Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 132 — Menuju Akademi Kekaisaran


Membutuhkan waktu tiga hari agar Jiang Yifei bisa menguasai 80% Tendangan Penguasa Langit.


Meski bukan seperti Xiao Rou yang dapat menguasai teknik dalam sekali lihat, namun waktu tersebut tergolong cepat di dunia persilatan yang menunjukkan bahwa Yifei adalah jenius tingkat tinggi.


Zhou Yuan saja dikehidupan pertama membutuhkan waktu tiga bulan untuk menguasainya.


"Menguasai sampai tingkat seperti ini sudah cukup, kau bisa berlatih kapan-kapan tendangan itu namun untuk sekarang aku ingin melatih yang lain."


Yifei mengerutkan dahi. "Bukankah lebih baik menunggu sampai aku 100% menguasainya?"


"Tidak perlu, lagipula aku mengajarkan tendangan itu agar kemampuan teknik api birumu meningkat."


Yifei tampak kebingungan dengan maksud Zhou Yuan namun pemuda itu malah melakukan kuda-kuda setelahnya. "Aku tidak pandai menjelaskan, lebih baik kita langsung praktekkan saja dengan tindakan."


Zhou Yuan kemudian mulai mengayunkan tendangan yang dikuasainya yaitu Tendangan Penguasa Langit namun yang membedakan selain tendangan itu kuat, cepat dan bergerak seperti tarian, tendangan yang sama menciptakan api biru yang panas.


"Ini..." Yifei sampai kesulitan berkata-kata melihatnya.


Zhou Yuan tersenyum tipis melihat reaksi gadis itu namun ia tidak berhenti sampai disana, Zhou Yuan kembali melepaskan tendangan yang kali ini setiap kakinya terayun akan menciptakan api biru yang dahsyat.


Tentu yang membuat Yifei terkejut bukan karena teknik tendangan Zhou Yuan yang memukau melainkan api biru yang pemuda itu ciptakan.


Bagaimana pun teknik api biru hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berasal dari Keluarga Jiang, Yifei tidak mengerti kenapa Zhou Yuan bisa melakukannya.


Yifei tidak mengetahui bahwa saat keduanya selalu bertanding setiap hari dengan waktu yang lama, Zhou Yuan secara tidak sengaja belajar teknik api biru dari Yifei sendiri.


Secara perlahan-lahan Zhou Yuan mulai menghafal serta memahami setiap kali Yifei menggunakan teknik khusus dari keluarganya itu. Belum lagi Zhou Yuan juga adalah pendekar elemen api, jadi tidak mengejutkan ia bisa meniru teknik api biru gadis itu selama beberapa kali melihat.


Zhou Yuan sendiri sebenarnya tidak mengetahui sejak kapan otaknya bisa belajar serta memahami secepat ini karena dikehidupan pertamanya, ia tergolong manusia yang kurang pintar.


"Bagaimana... Kau..." Yifei masih memandang Zhou Yuan dengan penuh keterkejutan.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Maaf Tuan Putri, sebenarnya aku..."


Zhou Yuan menjelaskan bahwa ia belajar api biru secara otodidak dari gadis itu ketika latihan tanding, lebih singkatnya ia meniru api biru Yifei sebelum memahami dan menguasainya.


Yifei tentu tidak percaya begitu saja, ia yang dari kecil belajar teknik tersebut dan memerlukan latihan yang keras agar bisa menggunakannya merasa mustahil Zhou Yuan dapat menguasainya sesingkat itu namun setelah dipikir kembali, Yifei merasa hal itu cukup masuk akal mengingat Zhou Yuan adalah pendekar paling jenius melebihi dirinya.


Yifei menghela nafas, ia yang awalnya selalu berpikir dirinya istimewa karena kejeniusannya kini merasa bakatnya biasa saja di depan Zhou Yuan.


Zhou Yuan kemudian meminta Yifei untuk berlatih kembali namun kali ini ia harus menggabungkan teknik tendangan penguasa langit dengan perubahan jenis apinya.


***


Tidak sulit bagi Jiang Yifei belajar apa yang diperintahkan Zhou Yuan karena pada dasarnya gadis itu sudah menguasai dasar dari teknik api birunya.


Dengan melakukan teknik tendangan penguasa langit, api yang dilepaskan gadis itu jauh lebih besar dan panas setiap kali kakinya melepaskan tendangan.


Jiang Yifei merasa antusias karena dengan menguasai teknik tendangan itu, kemampuan bertarungnya jadi meningkat, Yifei harus akui jurus tendangan yang diajarkan Zhou Yuan merupakan teknik tendangan tingkat tinggi yang pernah ia temui.


"Yah walaupun membuang-buang waktu, tapi teknik tendanganmu tidak buruk juga jadi aku berterimakasih karena kau mengajarkannya padaku..." Meski terasa berat mengucapkan kalimat demikian, Yifei dengan gaya juteknya tetap harus berterimakasih atas jasa pemuda tersebut.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia merasa sedang tidak dipuji gadis itu. "Fei'er, kau masih terus belajar lagi, teknik tendanganmu masih belum sempurna."


