semua...' Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam ke mulutnya lalu merubahnya menjadi energi.


"Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"


Zhou Yuan mengambil jarak dari lawannya sebelum kemudian menyemburkan api yang berjumlah besar di mulutnya.


Semburan api tersebut membuat Hong Sha dan lainnya terkejut, mereka segera menyelamatkan diri dan menjauh dari semburan api itu tetapi api yang dikeluarkan Zhou Yuan ternyata jauh lebih luas dari dugaan mereka.