"Hmph! Aku mengerti..." Jiang Yifei lalu menunjuk ke atas pucuk kepalanya. "Elus rambutku!"


Yifei berdecak. "Elus rambutku, aku sudah berlatih dengan keras hari ini."


Zhou Yuan tersenyum canggung, ia masih bingung harus bersikap seperti apa kepada gadis itu namun pada akhirnya, ia tetap mengelus pucuk rambut Yifei.


Jiang Yifei memejamkan mata saat tangan Zhou Yuan menyentuh rambutnya, ia menikmati elusan lembut dari tangan pemuda itu. Wajah sedikit merona ketika Zhou Yuan mulai mengelusnya.


"Sepertinya beberapa hari lagi aku akan menerobos ke tahapan selanjutnya, kau tidak perlu melatihku besok." Yifei mengatakan setelah ia belajar teknik tendangan penguasa langit, dirinya mendapatkan pencerahan untuk menerobos.


Zhou Yuan mengangguk dan benar saja tiga hari gadis itu melakukan latihan tertutup, ia melakukan penerobosan dan kini kekuatannya berada di puncak Alam Perak.


Diusianya yang masih 15 tahun, akan sangat sulit menemukan seseorang diusia yang sama memiliki pencapaian seperti Yifei. Zhou Yuan yakin, dengan bakatnya yang tinggi tidak menutup kemungkinan bagi Yifei mencapai Alam Emas di usia 16 tahun.


Zhou Yuan memberikan selamat pada gadis itu karena telah berhasil menerobos, sementara Yifei hanya meminta dielus rambutnya ketika bertemu lagi dengan Zhou Yuan.


"Aku ingin mencoba kekuatan baruku, kali ini aku pasti bisa mengalahkanmu..." Jiang Yifei berkata penuh percaya diri, ia bisa merasakan kekuatannya telah meningkat pesat usai menerobos.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Kalau begitu bagaimana jika kau mencobanya..." Zhou Yuan memberi tanda dengan jarinya.


Tentu saja, mau seberapa meningkat kekuatan gadis itu, Yifei tidak akan bisa menang melawan Zhou Yuan. Baik pengalaman bertarung maupun teknik dan kekuatannya terlalu berbeda jauh jika disandingkan dengan Zhou Yuan.


Yifei tidak menyembunyikan kekecewaannya, padahal ia sudah yakin bisa mengalahkan Zhou Yuan atau setidaknya ia bisa melukai pemuda tersebut.


"Tidak perlu berkecil hati, dimasa depan boleh jadi kau bisa mengungguliku..." Zhou Yuan menyemangati.


Yifei menghela nafas, ia kembali meminta Zhou berlatih tanding dengannya, setidaknya kalaupun tidak bisa mengalahkan pemuda itu Yifei bisa belajar banyak darinya.


***


Tidak terasa waktu keberangkatan Zhou Yuan dan Yifei akhirnya sudah tiba, Jiang Qisha menyiapkan siluman elang putihnya untuk membawa keduanya ke Akademi Empat Kekaisaran.


"Kurasa dua minggu ini kalian telah berlatih giat?" Jiang Qisha tersenyum, bertanya pada Zhou Yuan dan Yifei.


Zhou Yuan mengangguk, meski ia percaya diri di turnamen itu tidak ada seseorang peserta yang mencapai Alam Kristal seperti dirinya, Zhou Yuan tetap tidak meremehkan lawannya.


Disisi lain, selama dua minggu terakhir ini Zhou Yuan dan Yifei terus berlatih sehingga hubungan keduanya mulai terasa lebih dekat dan akrab, setidaknya bagi Zhou Yuan gadis itu tidak seketus sebelumnya ketika keduanya pertama kali bertemu.


"Saudara Long, kuharap kau jaga cucuku dan Zhou Yuan di sana, lebih dari apapun..." Jiang Qisha menepuk pundak pria paruh baya disampingnya.


"Tidak perlu khawatir, Kakak, bahkan nyawaku pun aku serahkan jika perlu menyelamatkan keduanya." Jiang Long mengangguk pelan.


Jiang Long adalah adik dari Jiang Qisha yang saat ini menjabat sebagai tangan Kaisar Bulan tersebut. Kekuatannya berada di Alam Cahaya namun masih di bawah jauh kekuatan Jiang Qisha.


Jian Long kemudian menunggangi siluman elang tersebut sebelum memerintah agar Zhou Yuan dan Yifei menaikinya.


Zhou Yuan baru pertama kali menaiki siluman elang seperti ini jadi dia berdecak kagum ketika merasakan siluman elang itu mulai mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas langit sementara Yifei tampak biasa saja karena sudah berapi kali ia pernah menungganginya.


"Perjalanan kita akan membutuhkan waktu tiga minggu paling lambat, kuharap kalian berdua bisa menikmatinya." Jiang Long menoleh ke belakang, menatap Yifei dan Zhou Yuan.


"Aku mengerti paman..." Yifei memilih berdiri di atas elang tersebut.


Zhou Yuan mengangguk pelan, ia lebih menikmati suasana di atas langit serta pemandangan di bawahnya, begitu luasnya hamparan kota, hutan serta air sungai yang mengalir deras.